Banner 1

Friday, 2 August 2019

Predator Seks di Pamijahan Juga Sasar Emak-emak


PAMIJAHAN-RADAR BOGOR, Pelaku predator seks di Pamijahan, Kabupaten Bogor, SP tak hanya menyasar anak-anak di bawah umur, tapi juga emak-emak. Pria 31 tahun itu mengincar emak-emak untuk melampiaskan nafsu bejatnya.
Kelakukan menyimpang pelaku ini diketahui saat masyarakat melakukan interogasi dengan disaksikan pemerintah desa setempat, Senin (29/7/2019). SP blak-blakan soal aksi bejatnya sejak 2017. Dari pengakuannya, ada empat anak di bawah umur yang menjadi korban. Mereka adalah D (11), A (15), DN (15) dan A (15).
Modusnya beragam. Seperti memegang area-area sensitif korban di berbagai kesempatan. Pernah pelaku memeluk korbannya dari belakang saat korban merayakan ulang tahun.
Untuk ibu-ibu, korbannya diketahui ada lima orang yaitu U (34), P (35), C (35), I (36) dan E (33). Umumnya, pelecehan seksual terhadap korbannya dilakulan di rumah atau di tempatnya biasa berjualan sayur.
Pelaku kerap kali mencolek-colek korban yang mengarah pada perbuatan mesum. Pelaku menuliskan daftar korban dan tindakan cabulnya di hadapan warga dan aparat desa.
“Pelaku itu menuliskan pada kertas atas perbuatanya disaksikan pihak keluarga korban dan aparatur desa,” kata salah satu kerabat korban, Farid kepada metropolitan, Kamis (01/08/2019).
Menurutnya ada salah satu korban yang saat ini tengah melakukan visum untuk diproses ke penegak hukum. Farid menduga pelaku memiliki kelainan sehingga aksi cabulnya dilakukan ke siapapun yang ada di dekatnya.
“Saya melihatnya sudah berbeda dari gelagatnya. Tapi saya tidak bisa menyebutkan, biarkan kasus ini tetap diproses,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, aksi bejat SP sudah dilaporkan keluarga korban didampingi Tim Kuasa Hukum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Kota Bogor ke Polres Bogo dengan nomor laporan polisi No. STBL/B/375/VII/2019/JBR/ RES.BGR tertanggal 30 Juli 2019.
“Kami sudah laporkan. Ada empat korban yang dimintai keterangan dan kami akan melakukan visum,” kata tim kuasa hukum korban dari LBH GP Ansor Kota Bogor, R Anggi Triana Ismail seperti dikutif dari metropolitan.id.
Menurutnya, sejauh ini ada 15 orang yang melaporkan kepada pihaknya menjadi korban kebejatan SP. Tujuh orang di antaranya anak-anak di bawah umur dan delapan remaja. “Saat ini yang menga­du dan yang kita data baru ada 15 orang. Kemungkinan ber­tambahnya korban masih besar,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya Kanit PPA Polres Bogor Iptu Irina Kania Devi membenarkan adanya laporan pencabulan tersebut. “Memang ada laporan, sedang ditangani,” kata Iptu Irina kepada radarbogor.id.
Terkait beredarnya informasi korban predator seks itu mencapai 15 orang, Iptu Irina tidak membenarkannya. “Itu korban 15 orang belum pasti, kita saja baru dapat dua korbannya, itu juga belum terbukti, polisi masih mencari saksi dan bukti,” terangnya.(dka/mul/c/fin)

Related Posts:

  • Kebakaran Dahsyat di Kota Bogor, Ini Penyebabnya… BOGOR-RADAR BOGOR, Tim Pusdalops-PB BPBD Kota Bogor dan TRC-PB BPBD Kota Bogor, untuk sementara memsatikan ledakan tabung gas 3 kilogram menjadi penyebab kebakaran di Kampung Bantar Kemang, Kelurahan Baranangsiang, Kecamat… Read More
  • Sekali Posting Untung Rp150 Juta DEPOK–RADAR BOGOR,Setelah dua kali absen, Syahrini akhirnya hadir dalam sidang kasus First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Senin (2/4) siang.Kali ini, aktris sekaligus penyanyi Syahrini membeberkan, harga en… Read More
  • Lebaran, Tol Bocimi Berfungsi Pemerintah menargetkan lanjutan proyek Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Sesi I pada Lebaran tahun ini sudah bisa beroperasi. Jalan tol bakal berfungsi hingga Cigombong terlebih dahulu.Pimpinan Proyek Tol Bocimi pada Trans… Read More
  • KWB Santuni Korban Bencana Karukunan Warga Bogor (KWB) kembali mela­kukan bakti sosial (baksos) de­­ngan memberi bantuan kepada korban bencana alam. Kali ini, bantuan disalurkan kepada masyarakat yang terke­na angin puting beliung di Desa Cileungsi,… Read More
  • Pembunuh Juan masih Misterius Misteri penganiayaan hingga me­ne­was­kan Juan Gibran Harefa (16), seorang pelajar yang tinggal di Desa Pedurenan, Kecamatan Gunung Sindur, yang terjadi pada akhir 2017 lalu, hingga kini belum terungkap.Salah satu paman ko… Read More

0 komentar:

Post a Comment