CIBINONG-RADAR BOGOR, Masyarakat di Kabupaten Bogor masih saja mengeluhkan perihal minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU).
Menurut data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Kabupaten Bogor masih membutuhkan PJU di 22.200 titik. Kekurangan itu menyebabkan beberapa ruas jalan masih gelap.
Kepala Seksi Prasarana Dishub Kabupaten Bogor Ade Habib mengaku kewalahan memasang PJU. Selain luasnya wilayah, juga minimnya anggaran. Sehingga masih banyak ruas jalan yang belum terpasang PJU. Walaupun sudah pernah mendapatkan hibah pada 2018 sebanyak 900 PJU dan tahun ini mengajukan lagi 900 PJU Tenaga Surya (TS), tetap saja masih kurang.
Sampai saat ini, pengajuan 900 PJU TS masih belum terealisasi karena baru selesai lelang di Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTK). Sehingga untuk tahun depan, ia mengaku Pemkab Bogor akan mengajukan kembali sebanyak 2.000 PJU TS yang akan disebar di 40 kecamatan, khusus untuk jalan desa.
Ade menuturkan, banyak yang mengajukan bahkan sudah dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Untuk itu, pihaknya menyiasati dengan cara mengambil dana CSR dari perusahaan yang ada di tiap kecamatan. ”Sebenarnya tahun lalu ada 1.200 titik. Hanya terjadi kegagalan dalam proses lelang. Untuk 2019 belum, karena kami menunggu perintah dari pusat,” ungkapnya.
Namun, nyatanya hingga kini Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor masih kesulitan mengumpulkan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) dari para investor perumahan di Kabupaten Bogor.
Kepala Bidang PSU DPKPP Asep Sulalman mengatakan, sampai awal September, baru enam PSU yang diserahkan pihak pengembang. Sedangkan pada tahun lalu hanya ada 161 pengembang yang menyerahkan PSU dari total 716 perumahaan yang ada di Kabupaten Bogor.
Asep menjelaskan, minimnya PSU yang diserahkan pihak pengembang dikarenakan pola pikir para pengembang yang masih tidak mau bertanggung jawab atas kewajibannya menyerahkan PSU yang seharusnya menjadi aset Pemkab Bogor. “Kita juga kesulitan ya untuk mengurusi masalah ini, karena kita hanya memverifikasi dan menerima saja. Tapi kan ini juga menjadi catatan bagi kami,” katanya.
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, kehadiran PJU adalah titik penting bagi keberlangsungan masyarakat di Kabupaten Bogor. Sebab, di lokasi yang minim penerangan biasanya akan meningkat terjadinya tindak kriminal dan kecelakaan lalu lintas.
Terkait jalur menuju lokasi wisata juga harus menjadi prioritas untuk dipasangnya PJU agar wisatawan merasa aman dan nyaman. “Saya imbau masyarakat ikut merawat dan mengawasi PJU yang sudah ada. Tapi kita juga akan terus berusaha menambah PJU setiap tahunnya,” tandasnya.(ipe)
0 komentar:
Post a Comment