Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Saturday, 20 February 2016

Habiskan Liburan di Negeri Singa dan Gajah



Makin terjangkaunya tiket penerbangan ke luar negeri bisa dijadikan alternatif untuk flash trip ke negara tetangga. Melepas penat, memanfaatkan libur Sabtu dan Minggu. 

Cara terbaik untuk memulai flash trip adalah berangkat dengan penerbangan paling pagi dari Indonesia. Semakin cepat datang, semakin baik. Soal negara tujuan, bisa mempertimbangkan Singapura, Malaysia, atau Thailand. 

Kenapa tiga negara itu? Sebab, banyak maskapai yang memberikan tiket murah. Selain itu, flash trip membutuhkan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh supaya waktu tidak habis di jalan. Idealnya, paling siang datang ke negara tujuan pada pukul 12.00. 

Jika perjalanan dari bandara ke penginapan diasumsikan sampai satu jam, akan sesuai dengan waktu check-in penginapan yang sebaiknya dipesan sebelum berangkat. Begitu juga perjalanan ke Singapura yang saya lakoni pekan lalu. Saya sudah sampai di Changi pada pukul 12.30 waktu setempat. 

Setelah makan siang, saya langsung menuju Chinatown dengan menggunakan MRT. Saya merasa lebih hemat dengan membeli tourist pass. Kartu sakti itu penting supaya bebas naik MRT dan bus dengan gratis, sepuasnya. Harganya ramah kantong. 

Ada pilihan masa berlakunya. Mulai 1, 2, dan maksimal tiga hari. Saya beli yang berlaku dua hari. Harganya SGD 20 atau sekitar Rp192 ribu. Saat pulang, kartu itu dikembalikan lagi kepada petugas di Changi Airport untuk mendapatkan kembalian SGD 10 (sekitar Rp96 ribu). 

Saya menginap di kawasan Chinatown dan itu relatif dekat ke berbagai objek flash trip. Setelah check-in, tujuan pertama saya adalah patung Merlion yang menjadi ikon Singapura. Di lokasi itu, tidak perlu lama-lama karena keperluannya hanya berfoto. 

Pose di situ berarti sah pernah ke Negeri Singa. Setelah itu, balik ke Stasiun Raffles Place untuk menuju Stasiun Marina Bay. Dari stasiun, bisa jalan-jalan ke dalam Marina Bay Sands yang tersohor. Di bagian atas bangunan tiga gedung itu, ada bentuk mirip kapal.

Di bawahnya, ada mal. Sebelum belanja, mampir dulu ke Gardens by the Bay. Taman itu punya luas 101 hektare (ha). Luas banget. Saking luasnya, ada kendaraan khusus untuk muter-muter. Tapi, buat saya, yang menarik adalah Supertree Grove.

Pohon buatan yang menjulang 25–50 meter. Usahakan datang ke tempat itu saat matahari tenggelam supaya bisa melihat gemerlap lampu yang dipasang di pohon tersebut. Kalau pas rezeki anak saleh dan mendapati langit cerah dengan gumpalan awan, wajib menikmati sunset dari atas Supertree Grove.

Caranya, naik lewat OCBC Skyway dengan bayar SGD 5. Dari Gardens by the Bay, perjalanan hari pertama ditutup dengan Mustafa Center. Buka 24 jam. Tapi, jangan khilaf sampai dini hari ya. Perhatikan jam berapa kereta terakhir ada. 

Hari kedua didedikasikan sepenuhnya ke hiburan terintegrasi di Sentosa Island. Jauh hari sebelum berangkat, ada baiknya cek website resmi dan lihat promonya. Tujuan saya S.E.A. Aquarium, Museum Madame Tussauds, dan tentu saja Universal Studios Singapore (USS). 

Di USS, harus mencoba dua roller coaster-nya yang super-superseru. Lantaran flash trip ini bertujuan melepas kepenatan, naik roller coaster bisa membuat saya berteriak kencang. Selain itu, saya menikmati wahana The Lost World untuk menuntaskan kenangan masa kecil terhadap seri Jurassic Park. 

Meski di sana mengasyikkan, jangan lupa untuk cek waktu penerbangan dan memperkirakan lamanya perjalanan ke bandara. Begitu sampai di Changi Airport, jangan lupa tukarkan Singapore Tourist Pass. 
Lumayan, SGD 10 bisa digunakan untuk tambahan makan malam sebelum balik ke Indonesia. Meski singkat, trip itu ampuh melepas penat. Senang karena hanya dalam dua hari bisa jalan-jalan ke luar negeri, meski bagi saya biayanya juga nggak murah-murah amat, he he...(*/c11/ayi)

SDN Kertamaya Tata Lingkungan



BOGOR-Menata kembali li­ng­­kungan hijaunya, SDN Ker­tamaya jalin kerja sama dengan lulusan Institut Perta­nian Bogor (IPB) yang juga koordinator atau penata salah satu wisata perke­bunan Bogor. Hal ini untuk kem­bali me­raih prestasi sebagai juara Sekolah Sehat. Hal itu di­sam­paikan Kepala SDN Kerta­maya, Sukmawati.

Sukma menjelaskan, sudah lama sekolah dengan bangunan cukup besar ini tidak pernah mendapatkan berbagai penghar­gaan, khususnya terkait lingku­ngan. Padahal tahun-tahun sebe­lumnya, SDN Kertamaya sem­pat menyabet juara 1 Sekolah Bersih Kota Bogor.

Begitu pula dengan prestasi yang saat ini sedang banyak digan­drungi sekolah, yaitu Adiwiyata. Padahal sekolahnya berpotensi, mengingat hala­mannya yang cukup luas. "Mu­ngkin memang sebelumnya sekolah tidak memanfaatkannya dengan maksimal. Ketika saya pindah ke sini, tidak banyak tanaman," jelasnya.

Gemar dengan tanaman, Sukma pun menyulap sekolah menjadi banyak tanaman dua bulan belakangan. Tak hanya itu, ia juga akan menjalin kerja sama dengan alumni IPB, yang juga temannya dan saat ini bekerja sebagai penataan tanaman di Pertanian Kuntum Nursery Tajur.

"Saya sudah kerja sama dengan dia untuk mengawasi dua mi­ng­gu sekali tanaman-tanaman di sekolah ini," tambah Sukma. Begitu pula dengan siswa, mulai minggu depan akan dilibatkan. 

"Jadi, anak-anak bawa tanaman, nanti mereka taman sendiri, rawat sendiri, sekaligus nanti ada yang mengawasi dari alumni IPB itu," tegasnya.(ent)

Friday, 19 February 2016

Menu Jadikan Simbolis Hari Raya Imlek




ENTER BOGOR – Tahun baru Imlek sebentar lagi tiba. Agenda wajib saat merayakannya adalah makan bersama keluarga. Ada beberapa menu yang menjadi simbol hari raya tersebut.

Hari Raya Imlek menjadi momen berkumpul bersama keluarga. Mereka yang berada di perantauan biasanya akan pulang ke rumah ketika hari itu tiba.

Executive Chinese Chef Sheraton Hotel & Towers Surabaya John Chong menjelaskan bahwa tradisi perayaan Imlek di berbagai negara sejatinya tidak jauh berbeda.

’’Sebelum ke Surabaya, saya bekerja di Makau, Melbourne, Singapura, dan Kuala Lumpur,’’ ujar pria keturunan Tionghoa yang besar di Kuala Lumpur tersebut.

Selama berkelana, John Chong sekalian mengamati pola perayaan Imlek di negaranegara tersebut. Persamaannya, kesempatan itu selalu dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga.

Karena itu, hidangan yang disajikan harus spesial. Salah satu hidangan wajib adalah ikan steam. Jenis ikan yang digunakan sangat bervariasi. Kali ini John Chong memilih ikan Garoupa. (ent)

Remaja Bogor Siapkan Perhelatan buat Dalang Muda



BOGOR-Kisah si dalang remaja, Armanda Okta (20) atau biasa dikenal Armanda Sunarta, mengundang banyak perhatian. Salah satunya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor yang berjanji akan memberikan pagelaran wayang baginya.


Janji itu disampaikan lewat Camat Sukajaya Nana Mulyana. Nana mengatakan, pemerintah akan melakukan perhelatan megah di Sukajaya buat dalang berbakat seperti Armanda. Pihak kecamatan, Disbudpar, dan Armanda pun kini sedang mencara jadwal pas untuk pertunjukan.


"Karena sekarang musim hujan, sementara untuk pagelaran wayang golek itu kan harus di luar (out door). Jadi, kami sedang mencari waktu yang pas. Jangan sampai pertunjukan Armanda ini menjadi sia-sia karena sedikit penonton," ujarnya kepada Radar Bogor kemarin (17/2). 


Mulyana berharap, Armanda bisa dikenal di luar Sukajaya. Dengan artian, pewayang remaja ini bisa menjadi ikon Kecamatan Sukajaya dengan prestasinya. Ditambah, usia Armanda yang masih muda, berpotensi, dan bakatnya mendalang bisa digali lebih dalam lagi.


"Kami berharap Armanda juga bisa terkenal di luar Sukajaya. Dia (Armanda, red) juga butuh publikasi yang lebih luas agar masyarakat lain bisa mengenal. Di Sukajaya, sudah hampir sebagian besar warga mengenal Armanda," tandasnya.(dka/c)

Cianjur dan Bogor Hadapi Darurat Pengangguran



CIANJUR – Lulusan perguruan tinggi menempati urutan teratas sebagai lulusan yang masih banyak menganggur. Data Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Cianjur menyebutkan sebanyak 8882 sarjana masih menceri kerja.
Dinsosnakertrans Cianjur mencatat, pada periode 2014-2016 jumlah pembuat kartu kuning mencapai 115.805 orang. Rinciannya laki-laki sebanayak 57.473 orang dan perempuan sebanyak 58.432 orang dari semua jenjang pendidikan.
Dari jumlah sebanyak itu, lulusan SD sebanyak 7.800 orang, MI sebanyak 531 orang, SMP sebanyak 33.831 orang, SLTA sebanayak 73.752 orang, diploma 1 sebanyak 773 orang, diploma 2 sebanyak 812 orang, diploma 3 sebanyak 4332 orang, strata 1 sebanyak 8882 orang, dan strata 2 sebanyak 42 orang.
“Itu menunjukkan bahwa di Kabupaten Cianjur masih banyak lulusan strata 1 atau sarjana yang nganggur. Salah satu penyebabnya karena mereka terlalu pilih-pilih pekerjaan dengan gaji yang tinggi,“ terang Kasi Lembaga Usaha Ketenagakerjaan, Ahmad Ubaidillah.
Dijelaskannya, lulusan diploma 1 yang menganggur rata-rata berasal dari prodi pendidikan, kesehatan dan kebidanan, administrasi kesehatan, dan ketrampilan. Sedangkan diploma 2 rata-rata berasal dari lulusan prodi pendidikan GSD, pendidikan sosial, pendidikan ujian sekolah, sejarah, ekonomi, dan kesenian.
Sementara lulusan diploma 3 rata-rata berasal prodi ilmu pasti alam, fisika, astronomi, biologi, akademik kebidanan. Strata 1 dari prodi fisika, geologi, kimia, biologi, teknologi dan geofisika, dan terakhir lulusan strata 2 berasal dari prodi ilmu pasti alam, pertanian, kesehatan, dan ilmu pengetahuan sosial dan budaya.
“Padahal kami kerap membuat program BKK di masing-masing sekolah. Namun ilmu yang ada di BKK selama ini tidak efektif. Nyatanya masih banyak angka pengangguran di Cianjur,“ ungkap Ahmad. (ent)

Ada Masakan Thailand di Resto Sunda Ini



BOGOR - Bogor gudangnya kuliner Sunda. Banyak berdiri restoran Sunda yang menyuguhkan cita rasa menggiurkan, salah satu yang patut dicoba adalah Istana Sunda. Terletak di Jalan Sholeh Iskandar, ragam ikan, sambal hingga minuman tersedia di resto yang berseberangan dengan Depo Bangunan ini.

Gurame bakar Istana Sunda misalnya, jadi menu wajib yang Anda pilih saat memesan. Narenanya berkat bumbu yang kaya rempah-rempah. Pun dengan ukuran ikan yang terhitung besar, 6,5-7 ons. “Ikan yang kami gunakan masih fresh,” terang Supervisor Istana Sunda, Herlina.

 Selain itu, kata Ina, sapaan akrabnya,bagi penggemar pedas, bisa memilih sambal mangga. Menggunakan jenis mangga muda, rasa pedas dan asam yang dihasilkan cocok dipadukan dengan gurame bakar. “Selain sambal mangga ada yang lebih gila lagi pedasnya, namanya sambal gila,” jelas Ina.

 Nah, puas berpedas-pedas ria. Segarkan lidah juga tenggorokan dengan dua minuman jagoan Istana Sunda. Ada sop buah Istana namanya, terdiri dari ragam buah, semisal buah naga, strawberry, anggur, melon, nanas, semangka, hingga mangga. “Yang membedakan dengan resto lain, minuman kami tidak menggunakan sirup untuk penambah rasa. Kami lebih memilih menggunakan buah asli, hanya ditambah sedikit gula murni,” jelasnya.

 Satu lagi adalah es jeruk kelapa, berisikan kelapa muda yang segar. “Untuk harga relatif terjangkau, gurame bakar Rp85.000 sementara gurame gorengnya Rp70.000. Sambel mangga Rp15.000, sop buah istana Rp25.000 dan es jeruk kelapa Rp20.000,” ucapnya.

Resto ini buka pukul 10.00-20.30 di hari kerja, sementara akhir pekan tutup 30 menit lebih lama. Lepas menyantap hidangan utama, tak ada salahnya mencicipi hidangan penutup Istana Sunda, antara lain singkong Thailand dan salad buah. “Khusus akhir pekan kami menyediakan nasi merah bagi pengunjung yang tengah diet. Bisa juga melakukan delivery ke 021-7552123,” tutupnya. (ent)

Tarian Lo Cia Sam Tay Cu Meriahkan Festival Cap Go Meh




BOGOR – Sebanyak 1.008 personel gabungan dipersiapkan guna mengamankan 100 ribu pengunjung yang diprediksi akan menjadi saksi megahnya Pesta Rakyat Bogor Cap Go Meh (CGM) 2016, Senin (22/2) mendatang. 

Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Bogor Kota, Kompol Ricardo Condrat Yusuf, dalam rapat koordinasi di aula Polres Bogor Kota, kemarin (18/2). 

Ia menjelaskan, 1.008 personel itu terdiri dari 483 anggota Polres Bogor Kota, 30 anggota SAT II Brimob Kedung Halang, 400 anggota gabungan TNI serta Pemkot Bogor. Pola pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup di lokasi utama dan jalur yang dilalui arak-arakan CGM serta Vihara Dhanagun. 
“Dilakukan pula pengawalan mobil hias, tim kesenian, tim rombongan, peserta ritual serta pengiring lainnya,” terangnya. 

Selain itu, pengamanan juga dilakukan pada jalur lalu lintas, baik yang dilalui acara pawai seni budaya, joli-joli, liong kie lein dan barongsai, maupun di jalur alternatif pengalihan arus lalin. “Tak hanya mengamankan, mereka diturunkan juga untuk mengantisipasi perkiraan ancaman yang bisa saja datang,” pungkasnya. 

Antara lain, adanya opini kelompok masyarakat yang pro dan kontra terhadap tradisi CGM dan kemungkinan para pelaku ekonomi atau pedagang di lokasi yang merasa terganggu aktivitas transaksi jual belinya.  “Belum lagi dengan adanya penutupan Jalan Suryakancana, juga pengalihan rute dari sore hingga malam hari,” cetusnya. 

Dijelaskan Ricardo, pukul 14.00 WIB sudah diberlakukan penutupan jalur serta mempersiapkan jalur karnaval. Penutupan diawali dari putaran BTM, dari Jalan Ir H Djuanda menuju Pasar Bogor dialihkan ke Empang. Pengalihan jalur angkot di Jalan Djuanda, angkot yang menuju Pasar Bogor dialihkan ke Sempur. 

“Jumlah personel bisa saja ditambahkan, tergantung situasi. Nantinya untuk pengaturan lalin sudah disosialisasikan lewat spanduk juga imbauan. Ada excuse bagi mereka yang berdomisili di Jalan Suryakancana meski ditutup,” paparnya. 
Sementara itu, Ketua Pelaksana CGM 2016 Arifin Himawan memaparkan, dari semua pengisi acara dipastikan hadir. Satu yang menarik adalah, kesenian tarian Lo Cia Sam Tay Cu Dance dari Taiwan. “Mereka kali kedua memeriahkan Bogor Street Festival CGM ini, sangat mengapresiasi, karena nyatanya Taiwan baru saja dirundung duka akibat bencana belum lama ini,” ungkapnya.  Ia pun meminta dukungan semua pihak, agar ajang tahunan ini bisa berjalan lancar.(ent)

Penutupan Lokasi PSK di Kalijodo Berdampak Sistemik




JAKARTA - Penutupan lokalisasi Kalijodo, rupanya, berdampak sistemik. Belakangan, aksi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam menumpas bisnis prostitusi di Jakarta Utara justru berimplikasi negatif ke Bogor. Seminggu terakhir, eks pramuria kelas dua di ibu kota tersebut memadati Puncak. Gang Semen kini menjadi arena persaingan kotor milik para koloni kupu-kupu malam.

LINA (23), tak lagi bisa mendapat lima pelanggan setiap hari. PSK asal Cipanas yang kerap mangkal di sekitaran Megamendung ini mengaku kalau beberapa hari terakhir ''daga­ngannya'' sepi. 

Kabar yang didengarnya, pelanggan lari ke wajah-wajah baru yang berdatangan atau dibawa tamu langsung dari Jakarta. "Katanya, ya, itu, (PSK dari) Kalijodo," sebutnya kemudian tertawa.

Memang, diakui Lina, sebelum ramai pemberitaan lokalisasi Kalijodo, ia bisa mengantongi Rp1,7 juta per hari. Sehingga dalam sebulan, ia bisa mendapat Rp52 juta. Pun jika pendapatan itu dipotong pajak "germo", setidaknya Lina mengantongi Rp30 juta. Itu belum termasuk hari libur atau akhir pekan. "Sekarang, mah, sepi. Rame-rame itu (Kalijodo) di televisi," tuturnya.

Seperti yang sudah-sudah, penertiban lokalisasi prostitusi hanya sukses membongkar lapak-lapak mucikari. Sementara para PSK, biasanya mencari lokasi baru untuk beroperasi di tempat yang lebih aman. Kawasan Puncak, Bogor, pun disebut-sebut menjadi salah satu tujuan alternatif.

Alasannya cukup sederhana dan masuk akal. Puncak paling dekat dan paling ''basah'' di sekitaran Jabodetabek. Soal ini, Pemkab Bogor juga ternyata sudah bersiap.

"Tentu kami lebih rutin patroli. Zona yang kami razia di Parung, Limusnunggal, dan Cisarua-Puncak," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Luthfi Syam, kemarin.

Giat pada zona merah rawan prostitusi itu pun akan dilakukan sepekan dua kali. Lutfi mengerahkan sedikitnya 60 personel untuk memeriksa data kependudukan serta tes kesehatan kepada PSK yang terjaring. Termasuk mereka yang diduga bekerja sebagai wanita penghibur di tempat-tempat hiburan malam. 

"Kami akan memeriksa identitas kependudukan bagi pendatang yang mengontrak/sewa serta tes kesehatan di wilayah tersebut," paparnya.

Ketiga wilayah tersebut, kata Lutfi, harus terbebas dari usaha legal prostitusi. Meski ia tidak memungkiri masih ada pekerja seks yang beroperasi secara diam-diam. Satpol PP pun siap menertibkan lokalisasi ilegal itu bila ada temuan. "Tapi, ini kegiatan rutin kami, tidak ada kaitannya dengan Kalijodo," tegasnya.

Terpisah, Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Bogor, M Teguh Mulyana meyakini bakal terjadi eksodus PSK Kalijodo ke Bogor, khususnya Gang Semen, Puncak. Alasannya, Puncak adalah yang terdekat dengan Jakarta dan terbesar di Bogor. Tidak seperti Gang Doli, yang berada di Surabaya, Jawa Timur.

"Kalau saya lihat di berita, ada sekitar 500 orang PSK Kalijodo. Saya memperkirakan, kalaupun memang nanti mereka pindah (ke Puncak), kira-kira hanya 10 hingga 20 persen saja (atau kurang lebih 100 orang)," kata Bowie, sapaan Teguh Mulyana.

Untuk itu, Kompepar dan beberapa pihak terkait seperti aparat kelurahan bersiap untuk mengantisipasinya. Yakni dengan cara melakukan pendataan ulang lagi warga di kawasan Puncak pada tingkat RT dan RW. "Tapi, ini perannya pihak pemerintah, bukan Kompepar. Kami sifatnya hanya sosialisasi dan promosi pariwisata," ujarnya.

Ditanyakan mengenai jumlah PSK di Puncak serta tempat lokalisasinya, Bowie memberikan jawaban yang senada dengan Lutfi, yakni tidak ada, secara legal. Sejak 2010 lalu, kata Bowie, lokasi prostitusi legal di kawasan Puncak seperti Gang Semen sudah tidak ada lagi. Begitu juga dengan lokalisasi lainnya yakni Gang Sempit dan Gang Bengkel.

"Tapi kalau ada, memang masih ada. Aktivitas pun masih ada. Tapi terselubung," ujar dia.

Selain itu, masyarakat di kawasan Puncak sepakat untuk mengubah citra kawasan magnet pelancong yang kerap dikaitkan dengan bisnis lendir menjadi murni hanya pariwisata alam, bahari dan kuliner. Tanpa ada lagi embel-embel prostitusi. Hanya, menurut Bowie, bisnis esek-esek ini akan selalu ada di setiap daerah se-Indonesia. Sehingga, upaya terbaik yang bisa dilakukan adalah meminimalisasi.

"Bersih dari prostitusi tidak mungkin, kalau mengurangi iya. Istilahnya, kami akan mengubah dari haram jadah menjadi sejadah. Artinya, mengubah dari yang tidak baik menjadi baik," tukas dia.

Sementara itu, hijrahnya PSK Kalijodo ke Bogor nanti bakal menciptakan persaingan dengan PSK pendahulunya. Persaingan dari segi kualitas 'goyangan', tampilan, dan tarif per layanan. Menanggapi hal ini, sosiolog Universitas Indonesia (UI), Fu Xie menilai ekosdus tersebut sangat berpotensi namun dalam hitungan kecil dan perlahan-lahan. Sehingga dapat dipastikan, tidak akan terjadi persaingan antara PSK setempat dengan PSK pendatang.

"Kita tahu para PSK itu tidak berdiri sendiri, ada yang mengoordinir, katakanlah germonya. Di Kalijodo ada koordinatornya, di Gang Semen juga ada koordinatornya. Menjadi masalah atau tidak, tergantung negosiasi dari kedua pemimpin PSK ini," kata Fu Xie.

Dia menambahkan, dalam hukum ekonomi, jika penawaran bertambah, maka harga akan turun. Artinya, jika PSK banyak dan terjadi persaingan, maka tarif mereka akan turun dan akan menjadi masalah baru. 

Lebih lanjut, menanggapi rencana eksodusnya PSK Kalijodo ke Bogor, Fu Xie mengilustrasikan sebuah kisah dari suatu desa di Tiongkok. Desa tersebut terkenal dengan hasil pertanian yang bagus dan melimpah, sehingga populasi burung-burung pemakan hasil pertanian pun banyak pula. Maka, kepala desa tersebut mengerahkan seluruh penduduknya untuk mengusir burung tersebut beramai-ramai.

"Di tempat lain, burung itu diusir juga, begitu seterusnya. Akhirnya burung itu capek, jatuh, dan mati," ulas dia.

Contoh semacam ini, kata Fu Xie, semestinya menjadi momen bagi setiap pemerintah daerah untuk diterapkan di daerahnya berangkat dari kasus PSK Kalijodo. "Kalau beking yang kuat seperti di Kalijodo saja bisa digusur Pemprov DKI Jakarta, apalagi tempat-tempat yang lain. Sehingga nantinya tidak ada tempat bagi mereka untuk pindah dan dengan sendirinya mereka (PSK) akan punah pula. Artinya akan beralih profesi yang lebih halal dan legal," tandasnya. (ent)

Sekolah Lima Hari tak Mempan Atasi Macet



BOGOR - Penerapan sekolah lima hari di Kota Bogor yang sudah berjalan hampir satu semester, ternyata memiliki dampak bak dua sisi mata uang. Di satu sisi, akan memberi ruang lebih besar bagi pelajar dan guru untuk mengasah kemampuan. Namun di sisi lain, kemacetan di akhir pekan tetap saja terus terjadi. 

Kepala SMA Kosgoro, Tri Atmojo mengaku, merasakan betul dampak penerapan sekolah lima hari. Dia menyebutkan, dari mulai mengefektifkan waktu dalam kegiatan belajar mengajar sehingga satu hari kosong, dapat digunakan guru untuk peningkatan kemampuan profesinya.

"Meskipun lima hari sekolah, di SMA Kosgoro sendiri tetap enam hari kerja. Sehingga satu hari kosong kegiatan belajar mengajar (KBM), digunakan untuk menata ulang sarana prasarana penunjang pembelajaran," kata Tri.

Selain itu, satu hari kosong itu pun bisa digunakan untuk pengembangan ekstrakurikuler. Meski begitu, lanjutnya, ada juga dampak negatif yang terasa. Yaitu, anak belum terbiasa sehingga persiapan seperti makan siang yang akhirnya jajan di kantin, dengan standar gizi yang belum terjamin.

"Begitu pun dengan fisik siswa yang perlu adaptasi untuk belajar full day, agar tidak cepat lelah dan mengatur waktu istirahatnya," paparnya.

Namun, dengan hanya lima hari sekolah, siswa dapat istirahat cukup untuk belajar di minggu berikutnya. Sedari awal digulirkan, sekolah lima hari bertujuan untuk menekan angka kemacetan, terutama di akhir pekan. Kata Tri, tidak ada data yang pasti apakah hal demikian terwujud. Tetapi secara teori, dengan siswa tidak sekolah, tingkat kepadatan jalan akan berkurang.

"Realitasnya, di hari libur, siswa dan keluarga pergi rekreasi. Sehingga tingkat kemacetan jalan meningkat, belum lagi dengan kedatangan turis lokal dari luar daerah," paparnya.

Hal tersebut, rupanya, diamini oleh Ketua Yayasan Dharma Setia Kosgoro, Iwan Ruswandi. Kepada Radar Bogor, Iwan mengatakan, masuk pukul 07.00 WIB dan baru selesai di pukul 15.00 WIB, tentu saja membuat siswa bosan. Karenanya, sekolah berupaya semaksimal mungkin membuat mereka betah. "Kesiapan infrastruktur, misalnya dengan lapangan yang disediakan beragam fasilitas pelengkap," ungkap Iwan.

Kaitannya dengan dampak mengurai kemacetan, Iwan merasa sedikit berpengaruh, meski tidak begitu signifikan. Katanya, tetap saja di akhir pekan macet melanda jalan-jalan protokol, tak terkecuali Jalan Pajajaran. "Anak-anak pun tidak diperbolehkan membawa kendaraan jika tidak memiliki SIM. Ada pembagian waktu khusus kapan boleh membawa kendaraan. Dengan begitu pun sudah cukup berpengaruh," jelasnya (ent)

Thursday, 18 February 2016

Komunitas Jiwa Petualang Lewat Kowala




BOGOR - Kowala sendiri merupakan wadah bagi para pemuda yang menyukai petualangan atau kegiatan alam bebas, dan juga kegiatan sosial. Kowala sendiri dideklasrasikan di Puncak Gunung Gede pada 03 Mei 2015 oleh Lathif Fardiansyah dan 35 pendaki lainnya.

Kowala ini terpusat di Bogor, dan mereka juga punya banyak kegiatan rutin seperti pendakian gunung, telusur gowa, arung jeram, panjat tebing, dan juga bakti sosial. Seperti Pendakian Sumpah Pemuda ke Gunung Guntur. 

“Pendakian itu sangat menarik, dan kami melaksanakan upacara sumpah pemuda di Puncak Guntur juga” ungkap Luthfi anggota Kowala.

“Yang spesial dari Kowala adalah ingin berjalan sebagaimana kode etik pecinta alam. Terutama sadar akan tanggung jawabnya kepada Tuhan, maka petualang adalah bagi kita untuk mendekatkan diri kepda-Nya” sambung Luthfi.

Dalam waktu dekat, komunitas ini sedang mempersiapkan gathering ke Gunung Prau Jawa Tengah untuk anniversary 1th komunitas mereka.

Sampai saat ini Kowala sudah memiliki 42 anggota resmi dan 15 anggota persiapan. Nah buat sobat muda yang ingin gabung, sobat akan melalui 4 tahapan kegiatan divisi seperti, Pendakian Gunung, Telusur Goa, Panjat Tebing, dan Arung Jeram, barulah sobat bisa dinobatkan sebagai anggota resmi. Jiak sobat tertarik, sobat bisa langsung mapir ke sekretariat Kowala di Jl. Kol Enjo Martadisastra Teplan Rt. 03/12 no 64 Kedung Badak Bogor. (ent)

Lapangan Sempur Ubah Jadi Taman Khusus Kuliner



BOGOR – Kawasan Lapangan Sempur sebagai kawasan publik mulai ditata. Setelah membangun Taman Ekspresi, pemkot pun akan segera merelokasi sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sana. Rencananya, akan dibangun sebuah taman baru khusus kuliner.

“Ada sekitar 38 pedagang di Lapangan Sempur binaan kami yang telah siap direlokasi. Tinggal tunggu perintah dari Dinas UMKM Kota Bogor saja, kapan akan dimulai,” ujar Kasi Trantib Kelurahan Sempur, Muhammad Ruslan kepada enter bogor Rabu (20/01/2016).

“Program ini karena sudah peraturan walikota. Agar lebih tertata dan tidak menimbulkan kemacetan. Apalagi, untuk PON 2016, panjat tebing akan diadakan di Sempur, jadi harus rapi. Lapangan juga akan lebih dirawat lagi,” katanya.
Sementara itu, salah satu pedagang warung kelontong di Sempur, Indra, mengaku telah mengetahui bahwa dagangannya akan segara direlokasi dalam dekat-dekat ini.
“Iya, saya ikutin peraturan saja. Siap kok untuk direlokasi,” ucapnya.
Walaupun diakuinya, jika nanti jadi direlokasi, penjualannya akan mengalami penurunan karena lokasi yang jauh dari keramaian.
“Ya, pasti lebih sepi pembelinya. Tapi, Sempur ini ramai terus kok, apalagi kalau Sabtu dan Minggu. Jadi, saya dan teman-teman pedagang akan tetap jualan di sini dengan aturan yang ada,” ungkapnya. (ent)

Antusiasme Tinggi, Cap Go Meh Bogor Bakal Dihadiri Tiga Menteri



BOGOR– Pesta Rakyat Cap Go Meh (CGM) 2016 semakin di depan mata. Pengisi acara sudah ditentukan, begitu pun dengan rute arak-arakan. Akan semakin menarik dan tentu membuat bangga warga Kota Bogor jika ajang tahunan ini mampu menarik semua kalangan tanpa terkecuali. 

Jika pada 2015, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi tamu kehormatan yang juga ditunggu-tunggu penonton. Belakangan, ia yang kerap berkantor di Istana Bogor diisyaratkan akan kembali menyaksikan helaran tersebut. 

“Dari pihak panitia sudah memberikan undangan melalui Walikota Bima Arya untuk diteruskan pada presiden,” ujar Ketua Panitia CGM 2016, Arifin Himawan saat dihubungi Radar Bogor. Meski begitu, pihaknya masih menunggu kepastian dan belum mendapat konfirmasi tentang kehadiran presiden. 

Sambil menunggu konfirmasi, ada beberapa tamu kehormatan lainnya yang sudah dipastikan hadir. Yakni, Menteri  Agama Lukman Hakim Saifudin, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. “Beberapa duta besar pun dipastikan ada yang hadir,” bebernya.

Terpisah, Ketua Komunitas Cinta Berkain (KCB) Bogor, Itje Sri Rejeki memaparkan rasa antusiasmenya memeriah-kan CGM 2016. Meski belum lama terbentuk, KCB sudah memberanikan diri ikut “eksis” di hadapan puluhan ribu pasang mata. 

“Kami masih menyiapkan kain batik Bogor dulu, kemudian properti pendukung seperti kipas, aksesori, selendang, topi lebar, payung fantasi, juga sepeda onthel jika memungkinkan,” kata Itje. 

Latihan pun terus dilakukan agar kompak saat tampil di hadapan penonton nanti dan tak lagi canggung. “Di KCB, banyak senior sehingga yang daftar untuk jalan pawai tidak sebanyak jika kumpul dalam acara,” ucapnya.

Meski belum pasti ada berapa jumlah anggota yang turut serta, hingga kini sudah lebih dari 40 orang mendaftarkan diri, dan pastinya akan kian bertambah seiring dekatnya waktu helaran. “Besok (hari ini, red) baru akan kembali meeting untuk tambahan lainnya,” cetusnya. 

Dijelaskan Itje, sekilas konsep yang disiapkan KCB tak jauh-jauh dari mengajak penonton terutama perempuan Bogor agar mulai ikut berkain. Tinggal 50 persen lagi persiapan yang dilakukan, KCB pun siap menghibur penonton.(ent)

22 Februari,Bogor Gelar Festival Cap Go Meh

 


BOGOR – Tinggal menghitung hari Pesta Rakyat Bogor Cap Go Meh (CGM) 2016 akan dihelat. CGM Street Festival 2016 yang berlangsung pada Senin (22/2/2016) mendatang, diprediksi akan disaksikan 100 ribu pengunjung dan dimeriahkan 10 ribu pengisi acara.
 
Cap Go Meh yang jatuh tanggal 15 bulan pertama tahun Imlek adalah salah satu hari raya tradisional yang dirayakan komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Menurut tradisi, setelah CGM seluruh perayaan Imlek berakhir. 

Ketua Panitia CGM 2016, Arifin Himawan mengatakan, arak-arakan akan dimulai dari depan pintu gerbang Lawang Suryakancana berjalan menuju Jalan Suryakancana dan masuk ke Gang Aut kemudian tembus hingga sampai ke Simpang Tiga Batu Tulis.“Untuk arak-arakan seni dan budaya mereka selesai hingga Simpang Batu Tulis saja,” ungkapnya.(ent)