Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Thursday, 30 March 2017

Rawan Korupsi, Dana Rutilahu Kabupaten Bogor Bikin Kades Hati-hati



BOGOR – Rawannya aparatur desa menyalahgunakan anggaran negara atau korupsi demi kepentingan pribadi, membuat para kepala desa berhati-hati.

Hal itu disadari Kades Sukagalih Alamsyah Sudarman. Mau tak mau ia harus lebih teliti menggunakan dana APBD maupun APBN untuk pembangunan di wilayahnya. Seperti renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu).

Ia mengaku belum pernah melakukan pemotongan dana bantuan rutilahu. Pihaknya bahkan selalu membantu kekurangan anggaran agar masyarakat memiliki rumah layak tinggal.

“Harus lebih teliti dan tak boleh dipotong, sekalipun untuk pajak. Jangan ngambil  dari penerima manfaat,”katanya kepada Radar Bogor Selasa (28/03/2017).

Sementara itu, Camat Megamendung Hadijana mengatakan,  program rutilahu bak buah simalakama. Pasalnya, terjadi pemahaman yang berbeda antara penerima dan pemberi manfaat.

Dana renovasi dikucurkan Rp10 juta per unit. Dengan uang tersebut, kata dia, mestinya digunakan untuk rumah sederhana.

a“Namun banyak penerima yang membangun ulang dari awal. Dan banyak ditemukan pengerjaan setengah jadi, karena biayanya lebih dari angka yang ditetapkan. Banyak kasus terjadi di Kecamatan Megamendung,” terangnya.

“Banyak ditemukan pula kendala teknis dalam program rutilahu. Seperti salah dalam pengerjaan di lapangan, meski perencanaan renovasi dibuat dengan teliti,” tutupnya.

Sebelumnya, renovasi rutilahu membuat banyak kepala desa mudah terjerat hukum. Mereka  tergiur untuk menyunat sejumlah uang negara demi kepentingan pribadi.

Modusnya pun beragam. Mulai dari pemotongan dengan alasan pajak, serta menyalurkan bantuan dalam bentuk barang dengan melakukan mark up harga.

Hasilnya, banyak kades mendekam di balik jeruji besi karena tak kuat menahan godaan.

(sumber:pojok jabar)

Warga Bogor Ayo… Lestarikan Kesenian Tradisional



 BOGOR – Sanggar Seni Annisa Rumpaka terus melahirkan bibit muda berbakat bidang kesenian, terutama tari Kesenian Tradisional . Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik.

Salah satunya, Gelar Pentas Anak Didik (Getasandik) 2017, akhir pekan lalu. Kali ini, kegiatan diikuti 120 siswa binaan di Jungle.

Pimpinan Sanggar Seni Annisa Rumpaka Iyan Mulyana mengatakan, Getasandik merupakan pagelaran seni tari sebagai evaluasi kemampuan peserta agar lebih baik.

“Kami merupakan sanggar binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor,” ujar pria yang juga dosen Universitas Pakuan (Unpak) itu.

Lebih lanjut ia mengatakan, tahun ini merupakan Getasandik yang ke tujuh 120 binaan.

Kepada Bidang Kebudayaan DISBUDPAR Kabupaten Bogor, Hilman mengatakan, mendukung kegiatan serupa karena berdampak positif.

“Sanggar seni membantu melestarikan dan meningkatkan kebudayaan maupun pariwisata di Kabupaten Bogor dan Jawa Barat,” pungkasnya.

(sumber:pojok jabar)

Dinkes Kabupaten Bogor Gratiskan Obat Penyakit Tuberculosis



BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, harus bekerja keras untuk menekan penderita penyakit Tuberculosis (TBC) yang masih tinggi.

Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulamgan Penyakit Menular pada Dinkes Kabupaten Bogor, dr Intan Widayati mengatakan,

target program nasional sesuai dengan target eliminasi global yakni tahun 2035 bebas TBC dan Indonesia tahun 2050.

Lebih lanjut ia mengatakan, eliminasi TB merupakan tercapainya cakupan kasus satu per satu juta penduduk.

Beberapa strategi penanggulangan yang dilakukan Pemkab Bogor, diantaranya dengan peningkatan akses layanan yang bermutu.

Selain itu, pengobatan pencegahan dan imunisasi TB serta memaksimalkan penemuan secara dini.

Menurutnya, fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) seperti rumah sakit pemerintah, swasta dan rumah sakit Paru Gunawan Bogor (RSPG) menjadi salah satu kebijakan strategis untuk penanganan penyakit.

Ia menambahkan, obat anti tuberkulosis (OAT) untuk penanggulangan juga disediakan secara gratis.

“Saya ingin ingatkan pasien TBC tidak dipisahkan dari keluarga, masyarakat dan pekerjaannya. Pasien memiliki hak dan kewajiban yang sama,” tuturnya.

Hingga tahun 2016, Pemkab Bogor telah memiliki layanan penanggulangan TBC dengan strategi DOTS terdiri dari 101 Puskesmas yang tersebar di 40 kecamatan,

1 RS Swasta yakni RS Dompet Dhuafa dari 15 RS swasta, 4 RS Pemerintah, Lapas Cibinong, serta dua klinik swasta.

Ia menjelaskan, dari 9 puskesmas yang telah melakukan kegiatan ketuk pintu tahun 2016 diperoleh hasil jumlah rumah yang dikunjungi sebanyak 500 rumah. Sedangkan, jumlah yang diskrining TBC 1.390 orang.

Sementara, jumlah yang ditemukan terduga penyakit Tuberculosis 139 orang dan jumlah yang dirujuk ke Puskesmas 112 orang serta jumlah kasus yang didapatkan 40 orang yang 9 orang diantaranya mengandung kuman TBC hidup.

“Saya harapkan seluruh puskesmas dapat secara serentak menggerakkan pemberdayaan masyarakat dalam melakukan penjaringan kasus TB,” tukasnya.

(sumber:pojok jabar)

Apa Tugas "Pasukan Putih" yang Dibentuk Pemprov DKI?



JAKARTA,Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Permodalan dan Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) membentuk satuan tugas yang dijuluki "pasukan putih". Kepala BPTSP Edi Junaedi mengatakan, pasukan yang bertugas lakukan antar-jemput izin bermotor (AJIB) itu sudah terbentuk sejak 12 Januari 2016 atau lebih dari setahun lalu.

Dinamakan pasukan putih karena para petugas tersebut menggunakan seragam putih sebagai representasi para petugas BPTSP. Edi menjelaskan, pembentukan pasukan itu dilakukan selain untuk meningkatkan pelayanan, juga untuk memotong calo perizinan yang marak ditemukan saat pengurusan perizinan.

"AJIB untuk memotong rantai (calo) sekaligus memberikan pelayanan perizinan. Respons masyarakat sangat baik," kata Edi saat diihubungi Kompas.com, Rabu (29/3/2017).

Dengan adanya petugas itu, masyarakat tak perlu repot datang ke PTSP jika hendak memproses perizinan. Para petugas akan datang ke rumah atau ke perusahaan yang hendak melakukan perizinan.

Setelah berkas perizinan dirasa telah memenuhi persyaratan, petugas segera kembali ke kantor PTSP untuk memverifikasi izin tersebut. Petugas akan mengembalikan dokumen perizinan yang telah selesai diproses dengan mengantar langsung kepada pemohon.

Layanan antar jemput perizinan tersebut dilakukan secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya. Masyarakat bisa menggunakan layanan tersebut dengan terlebih dahulu mengunduh aplikasi AJIP di aplikasi Google Play Store maupun aplikasi unduhan di ponsel pintar lainnya.

Setelah mengisi sejumlah persyaratan, pemohon hanya perlu mengisi nama, alamat, serta serta jenis perizinan yang hendak diajukan. Kebanyakan, lanjut Edi, para pemohon menggunakan layanan itu untuk mengajukan izin usaha.

Untuk menandai para petugas yang resmi berasal dari PTSP, seluruh petugas dibekali seragam serta tanda pengenal diri. Jam kerja para petugas dari Senin sampai Jumat, pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB.

PTSP merekrut sebanyak 200 pasukan putih sejak 2016.

Jumlah perizinan yang telah dilayani sebanyak 103.000 perizinan.

"Tahun ini kami targetkan 200.000 izin bisa terlayani. Karena permintaan masyarakat sudah hampir tidak tertampung, tahun depan kami mau tambah jumlah petugas," ujar Edi.

Selain pasukan putih, Pemprov DKI Jakarta telah membentuk "pasukan oranye" atau Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari Dinas lingkungan hidup, "pasukan biru" dari Dinas Sumber Daya Air, "pasukan Ungu" dari Dinas Sosial, dan "pasukan hijau" dari Dinas Perhutanan DKI.

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat juga akan membentuk "pasukan merah" yang bertugas merenovasi rumah warga saat keduanya aktif lagi menjabat setelah Pilkada DKI 2017.

(sumber:kompas.com)

Sepanjang Maret, 39 Pelaku Kasus Narkoba Ditangkap di Jakut


Jakarta - Sepanjang Maret 2017, kepolisian di Jakarta Utara menangkap sebanyak 39 tersangka kasus penyalahgunaan narkotika. Mereka ditangkap dengan barang bukti narkoba beraneka ragam.

"Pada bulan Maret ini, Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara beserta Polsek jajaran telah berhasil mengamankan 39 tersangka yang diduga telah menyalahgunakan narkoba. Baik jenis tembakau gorila, sabu dan ganja," kata Kapolres Jakut Kombes Dwiyono di kantornya, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakut, Rabu (29/3/2017).

Dari 39 tersangka tersebut, mereka terlibat dalam 34 kasus. Dwiyono mengatakan, para tersangka yang ditangkap mayoritas adalah pengedar narkoba.

"Dalam kurun waktu sebulan ini dapat mengamankan utamanya pengedar narkoba baik jenis sabu, ganja bahkan tembakau gorila," ujarnya.

Barang bukti yang dikumpulkan dari para tersangka ialah ganja seberat 650 gram yang berasal dari satu kasus. Barang bukti berupa sabu seberat 117,66 gram yang berasal dari 31 kasus. Selain itu ada tembakau sintesis gorila seberat 132 gram.

Dwiyono mengatakan para tersangka disangkakan pasal 114 UU nomor 35/2009 tentang narkotika. Mereka terancam hukuman penjara paling sedikit 5 tahun.

Dwiyono mengimbau dan mengajak masyarakat untuk melakukan pemberantasan dan peredaran narkoba. Menurutnya, hal itu dapat dilakukan dengan menyertakan peran masyarakat.

"Kita imbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati. Para orang tua bisa menjaga putra-putri agar jangan sampai salah bergaul, dan tercebur dalam penyalahgunaan narkoba yang dapat berdampak pada merusak dirinya, merusak keluarganya bahkan lingkungannya," tuturnya. 

(sumber:detik.com)

KPK Sebut MoU 'Kulo Nuwun' Geledah Tak Pengaruhi Independensi



Jakarta - KPK memastikan Memorandum of Understanding (MoU) yang telah diteken bersama dengan Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak akan mempengaruhi independensi lembaga antirasuah itu.

"Dalam melaksanakan tugas, dalam melaksanakan penindakan misalnya, penyidikan tentu saja ada mekanisme internal KPK dalam memastikan. Dan kita akan menegakkan mekanisme itu semaksimal mungkin sesuai dengan tugas KPK," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Kamis (30/3/2017).

Febri menyebut saat ini ada sekitar 90 orang penyidik yang separuh di antaranya berasal dari Polri. Namun Febri menegaskan bila mereka tentunya harus mematuhi aturan KPK.

"Distribusi itu saat ini dari sekitar 90 orang penyidik, setengah di antaranya berstatus sebagai pegawai tetap dan setengahnya lagi sekitar 45 orang merupakan penyidik yang berasal dari Polri. Dan independensi dimulai dari pemahaman bahwa dari mana pun asal penyidik itu adalah penyidik KPK yang tentu saja harus mematuhi aturan-aturan KPK jadi bekerjanya sebagai penyidik KPK. Bukan berdasarkan institusi asalnya masing-masing," jelas Febri.

Sebelumnya dalam MoU yang diteken Ketua KPK Agus Rahardjo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Jaksa Agung Prasetyo, ada poin-poin yang dianggap bisa melemahkan KPK. Yang menjadi sorotan yaitu ketika salah satu dari aparat penegak hukum itu akan memanggil anggota dari aparat penegak hukum lainnya, maka harus ada pemberitahuan kepada atasannya. Hal itu juga berlaku, apabila salah satu aparat penegak hukum ingin melakukan penggeledahan.

(sumber:detik.com)

Ngaku Polisi, Pria di Sulsel Sekap dan Cabuli ABG 14 Tahun



Makassar - Sungguh bejat perbuatan Robby (28), ia tega menyekap dan mencabuli korbannya, sebut saja Mawar, bocah perempuan yang masih berusia 14 tahun, di sebuah penginapan di jalan poros Barombong-Panciro, Kab. Takalar.

Aksi biadab Robby terungkap saat anggota Polres Takalar dan Polsek Galesong Utara menangkapnya pada Rabu malam tadi (29/3/2017), setelah pihak Polsek Galesong Utara menerima laporan kehilangan dari orang tua korban, sehari sebelumnya, Selasa malam (28/3).

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Dicky Sondani kepada detikcom menyebutkan tersangka awalnya melihat korban sedang mengisap lem bersama dua kawannya di sebuah mini market di Desa Bontokadopepe, Galesong Utara. Tersangka yang mengaku sebagai anggota kepolisian lalu menarik korban dan membawanya ke sebuah penginapan.

"Tersangka memaksa korban untuk melakukan hubungan seksual dengan ancaman akan ditahan di sel seperti dua temannya, jika menolak permintaan tersangka," ujar Dicky.

Dicky menyebutkan, usai menerima laporan orangtua korban, anggota Polsek Galesong Utara langsung memeriksa kamera CCTV di mini market dan sekitar lokasi di mana korban terakhir terlihat oleh saksi-saksi. Tidak lama kemudian, akhirnya tersangka yang dikenal bekerja sebagai penjaga kapal penangkap ikan tersebut dicokok di wisma tempat penyekapan.

Selain mengamankan tersangka, anggota Polres Takalar juga menyita sebuah borgol dan beberapa kartu identitas dan kartu SIM dari tasnya. Tersangka dijerat Pasa 76 D dan Pasal 76 E UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar. 

(sumber:detik.com)

Wednesday, 29 March 2017

TC di Spanyol, Timnas U-22 Indonesia Tak Mau Ambil Risiko


 Timnas U-22 Indonesia tak mau ambil risiko kala melakukan pemusatan latihan (TC) di Spanyol mendatang. Mereka tak akan meladeni lawan uji coba yang sembarangan.

Pada 15 April mendatang, pasukan Luis Milla ini memang bakal segera terbang ke Spanyol. Di sana, timnas bakal melakoni beberapa lawan uji coba.

Tentu, timnas sendiri tak mau sembarangan pilih lawan. Apalagi, banyak risiko yang bisa mengancam apabila lawannya main-main.

"Kami tak mau macam-macam. Di sana, kami cari lima tim yang selevel atau yang di atas karena tidak mau resiko pemain cedera,” ujar Kepala Departermen timnas Indonesia, Gede Widiade.

Nantinya, pihak timnas bakal memastikannya terlebih dahulu. Tim pelatih akan lebih dahulu terbang ke Negeri Matador itu untuk menelaah calon lawan.

"Setelah uji coba dengan tim lokal, pelatih akan langsung terbang ke Spanyol. Dengan harapan mereka bisa memastikan siapa tim yang akan dihadapi plus lapangan yang sudah ada sehingga anak-anak setiba sampai di sana sudah tenang," tandas dia. (ies/JPG)

sumber:JawaPos.com

Pendaftaran Nisan Aceh ke UNESCO Momentum Revitalisasi Seni dan Peradaban Islam


JawaPos.com - Rencana pendaftaran Batu Nisan Aceh ke UNESCO sebagai salah satu bentuk seni dan peradaban Islam di massa silam mendapat sambutan positif dari pegiat seni dan budaya Aceh. Mereka berharap terdaftarnya Batu Nisan Aceh di UNESCO bakal menjadi momentum merevitalisasi dan peradaban Islam di Asia Tenggara.

Ketua Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) Mizuar Mahdi berharap nilai estetika berseni tinggi yang terdapat di Batu Nisan Aceh serta manuskrip karya seniman Aceh tempo dulu perlu dipamerkan di Kemah Seniman V.

"Kami mengharapkan, berkumpulnya para seniman Aceh bisa membawa berkah bagi Aceh di bidang seni yang telah ada selama ratusan tahun silam," kata Mizuar Mahdi, seperti dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Rabu (29/3).

Menurut Mizuar, dalam merevitalisasi seni dan peradaban Islam di Asia Tenggara, perlu dihargai karya seniman masa silam. "Seni ukir yang indah terpahat pada batu nisan Aceh itu juga mencatat data sejarah. Selain indah dan mengandung makna, nisan Aceh juga memiliki nilai estetika seni tinggi yang merupakan karya orang-orang terdahulu yang tidak dapat lagi kita temui di era globalisasi saat ini," kata Mizuar.

Lebih jauh dikatakannya, sudah sepatutnya seni ukir dan estetika di batu nisan Aceh serta yang menghiasi manuskrip kuno juga ikut dipamerkan dalam Kemah Seniman Aceh (KSA) yang diselengarakan Dewan Kesenian Aceh (DKA) bersama Disbudpar Provinsi Aceh pada 14 - 16 April 2017 mendatang.

Untuk diketahui seni ukiran dan estetika di batu nisan Aceh memiliki ciri khas yang unik dan penuh dengan nilai-nilai seni tersendiri. Karya seni ukir itu punbanyak jenisnya.

"Misalnya batu nisan bulat polos yang diperuntukkan bagi kaum, serta ada nisan yang berbentuk balok persegi delapan yang didesain khusus dengan nilai-nilai seni yang tinggi dan penuh kaligrafi yang menghiasi keindahan batu nisan Aceh. Nisan Aceh juga memiliki kekhasan tersendiri. Selain pahatannya rumit, di beberapa bagian nisan terukir ayat-ayat Alquran, potongan puisi sufi, serta nama dan tahun kematian," kata Mizuar.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Sejarah Aceh ini turut mengajak semua elemen masyarakat untuk mendukung proses pendaftaran batu nisan Aceh karya seniman Aceh yang paling monumental, bernilai seni tinggi, dan membuat data sejarah, karya seniman tempo dulu ke UNESCO. (rif/iil/JPG)

sumber:JawaPos.com

Sopir Taksi Tembak Rampok Warga Korsel


JawaPos.com - Polisi berhasil meringkus Madon, 25, pelaku perampokan terhadap Warga Negara Korea Selatan, Senin (27/3). Pelaku adalalah sopir tembak Taksi Merlin. Pelaku merampas harta dan melukai korban yang juga Konsultan IT, Nam Hun, 50.

Korban mengalami luka patah tangan akibat didorong pelaku. Saat kejadian, korban sampai terjungkal dari mobil. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Budhi Hermanto menerangkan, kejadian bermula saat korban naik taksi dari kawasan Grand Wijaya Center, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menuju Jalan Gaharu I, Cilandak, Jakarta Selatan.

Setelah sampai tujuan sekitar pukul 01.00, korban membayar ongkos sebesar Rp 20 ribu namun pelaku meminta ongkosnya sebesar Rp 50 ribu karena tarif argo Rp 35 ribu. Karena tidak memiliki uang, korban menelpon temannya karena tidak ada uang.

"Saat korban menghubungi temannya pelaku turun dari mobilnya dan merampas HP milik korban. Pelaku melarikan diri ke arah kawasan Pangeran Antasari dan dilaporkan ke polisi," urai Budhi.

Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan AKP Reza Mahendra menambahkan, bahwa tersangka merupakan sopir tembak. "Taksi ini bukan milik tersangka melainkan rekannya. Taksi ini adalah mikik perorangan namun dikelola perusahaan taksi," tegas Kanit Krimum.
 
Polisi pun melacak keberadaan HP korban di Daerah Lampung, dan meringkus tersangka. "Dari pengakuannya tersangka merampas karena kepepet untuk biaya obat ibunya yang di rawat di RS," tambahnya.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Kasusnya kini tengah ditangani petugas Polres Metro Jakarta Selatan. (ibl/yuz/JPG)

sumber:JawaPos.com

Progres Pembangunan Tol BORR Baru 10,6 Persen


POJOKJABAR.com, BOGOR – Terkait pembangunan Tol BORR, Kemacetan yang terjadi di Kota Hujan sudah sedemikian memprihatinkan. Akibat kemacetan ini, puluhan miliar terbuang percuma di jalanan setiap tahunnya.

Bahkan, dari data  PT Marga Sarana Jabar (MSJ), kerugian akibat kemacetan yang terjadi di Jalan Sholeh Iskandar (Sholis) saja mencapai Rp50-100 miliar per tahun.

Jumlah itu, dari banyaknya pengeluaran bahan bakar minyak (BBM) yang dihabiskan warga di jalan Sholis.

“Oleh karena itu, dengan adanya pembangunan Tol BORR Seksi IIB, warga dapat menghemat biaya hingga sekitar Rp50 miliar sampai Rp 100 miliar per tahunnya untuk pengeluaran BBM.

Juga, akan menghemat waktu tempuhnya,” ujar Direktur Utama (Dirut) PT MSJ, Hendro Atmodjo.

Karenanya, sambung Hendro, jika telah rampung,

jalan tol BORR Seksi IIB sepanjang 2,66 km yang menghubungkan ruas Kedungbadak-Simpang Yasmin akan dapat menghemat waktu tempuh dan pengeluaran konsumsi BBM pengendara dan warga yang berdomisili di kawasan tersebut.
“Proyek ini pun mampu menggerakkan perekonomian Kota Bogor,” klaimnya.

Mengenai menggairahnya sektor ekonomi sebagai dampak dari pembangunan proyek yang dijadwalkan rampung Juli 2018 mendatang, Hendro menyebutkan,

hal itu lantaran diperlukannya beragam kebutuhan bahan material dan tenaga kerja, khususnya pekerja bangunan yang dibutuhkan pihak kontraktor.

“Karena pastinya diperlukan supplier untuk pasir dan bermacam material lainnya untuk mendukung pembangunan proyek tol ini.

Belum lagi tenaga kerja yang direkrut dari warga sekitar lokasi, khususnya untuk pekerja kasar,” tuturnya.

Sementara itu, perkembangan proyek tol BORR telah mencapai 10,6 persen dari target yang telah ditetapkan 10 persen atau terjadi deviasi sebesar 0,6 persen.

Manajer Proyek Tol BORR Seksi IIB dari PT Wijaya Karya (Wika), Ali Afandi menuturkan, untuk saat ini pekerjaan struktur di bagian atasnya sudah mulai dibangun.

Pihaknya pun memastikan jika proyek yang menelan anggaran hingga Rp 852 miliar itu, akan selesai sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan pada Juli 2018 mendatang.

“Alhamdulillah saat ini (pembangunannya) sudah mencapai 10,6 persen dari target awalnya 10 persen.

Untuk itu, kami optimis bisa menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu, selama 17 bulan atau pada Juli 2018 mendatang,” ungkapnya.
(radar bogor/cr3/*)

Keluarga Miskin di Kabupaten Bandung Menurun Belasan Ribu


KABUPATEN BANDUNG – Tahun ini, Kabupaten Bandung telah mendapatkan alokasi pagu subsidi Beras Sejahtera (Rastra) sejumlah 168.246 Keluarga miskin . Alokasi tersebut berbeda dengan tahun 2016 yaitu sebanyak 186.940 RPSM. Penurunan itu merupakan hasil dari verifikasi dan validasi dari KemenSos RI dalam Sistem Informasi Konfirmasi Data Sosial Terpadu (SISKADA I).

“Kita patut berbangga hati dengan adanya penurunan 18 ribu keluarga miskin. Hal ini mengisyaratkan bahwa masyarakat Kabupaten Bandung secara bertahap keluar dari kemiskinan. Jadi harus dipandang sebagai hal yang positif,” kata Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser.

Pada Tahun 2017 pengelolaan Rastra di Kabupaten Bandung yang semula ditangani Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) beralih ke Dinas Sosial sebagai salah satu Program Penanganan Kemiskinan.

Bupati mengharapkan agar Dinas Sosial Kabupaten Bandung terus mengawasi Program Rastra 2017 ini. Yang perlu mendapat catatan serius adalah belum tercapainya indikator kinerja 6 T. Indikator kinerja 6 T tersebut yaitu Tepat sasaran, Tepat harga, Tepat jumlah, Tepat mutu, Tepat waktu dan Tepat administrasi.

“Seringkali ketika ada harga murah, penyalurannya tidak tepat sasaran, orang yang tidak berhak bisa mendapatkan Rastra yang penting lancar dalam penyetoran ke Bulog, ini salah,” tegas Dadang Naser.
(cr3

sumber:POJOKJABAR.com,

Tim Pemenangan Klaim 90 Persen Pemilih AHY Dukung Anies-Sandi


JawaPos.com - Ratusan massa dari tiga elemen masyarakat, mendatangi Posko pemenangan Anies-Sandi di Jalan Cicurug, Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (28/3). Massa tersebut mendeklarasikan dukungan buat pasangan nomor urut tiga. Mereka menyatakan siap memenangkan Anies-Sandi pada putaran kedua Pilgub DKI.

Ketiga elemen masyarakat tersebut yakni dari Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB) Jabodetabek. Kemudian dari masyarakat Koja Jakarta Utara, yang tergabung dalam Koja pilih Anies Sandi (KoPI ASA). Serta dari Masyarakat Muslim NTT di DKI Jakarta.

Mereka kemudian menyerahkan deklarasi dukungan kepada tim pemenangan Anies-Sandi di Posko Cicurug, Jakata Pusat.
Sementara itu, Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Muhammad Taufik, mengapresiasi dukungan tersebut.

"Kehadiran bapak-bapak dan ibu-ibu dan para pemuda ke Posko Cicurug, itu mendukung Anies-Sandi. Kami bertambah semangatnya. Ibu bapak, tentu punya jaringan," ujar Taufik.

Dalam kesempatan tersebut pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta menjelaskan, bahwa saat ini 90 persen pemilih AHY telah mendukung Anies-Sandi. Sebelum pilgub pendukung Anies-Sandi dan AHY, tergabung dalam koalisi kekeluargaan. Namun saat putaran pertama Pilgub, berbeda dukungan.

"Nah saat putaran kedua, kita kembali bersatu. Bahkan semakin kompak," tutur Taufik.
Dalam kesempatan menerima dukungan tersebut, ia memaparkan data pilkada pada putaran pertama. Menurut Taufik, 97 persen non muslim dan etnis Tionghoa milih Ahok.

"Artinya apa, bacaan kita, pertama mereka solid. Etnis China milih Ahok karena China. Non muslim milih dia karena non muslim," ujar Taufik.

"Nah kalau orang Islam bersatu, kita bisa menang. Kemarin pada putaran pertama, latihan boleh salah milih. Pada putaran kedua jangan sampai salah milih. Kenapa musti menang, kita ingin menyelamatkan Jakarta," imbuh dia.
 Taufik mengatakan, melihat data dukungan kepada Ahok, maka bisa terlihat tindakan SARA dari kubu paslon 2.

"Dia yang SARA. Sebanyak 97 persen China dan non muslim milih Ahok. Dia milih pemimpin yang non muslim, tidak kita bilang SARA. Yang China milih china, kita tidak bilang SARA. Kenapa kita dibilang SARA, karena memilih pemimpin yang muslim," pungkas Taufik. (dai/yuz/JPG)

sumber:JawaPos.com