Banner 1

Thursday, 8 August 2019

PWSC Dukung PT SGC Tak Angkut Sampah Warga yang Tidak Bayar BPPL


CIBINONG-RADAR BOGOR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor mengundang dialog Paguyuban Warga Sentul City (PWSC) untuk membahas masalah pengangkutan sampah di kawasan hunian Sentul City Senin (7/8).
Hadir Ketua PWSC Erwin Lebbe, perwakilan PT Sukaputra Graha Cemerlang, pengelola township manajement kawasan hunian Sentul City Aldi Santos. Mereka diterima sekretaris DLH Kabupaten Bogor Budi L Hakim dan Kabid Persampahan DLH Kabupaten Bogor Atis Tardiana.
Ketua PWSC Erwin Lebbe menjelaskan yang meributkan masalah pengangkutan sampah di Sentul City warga minoritas yang tergabung dalam Komite Warga Sentul City (KWSC).
Kata Erwin, KWSC bukan organisasi warga mayoritas warga Sentul City karena dari 8.500 kepala keluarga (KK) hanya 300 KK yang termasuk ke dalam KWSC.
“Warga yang sekarang tidak memenuhi kewajiban membayar BPPLnya sudah tidak dilayani lagi dengan tidak di ambil sampahnya. Saya sangat setuju sekali, masa yang tidak membayar tetap di layani gak fair dong,” tegasnya.
Aldi Antos perwakilan PT SGC menjelaskan tujuan di bangunnya TPS3R atau Sentul City Recycle Centre (SCRC) yaitu untuk membantu pemerintah daerah, juga menindak lanjuti Peraturan Daerah yang dikeluarkan oleh Bupati Bogor mengenai developer harus mempunyai pengelolaan sampah sendiri.
“Pada kondisi sekarang ini memang tidak nyaman buat kami, PWSC maupun KWSC adalah pelanggan kami. Kami psebagai pengelola kawasan per tanggal 1 Agustus 2019 sudah tidak mengangkut sampah warga yang tidak membayar BPPL,” tegasnya.
Data dari SGC menunjukkan pembayaran BPPL warga Sentul City meningkat setelah PT SGC tidak mengangkut warga Sentul City yang tidak membayar tagihan BPPL.
Sementara itu Sekretaris DLH Kabupaten Bogor Budi L Hakim mengatakan, DLH berupaya memberikan keputusan yang adil buat semua meskipun dalam setiap putusan terdapat pro dan kontra.
“Kami juga perlu mendengar dari berbagai pihak supaya nanti dalam mengambil keputusan dengan pertimbangan yang bisa dipertanggung jawabkan kepada pimpinan,” paparnya.
DLH sendiri, kata Budi berkomitmen mensukseskan program yang dikeluarkan Bupati Bogor yaitu pengelolaan sampah oleh kawasan. Budi mengucapkan terima kasih kepada PWSC dan PR SGC sudah memberikan informasi-informasi penyeimbang untuk dipertimbangkan DLH di dalam menindak lanjuti permasalahan ini.
“Mudah-mudahan dengan informasi yang di dapat oleh DLH bisa mencarikan jalan keluar yang terbaik bagi semua pihak,” ucapnya (ysp/*)

Related Posts:

  • Melongok Kantor Baru BPBD Kota Bogor, Parkir Berdesakan, Gudang tak Muat Tampung Logistik Memiliki kantor baru tak membuat para pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor berbesar hati. Jelas saja, fasilitas bangunan bekas Kantor Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD-PPJ) itu justru memprih… Read More
  • Festival Kurma Terbesar Hadir di Bogor BOGOR–Bagi pencinta buah kurma, sepertinya tidak boleh melewatkan momen ini. PT Kampung Kurma resmi menggelar Pekan Festival Kurma Tropika Indonesia di Botani Square, kemarin (8/1).Menurut Direktur Operasional PT Kampung K… Read More
  • Ruang Publik Ramah Anak Bertambah CIBUBUR–Kini, warga Cibubur tak perlu bingung lagi jika harus keluar rumah membawa buah hati. Pasalnya, sebanyak 21 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) sudah selesai dibangun di wilayah Jakarta Timur selama 2017.Pemban… Read More
  • Hati-hati Beli Hunian Subsidi! CITEUREUP–Rumah murah bersubsidi menjadi incaran masyarakat berpenghasilan ren­dah. Seperti ditawarkan Peru­mahan Hilwa, Desa Tajur, Citeureup, yang dikelola PT Detail Design Architecture.Informasi yang diterima Radar Bogor… Read More
  • Buruh yang Dipecat Gelar Aksi Tuntut Hak CITEUREUP–Belum mendapat kepastian dari perusahaan, belasan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja PT Nassau Sport Indonesia kembali menggelar aksi di depan perusahaan, tepatnya di area industri PT, Desa Sanja, kemarin… Read More

0 komentar:

Post a Comment