Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Thursday, 15 September 2016

Miris… Warga Desa Galuga Kabupaten Bogor Mengais Sampah Demi Hidup

BOGOR – Sampah menjadi sumber kehidupan sebagian warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang. Mereka terpaksa menggantungkan kebutuhan ekonomi di TPA Galuga karena keterbatasan lapangan pekerjaan.
Dari jumlah penduduk sekitar 500.245 jiwa, hampir 30 persen warga menjadi pemulung. Keberadaan TPA Galuga dimanfaatkan oleh warga dari Kampung Lalamping, Sinarjayan, Moyan dan Cimangir sebagai mata pencaharian sehari-hari.
Kepala Desa Galuga, Endang Sujana mengatakan, walaupun ada pro dan kontra dari masyarakat, terdapat keberkahan karena lebih dari 1000 jiwa menggantungkan hidupnya dari tumpukan sampah.
“Faktor ekonomi yang memaksa warga untuk menjalani profesi sebagai pemulung sampah di TPA Galuga,” ujarnya, belum lama ini.
Sekedar diketahui,TPA Galuga memiliki luas empat hektare. Mampu menampung 150 unit truk berukuran sedang dan 2 truk  besar untuk  membuang sampah dari Kota dan Kabupaten Bogor.(ent)

Hari Raya Idul Adha Usai, Pedagang Hewan Kurban di Bogor Merugi


BOGOR – Penjualan hewan kurban mengalami penurunan drastis di Kecamatan Kemang. Berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Seperti dirasakan Rian Hasan (41), penjual hewan kurban di Jalan Raya Jampang, Kampung Jampang, Desa Jampang, Kecamatan Kemang. Setiap tahun ia selalu menjual hewan kurban di tempat tersebut. Namun, penjualan kali ini begitu sepi pembeli.
“Tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Jarang ada yang beli disini,” ujarnya.
Pada 2015 lalu Rian mampu menjual sembilan ekor kambing dan tiga ekor sapi per harinya. Namun untuk tahun ini, selama dua pekan berjualan hanya bisa dihitung dengan jari.
“Sapi baru tiga ekor yang kejual,” keluhnya.
Rian beralasan, sepinya pembeli hingga hari H Idul Adha disebabkan munculnya kompetitor anyar. Hal ini membuat masyarakay memiliki beragam pilihan untuk membeli hewan kurban.
“Tahun lalu ada yang gak jual kurban, sekarang malah banyak,” pungkasnya.(ent)

Wednesday, 14 September 2016

Masjid Besar di Bogor Malah Sepi Kurban!

BOGOR – Salah satu tontonan pada  Hari Raya Idul Adha adalah binatang ternak  yang disembelih di masjid. Masyarakat sering penasaran,  binatang ternak milik siapa yang paling besar.
Namun itu tidak akan kita temui di Masjid Raya Bogor, Senin (12/09/2016). Pasalnya, penyumbang hewan kurban di Masjid yang berlokasi di Jalan Pajajaran  ini melorot dibanding Idul Adha 1436 H atau  tahun 2015. Tidak ada kurban sapi sama sekali, yang ada hanya 25 ekor kambing.
“Masih lebih banyak Lebaran tahun lalu, yakni 27 ekor kambing dan 1 ekor sapi.Tapi ini jumlah sementara sampai 3 hari atau sampai Kamis sore bada’ Ashar (tasyrik) karena biasanya jamaah suka ada yang menyusul,” ujar  Ketua dewan kemakmuran masjid (DKM) Masjid Raya Bogor, Ahmad Fathoni.
Sebagai ikon masjid terbesar di Kota Hujan, Ahmad menilai fungsi yang mendominasi Masjid Raya hanya sebagai transit. Artinya, jarang ada jamaah tetap yang biasa mengunjungi Masjid Raya, apalagi ketika datang hari – hari besar seperti Idul Adha.

Justru, cerita lainnya datang dari penerima jatah kurban yang kadang diluar prediksi.
“Kita ada kesuilitan karena jamaah sebagai penerima yang membludak datang. Tapi kita ada dua sistem,  lansung dan tidak lansung. Tahun kemarin saja ada 537 warga sekitar yang diluar prediksi,” bebernya.
Masih kata Ahmad, sedikitnya jumlah hewan kurban di Masjid Raya dikarenakan interaksi yang lumayan jauh dengan warga sekitar, berbeda dengan masjid yang berada di perumahan atau kawasan padat yang ada di Kota Bogor.


“Kita hanya prediksi di tiga hari kedepan kambing bertambah sekitar 10 ekor. Di masjid seperti perumahaan itu dekat dengan penduduk, mereka juga jamaah tetap, sedangkan disini adalah masjid transit,” ungkapnya.
Ahmad juga mengungkapkan, Pemkot Bogor juga menawarkan solusi lain bahwa nantinya seluruh SKPD wajib berkurban di Masjid Raya.
Kondisi tidak berbeda jauh dengan Masjid Agung Bogor. Sekretaris DKM Masjid Agung Bogor Husein Assoleh menyatakan, ada 6 ekor kambing dan 1 ekor sapi yang dikurbankan tahun ini.
Jumlah nya merosot dibanding tahun lalu, yaitu 3 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Menurut Husein, penurunan itu diakibatkan waktu yang mepet dengan rencana renovasi Masjid Agung.
 
“Kita ada info di Masjid Agung ada renovasi. Untuk itu, kepanitiaan tidak leluasa untuk mengupayakan dan menyelenggarakan kurban, bahkan untuk Salat Id sendiri. Akan tetapi, seminggu sebelum hari H, Dinas Pengawasan Pembangunan dan Pemukiman (Wasbangkim) memberikan info bahwa kita bisa menyelenggarakan kurban,” ungkap Husein saat ditemui Senin (12/09/2016).
Karenanya waktu yang mepet untuk mempersiapkan dari sisi kepanitiaan dan distribusi hewan kurban menjadi membuat penerimaan hewan kurban tidak maksimal.
Informasi yang didapat, Wasbangkim sudah berencana dari tiga tahun lalu untuk merenovasi Masjid Agung. Namun hingga sekarang, pembangunan belum dilakukan.

“Kedepan diharapkan nomal karena sekarang ada rencana pembangunan. Agak kerepotan juga, tapi kayaknya masjid besar lainnya juga mengalami penurunan,” ungkapnya.
Setali tiga uang dengan Majid Raya dan Masjid Agung Bogor, Masjid Agung Empang juga sepi hewan kurban. Jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini jauh lebih sedikit, hanya ada 6 ekor kambing.
Pengurus DKM Masjid  Empang, Yoyo mengungkapkan, sedikitnya hewan kurban yang disembelih  dikarenakan masyarakat sekitar lebih banyak mendaftar ke salah satu yayasan di sekitaran masjid.
“Sekarang pada kurban di Yayasan Al – Irsyad dekat sini, di belakang. Karena mungkin sudah percaya disitu untuk kurbannya,” singkatnya.
Sementara, kondisi berbeda terjadi sejumlah masjid kecil di perumahan-perumahan.  Animo masyarakat untuk berkurban justru jauh lebih besar disini. Eforia warga melihat pemotongan hewan sangat luar biasa.  Misalnya di Masjid Al Hidayah Bukit Cimanggu City.

Tahun ini ada 20 ekor sapi dan 45 ekor kambing yang dikurbankan.
“Untuk tahun ini jumlah sapi yang dikurbankan sama dengan tahun lalu, ada 20 ekor. Sementara kambing menurun, meski tidak signifikan, dari 50 ekor menjadi hanya 45 ekor,” ujar Ketua DKM Al – Hidayah Anton D Asman.
Dia menuturkan, ada lebih dari 27 masjid juga mushola yang bekerjasama dengan Masjid Al – Hidayah. Kebiasaan ini sudah dilakukan rutin setiap tahunnya.

Tekniknya adalah penyembelihan dilakukan di masjid. Paha kambing disisihkan untuk yang mengurbankan, sementara sisanya tugas DKM masjid atau mushola yang membagikan.
“Dengan begitu di Masjid Al – Hidayah hanya ada pembagian daging sapi. Kami menyebarkan lebih dari 1.500 kupon,” katanya.(ent)

Tak Ada Aliran Listrik, PLN Segera Tinjau Kampung Cikaret Kabupaten Bogor

BOGOR – Kades Sukamaju berharap pembangunan gardu listrik untuk warga Kampung Cikaret segera terwujud. Pasalnya, keluhan warga sudah berlangsung lama dan belum ada tanggapan dari PT PLN.
Seperti diketahui, lokasi Kampung Cikaret cukup jauh dengan pemukiman lain. Sudah hampir lima tahun warga harus menikmati listrik dengan daya kurang sehingga menyebabkan barang elektronik rusak.

Kepala Desa Sukamaju, Supriyadi mengatakan, segera melayangkan surat rekomendasi kembali kepada PLN Rayon Jasinga. Dia ingin aspirasi masyarakatnya segera direalisasi PLN.
“Ada faktor cemburu, karena kampung lainnya sudah dapat gardu masing–masing. Sedangkan Kampung Cikaret sampai sekarang belum ada. Bahkan, beberapa rumah tak kuat listriknya akibat kekurangan daya,” jelasnya kepada Radar Bogor, Senin (12/09/2016).

Sementara itu, Humas PLN Area Bogor, Kusumawan menuturkan, pihaknya segera berkoordinasi dengan PLN Rayon Jasingan supaya bisa disurvei lokasi. Sebab, keluhan warga itu harus ditinjau terlebih dahulu oleh petugas lapangan.
“Kami akan berkoordinasi dengan Rayon Jasinga agar secepatnya ditinjau lokasi. Kalau sudah pernah mengajukan surat rekomendasi, segera diajukan kembali supaya bisa terealisasi pengadaan gardu listriknya,” tuturnya.(ent)

Tuesday, 13 September 2016

Yummy! Pesona Alam Resort Bogor Sajikan Menu Baru ‘Nasi Bakar Kecombrang’


BOGOR – Indonesia diberkahi dengan begitu banyak rempah yang dihasilkan dari tanah Nusantara ini. Terinspirasi hal tersebut, Pesona Alam Resort and Spa mengembangkan menu baru yang dinamai Nasi Bakar Kecombrang.
Mengkombinasikan antara nasi berbumbu rasa kecombrang yang khas dipanggang dalam balutan daun pisang menghasilkan aroma unik, hingga meningkatkan selera makan.

Executive Chef Pesona Alam Resort and Spa, Imam mengatakan, menu spesial ini dapat menjadi pilihan bagi yang bosan dengan variasi nasi bakar yang sudah ada sebelumnya.
“Tidak hanya untuk para wisatawan domestik, juga untuk para pelancong internasional. Masakan Indonesia menawarkan begitu banyak pilihan dari Sabang sampai Merauke,  dan kita benar-benar tidak pernah kehabisan inspirasi untuk terus mengembangkan kuliner ini,” ujar Imam .

Menu yang menarik ini diluncurkan pada September dengan hanya Rp65.000nett/ porsinya. Dapat dinikmati kapan saja, baik itu waktu makan siang ataupun makan malam sambil menghabiskan waktu berkumpul dengan anggota keluarga hanya di The Banyan Restaurant – Pesona Alam Resort & Spa.
Tidak hanya menu-menu yang special, di Pesona Alam Resort and Spa tersedia akomodasi bertaraf internasional pertama di area Puncak, Jawa Barat.

Menyajikan panorama alam luar biasa dan berada di tengah hutan pinus seluas 40 hektar. Resort ini terletak 1.200 meter diatas permukaan laut, lokasi tidak jauh dari Taman Safari.
Lokasi yang nyaman dan dekat Taman Safari menjadi daya tarik tersendiri. Hotel yang mulai beroperasi sejak tahun 2001 ini masuk di Tauzia Hotel Management.(ent)

RS Swasta di Bogor Diduga Jual Obat Bekas Pakai


BOGOR-Belum usai kasus obat ilegal di Banten, kini muncul dugaan penggunaan obat kedaluwarsa di sebuah rumah sakit swasta di Bogor. Modusnya, obat sejenis cairan infus yang tersisa dari pasien sebelumnya, dijual kepada pasien baru.
“Obatnya dikemas dalam kemasan karton. Tapi saat dibuka, ada lebel nama pasien lain dibalik label pasien seharusnya,” kata Icha Vania, putri pasien yang diduga menjadi korban obat bekas tersebut.

Icha menjelaskan, saat itu, mendiang Ibundanya didiagnosa menggalami pecah pembuluh darah. Usai diperiksa di RS Sentra Medika Cibinong, dokter menyarankan rawat inap.
“Setelah itu, saya diminta beli obat buat ibu saya. Harganya cukup mahal. Eh, pas dibuka, obat yang saya tebus bekas orang lain,” tutur warga RT 06/03, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibonong, itu kepada Radar Bogor kemarin. Icha pun menuturkan, kemasan botol dari obat tersebut segelnya telah terbuka. Selain itu, isinya hanya setengah botol.

Dikonfirmasi soal ini, staf marketing RS Sentra Medika mengaku membutuhkan waktu untuk mengklarifikasi. Pihaknya berjanji akan mengonfirmasi bagian terkait, sebelum memberi penjelasan pada publik. “Tidak bisa diburu-buru. Jadi kami butuh waktu,” singkatnya.
Menanggapi kasus ini, Kepala bidang Jaminan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr Agus Fauzi, mengaku sudah memanggil pengelola RS Sentra Medika. Tapi panggilan itu hingga kemarin belum diindahkan.

“Awalnya saya sudah konfirmasi ke bagian intalasi farmasi rumah sakit bersangkutan. Mereka berdalih obat itu obat baru yang tidak jadi diberikan kepada pasien. Artinya, bukan bekas melainkan hanya labelnya ditumpuk dengan nama pasien baru,” jelasnya. Namun beberapa saat setelah mengetahui adanya isi obat dalam botol yang berkurang, alasan pihak rumah sakit pun berubah.
“Mereka lalu beralasan botol bocor. Saya tegur, Nggak bisa begitu. Mereka harus membuat pernyataan kronologisnya seperti apa. Jangan sampai masyarakat dirugikan,” kata dia.

Sementara menurut praktisi kesehatan Kabupaten Bogor, dr Desriza, mengatakan bahwa penggunaaan obat-obatan bekas bisa mengakibatkan infeksi pada pasien. Mengingat cairan infus yang telah terbuka segelnya bisa mengakibatkan infeksi karena tidak steril. “Ini berbahaya bagi pasien,” ujar dr yang menjabat kasi pelayanan RSUD Cileungsi itu.
Kasus ini seolah mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada saat berobat. Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengamankan sejumlah alat produksi pencetak tablet obat palsu, bahan baku, obat palsu siap edar serta sejumlah obat tradisional dan produk kopi, dari penggerebekan yang dilakukan pada gudang obat ilegal di Balaraja, Tangerang.

Kepala BPOM Penny K Lukito, mengatakan, temuan terbanyak obat yang sering disalahgunakan untuk menimbulkan efek halusinasi seperti obat Trihexiphenydyl, Heximer, Tramadol. Obat tersebut pada penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan dan mempengaruhi aktivitas mental dan perilaku yang cenderung negatif.
Selain itu dalam penggerebekan juga ditemukan obat-obatan lain seperti Carnophen dan Somadryl yang mengandung zat aktif Carisoprodol. “Obat Carisoprodol digunakan untuk pengobatan nyeri otot namun disalahgunakan untuk mendapatkan efek halusinasi terutama bagi kalangan remaja. Obat mengandung zat aktif carisoprodol telah dibatalkan izin edarnya sejak tahun 2013,” ujar Penny.(ent)

Ets… Warga Bogor Jangan Lupa buat Perpanjang SIM

BOGOR – Warga Kota Bogor khususnya yang ingin memperpanjang SIM A dan C. Silahkan datang ke Polsek Bogor Selatan Jalan Pahlawan (Bondongan) mulai pukul 09.00 hingga selesai, hari ini Selasa (13/09/2016).
Sedangan untuk Kabupaten Bogor Pelayanan SIM Keliling Polres Bogor untuk Sementara Waktu Tidak Beroperasional Dikerenakan Sedang Dalam Perbaikan.

Bagi pemohon perpanjang SIM yang memanfaatkan mobil SIM Keliling sebaiknya membawa semua persyaratan. Di antaranya membawa SIM asli yang diterbitkan Satlantas Polres Bogor yang masa berlakunya habis pada tahun ini.
Selain itu, pemohon membawa identitas diri berupa kartu tanda penduduk (KTP) yang dikeluarkan Pemerintah Kota atau Kabupaten Bogor.
Pelayanan mobil SIM Keliling dikhususkan perpanjangan SIM A dan SIM C. Sedangkan untuk SIM golongan lainnya dilakukan di Mapolres Bogor.(ent)

Hati-hati Melintasi Jalan di Daerah Bogor Ini

BOGOR – Berhati-hatilah jika melintas di jalan raya Cikeas-Cimanggi, Cibubur, terutama pada malam hari. Sebab, jalan alternatif yang menghubungkan Cibubur-Cikeas dan Kota Depok ini hampir semua lampu penerangan jalan umum-nya (PJU) tidak berfungsi.
Apalagi, jalan yang memiliki dua jalur ini sangat sepi dari pemukiman warga. Bahkan, beberapa warga menyebut di kawasan itu pernah terjadi pembegalan sepeda motor maupun penjambretan.

“ kalau enggak salah sudah sebulan ini PJU-nya enggak nyala,” kata Saepul Abdi (31), pemilik warung di simpang jalan Cikeas-Cimanggis.
Ia khawatir, jika tidak diperbaiki jalan tersebut dijadikan sasaran pelaku begal untuk mencari korban. “ Jangan sampai jadi sarang begal nantinya,” ucapnya.

Dikonfirmasi Camat Gunungputri, Budi Lukmanul Hakim baru mengetahui jika PJU di jalan Cikeas-Cimanggis banyak yang tidak berfungsi.
Hanya saja, kata dia, jalan itu bukan hanya wewenang pemerintah Kabupaten Bogor. Sebab, sagian jalan tersebut masuk dalam administrasi Kota Depok.
“ Jangankan di sana, di dekat kantor kecamatan saja belum diperbaiki. Tapi saya akan laporkan lagi masalah ini ke Dinas ESDM,” katanya.(ent)

Jumat Barokah, Puluhan Kaum Duafa Kota Bogor Terharu Dapat Ini

BOGOR – Ada pemandangan yang unik dan menggugah hati di depan Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/9/2016) pagi tadi. Tampak belasan hingga puluhan mengerubuti sebuah sepeda motor dan mendapatkan nasi bungkus plus air minum gelasan.
Raut wajah orang-orang “luar biasa” itu pun sangat cerah ceria. Senyum dan tawa tak pudar-pudarnya selama sepeda motor berwarna hitam itu parkir. Pantas saja, aksi yang sangat sederhana ini ternyata memiliki makna dan misi yang luar biasa, yakni berbagi alias sedekah.

“Aksi kami ini namanya Free Food Motorcycle Jumat Barokah. Jadi kami membagikan makanan dan minuman kepada orang-orang yang membutuhkan,” kata Gigondola Sugiri, seorang aktivis sosial Kota Bogor kepada Pojokjabar.id.

Aksi Free Food Motorcycle Jumat Barokah di depan Kejaksaan Negeri Kota Bogor. (foto: Pojokjabar)
Gigondola atau yang akrab disapa Kang Ginz ini mengungkapkan, aksi mereka ini adalah bentuk kepedulian kepada sesama yang berlandaskan syariat agama Islam yaitu sedekah. Sasaran mereka adalah para kaum duafa seperti pengemis, tukang becak, pemulung dan orang yang tak mampu lainnya untuk sarapan pagi bersama.

“Kami juga menyasar petugas kebersihan yang telah sangat berjasa untuk kebersihan Kota Bogor,” kata Ginz.
Sebanyak 50 nasi bungkus disiapkan untuk dibagikan kepada orang-orang tersebut. Ginz menuturkan, aksi ini ingin berbagi dan sekadar untuk makan bersama dengan orang-orang “luar biasa” ini.
“Kami mengajak para saudara duafa untuk sarapan bersama. Tapi kebanyakan mereka penginnya dibawa pulang,” tutur Ginz sembari tertawa.
Respons target Free Food Motorcycle Jumat Barokah hari ini, kata Ginz, sangat apresiatif, bersyukur dan terharu. Untuk itu, aksi ini akan terus dilakukan secara kontinyu. “Insya Allah aksi ini akan istikomah,” ujarnya.

Sementara itu, pada hari ini, aksi Free Food Motorcycle Jumat Barokah dilakukan di dua titik, yakni depan Gedung PPIB dan Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Jalan Djuanda. Ke depannya, kata Ginz, akan bergeser ke kawasan-kawasan lainnya.
“Insya Allah, rencananya kami akan bagi-bagi makanan lagi pada Car Free Day nanti. Titik kumpul di depan masjid Alhijri air mancur. Aksi nanti sekaligus Gerakan Pungut Sampah. Jadi kita sekaligus bersih-bersih Kota Bogor,” ungkapnya. “Menunya nanti ada snack juga,” tandasnya.(ent)

AQLIS Berbagi Qurban ke 1.000 Warga Jonggol

JONGGOL – Ada yang berbeda bagi warga Jonggol pada pada perayaan Idul Adha tahun ini. Sekitar 1.000 warga mendapatkan pembagian daging qurban yang disalurkan melalui Pesantren Ar-Rahman Qur’anic Learning Islamic School (AQLIS) yang berlokasi di Desa Sukasirna, Jonggol, Jawa Barat.
Pemotongan dan pembagian daging qurban dipimpin langsung oleh Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir yang juga selaku pengasuh Pesantren AQLIS usai shalat Idul Adha bersama ratusan warga setempat, jamaah AQL Jakarta, serta santri, jajaran pengurus dan pengajar AQLIS.

Menurut KH Bachtiar Nasir, tujuan berkurban di AQLIS adalah memohon keberkahan tanah di atas bangunan pesantren AQLIS dengan menumpahkan darah hewan kurban di hari yang disyariatkan. Daging yang dibagikan kepada masyarakat mencapai 1.000 bungkus dari 10 ekor sapi dan 25 ekor kambing.
Pemotongan dan pembagian hewan qurban di AQLIS Jonggol juga bertujuan untuk membangun anshorul ma’had (pendukung pesantren) dari kalangan warga di radius ring 1 pondok hingga ke ring 3.

“Kita butuh pendukung perjuangan kita di pondok ini baik dari masyarakat, unsur pemerintah, serta tokoh masyarakat. Dengan begitu kurban ini menjadi sarana kebersamaan sebagaimana misi sosial kurban,” ungkap Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini di Jonggol, Senin (12/9).

emotongan dan pembagian daging qurban dipimpin langsung oleh Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir yang juga selaku pengasuh Pesantren AQLIS.
Menurut dia, Pesantren AQLIS hanya bisa berkembang jika bersama masyarakat membangun lembaga dan ummat. Pesantren tidak bisa berdiri sendiri karena pesantren bertanggung jawab kepada masyarakat dan sebaliknya masyarakat harus ikut berperan dalam pembangunan pesantren.
Yang terpenting adalah, kata dia, harus ada komunikasi yang baik antara pesantren dan masyarakat sehingga ke depan dapat meredam kecuriagaan, kedengkian, dan permusuhan. “Itulah perdamain di antara kita sebagai ummat Islam,” katanya.

Ketua MUI Jonggol Drs Ghazali yang ikut melaksanakan Shalat Idul Adha di Pesantren AQLIS menyambut antusias kegiatan tersebut dan berharap agar pihak pesantren terus membangun kebersamaan dengan masyarakat dalam berbagai kegiatannya.
“Kami berharap agar AQLIS bisa bersinergi dengan MUI dalam pendidikan, dan anak-anak nyaman belajar di sini. AQLIS sangat strategis untuk membantu pendidikan dan pergerakan dakwah khususnya bagi warga setempat,” katanya.

Pembagian daging qurban di Jonggol merupakan rangkaian kegiatan Penyaluran hewan qurban oleh Laznas AQL yang berpusat di Jakarta. Pada tahun ini, Laznas AQL mengoordinir dan menyalurkan hewan qurban ke dalam dan luar negeri setara dengan 500 ekor kambing.
Hewan qurban disalurkan di dalam negeri sebanyak 40 sapi dan 170 kambing. Khusus dalam negeri dibagikan ke Jonggol sebanyak 10 ekor sapi dan 25 kambing. Selain itu, disebarkan juga ke berbagai tempat di Jakarta, Bogor, Megaleng, Yogyakarta, Sumbawa, Aceh, Sultra, Sulsel, dan Sulut. Daerah lain yakni Purwakarta, Brebes, Bali, dan Madura.

Sementara hewan qurban yang disalurkan ke luar negeri mencapai 49 ekor domba, 1 ekor sapi, dan 3 onta. Negara yang dituju yakni Palestina (Gaza), Suriah, Somalia, Myanmar, Bosnia, dan Serbia.
KH Bachtiar Nasir menyampaikan lewat khutbah Idul Adha, bahwa sebaik-baik amal saleh hari ini adalah menumpahkan darah hewan qurban. Di hari Idul Adha, ummat Islam diperintahkah untuk shalat dan berqurban karena dua kemuliaan inilah yang bisa membawa ummat Islam untuk berjumpa dengam Allah Ta’ala.

“Nilai shalat harus ada dalam setiap kehidupan. Shalat adalah cara satu-satunya jalan untuk berjumpa dengan Allah. Qurban adalah cara yang paling Allah suka dalam bertaqarrub (mendekat) kepada-Nya. Ingat, orang yang dekat kepada Allah, pasti akan mendapatkan segalanya,” katanya.(ent)

Friday, 9 September 2016

UIKA Bogor Bekali Mahasiswa Baru Wawasan Bela Negara

BOGOR – Universitas Ibnu Khaldun Bogor kembali mengadakan kegiatan pengenalan mahasiswa barunya yang diberi nama Ta’aruf dan wawasan kebangsaan dan bela negara di Atang Sanjaya, sejak kemarin.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIKA M Hariansyah mengatakan bahwa kegiatan ta’aruf sekaligus wawasan kebangsaan dan bela negara tahun ini merupakan tahun ketiga yang dilakukan UIKA.
Tentu, katanya, tujuan dilakukan dua kegiatan tersebut yaitu untuk menumbuhkan semangat para mahasiswa untuk mencintai bangsa dan negaranya.

“Karena akhir-akhir ini kami melihat bahwa ada sekelompok orang atau komunitas dan sebagainya, ingin memisahkan atau memecahkan negara, ini yang perlu kita, terutama generasi muda waspadai, karena mereka penerus bangsa,” tegasnya kepada Radar Bogor disela-sela kegiatan.
Tentunya, dengan kegiatan ini, Hariansyah mengatakan, ada poin-poin penting pula yang bisa dilihat, yaitu kedisiplinan ribuan mahasiswa baru UIKA.
Menurutnya, melihat poin itu susah jika dilakukan di kampus, lantaran kebiasaan santai menjadi budaya. “Kalau disini fasilitas mendukung, suasana pun mendukung,” tambah Hariansyah.

Program ta’aruf yang akan dilakukan selama tiga hari kedepan, lanjutnya, mulai dengan pengenalan-pengenalan rektor serta dekan fakultas masing-masing. Dilanjut dengan pengenalan Unit Keterampilan Mahasiswa (UKM).
“Baru dihari terakhir kami sisipkan wawasan kebangsaan dan bela negara,” pungkasnya. Sementara itu, ditempat yang sama, Kadis Potensi Dirgantara Angkatan Udara (AU) Marsekal Pertama TNI Nazirsyah menambahkan bahwa kegiatan ini wajib dilakukan setiap warga negara sebagai upaya membela dan mempertahankan negara. Apalagi bagi generasi muda penerus bangsa.

Ia menghimbau agar para mahasiswa UIKA bisa memaksimalkan kegiatan ini sebagai sarana mempertebal semangat kebangsaan.
“Tentu saya mendukung karena sesuai dengan amanah Undang-undang 1945 pasal 27 ayat 3 yang berbunyi setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam hal membela negara, bela negara merupakan sikap perilaku terpuji, saya berharap generasi ini bisa terus tertanam rasa cinta negara dan memperjuangkannya,” tandas Nazirsyah.(ent)

IPB Kembangkan Ilmu Regulasi untuk Perbaikan Tata Kelola Pertahanan Pangan

BOGOR – Tata kelola pertahanan pangan di Indonesia yang belum bisa diberikan nilai A terutama dalam kegiatan ekspor dan impor pangan membuat IPB berinisiatif untuk mengembangkan Ilmu Regulasi dalam bidang pangan melalui kegiatan riset dan pendidikan akademik dalam rangka mewujudkan perampingan regulasi agar tata kelola menjadi lebih baik. Kamis (7/9) kemarin, IPB mengadakan workshop bersama Departemen Pertanian Amerika di Ruang Sidang Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan IPB Baranangsiang Bogor mengenai Ilmu Regulasi pada Sistem Pertahanan Pangan di Indonesia.

Workshop yang dimulai pukul 09.00 ini dihadiri oleh beberapa perwakilan dari departemen pertanian dan beberapa perwakilan dari pemerintah daerah termasuk Walikota Bontang, Bupati Bogor, Walikota Sukabumi dan Bupati Sukabumi.
Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan IPB Dr. Lala M Kolopaking menjelaskan pihak IPB telah berdiskusi dengan beberapa perguruan tinggi di Amerika mengenai ilmu regulasi pada sistem pertahanan pangan di Indonesia. Dari pihak pemerintah Amerika pun melihat mengenai hal tersebut adalah sebuah peluang kerjasama dengan pihak IPB.

“Satu konsep yang kita lihat penting untuk indonesia yaitu disebut den sistim pertahanan pangan, penting karna itu beda dengn ketahanaan pangan dan kedaulatan pangan. Pihak Amerika pun nampaknya melihat hal tersebut untuk memperkuat kebijakan-kebijakan pangan di Indonesia seperti yang dipresentasikan oleh USDA Amerika, gimana regulasi penting, karna ini menentukan kebijakan dalam konteks pangan tidak hanya satu negara, tapi juga dengan berkait dengan hubungan negara dan bagaimnaa regulasi itu harus punya ilmunya, terkait dengan kesediaan data dan data itu harus baik dan benar,” papar Lala.
Lala menambahkan, dalam proses pembangunan indonesia ada hal yang harus diperhatikan yaitu mulailah dibangun dari desa, bertahap sampai ke provinsi.

“ Situasi yang ingin disampaikan disini adalah bagaimana regulasi dikembangkan, dan pertahanan pangan menguatkan kedaulatan pangan dan ketahanan pangan dan menjadi media kerjasama membangundan tidak terpecah-pecah,” jelas Lala.
Harapan Kepala PSP3 IPB mengenai ilmu regulasi dalam pertahanan pangan sendiri agar ada gerakan nasional dari masyarakat karena IPB telah menargetkan tahun 2017 nanti akan dimulai program dan pelatihan-pelatihan akademik Ilmu Regulasi pada sistem pertahanan pangan Indonesia.

“ Selain itu kita juga berharap agar pertahanan pangan ini menjadi gerakan nasional dengan melibatkan perguruan tinggi, swasta dan swadaya masyarakata dan menerapkan kegiatan-kegiatan yang punya basis di masyarakat agar prosesnya ini mengawal produksi pangan tercukupi dan juga memberi keadilan pada orang yang terlibat,” pungkasnya.(ent)

800 Personil Polisi Bogor Siap Amankan Idul Adha

BOGOR – Perayaan Idul Adha masyarakat dihimbau agar menjaga keamanan lingkungan. Pasalnya, libur yang bertepatan pada libur long week end ini aktifitas berpergian meningkat.
“Besok pagi kita akan apel kesiapan pam iduladha personilPolres Bogor akan mengamankan sejumlah lokasi wisata dan keramaian,”ujar AKBP AM Dicki kepada Radar Bogor, Rabu (7/9) malam.

Dicki mengatakan, akan mengerahkan sedikitnya 800 anggota personil. Khususnya, untuk antisipasi long weekend yang akan berlangsung beberapa hari ke depan. Kepada masyarakat, Kapolres menghimbau agar tetap menjaga keamanan. Misalnya, untuk rumah kosong agar dititipkan ke lingkungan.

Selain itu, tujuan ke tempat wisata agar merencanakan dengan baik keberangkatan dan kepulangannya. “Untuk antisipasi kemacetan, silahkan manfaatkan informasi lalu lintas yg diberikan oleh polres bogor melalui medsos,”imbuhnya.(ent)