Friday, 2 March 2018
Home »
Berita Utama
» Pasangan Rindu Unggul dalam Elektabilitas
Pasangan Rindu Unggul dalam Elektabilitas
BANDUNG–RADAR BOGOR,Elektabilitas (keterpilihan) pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), sebagai calon gubernur Jawa Barat 2018–2023 masih unggul dalam survei yang digelar Lembaga Survei Indo Barometer pada akhir Januari lalu.
Pasangan Rindu menggungguli tiga pasangan kandidat cagub/cawagub lainnya yang akan bertarung dalam Pilgub Jabar 27 Juni mendatang.
Menurut peneliti Indo Barometer, Asep Saepudin, survei yang dilakukan lembaganya bertujuan untuk melihat sisi elektabilitas dan popularitas setiap pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilgub Jabar 2018. “Terkait elektabilitasnya, posisi yang paling tinggi ditempati oleh pasangan Rindu, kemudian disusul pasangan 2DM,” kata Asep.
Dalam survei yang digelar di Provinsi Jawa Barat sejak 20–23 Januari 2018 dengan margin error lebih kurang 3,46 persen, diperoleh hasil elektabilitas tertinggi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat pada Januari 2018 ditempati oleh pasangan Rindu yakni sebesar 44,8 persen. Kemudian disusul oleh pasangan Dua DM atau Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi yakni sebesar 27,9 persen.
Di urutan ketiga elektabilitas pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan sebesar satu persen, dan elektabilitas posisi juru kunci ditempati oleh pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu sebesar 0,9 persen.
Rendahnya elektabilitas pasangan nomor urut 2 TB Hasanuddin-Anton Charliyan serta pasangan nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu, menurut Asep, karena secara pengenalan dan faktor kesukaan masih di bawah pasangan Rindu dan 2DM, sehingga elektabilitasnya pun masih terbatas.
Dijelaskan Asep, survei pada akhir Januari 2018 ini, merupakan survei keempat yang dilakukan oleh Indo Barometer terkait dinamika di Pilgub Jawa Barat 2018.
Temuan lainnya pada survei kali ini, kata Asep, adalah terkait tingkat pengenalan calon di Pilgub Jabar 2018. Hasilnya, tingkat pengenalan calon tertinggi diraih oleh Deddy Mizwar sebesar 97,1 persen, disusul M Ridwan Kamil sebesar 88,8 persen, lalu Dedi Mulyadi sebesar 67 persen, dan Uu Ruzhanul Ulum sebesar 43,9 persen.
Sedangkan untuk tingkat pengenalan calon terendah, lanjut dia, adalah TB Hasanuddin sebesar 10,6 persen, kemudian Sudrajat 11,1 persen, Anton Charliyan sebesar 15,5 persen, dan Ahmad Syaikhu sebesar 18,6 persen. “Kami melihat hal ini wajar karena Sudrajat dan TB Hasanuddin baru menjadi calon di Pilgub Jawa Barat,”
kata dia.
Hasil survei yang digelar Indo Barometer relatif tidak jauh berbeda dengan hasil survei oleh lembaga survei Cyrus Network yang melakukan survei di bulan yang sama. Berdasarkan survei yang digelar Cyrus Network, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum memiliki elektabilitas tertinggi dengan 45,9 persen. Sementara
pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mengekor di peringkat kedua dengan elektabilitas 40,9 persen.
Berbeda dengan Indo Barometer, survei Cyrus Network menempatkan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu berada di peringkat ketiga dengan 5 persen, dan pasangan yang diusung PDIP, TB Hasanuddin-Anton Charliyan menempati posisi terbawah dengan elektabilitas 2,5 persen. Dalam survei yang digelar Cyrus, sebanyak 5,2 persen responden belum memutuskan dan 0,5 persen tidak menjawab.
Managing Director Cyrus Network, Eko Dafid Alfianto, menjelaskan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum unggul dalam elektabilitas, salah satunya disumbang popularitas Ridwan Kamil di media sosial. “Kita melihat pengguna medsos dengan tabulasi beberapa kategori, paling besar ada di wilayah di mana Ridwan Kamil suaranya cukup besar di sana,” ujar Eko saat memberikan paparan di Menteng, Jakarta Pusat, pada awal Februari 2018 lalu.
Selain itu, menurut Eko, salah satunya disumbang karena Ridwan Kamil juga selama ini cukup mendapatkan exposure dan liputan dari media. “Bahkan dalam Pilkada Jakarta pun namanya muncul. Jadi, di saat calon lain belum dibicarakan, RK sudah dibicarakan,” lanjutnya.
Namun, meski menempati peringkat pertama elektabilitas, dari segi popularitas, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum masih kalah dari pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Pasangan Deddy-Dedi memiliki popularitas tertinggi dengan 98,5 persen.
Sementara pasangan Ridwan-Uu memiliki popularitas sebesar 81,3 persen. Pasangan Sudrajat-Syaikhu berada di peringkat ketiga popularitas dengan 28,4 persen. Sementara pasangan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan memiliki popularitas terendah dengan 25,3 persen.
Survei melibatkan 1.000 responden yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jabar. Metodologi yang digunakan multistage random sampling dengan margin of error 3,1 persen. Indeks kepercayaan sebesar 95 persen.
sumber: radarbogor.id
Related Posts:
BRI Geber Ganti Kartu ATM BOGOR –RADAR BOGOR,Bank BRI menonaktifkan sebagian kartu ATM milik nasabah, yang diduga pernah digunakan untuk bertransaksi di lokasi yang terindikasi terkena kejahatan skimming. Bank akan mengutamakan pergantian kartu sec… Read More
Yon 14 Grup 1 Kopassus Punya Kolam Renang KEMANG–RADAR BOGOR,Batalyon 14 Grup 1 Kopassus Bogor kini memiliki kolam renang sendiri bernama Tirta Bhadrika. Kolam renang yang diresmikan Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni tiga bulan lalu itu pun dibuka untuk umum… Read More
Bertemu Kofi Annan, Fadli Zon Bahas Masalah Rohingya SWISS-RADAR BOGOR, Wakil Ketua DPR, Fadli Zon bertemu Kofi Annan di kantor Yayasan Kofi Annan (Kofi Annan Foundation) di Jenewa, Swiss. Pertemuan dengan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 1997 hingga 2006 itu … Read More
Google Maps Permudah Bikers di Jalur Tikus JAKARTA-RADAR BOGOR,Fitur untuk pengendara motor di Google Maps sudah ditunggu-tunggu masyarakat. Sebab, pengendara motor pun banyak menggunakan layanan Google Maps.Tetapi, mereka sering merasa dianaktirikan lantaran fok… Read More
Perjuangan Sekolah-Sekolah di Perbatasan Indonesia-Timor Leste Melayani Siswa (2-Habis) SDN Raibasin yang menampung anak-anak WNI eks Timor Leste berlantai tanah, berdinding seng, dan tanpa jendela. Meja dan guru pun bantuan sekolah sekitar. Tapi, jangan tanya soal semangat para siswanya untuk belajar.BAYU PU… Read More
0 komentar:
Post a Comment