BOGOR – Sedikitnya tujuh orang utan yang sebelumnya dikarantina Taman Safari Indonesia (TSI) Puncak Cisarua, kini telah dilepas.
Satwa tersebut merupakan titipan dari Kementerian Lingkungan Hidup
dan Kehutanan yang berhasil diselamatkan dari perdagangan ilegal pada
akhir 2015 lalu.
“Setelah dikarantina oleh tim ahli untuk menjalani observasi dan
rehabilitasi selama beberapa bulan, dan kondisinya membaik. Akhirnya
kita sudah lepas ke alam liar tujuh ekor orang utan ke habitatnya yaitu
dari Tahiland. Kita naik hercules,” ujarnya Humas TSI Yulius kepada enter bogor, Jumat (19/02/2016).
Pembiayaan sendiri pun dianggap Yulius tak sedikit dalam merawat
hewan jenis primata tersebut. Dan ini merupakan kegiatan konservasif
kepada hewan langka orang utan.
“Biaya orang utan juga cukup besar. Untuk makanannya, seperti
buah-buahan juga yang berkualitas tinggi. Karena ini merupakan titipan
negara, jadi biaya kita tanggung,” ucapnya.
Namun pada puncak musim penghujan seperti ini, tak dipungkiri pihak
wisata TSI Puncak Cisarua dapat membuat para satwa seperti unggas dan
primata yang ada dalam kebun binatang lebih rentan terkena penyakit.
Hingga penanganan khusus dari dokter hewan pun diterapkan.
“Pada cuaca seperti ini, dari dokter hewan kita tetap imbangi dengan
perhatian lebih. Seperti pemberian seperti vitamin. Ya intinya kita
lakukan itu dengan Standard Operating Procedures (SOP) untuk
kesejahteraan para satwa,” jelasnya.
Seperti hewan membutuhkan hawa panas, Yulius menyebutkan, selain dari
dokter hewan yang merawat para hewan tersebut, penjaga hewan (keeper)
juga tetap memperhatikan kesehatan binatang yang dipegangnya.
“Musim hujan seperti ini sebenarnya kita sudah antisipasi dari dokter
hewan dan setiap keeper-nya. Karena satwa harus disejahterakan seperti
bebas dari haus dan lapar, bebas sakit dan luka, bebas dari rasa tidak
nyaman, bebas dari rasa takut tak tertekan, serta bebas berekspresi
alami.” paparnya.
Untuk pengunjung pun masih marai didominasi pengunjung timur tengah.
“Dalam tingkat kunjungan juga tidak berpengaruh pada musim hujan ini. Masih ramai turis-turis arab,” katanya.(ent)
0 komentar:
Post a Comment