Banner 1

Tuesday, 6 March 2018

Awas, Melon Pembunuh dari Australia


JAKARTA– RADAR BOGOR,Badan Karantina Pertanian (Barantan) bergerak cepat menyikapi pemberitaan berita internasional terkait kematian warga di Australia setelah mengonsumsi buah Rock Melon (Cantaloupe). Seperti diketahui, Rock Melon Australia tercemar bakteri listeria dan menimbulkan kematian 3 orang warga.

“Benar kasus ini terjadi. Kami sudah mendapat konfirmasi resmi pemerintah Australia”, ujar Banun Harpini, kepala Barantan di Jakarta, Sabtu (3/3).

Banun menyatakan, peristiwa ini merupakan sinyal darurat bagi Pemerintah Indonesia untuk segera melakukan tindakan antisipatif, meski sebenarnya belum ada importasi secara langsung ke Indonesia.

“Buah ini diekspor ke Malaysia, Singapura dan beberapa negara lainnya. Kita perlu waspadai utamanya masyarakat yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura”, tegas Banun. Masyarakat Kepulauan Riau, Batam dan pesisir Sumatera sangat berisiko.

Menurut Banun, bukan tidak mungkin masyarakat di pesisir timur Sumatera berpeluang mengonsumsinya. Karena lalu lintas orang ke negeri seberang cukup intens.
Banun mengimbau agar saat ini masyarakat waspada terhadap buah melon impor tersebut dan menghindari kontak langsung atau konsumsi melon impor hingga adanya investigasi dan langkah pencegahan Pemerintah Australia.

Barantan akan memperketat pemeriksaan buah impor asal Australia, karena bukan tidak mungkin potensi penularan dari jenis buah lainnya. “Kita punya pengalaman memusnahkan buah apel berbakteri listeria pada tahun 2016 asal Amerika. Maka kami akan periksa lebih jauh buah impor asal Australia”, tegasnya.

Selain itu, Banun mengimbau agar para traveller dari Australia, Malaysia, Singapura, UEA, Qatar, Jepang, Hongkong, Oman, dan Kuwait tidak membawa buah-buahan berisiko ini ke Indonesia. Pengawasan di bandara interna­sional juga akan ditingkatkan sehubungan dengan kasus ini.

Barantan tidak ingin kecolongan, mengingat ini menyangkut nyawa manusia dan keselamatan masyarakat konsumen. “Ini soal keselamatan konsumen, kita tidak akan membuka mengambil risiko,” Imbuhnya.

Barantan akan terus berkomunikasi dengan otoritas kompeten di Australia untuk menjamin tidak terjadinya penyebaran bakteri ini ke tanah air. Lebih lanjut Banun mengajak masyarakat untuk mengonsumsi buah lokal yang sudah pasti terjamin sehat dan aman. Masyarakat tidak perlu cemas, karena Barantan akan memperketat penjagaan.

“Saya kira buah lokal tetap jadi pilihan terbaik bagi kita, manggis, sirsak, mangga indramayu, jambu biji adalah produksi lokal kaya nutrisi dan layak kita konsumsi,” pungkasnya.


sumber: radarbogor.id

Related Posts:

  • Pelajar Bogor ”Ditelan” Ombak BOGOR–RADAR BOGOR,Liburan ke Pantai Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, berubah petaka bagi tiga pelajar SMP Negeri 2 Sukaraja, Kabupaten Bogor. Mereka terseret ombak saat berenang di pantai selatan itu, kemarin (31/3). … Read More
  • Pemerintah Siapkan Kompensasi Pajak Tol JAKARTA–RADAR BOGOR,Penurunan tarif tol bakal diimbangi pemerintah dengan pemberian insentif bagi badan usaha jalan tol (BUJT). Salah satu yang hampir pasti adalah pembayaran pajak akan ditanggung pemerintah.Menteri Pekerj… Read More
  • Hari Filateli, Fadli Zon Terima Empat Rekor MURI JAKARTA-RADAR BOGOR, Filatelis Indonesia memperingati Hari Filateli Indonesia ke-96 di Gedung Filateli Jakarta, Sabtu (31/3/2018) . Hadir Ketua Umum PP PFI (Perkumpulan Filtelis Indonesia) Fadli Zon, Direktur Pos Ihsan Bai… Read More
  • Ngetes Ilmu, Molornya Setahun Perjalanan darat dari Belanda ke Australia itu dia rencanakan selesai dalam setahun. Setelah itu Wiebe Wakker kembali ke Belanda dengan pesawat terbang. Mobil listriknya dikirim balik dengan kontainer.Semua planning dia bu… Read More
  • Puncak Padat setelah Satu Jalur Dibuka BOGOR-RADAR BOGOR,Pascalongsor dua hari lalu, jalur Puncak kembali dibuka menuju Cianjur maupun sebaliknya. Namun di libur panjang Paskah tahun ini, arus lalu lintas belum mengalami peningkatan signifikan meski sempat terj… Read More

0 komentar:

Post a Comment