CIBINONG – RADAR BOGOR, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, belum puas dengan kondisi Stadion Pakansari. Sejak 2014, bahkan belum menghasilkan retribusi yang maksimal.
Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan di kompleks Tegar Beriman, kemarin (19/8). Menurut politisi Gerindra itu, Pemkab ingin kawasan Pakansari dikelola profesional sehingga kualitas dan kondisinya akan lebih baik.
“Ada konsekuensinya. Harus ada privatisasi dari akses jalan, misalnya. Ini kan sekarang sedang diformulasikan apakah memungkinkan atau memang menjadi jalur umum,” kata Iwan.
Akan tetapi, kata dia, tak mungkin Pemkab menutup akses hanya untuk privatisasi. Hanya saja, privatisasi yang dimaksudkan pengelolaan kawasan Pakansari berbasis bisnis yang kompatibel.
Lebih lanjut ia mengatakan, pembangunan pusat- pusat ekonomi bisa digabung dengan stadion. Sehingga, Pemkab berkeinginan untuk menjadikan kawasan stadion sebagai tempat wisata.
“Seperti dibangun tempat belanja dan hotel di sekitaran Pakansari. Rencananya seperti itu, tapi kan ini prosesnya juga masih panjang. Hitung-hitung antara pemeliharaan dan retribusi juga masih minus,” terangnya.
Iwan mengaku, Stadion Pakansari tiap tahunnya menjadi beban Pemkab Bogor. Hanya saja, sambung dia, bagaimana setelah Pakansari terbangun, jangan memutus antara kepemilikan dan beban tanggung jawab. Minimal, bisa meningkatkan perkembangan atau gerak ekonomi di sekitaran kawasan Pakansari.
“Kita ambil contoh Hambalang. Sekarang tambah hancur itu. Nah kita tak mau salah prediksi seperti itu. Tapi ini soal konstruksi yang tidak sesuai prediksi,” pungkasnya.(dka/c)
0 komentar:
Post a Comment