Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Thursday, 30 November 2017

Jimat ”Kebal” Pelaku Perkelahian ala Gladiator di Bogor Ini Dibanderol Rp350 Ribu


Kasus perkelahian ala gladiator yang menewaskan seorang siswa SMP di Kecamatan Rumpin Bogor, ARS (16) terus bergulir. Namun, ternyata para pelaku berani melakukan aksi berbahaya tersebut karena memiliki jimat.

Radar Bogor (Pojoksatu.id Group) pun menelusuri, fenomena pelajar yang keranjingan mendalami ilmu kekebalan tubuh. Selasa (28/11/17), wartawan koran ini mengawalinya dari sekolah ARS, korban gladiator.

Guru BK SMP Islam Asyuhada, Hendri menegaskan, di sekolah tidak pernah mengajarkan ilmu kebatinan. Dari beberapa keterangan teman korban, banyak yang mempelajari ilmu kebal di luar sekolah. RN (13) mengakui, banyak yang mencari jimat ke sekitar Kecamatan Cigudeg,. “Kalau beli jimat di pak DS,” ucapnya.

Berbekal dari RN, tak terlalu sulit untuk menemui kediaman DS. Sebab, ia cukup dikenal sebagai ahli spiritual di Desa Bunar, Kecamatan Cigudeg. Terlebih, rumah bercat putih dan berlantai dua terlihat beda.

Belum sempat mengetuk pintu, seorang pria mengenakan kaos oblong putih keluar rumah.  “Mangga, kaleubeut bade ka saha? (Silahkan masuk, mau ketemu siapa?),” ucap pria berpeci merah itu.

Rupanya, pria itu adalah DS. Setelah berbincang, ia mengaku tak mengenal nama MRS, korban adu ilmu kebal. “Kirang apal abdi. Mung, loba nu kadie hoyong elmu kebal. (Kurang hapal saya. Tapi, banyak yang ke sini ingin ilmu kebal),” akunya.

Menurutnya, pelajar, atlit, calon pejabat, hingga calon kades pernah datang kepadanya. Lalu bagaimana cara mempelajari ilmu kebal ? Menurutnya, ada tiga cara untuk memilikinya. Pertama, kata dia, dengan puasa sembari melapalkan beberapa bacaan.

Kedua, mengunakan jimat berupa rompi dan sabuk. Terakhir, sambung dia, memasang susuk. “Kalau mau instan cara kedua dan ketiga, itu yang banyak. Biasanya, anak muda yang ingin seperti itu,” tutur pria berkumis tebal itu.

Untuk menguasai ilmu tersebut, ada mahar yang harus ditebus. “Sanes bayar, tapi mahar. Isim Rp 350 ribu, susuk biji besi Rp 500 ribu dan rompi isim Rp3 juta,” tuturnya.

Menyikapi fenomena tersebut, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan, ada yang salah dengan sistem pendidikan saat ini. “Adu kekebalan yang diyakini para pelajar merupakan salah satu indikasi bahwa pendidikan kita tidak kritis dan analitis,” tuturnya.

Lebih lanjut, mengatakan, ada beberapa warga sekitar Kecamatan Rumpin yang mempercayai ilmu kekebalan tubuh tersebut.



sumber:pojoksatu.id

APJ Calon Bupati Bogor 2018 Silaturahmi ke Ulama Cisarua


Bakal calon (balon) bupati Bogor 2018 dari PDIP, Alek Purnama Johan (APJ), kembali sowan ke ulama Kabupaten Bogor.

Selasa (28/11/17), lelaki yang juga Kepala Desa (Kades) Sukamaju, Kecamatan Megamendung ini bersilaturahmi ke kediaman Ketua Majelis Silaturahmi Pondok Pesantren dan Majelis Taklim (MSPPMT) Kabupaten Bogor, KH Rachmatullah, di Cilember, Cisarua.

Tim Pemenangan APJ, Acil Wahyudin, mengatakan bahwa kunjungan rutin APJ ke para ulama tidak terlepas untuk mendengar saran dan meminta masukan terkait pembangunan Kabupaten Bogor ke depan. Dengan begitu, dirinya berharap ada sinergitas antara APJ dengan para ulama.

“Pak APJ silaturahmi sekaligus meminta restu kepada Abah Cilember (sapaan akrab KH Rachmatullah, red) atas pencalonannya dan mendengar saran dari ulama terkait pembangunan yang ideal untu Kabupaten Bogor ke depan,” kata Acil.

Menurutnya, APJ sengaja meminta masukan ulama agar bisa bersinergi. Sebab, APJ menilai ulama sangat berperan dalam setiap pembangunan di Bumi Tegar Beriman.

Dalam kesempatan tersebut, Abah Cilember juga berpesan kepada APJ agar tidak sombong dan mempertahankan kebiasaan rutinnya bersilaturahmi dengan ulama.

“Beliau berpesan agar APJ jangan sombong dan harus rajin silaturahmi dengan dengan ulama. Pak APJ juga diminta selalu mencintai masyarakat kecil,” terangnya.

Sebelumnya, APJ juga sudah menyambangi sejumlah ulama seperti Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bogor KH. Abdullah Nawawi, tokoh agama Sukamaju Abdul Basit hingga silaturahmi ke rumah Ketua PCNU Kabupaten Bogor KH Romdoni.

“Setelah ini masih banyak tokoh agama dan tokoh masyarakat yang akan dikunjungi APJ,” tandas Acil.



sumber:pojoksatu.id

Jalan Rawan di Gunungputri Bogor Ini tanpa PJU


Menjadi area industri, Kecamatan Gunungputri Bogor masih terdapat jalan yang tak memiliki lampu penerangan umum. Karenanya, tak sedikit warga berharap adanya PJU di  wilayahnya.

Seperti di sepanjang Jalan Raya Rawa Bule. Jalan alternatif Desa Bojong-Nangka-Cicadas ini rawan bagi pengendara roda dua saat malam hari. Karena, di jalan sepanjang lebih dari satu kilo itu tak memiliki PJU.

“Kalau malam terasa angker lewat sini, karena sangat gelap,” tukas Saefuddin (33) warga RT 14/07 Desa Bojongnangka.

Menurutnya, jalan pintas yang menyambungkan akses dua desa ini sangat vital. Lantaran menjadi akses terdekat warga Bojongnangka menuju pasar. “Kalau ke pasar lebih dekat lewat sini, Kalau tidak lewat sini harus lebih dulu ke Cikeas dan  Wanaherang,” tukasnya.

Karena jalan gelap gulita, sambung dia, tak jarang warga yang terjatuh karena kendaraannya masuk ke dalam lubang. “Jalannya masih rusak, kalau gelap bisa mengakibatkan pengendara motor jatuh, dan banyak kejadian seperti ini,” ucapnya.

Warga sangat membutuhkan lampu penerangan jalan, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan. “Kalau jalan terang, saya yakin sangat membantu pengendara untuk memilih jalan yang dilalui saat malam,” kata dia.

Menyikapi hal itu, Kades Bojongnangka, Hambali mengaku akan mengajukan pemasangan PJU di area tersebtu. Dengan demikian, warga dapat menikmati penerangan jalan. “Nanti akan saya ajukan pemasangan PJU, agar warga nyaman melintasi jalur itu,” tuturnya.

Menurutnya, usulan itu sempat dilontarkan masyarakat. Hanya belum menjadi prioritas karena banyak kebutuhan pembangunan di titik lainnya berupa pembangunan jalan dan drainase.

“Selama ini kami prioritaskan pembangun infrastruktur jalan dan drainasi. Tapi setelah mendapat laporan ini, saya juga akan mengupayakan penerangan jalan” tukasnya.



sumber:pojoksatu.id

Awas, Spesialis Curanmor Pakai Ilmu Sirep Tali Pocong di Kabupaten Bogor Masih Buron


Kepolisian Sektor (Polsek) Babakan Madang berhasil membekuk spesialis pencurian motor yang kerap beraksi di Babakan Madang dan Sukaraja.

Pelaku ZJR (27) merupakan warga Sukaharja, Kabupaten Sukabumi, diamankan Jumat (25/11/17) di kediamannya di Sukabumi. ZJR diketahui menggunakan ilmu sirep dengan jimat berupa tali pocong saat melancarkan aksinya. ”Seolah-olah jimat. Tali pocong itu biar dia tenang dan orang lain tidur.

Istilahnya sirep,” ujar Kepala Unit Reskrim Polsek Babakan Madang Ipda Budi Sehabudin kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Selasa (28/11/2017). Budi mengatakan, pelaku tak pernah sendiri dalam menjalankan aksi. ZJR beroperasi bersama tiga rekannya dengan target dua unit motor sehari. ”Kami masih memburu rekan korban,” kata Budi.

Komplotan ini merupakan spesialis subuh, karena beraksi sekitar pukul 03.00 WIB dan berangkat dari Sukabumi sekitar pukul 22.00 WIB. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan 11 kunci leter T, satu untai kain tali pocong, satu unit motor, dan sembilan kunci motor palsu.

Berdasarkan keterangan pelaku, sebanyak 14 unit motor berhasil dirampas di dua wilayah di Kabupaten Bogor. Kini, polisi juga mencari penadah yang selama ini menerima hasil jarahan pelaku. ”Mereka dikenakan Pasal 363 dengan ancaman hukuman di atas lima tahun,” pungkasnya.



sumber:pojoksatu.id

Kopi Lendong Tanjungsari Bogor Bisa Atasi Gangguan Seksual


Selain menjadi prodak unggulan Desa Tanjungsari, kopi Lendong Tanjungsari Bogor diyakini oleh masyarakat sekitar berkhasiat untuk kesehatan.

Kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Kepala Desa Tanjungsari, Didi Rosidi menerangkan, masyarakatnya telah meyakini kopi Lendong sebagai obat herbal untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Salah satunya masuk angin.

“Biasanya kalau masuk angin warga kami cukup minum air hangat, disusul kopi lendong pahit dan kembali minum air hangat. Hitungan detik langsung hilang masuk anginnya,” kata Didi.

Anehnya, khasiat itu hanya terdapat pada kopi hasil tangan petani Tanjungsari. Untuk kopi-kopi kemasan tak memiliki khasiat yang sama.

“Kalau pakai kopi lain gak akan ada khasiatnya. Makanya kopi Lendong sekarang sudah merata dinikmati warga sekitar, salah satunya sebagai obat,” tukasnya.

Tak hanya itu, banyak juga warga yang meyakini kopi Lendong dapat meningkatkan stamina. Karenanya, tak jarang warga yang mengaku lebih dulu meminum kopi sebelum berhubungan dengan istrinya. “Beneran terjadi. Warga banyak yang kasih tahu ke saya, setelah minum kopi staminanya meningkat,” tuturnya.

Kondisi itu dibenarkan oleh Kepala UPT Pengembangan Teknologi dan Peredaran Hasil (PTPH), Wilayah Jonggol, Tatang Mulyadi. Menurutnya, keyakinan warga berdasarkan pengalaman empiris. Sehingga warga kini menjadikan kopi sebagai obat.

“Yang terjadi memang seperti itu. Mungkin saja, efek dari kopi itu dikarenakan produk kopi Lendong dihasilkan dari proses pemupukan alam, bukan dengan kimia,” tuturnya. Karenanya, sambung dia, khasiat itu tak dimiliki oleh kopi-kopi kemasan lainnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, berdasarkan hasil penelitian yang pernah ia ketahui, kandungan kafein dalam kopi ternyata juga mampu mengobati disfungsi ereksi. Menurutnya, kafein memiliki kemampuan untuk meningkatkan suplai darah segar dari otak ke organ genital.

“Saya pernah baca, kalau kopi memiliki kemampuan untuk mengobati gangguan seksual seperti disfungsi ereksi, dan membantu pria untuk membantu mencapai ereksi lebih kuat,” tukasnya.

Karena mafaat itu, Tatang mengaku terus mempertahankan cara tanam organik yang dilakukan oleh petani. Yakni, dengan tidak memberikan pupuk orea pada tiap batang pohon kopi. “Kita maksimalkan gunakan pupuk kandang untuk menjaga kopi ini agar tetap organik,” tukasnya.



sumber:pojoksatu.id

Wednesday, 29 November 2017

Ketua DPRD Cimahi: Proyek Mangkrak, Salah Kontraktor


CIMAHI – Sejumlah proyek pembangunan masih mangkrak. Beberapa diantaranya berjalan lambat. Banyak sebab yang membuat proyek tersebut tak berjalan maksimal. Satu di antara faktornya adalah kurang teliti dalam memilih kontraktor.

Mega proyek yang belum terselesaikan diantaranya pembangunan Flyover Padasuka yang berlokasi di Jalan Cisangkan, pembangunan atap Pasar Cimindi di Jalan Mahar Martanegara serta Pasar Atas di Jalan Djulaeha Karmita.

Menurut Ketua DPRD Cimahi, Ahmad Gunawan, mangkraknya pembangunan tersebut dikarenakan oleh tidak tepatnya Pemerintah dalam memilih kontraktor. Selain itu, penunjukan langsung yang subjektif menjadi faktor utama dalam keterlambatan suatu pembangunan.

“Intinya tidak transparan dan tidak selektif dalam memilih suatu perusahaan yang akan mengerjakan suatu proyek,” kata, Agun, saat ditemui di rumahnya Jalan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara, minggu (26/11/17).

Dia melanjutkan, faktor hambatan pembangunan lainya di Cimahi yakni tidak bonafitnya perusahaan yang ditunjuk oleh pihak terkait dalam melakukan suatu pembangunan. Padahal, untuk sebuah pembangunan, banyak perusahaan yang bonafit dan telah terpercaya dalam pembangunan infrastruktur.

“Biar saja mahal, asalkan pembangunannya beres daripada nyari yang murah tapi justru mengakibatkan kerugian yang bisa duakali lipat. Kan repot kalau begini,” tuturnya.

Keberhasilan sebuah proyek itu, lanjut dia, sudah dipastikan membutuhkan tenaga dan pikiran yang tidak sedikit. Seorang manajer proyek dituntut untuk memastikan sebuah proyek yang telah berjalan sesuai rencana dan tidak melebar ke arah yang salah.

“Tetapi sampai saat ini ternyata di Cimahi masih ada proyek yang lambat,” ucapnya.

Kata dia, hal itu dikarenakan pula oleh kurangnya pemantauan saat pelaksanaan. Biasanya, apabila proyek tidak dipantau dengan baik maka, kemungkinkan proyek tidak berjalan sesuai rencana semula.

“Pemantauan sangat penting untuk mengukur kemajuan sampai dimana proyek tersebut dikerjakan. Semua unsur dari pihak terkait hingga masyarakat umum bisa menyampaikan apabila ditemukan ketidak jelasan dalam suatu pembangunan. Agar tetap terpantau,” ungkapnya.

Dengan demikian, lanjut dia, pihaknya mendorong pemerinta agar lebih selektif dalam memilih perusahaan yang dipercayakan untuk mengurus pembangunan.

“Jangan sampai terjadi salah pilih perusahaan yang dipercayakan melaksanakan suatu pembangunan,” tandasnya.
(RBD/gat/pojokjabar)

Sumber:pojoksatu.id

Dapat Mandat Nakhodai Persikasi, Eka Supria Atmaja Takut Persikasi Tidak Maju


BEKASI – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi, Romli, mulai menjelaskan perkembangan Persatuan Sepak Bolaan Kabupaten Bekasi (Persikasi) yang kini sudah diserahkan pada Wakil Bupati (Wabup), Kabupaten Bekasi, Eka Supria Atmaja.

Romli mejelaskan, Wabup sudah menerima rekomendasi dari Bupati untuk menggawangi Persikasi. Bahkan, secara tertutup eks Pengurus Persikasi dan Eka sudah bertemu empat mata membahas soal persikasi kedepan.

“Sudah bertemu dengan pak Wakil, dan menyampaikan soal rekomendasi Bupati, Neneng Hasanah Yasin,” ujarnya, saat ditemui.

Diakui Romli, yang juga sempat menakhodai Persikasi sesaat ditengah vakumnya manajemen dan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bekasi, jabatannya sebagai nakhoda Persikasi kini melalaui surat penyerahan, Persikasi sudah diberikan pada Eka, bahkan sudah disepakati dalam penyerahannya tersebut.

Meski sejauh ini, Eka dikabarkan juga masih coba mencari jalan menaikan prestasi Persikasi. Kekhawatiran kemunduran prestasi coba diantisipasi.

“Saat saya tanya, dia takut Persikasi tidak maju. Tapi itu jawaban bagus, karena memiliki kekhawatiran artinya punya keinginginan besar untuk maju,” bebernya.

Jelas Romli, kekhawatiran eka memiliki landasan, karena menurunnya prestasi Persikasi saat ini. Dengan dipegang orang nomor dua di Kabupaten Bekasi tersebut, diharapkan Persikasi akan lebih baik.

“Saya tegaskan, saya siap mengawal dan memback up beberapa yang bisa saya bantu. Eka sudah, gak perlu hawatir lagi,” tegasnya.

Seperti diketahui, salah satu eks punggawa Timnas Indonesia, yakni Elie Aiboy sudah dipersipkan Romli untuk mengawal tim kesayangan warga Kabupaten Bekasi, Persikasi. Meski saat ini, Elie masih konsentrasi dalam mematangkan tim bola Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII milik Kabupaten Bekasi.
(dan)


Sumber:pojoksatu.id

Dari 19 Perda yang Ditargetkan, Baru 12 Perda yang Rampung


CIKARANG PUSAT – Hasil kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi selama setahun, masih menyisakan sejumlah pekerjaan untuk menyelesaikan sejumlah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Dari 19 Raperda Tahun 2017 yang ditargetkan, masih ada tujuh Raperda yang belum rampung.

Ketua Badan Legislatif (Banleg) DPRD Kabupaten Bekasi, Nurdin Muhidin menjelaskan, baru ada 12 Raperda yang sudah rampung dan menjadi Perda, tiga diantaranya baru selesai proses di Provinsi Jawa Barat, sedangkan tujuh Raperda lagi masih dalam pembahasan.

“Kalau yang sedang kami bahas sebenarnya ada tiga, yaitu Raperda Fasos-Fasum dan Raperda gangguan Ho yang dihilangkan dan satu Raperda lagi merupakan Perda rutin, yaitu Perda RAPBD 2017,” kata Nurdin.

Ia mengakui, mandeknya pembahasan sejumlah Raperda menjadi hal yang klasik setiap tahunnya. Tapi Nurdin seolah menyalahkan pihak pemerintah (eksekutif) yang belum menyiapkan sejumlah persayaratan pembuatan Perda seperti Naskah Akademik (NA) yang belum rampung seperti Raperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang belum selesai.

“Itu sudah tiga tahun loh (Raperda KTR), tahun 2012 ngajuin, terus 2015 dicabut, terus 2017 nganjuin lagi. Kami sudah minta terus, kesalahan fatalnya di Dinkes dan Dinkes sudah kami peringatkan, dan tahun ini terakhir, karena kami sudah minta NA-nya,” ucap Nurdin.

Menurut Nurdin, Kabupaten Bekasi menjadi yang daerah yang tertinggal pembuatan Perda KTR di Jawa Barat, dimana sejumlah Kota dan Kabupaten sudah rampung semua pembuatan Perda tentang perlindungan kesehatan dari asap rokok itu.

“Jadi sudah telat banget dan tidak kunjung rampung-rampung. Kayanya susah bangat untuk menyusun NA nya. Padahal di tempat lain aja cepat,” sindirnya.

Lanjut Nurdin, selain Raperda KTR yang mandek, ada Rapeda Lahan Abadi yang belum rampung, dan itu sengaja ditahan Bapemperda DPRD Kabupaten Bekasi, karena belum adanya kejelasan yang mesti dikaji lebih mendalam seperti pendapat dari masyarakat terutama pemilik lahan.

“Karena ini lahan masyarakat, harus ditanya dulu masyarakatnya mau tidak kalau lahannya menjadi lahan pertanian berkelanjutan, terus intensif apa yang diberikan pemerintah kalau mereka tidak menerima pemerintah daerah harus beri solusi,” ujarnya.

Nurdin menambahkan, kalau waktu pembahasan sejumlah Perda sangat sempit, sehingga beberapa Perda akan dibahas pada Tahun 2018, dan itu menjadi ‘utang’ pembasan Perda kedepannya.

“Jadi, hingga akhir tahun ini paling tiga Perda yang bisa rampung, sedangkan sisanya untuk tahun depan,” tukasnya.
(dho)


Sumber:pojoksatu.id

Pembangunan Kios Danau Duta Harapan Dicurigai Ada Kepentingan Oknum


BEKASI – Warga Perumahan Duta Harapan dan Perumahan Telaga Mas Bekasi Utara kembali menggelar aksi simpatik di danau ruang terbuka hijau fasos fasum untuk menolak pembangunan kios kuliner di area danau tersebut.

Perwakilan warga, Atam Muharam mengatakan, pihaknya menolak pembangunan kios kuliner karena dinilai telah menabrak aturan yang ada.

“Ini sudah menyalahi aturan, karena fungsi danau adalah menjadi resapan air saat musim penghujan, kalau dijadikan bangunan kios kuliner tetap dipaksakan, maka Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyalahi aturan,” kata Muharam, Minggu (26/11/2017).

Kata dia, pembangunan tersebut tidak mentaati Undang – Undang RI nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Selain itu, pembangunan kios kuliner juga dinilai tidak selaras dengan peraturan kementrian PUPR nomor 28 tahun 2005 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sepadan Danau.

Karena, dalam aturan tersebut disampaikan bahwa sempadan danau sejauh lima puluh meter tidak boleh ada bangunan permanen. Warga menduga tidak ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari pembangunan kios kuiliner itu.

“Kami merasa pembangunan ini ada kepentingan – kepentingan oknum. Kami juga menegaskan kalau tidak segera di bongkar, ratusan warga akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dan akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Diketahui, selain melakukan orasi dilokasi tersebut, warga juga membentangkan spanduk dan mengumpulkan tandatangan penolakan berdirininya kios kuliner tersebut. Karena dikhawatirkan akan merusak ekosistem danau dan daerah resapan air di musim penghujan.
(neo)


Sumber:pojoksatu.id

Awal Desember, Golkar Umumkan Pendamping Rahmat Effendi di Pilkada 2018


BEKASI – DPD Partai Golkar Kota Bekasi bakal mengumumkan pendamping petahana Rahmat Effendi di Pilkada Kota Bekasi 2018 pada awal Desember 2017.

“Kemungkinan sidang pleno internal partai akan dilaksanakan pada tanggal 2 Desember. Setelah itu akan diputuskan siapa yang akan menjadi pendamping Pak Rahmat Effendi,” ujar Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Ardin Marham.

Lanjut Ardin, saat ini sudah dikerucutkan sejumlah nama, di antaranya Anggota Fraksi PKS DPR RI Sutriyono dan Ketua DPC PPP Kota Bekasi Sholihin.

“Semuanya masih punya kesempatan. Nanti yang memutuskan DPP,” tuturnya.

Diakui Ardin, nama Sutriyono menjadi pilihan Rahmat Effendi. Namun, juga tidak menutup kemungkinan akan munculnya nama lain yang akan mendampingi petahana tersebut di Pilkada Kota Bekasi.

“Jika melihat kabar terbaru, ya Pak Sutriyono yang menjadi pilihan Pak Rahmat. Tapi bisa saja muncul nama lain. Kita tunggu saja hasil sidang pleno Golkar,” ujarnya.

Rekomendasi yang akan dikeluarkan DPP Partai Golkar merupakan pasangan calon kepala daerah. Oleh karena itu, Rahmat Effendi ditugaskan mencari pendampingnya untuk berlaga di pilkada.

“Mungkin nanti akan ada beberapa nama yang diajukan ke DPP,” bebernya.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Heri Budi Susetyo, mengungkapkan jika setelah diputuskan calon pendamping Rahmat Effendi, segera diadakan deklarasi pasangan calon.

“Sebentar lagi diputuskan dan langsung deklarasi. Nanti DPP yang memutuskan dan mengeluarkan rekomendasi pasangan calon,” tegasnya.

“Pokoknya tidak lama lagi. Tunggu saja, setelah diputuskan semua mesin partai bertugas mensosialisasikan pasangan calon yang mendapat rekomendasi,” sambungnya.
(sar)


Sumber:pojoksatu.id

Rp5 Miliar untuk Perawatan Alat Berat TPA Burangkeng? Bekasi Mahmud Amsori


CIKARANG PUSAT – Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Gema Aksi) terus mendesak agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang, Kabupaten Bekasi untuk melakukan observasi ke lapangan terkait dugaan penyelewengan anggaran pemeliharaan dan penunjang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Burangkeng.

Menurut Anggota Gema Aksi, Rahmat Hidayat, sejak Tahun 2015 pihaknya sudah mencurigai adanya permainan anggaran pemeliharaan TPA Burangkeng. Sehingga rentan menimbulkan kerugian pada keuangan negara.

Rahmat menambahkan, dari hasil penelusuran rekan-rekannya untuk membongkar Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), diduga ada kode rekening 1.08.1.03.02.01.18.20, dengan nama kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana pemrosesan sampah di TPA Burangkeng sebesar Rp568.912.000 dengan realisasi Rp559.128.000 fisik 100 persen.

Selain itu, dengan kode rekening 1.08.1.03.03.01.18.42 nama kegiatan penunjang sarana prasarana pemrosesan sampah di TPA Burangkeng sebesar Rp2.644.710.500 realisasi Rp1.032.066.500 fisik.

“Itu tahun 2015 untuk TPA Burangkeng. Bisa dikroscek seperti apa penataannya, apakah hal tersebut ada kejanggalan atau tidak. Kami persilahkan Kepala Kejaksaan Negeri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Risman Tarihoran untuk melihat langsung ke lapangan,” sarannya.

Lanjut Rahmat, pihaknya juga mendapatkan informasi, dengan kode rekening 1.08.1.03.02.01.18.26 pemeliharaan sarana dan prasarana pemrosesan akhir sampah di TPA Burangkeng Rp3.136.500.000 realisasi Rp1.038.562.000 fisik 33,11 persen. Dan Kode rekening 1.08.1.03.02.01.18.51 penyediaan kebutuhan sarana dan prasarana pemrosesan sampah di TPA Burangkeng TA 2016 Rp4.800.242.400 realisasi Rp2.776.384.700.

Kata Rahmat, nama dua kegiatan ini secara umum memiliki arti yang sama. “Dan ketika kami sesuaikan dengan dokumen penggunaan anggaran pun demikian. Bahkan dari hasil observasi lapangan, kami menduga ada selisih harga antara pembelian bahan bakar alat berat per tahunnya dengan Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA),” bebernya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Kejari Cikarang agar melakukan penelusuran ke lapangan sebelum meminta dokumen pelengkap kepada pihak dinas terkait.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Mau jadi apa Bekasi kalau ada tindak pidana korupsi didiamkan begitu saja,” tukas Rahmat.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Dody Agus Supriyatna menepis adanya tindak pidana korupsi yang dilakukan pihaknya.

Ia malah berkelit, adanya pagu anggaran senilai Rp1,6 miliar dan Rp4 miliar, itu untuk pengadaan tujuh alat berat dalam mendukung pemeliharaan dan penunjang TPA Burangkeng.

Terkait anggaran sekitar Rp5 miliar untuk kedua kegiatan tersebut, tambah Dody, jangan dilihat dari angkanya melainkan manfaatnya.

“Kami sama sekali tidak pernah melakukan kecurangan. Adapun anggaran sebesar Rp1,6 miliar, itu untuk pembelian oli dan perawatan tujuh alat berat. Sedangkan Rp4 miliar, untuk pembelian bahan bakar non subsidi buat tujuh alat berat. Lalu dimana korupsinya,” tukas Dody.
(and)


Sumber:pojoksatu.id

Proyek Pembangunan Jembatan, Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Diminta Gunakan Jalur Alternatif


JATIWARINGIN – Jasa Marga menghimbau pengguna Jalan Tol untuk menggunakan Jalur Alternatif selama proses pemasangan balok Girder Jembatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 4.

AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero), Dwimawan Heru mengatakan, dalam rangka program kegiatan pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, khususnya pembangunan infrastruktur untuk mengurai kemacetan lalu lintas di sekitar Gerbang Tol Pondok Gede Barat, Jalan Jatiwaringin Raya, maka Pemkot Bekasi berkoordinasi dengan PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. Cabang Jakarta – Cikampek dan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bekasi Bidang Bina Marga.

“Koordinasi yang dilakukan oleh Pemkot Bekasi berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan duplikasi jembatan di atas Jalan Tol Jakarta – Cikampek Km 4 Jatiwaringin Raya. Pembangunan duplikasi jembatan ini berada di sebelah barat jembatan existing dengan space kurang lebih satu meter terhadap jembatan existing. Kini, pengerjaan telah memasuki tahap pemasangan balok girder jembatan,” kata dia.

Dia menjelaskan, proses pengerjaan pemasangan balok girder dilakukan pada tanggal 23 November hingga 3 Desember 2017.

“Antara pukul 23.00 hingga 04.00 WIB. Pengerjaan dilakukan di malam hari agar tidak terlalu berdampak pada kepadatan lalu lintas,” jelasnya.

Buka tutup Jalan Tol Jakarta-Cikampek selama 15 menit baik arah Cikampek maupun arah Jakarta akan diberlakukan pada saat proses pengangkatan balok girder dengan bentangan sepanjang 46 meter. Setelah balok terpasang pada titik tumpuan, lanjutnya, lalu lintas akan dibuka kembali.

“Penutupan jalur selama proses pemasangan girder dilakukan oleh Patroli Jalan Raya (PJR) dan dibantu oleh Petugas Layanan Jalan Tol Jasa Marga. Selain itu, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, terdapat pula tim perambuan serta armada ambulans dan mobil derek,” ucapnya.

Jasa Marga mengimbau para pengguna jalan tol untuk menggunakan jalur alternatif selama pengerjaan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 4, di antaranya, dari arah Jakarta menuju Cikampek, pengguna jalan dapat keluar di Pondok Gede Barat 2, dan masuk lagi melalui Ramp Jatiwaringin. Dari arah Cikampek menuju Jakarta, pengguna jalan dapat keluar di Jatiwaringin dan masuk lagi melalui GT Pondok Gede Barat 1.

“Jasa Marga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi dampak kepadatan di lokasi kejadian. Jasa Marga juga berterima kasih atas kesabaran para pengguna jalan, dan memohon maklum terkait proses pengerjaan konstruksi ini,” tutupnya.
(neo)


Sumber:pojoksatu.id

256 Atlet Taekwondo Bekasi Tampil di Wali Kota Cup


BEKASI – Ratusan atlet Taekwondo dari kategori kadet, pra kadet dan junior ambil bagian diajang event tahunan kejuaraan Taekwondo Wali Kota Cup, yang berlangsung di Hall Basket GOR Kota Bekasi akhir pekan kemarin (25/11/2017)

Sedikitnya, ada 256 atlet dari 32 unit taekwondo ambil bagian dikejuaraan helatan pengurus cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi membuka langsung kejuaraan yang memperebutkan 196 medali serta piala bergilir tersebut. Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa bang pepen ini mengapresiasi tahapan pembinaan yang dilakukan ditiap cabang olahraga.

Pemerintah daerah dalam hal ini Pemkot Bekasi juga diakuinya akan membangun GOR Terpadu di eks gedung voli. Nantinya ada beberapa cabor yang bisa menggunakan GOR Terpadu tersebut.

”Kita akan bangun GOR Terpadu nanti, pemanfaatanya secara terpadu untuk beberapa cabang olahraga, termasuk Taekwondo,” terangnya menjawab fasilitas olahraga yang kerap dibutuhkan cabor.

Sementara, ketua TI Kota Bekasi, Nellyana Koesman mengaku, even tahunan Taekwondo Wali Kota Cup diakuinya sebagai komitmen Pengcab dalam menjalankan roda pembinaan.

“Taekwondo kita tetap komitmen tiap tahun kita rutin helat kegiatan ini,”terang Nelly yang mengaku sudah belasan tahun berkecimpung di dunia taekwondo.

Dari kejuaraan tersebut juga menjadi cikal bakal munculnya atlet potensial sebagai regenerasi atlet di cabor taekwondo.

Belum lama ini, TI Kota Bekasi juga sudah melewati tahapan Babak Kualifikasi, dan beberapa atlet sudah dipersiapkan untuk fokus menghadapi Porda Jabar XIII 2018 mendatang di Kabupaten Bogor.

Beberapa atlet binaan diakuinya juga lahir dari proses kejuaraan-kejuaraan yang dihelat internal TI Kota Bekasi.

”Semangatnya kita, kita andalkan atlet sendiri dan itu beberapa lewat proses kejuaraan dan diteruskan lewat pembinaan,”tandas Nelly Ketua Taekwondo yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bekasi ini.
(one)


Sumber:pojoksatu.id