Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Tuesday, 16 February 2016

Royal Safari Garden Bogor Tawarkan Paket Baru




BOGOR – Royal Safari Garden Hotel and Convention, mulai pertengahan Februari ini, menawarkan paket menu baru, nasi tutug Oncom.

“Paket dengan harga murah di hotel bintang 4, cuma Rp90.000 perpaketnya,” ujar Manager Marketing Communication Ario Danu kepada Radar Bogor, Senin (15/02/2016).

Dengan harga tersebut, pengunjung sudah dapat menikmati nasi tutug oncom dengan porsi cukup untuk 2 orang.  Isi paket yakni 2 porsi nasi tutug oncom, satu mangkok sayur asam, lalapan dan sambal terasi serta masing-masing satu potong ayam dan ikan.

Satu lagi, free teh poci. Diharapkan dengan adanya paket tersebut dapat mempertahankan okupansi hotel.

Saat ini okupansi cukup baik, selalu di atas 80 persen, terutama akhir pekan. Pria yang juga pembalap ini mengaku sengaja mempertahankan menu khas Sunda. (ent)

IPK Gede Ternyata Tak Jamin Diterima di Dunia Kerja




BOGOR – Mahasiswa diminta tak hanya mengejar Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang tinggi. Sebab, IPK tidak menjadi jaminan diterima di dunia kerja.
Seperti yang disampaikan Head of CSR Bank Central Asia (BCA) Sapto Rahmadi.
Menurut Sapto, mahasiswa harus membekali diri dengan berbagai kemampuan penunjang lainnya yang tak didapat dibangku kuliah.

“Dunia kerja memang mencari calon pegawai yang handal dan pintar, dan itu tidak hanya dibuktikan dengan IPK yang tinggi saja,” kata Sapto usai membuka pelatihan Star Leader kepada puluhan mahasiswa peraih beasiswa BCA dari UI dan IPB, Minggu (14/02/2016).

Apalagi, lanjut Sapto, setelah MEA diberlakukan, persaingan di dunia kerja makin keras.

“Tenaga kerja dari luar Indonesia sudah mempersiapkan diri, karena mereka tahu negara kita ini pasar terbesar di kawasan Asia Tenggara,” terangnya.

Atas dasar itu, BCA sejak beberapa tahun lalu melalui program CSR telah mengucurkan bantuan beasiswa kepada ribuan mahasiswa berprestasi dari 16perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UI dan IPB.

“Bukan hanya sekadar memberikan bantuan uang saja, tapi BCA juga melatih penerima beasiswa,” terangnya.

Sementara, Kepala Sub Direktorat Kesejahteraan Mahasiswa UI Rosmalita mengapreasi langkah BCA.

“Pembentukan karakter seorang mahasiswa ini kan bukan hanya tugas dari perguruan tinggi saja, tapi kalangan swasta. Nah BCA telah mempelopori sebuah gerakan,” paparnya.

Senada dikatakan Katrin Roosita, Kepala Sub Direktorat Kesejahteraan Mahasiswa IPB. Menurut dia, pelatihan kepemimpinan seperti ini sangat jarang diadakan sebuah perusahaan swasta nasional.

“Kalau mahasiswa dibekali dengan berbagai keterampilan di luar akademik, peluang diterima didunia kerja sangat besar,” tandasnya. (ent)

Marc Marquez dan Dani Pedrosa Pamer Motor Anyar di Sentul Bogor




BOGOR – Halo, what’s up Sentul ?,” kata pembalap Moto GP bernama lengkap Marc Márquez Alenta diatas panggung, Minggu (14/02/2016).
Marc -sapaan akrabnya- datang ke Sentul International Circuit bersama rekan setimnya di Repsol Racing Team, Dani Pedrosa untuk launching tim dan motor anyar mereka dalam menghadapi musim 2016 – 2017 nanti.

Ribuan penonton yang datang ke sirkuit banggaan warga Kabupaten Bogor itu juga turut meluapkan antusiasmenya. Gemuruh penonton meneriakan nama si penunggang kuda besi nomor 93 ini juga begitu terasa ketika Marc nekat turun dari bawah panggung untuk menyapa penggemarnya di tribun penonton.

Begitu juga dengan Dani Pedrosa. Pembalap yang lahir di Kota Sabadell, Spanyol, 29 September 1985 ini juga turut ke lintasan untuk menyapa fans sambil membagikan kaus Honda bertandatangan mereka berdua.
Sebelumnya, mereka berdua juga ikut membuka kain hitam yang menutup tunggangan mereka yang akan dipakai di musim yang akan dimulai 20 Maret mendatang. Motor bernomor 93 milik Marc dan Dani yang baru tersebut sebenarnya tidak mengalami terlalu banyak perubahan. (ent)

Nikmatnya Rujak Pempek, Paduan Kuliner Khas Bogor dan Palembang



BOGOR – Kuliner Bogor tak ada habisnya, selalu ada sensasi dan inovasi baru.  Salah satunya Rujak Pempek Gaul di Jalan Rangga Gading, Bogor Tengah.

Rujak uleg pempek ini perpaduan makanan khas Palembang dengan kuliner khas Bogor.
“Awalnya saya terinspirasi dengan rujak cireng. Kemudian saya berpikiran mengganti cireng itu dengan pempek yang dicampur bumbu rujak,” ujar Ujang, pemilik Rujak Pempek Gaul sebagaimana dikutip dari pojokjabar (Grup pojoksatu.id), Jumat (16/10/2015).

Dari hasil inovasinya, Ujang mengaku sudah memiliki pelanggan tetap. “Alhamdulillah, dalam sehari bisa menjual hampir 50 porsi. Omzetnya bisa sampai Rp2 jutaan,” tuturnya.

Soal harga, satu porsi rujak pempek dijual Rp5 ribu. “Iya, cuma Rp5 ribu,” akunya.
Sementara itu, salah satu pembeli Rujak Pempek, Deby Latina mengatakan, dirinya beserta dua temannya selalu makan Rujak Pempek Gaulnya Pak UJ (panggilan akrab Ujang) setiap istirahat kuliah.

“Enak dan cocok juga pempek pakai bumbu rujak. Apalagi harganya terjangkau di kantong mahasiswa,” pungkasnya. (ent)

Pemkab Bogor Akan Terapkan Pajak Karaoke 50 Persen




BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor sedang mempersiapkan penerapan pajak hiburan bagi pemilik karaoke atau rumah bernyanyi di Kabupaten Bogor.

Kini, pajak tak hanya diterapkan di Kota Bogor saja, dalam waktu dekat Kabupaten Bogor bakal menerapkan pajak serupa dengan patokan harga pajak untuk setiap room karaoke sebesar 50 persen.

“Benar, objek pajaknya  tempat karaoke, Insya Allah tahun sekarang mulai kita pungut,” ujar Kepala Dispenda Kabupaten Bogor Dedi Ade Bachtiar.
Menurut Dedi, payung hukum yang baru saja turun tersebut akan mengatur tentang pemungutan pajak tempat hiburan malam.

“Perdanya sendiri baru turun, tentang pajak daerah, belum dikasih nomor sedang diproses dibagian hukum,” ujar Dedi.

Perda tentang Pajak Daerah tersebut sebenarnya baru selesai direvisi atau disahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, belum lama ini.

Dirinya berharap agar objek pajak ini dapat segera diberlakukan. Apalagi, tempat hiburan di Kabupaten Bogor berkempang sangat cepat.

“Sebelumnya tempat karaoke tidak dipungut, tetapi dengan adanya aturan tersebut akan dijadikan objek pajak,” ucap Dedi.

Dengan aturan tersenbut, kata dia, Pemkab Bogor juga akan menerapkan sanksi tegas jika ada perusahaan hiburan yang ternyata berupaya untuk mengemplang pajak.

“Didalam usulan Perda pajak karaoke dan rumah bernyanyi berisi jika melakukan pengemplangan pajak akan dikenakan sanksi berupa segel dan sita,” ucapnya. (ent)

Danau Quarry Tiba-tiba Ngehits Jadi Lokasi Wisata Bogor


  


BOGOR – Siapa sangka lokasi bekas penambangan pasir yang sudah lama tidak digunakan, justru menjadi alternatif wisata alam di kawasan Bogor.
 Danau Quarry yang berlokasi di Kampung Nunggaherang, Desa Tegallega, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor itu menyuguhkan pemandangan indah dan  mendadak ngehits di kalangan anak muda pecinta travelling. Lalu, apa kata pemerintah? 

Danau Quarry rupanya populer di sejumlah media sosial. Tak sedikit netizen yang memamerkan keindahan danau tersebut lewat foto yang diunggahnya di facebook, twitter dan instagram. Danau yang dikelilingi tebing tinggi, membuat keindahannya semakin terlihat menawa

Meski awalnya hanya bekas penambangan yang dibiarkan, alam sendiri yang membuat danau itu jadi istimewa. 
Tak heran, banyak muda-mudi yang rela datang ke lokasi ini untuk menikmati setiap spotnya yang dianggap kekinian.

Seorang netizen terkesan dengan pemandangan Danau Quarry. “Danau ini ngademin mata banget,” tulis wanita berhijab itu. Sedangkan netizen lainnya juga merasa puas dengan berkunjung ke danau tersebut sambil memberi hastag “#danauquary #jayamix “Kuyup! Tapi kebayar semua,” tulisnya di media twitter.(ent)
 

22 Februari, Kemdikbud Pastikan Ada Perbaikan UN



JAKARTA- Tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menggelar Ujian Nasional (UN) Perbaikan mulai 22 Februari. 

Sehingga, meskipun UN tidak menjadi syarat kelulusan, siswa yang meraih nilai di bawah standar bisa memperbaiki nilai mereka.

Ujian tersebut akan memakai sistem UN berbasis komputer (UNBK). Ujian dijadwalkan berlangsung hingga awal Maret karena setiap hari peserta UN Perbaikan hanya akan mengerjakan satu mata ujian. 

Para calon peserta UN Perbaikan sendiri dapat berlatih mengerjakan UNBK di lokasi ujian pada 16-17 Februari. Setiap calon peserta dapat berlatih untuk maksimal dua mata pelajaran. (ent)

Hiroshima dan JICA Bantu 50 Juta Yen Untuk Bogor




Provinsi Hiroshima, Jepang dan JICA (Japan International Cooperation Agency) berkomitmen memberikan bantuan senilai 50 juta yen atau sekitar 5,8 milyar rupiah kepada pemerintah Kota Bogor. 
Hal ini disampaikan Walikota Bogor, Bima Arya disela-sela pertemuan dengan Gubernur Perfektur Hiroshima, Hedehiko Yuzaki pada Senin (15/2) siang.

“Bantuan tersebut untuk melakukan upaya perbaikan kapasitas pengelolaan sampah dan kebersihan di kota Bogor,” ujar Bima. Bantuan ini pun, sambung Bima, akan digunakan untuk menyusun masterplan sampah dan kebersihan, peningkatan kapasitas aparat kebersihan, serta pemberdayaan warga dan komunitas.

“Bahkan pada tahap berikutnya, akan diberangkatkan perwakilan komunitas dari kota Bogor untuk dilatih dalam hal pengelolaan sampah dan kebersihan di Hiroshima,” paparnya.

Bima hadir ke Hiroshima, Jepang dalam kaitan lingkungan hidup, kerjasama antar ke dua kota, Bogor dan Hiroshima untuk pelestarian lingkungan hidup. Bima menyebut banyak hal positif terkait pengelolaan kebersihan dan lingkungan yang bisa dipelajari dari Hiroshima.

Keberangkatan Bima sendiri merupakan jawaban atas undangan pemerintah Provinsi Perfektur Hiroshima beberapa waktu yang lalu. “Semua tiket dan akomodasi Walikota Bogor selama berada di Hiroshima semua menjadi tanggung jawab pemerintah Provinsi Hiroshima,” kata Kabag Humas Setdakot Bogor, Encep Moh. Ali Alhamidi. Menurut rencana, kata Encep, Bima akan kembali ke Bogor pada hari Rabu (17/2).

Sebelumnya, pada bulan November tahun lalu, lanjut Encep, Project Team Director Pemerintah Kota Hiroshima, Takashi Inoue telah bertemu dengan Bima di Balaikota, dalam kaitan rencana kerjasama ke dua kota. (tim humas)    

 




Gunakan Kampret di Puncak Acara


 


BOGOR – Selain pernak-pernik pawai budaya dan karnaval kostum. Panitia Pesta Rakyat Bogor Cap Go Meh (CGM) 2016 juga menyiapkan seragam khusus ketika puncak perayaan CGM Street Festival Senin, (22/2) pekan depan. Nantinya, mereka akan seragam menggunakan baju kampret.

“CGM di Bogor berbeda dengan di tempat lain. Karena CGM lebih kepada penampilan budaya. Ajang budaya Bogor pemersatu bangsa,” ujar Ketua Panitia CGM 2016 Arifin Himawan kepada Radar Bogor.

Dia menuturkan, panitia sepakat menggunakan baju kampret saat puncak acara. Alasannya sederhana, sebab kampret merupakan pakaian khas masyarakat Sunda termasuk masyarakat Bogor. Dengan memakai baju kampret, kata dia, perayaan CGM akan menjadi bagian dari Bogor yang tak dapat dipisahkan. 
 
“Selain pawai budaya dan festival kostum. Ada juga penampilan kesenian dari berbagai daerah serta kesenian modern. Di antaranya Rengkak Ayakan, Tor-tor, kebudayaan Jawa Tengah dan kostum batik, Payung Padjajaran, Garuda Ngapak, Boboko Logor, Reog Ponorogo, Barung Landung, dan Ogoh-ogoh,” bebernya.

Mereka yang menampilkan kesenian tersebut adalah perwakilan sejumlah sanggar yang ada di Bogor. Tahun ini, tampil juga parade drumband dari PDBI Jawa Barat dan drumband Mandarava NSI serta dari Pusdikzi. “Total pengisi acara sendiri mencapai 10.000 orang. Dan yang harus ada, iringan ritual seperti joli-joli, liong barong, dan parade mobil hias 12 shio dan umum,” tukasnya. Acara diprediksi bakal lebih meriah dengan hadirnya komunitas Cinta Berkain dan Perempuan Berkebaya. (ent)

Penuh Cinta di Liburan JungleLand Bogor







BOGOR – Bisnis pariwisata paling potensial saat ini. Bisnis ini selalu memanfaatkan berbagai moment untuk meningkatkan jumlah trafik pengunjung dari hari-hari biasa. Tanpa kecuali dengan JungleLand, Sentul.
 
Seperti Minggu (14/2/2016), JungleLand memanfaatkan hari spesial bagi mereka yang merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day. 
Mereka dapat menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih keluarga, pacar, sahabat, atau rekan kerja.
Mereka bisa berlibur bersama dengan penuh cinta di Jungleland Adventure Theme Park Sentul. 

Public and Relation Head, Minia Artpita Barus mengatakan, Sabtu dan Minggu (13-14/2), JungleLand mempersembahkan berbagai show menarik seperti parade Jungleland Romantic All Stars.

“Menghadirkan para icon Jungleland yang berpasangan (couple) seperti Prince dan Princess, Mr Pop dan Ms Lolly, Carnival Male dan Carnival Female dan masih banyak lainnya,” ujarnya kepada Radar Bogor, Minggu (14/02/2016).
Selain itu, pengunjung juga dihibur lantunan lagu-lagu romantis dari band Jungleland. Panggung Downtown dalam Music Heart to Heart menghadirkan lima vokalis.

 Memberikan kesan spesial, pengunjung juga akan mendapat hadiah spesial dari Jungleland.
Serta dapat berfoto di LOVE giant letter yang akan menghiasi Jungleland selama Februari ini.

 JungleLand juga memberikan promo Harga Tiket Masuk (HTM) spesial Rp130.000 per orang saat weekday dan Rp165.000 pada akhir pekan (weekend).

Promo ini berlaku Februari hingga Maret 2016, harga sudah termasuk satu payung JungleLand. Para pengunjung dapat menikmati 33 wahana seru JungleLand untuk semua usia seperti Disk’O, Air Race, Water Flume, Harvest Time, Boat Blaster, Dino World dan masih banyak lagi.(ent)

Hujan Tahun Ini Lebih Basah




BOGOR – Kondisi cuaca Bogor yang hampir setiap hari hujan, tampaknya, akan berlangsung lama. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dramaga Bogor memprediksi, hujan akan berlangsung hingga awal Maret.  

Hujan tahun ini juga lebih basah dibanding tahun lalu. “Periode puncak hujan mulai awal Februari hingga awal Maret. Hujannya disertai petir dan guntur,” ujar Kepala BMKG Bogor Dedi Sucahyono kemarin (15/2).

Dikatakan, puncak hujan yang terjadi saat ini disebabkan angin barat yang sudah aktif dan semakin banyak. 
Hal ini mengakibatkan Indonesia bagian selatan yang merupakan daerah pertemuan massa udara basah dari barat dan utara, mengalami puncak musim hujan.

“Bertemunya di selatan ekuator. Sehingga memudahkan terbentuknya awan hujan. Hujan akan turun sepanjang hari mulai pagi, siang dan malam. 

Hujannya bervariasi, mulai ringan, sedang, dan lebat,” katanya lagi.
Dibanding tahun lalu, hujan tahun ini lebih basah.

 Sehingga, diharapkan kepada warga yang mendiami wilayah hulu sungai, untuk tetap waspada banjir dan longsor. Begitu juga dengan warga yang mendiami daerah aliran sungai (DAS) dan hilir sungai untuk waspada banjir. 

“Untuk hulu Sungai Ciliwung berada di Kecamatan Cisarua Puncak. Hulu Sungai Cisadane berada di lereng Gunung Pangrango. Begitu juga dengan hulu-hulu sungai lain di Kota Bogor, diharapkan warga yang tinggal di sana untuk tetap waspada,” jelasnya.

Diperkirakan, sesudah puncak hujan berakhir pada awal Maret, Kota Bogor akan tetap diguyur hujan dengan intensitas biasa dan ringan. Dan ini akan berlangsung hingga Mei. Dan masa ini disebut masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. “Kemungkinan kemarau baru akan berlangsung pada Juni,” jelasnya. (ent)

DBD Teror Warga Kota Bogor





BOGOR – Korban meninggal akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD), ternyata semakin meluas. Jika ditelisik lebih jauh, sebelum Rizki Rizana, bocah 10 bulan yang meninggal diduga karena DBD, Sabtu (13/2) lalu. Ternyata, di RW yang sama di Kelurahan Tegalgundil, juga pernah ada korban dengan kasus serupa.Adalah Rendi Mei Fitra (18), yang meninggal pada 18 Januari lalu. Rumahnya tidak jauh dari rumah Rizki. Ayah korban, Edi Supardi (60) mengatakan, pada mulanya, anaknya mengalami demam di salah satu rumah keluarganya RT 01/01 Tegalgundil. Setelah itu, anaknya sempat beristirahat di rumah orang tuanya, di RT 04/01. Karena keadaannya semakin parah, korban dibawa ke RS PMI Jalan Pajajaran. 

"Badan anak saya panas dan ada gelembung di kulit. Kemungkinan DBD. Cek darah sudah dilakukan. Sempat dirawat di RS PMI di Ruang Gardenia atau ICU," ungkap Edi di rumahnya, kemarin (15/2).

Ketua RT 04/01 Deni Ismawani mengatakan hal serupa. Sekitar sebulan yang lalu, salah seorang warga di RT 04, yaitu Rendi Mei Fitra juga meninggal karena mengalami demam panas. Awalnya, korban mengalami demam di RT 01 atau RT yang bersebelahan dengan RT 04.  "Kalau untuk data lengkapnya ada di RS PMI. Karena korban sempat dirawat di sana," jelasnya.

    Dikonfirmasi, Humas RS PMI Kota Bogor Yudha tidak bisa memberikan hasil rekam medis Rendi Mei Fitria. Data itu hanya bisa diambil oleh orang tua atau keluarganya. Dia pun menyarankan, agar hal itu ditanyakan langsung kepada keluarga Rendi. "Hal ini lebih baik ditanyakan kepada orang tuanya," jelasnya. 

    Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah mengatakan, tim survei yang diwakili kepala puskesmas dan bidan di wilayah Tegalgundil, Bogor Utara, sudah ke rumah Rizki Rizana, Minggu (14/2) malam. Menurut data yang diterimanya, bayi malang itu meninggal disebabkan pneumonia atau radang paru, dan bukan karena DBD.

    "Semua penyakit virus mengalami demam, bayi ini ada sesaknya. Itu ciri-ciri radang paru, kalau DBD tak sesak. Dan harus dibuktikan dengan hasil laboratorium, trombosit, hematokrit, dan NS1," katanya.  

    Menurut dia, pihaknya bertanggung jawab penuh pada kondisi kesehatan masyarakat Kota Bogor. Karena itu, semua kematian harus ada penyebabnya dengan bukti-bukti pemeriksaan.  "Kita juga sudah pernah fogging di wilayah tersebut. Kami selalu tanggung jawab dengan kesehatan masyarakat Kota Bogor," katanya.

    Dia kembali menyebutkan bahwa Dinkes sudah turun tangan ke wilayah itu. Bahkan, surveilence sudah turun langsung ke orang tua korban pada Minggu malam. Justru yang harus dilakukan oleh masyarakat di sana, menurut dia, adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M (menguras, menimbun dan mengubur), untuk menurunkan dan mencegah kasus DBD.

    Sementara, dilansir dari laman www.infodemam.com yang diasuh dr Widodo Judarwanto P,    sering kali seorang pasien didiagnosis tifus dan diobati sebagai penyakit tifus. Padahal dia hanya menderita penyakit infeksi virus saluran napas biasa, atau bahkan, dia mengalami penyakit DBD atau infeksi dengue lainnya.

    Hal ini terjadi bila seorang dokter mengobati dan menangani penyakit hanya berdasarkan hasil laboratorium, tidak melihat latar belakang perjalanan penyakit dan pemeriksaan fisik yang cermat. 

    Hal ini harus cermat karena pemeriksaan IgG tifus atau widal sangat sensitif, sering menimbulkan interpretasi false positif. Artinya, tidak mengalami penyakit tifus tetapi hasil laboratorium petanda tifus meningkat.
    Penyakit tifus, infeksi virus saluran napas, DBD atau infeksi dengue lainnya, bila tidak cermat, sering kali sulit dibedakan. DBD adalah penyakit infeksi yang demikian ganas. Bila terlambat ditangani, dalam beberapa hari, bahkan dalam hitungan jam, kondisi anak bisa masuk dalam keadaan kritis.  

    Ada kalanya seorang penderita DBD terlambat dalam penegakan diagnosis. Saat hari pertama demam didiagnosis dokter sebagai infeksi tenggorokan, kemudian hari berikutnya berubah diagnosisnya menjadi penyakit campak. Saat hari ketiga, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium ditambah diagnosis gejala tifus. 

    Baru saat hari keempat dan kelima, keadaan memburuk dan meninggal. Ternyata, diagnosis penyebab kematiannya adalah DBD. Hal ini sering kali terjadi karena pemeriksaan widal untuk mengidentifikasi penyakit tifus sering kali sangat sensitif, sehingga pada penderita DBD, meski tidak mengalami penyakit tifus, hasilnya widal positif tinggi.

    Sebelumnya, Rizki Rizana meninggal dunia Sabtu (13/2) pagi, ketika dalam perjalanan ke RS Marzuki Mahdi Kota Bogor. Kematian Rizki menambah daftar korban DBD di Kota Hujan menjadi tiga orang. Pada Januari lalu, dua warga Bogor juga meninggal dunia akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu (ent)

Ajak Warga Bogor Wujudkan Indonesia Damai





BOGOR – Sejumlah relawan yang tergabung dalam Humanity First Indonesia menggelar aksi di Lapangan Sempur, Minggu (14/2). Dalam kegiatan ini mereka mengajak warga untuk menciptakan Bogor dan Indonesia damai lewat tagline Smile For Peace.

“Humanity First Indonesia ingin berbagi kebaikan dimulai dari hal kecil. Dalam ini lewat senyuman,” ujar Fauzan, Ketua Divisi Program Humanity First Indonesia.

Para relawan juga mengahadirkan dua orang cosplayer untuk menarik perhatian warga terutama anak muda yang tengah berolahraga di sekitar Lapangan Sempur dan Taman Ekspresi. Aksi sosial ini ditandai dengan penandatangan petisi di atas kain putih yang bertujuan membangun kepedulian masyarakat untuk ikut mewujudkan Bogor yang damai (ent)