Banner 1

Monday, 26 August 2019

HHM Undang Dokter EMC Bahas Olahraga Lari dari Kacamata Kesehatan di GBK Senayan


JAKARTA – RADAR BOGOR, Untuk kali ke tujuh, panitia Highlands Half  Marathon (HHM) menggelar pra event.
Pra event digelar dalam bentuk Diskusi bertemakan “Siapa Bilang Olahraga Lari Berbahaya?” dengan narasumber dr. Silvi Dwiyanti., MKK dari EMC Sentul City di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Kamis (22/08).
Hadir dalam acara tersebut Safrita Ariana (49) Direktur Idea Run penyelenggara HHM di Sentul City 29 September 2019.
“Kita terus mensosialisasikan HHM ke temen-temen pelari terutama mereka yang banyak latihan di sekitar GBK, karena sebagaimana eksperince kita setiap kali race hal pertama yang di pertanyakan orang adalah serius gak racenya,” ujarnya.
Safitra menjelaskan HHM merupakan new Challenge baik buat manajemen Sentul City sendiri maupun buat panitia.
Untuk itu panitia harus melakukan penetrasi pada target marketnya sendiri bahwa HHM ini akan dikelola secara maksimal, serius, sunguh-sungguh.
“Dan ini High End artinya bukan produk race yang asal-asalan tetapi produk yang memang didedikasikan secara maksimal kepada para pelari untuk menginfokan selain oleh media sosial yaitu dengan langsung mendatangi komunitas-komunitas pelari,” paparnya.
Safitra mengatakan, topik yang di angkat yaitu siapa bilang olahraga lari berbahaya karena baru-baru ini bahkan di tahun lalupun hampir semua race besar terdapat korban.
Kata Safitra, panitia  ingin mengajak mereka para pelari untuk memahami bahwa dalam berlari itu ada yang di sebut No Your Limits jadi peserta harus tahu batasan dirinya masing-masing.
“Kadang orang suka crossing limit itu memang dalam latihan kita dianjurakan untuk terus menerus meningkatkan limits kita tetapi tanpa ilmu pengetahuan yang cukup, nutrisi, dokter dan pelatih bisa jadi melakukan itu secara tidak terkendali akibatnya resiko tinggi makanya kita sekarang mengadakan Talk Show ini,” ujarnya.
Sementara itu  dr Silvi Dwiyanti (46) mengatakan, dalam beberapa kasus  beberapa kejadian-kejadian yang menimpa para pelari marathon tiba-tiba Anfal misalnya terkena serangan jantung.
“Kita di sini ingin mengedukasi jangan sampai ada anggapan dari masyarakat bahwa berlari itu berbahaya olahraga itu berbahaya,” ujarnya.
Kata Silvi,  hal pertama yang harus di pahami adalah manfaat berolahraga itu lebih besar di bandingkan dengan resiko-resikonya.
Resiko ini sebenernya bisa diantisipasi dengan mengerti mekanisme tubuh kita, di dalam berolahraga atau berkatifitas fisik organ-organ seperti jantung, paru, organ seluruh tubuh yang bekerja lebih ekstra terutama seperti organ jantung pada kondisi-kondisi tertentu faktor resiko gangguan pada organ sangat tinggi.
“Dengan adanya healthy talk ini akan mengedukasi masyarakat awam bagaimana cara mengurangi resiko ini, yang pertama kita harus mengenali diri kita sendiri, kemampuan kita, batasan kita, dilakukan secara continue tetapi bertahap dalam arti kata dalam durasi waktu, jarak yang akan di tempuh,” terangnya.
Menurut Silvi, istirahat yang cukup, makanan dan nutrisi harus diperhatikan dalam mengikuti lomba marathon juga kosultasi dengan ahli gizi dan dokter adalah hal yang harus di perhatikan.
dr silvi menerangkan  sarapan adalah hal yang wajib seperti buah pisang dan roti, minuman elektrolit membatu dalam menahan keringat yang keluar jadi dehidrasi akan berkurang juga mengenal diri sendiri jangan melampaui batas kemampuan latihan jelasnya.
Dedy (42) menanyakan apakah boleh sebelum race melakukan donor darah? dr Silvi mengatakan tergantung modal awalnya, apabila hemoglobin atau sel darah merah knormalnya sudah kurang atau mendekati kurang darah lebih baik tidak di lakukan kecuali memang sudah rutin dilakukan dan modal awalnya sudah cukup bagus kalau begitu tidak masalah. (*/ysp)

Related Posts:

  • Saat Para Pakar Mengupas Kontroversi Bumi Bulat atau Datar BOGOR-RADAR BOGOR,Beberapa waktu lalu, dunia termasuk Indonesia, heboh dengan munculnya kembali paham bumi datar. Paham sejak abad Aristoteles ini bahkan didukung penjelasan dan data yang viral di media sosial. Oleh karena… Read More
  • SMA Kornita Terima Hafiz Quran DRAMAGA–RADAR BOGOR,Prestasi bisa menjadi salah satu modal untuk memasuki sekolah favorit. Nah, SMA Kornita-IPB tahun ini mulai membuka penerimaan siswa jalur prestasi. Siswa baru ini untuk enam kelas saja. Di mana, masing… Read More
  • Kerja Sama Jepang-Indonesia di Bidang Pendidikan Memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang, Dinas Pendidikan Kota Bogor terpilih untuk bekerja sama membangun hubungan dunia pendidikan dua negara. Kunjungan kerja sama itu pun berlangsung sejak 11 hingga … Read More
  • Tampilkan Kain Khas Daerah Jelang HUT Persit BOGOR–RADAR BOGOR, Persatuan Istri Prajurit (Persit) Kartika Candra Kirana Koordinator Cabang Resort Militer 061/Suryakancana, kemarin (19/2) menggelar Lomba Menjahit Kreasi Khas Kain Daerah menyam­but HUT ke-72 Persit.K… Read More
  • Kapolresta Temui Ulama BOGOR–RADAR BOGOR,Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengunjungi Pondok Pesantren Ma’had Nurul Fata di Jalan Pabuaran, Kampung Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Tujuannya, mempererat silatur… Read More

0 komentar:

Post a Comment