Banner 1

Wednesday, 21 August 2019

Fadli Zon: Tangkap Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Papua


JAKARTA-RADAR BOGOR, Pemicu utama terjadinya kerusuhan masa yang berujung pada pembakaran kantor DPRD Manokwari, Papua masih belum jelas. Karena itu Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon me‎ndorong supaya adanya invesitagasi dari kasus tersebut.
Menurut Fadli, kasus ini perlu diperjelas, karena ada dugaan kesalapahaman terkait jatuhnya bendera merah putih pada Jumat (16/8) di Surabaya, Jawa Timur.
‎”Mungkin yang perlu investigasi terhadap dugaan-dugaan, soal pelecehan terhadap bendera merah putih kita, atau juga melakukan ucapan yang rasis ya. Ini agar semuanya jelas, tangkap antor intelektualnya,” ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/8).
Selain itu Fadli mengatakan, perlu juga dicari aktor intelektual yang membuat Papua menjadi panas. Sehingga berujung pada kerusuhan dengan pengrusakan fasilitas umum.
‎”Ada pengusutan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab, penegak hukum harus bergerak untuk menyelesaikan masalah ini sehingga ada keadilan,” katanya.
Selain itu, Fadli juga meminta semua pihak untuk bisa menenangkan situasi ini. Sebab yang terjadi di Papua itu dipicu oleh isu sensitif. Sehingga mengakibatkan masyarakat di bumi cenderawasih ini marah.
“Kita teruskan pada pihak terkait, pada institusi kepolisian untuk segera mengusut pihak-pihak yang dianggap bisa memicu atau memprovokasi keadaan,” ungkapnya.
Selain itu, DPR juga berencana menggelar rapat dengan Tim Pemantauan Otsus Papua. Nantinya hasil dari rapat tersebut akan disampaikan ke pemerintah supaya kejadian di Papua saat ini tidak terulang lagi di kemudian hari.
“Nanti kami juga akan melakukan rapat dengan tim Pemantauan Otsus Papua, untuk menerima masukan-masukan sehingga kita bisa menyampaikan ke pihak pemerintah,” pungkasnya.
Sekadar informasi, kerusuhan di Manokwari, Papua Barat karena sebanyak 43 orang anggota aliansi mahasiswa Papua dibawa ke markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya dari asrama mereka di Jalan Kalasan, Sabtu, 17 Agustus 2019.
Penggerebekan itu diduga akibat kesalahpahaman setelah Bendera Merah Putih milik Pemerintah Kota Surabaya terjatuh di depan asrama. Hal ini pun lantas memicu kemarahan massyarakat di Manokwari sehingga kantor DPRD di Papua Barat dibakar. (JPG)

Related Posts:

  • Gandeng 100 Ribu Sobate-UMKM PT Tele Utama Nusantara (TUN) siap mem­bantu kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengem­bang­kan usa­ha secara cepat, efektif, dan efisien melalui pemanfaatan ekonomi digital.TUN menawarkan TeleShop, seb… Read More
  • KMB Tuntut Rombak Direksi PDPPJ BOGOR–RADAR BOGOR, Puluhan orang yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Bogor (KMB) menggeruduk Kantor Wali Kota, Senin (12/3) kemarin. Kedatangan mereka menuntut agar Direktur Operasional Perusahaan Daerah Pasar Pakuan J… Read More
  • Hibah Bansos Gunakan Aplikasi Sahabat BOGOR–RADAR BOGOR, Tahun ini, Pemkot Bogor melalui APBD 2018 kembali mengucurkan dana hibah sebesar Rp108.083.781.785. Rencananya, pemkot juga akan menerapkan pengajuan hibah bantuan sosial (bansos) berbasis online pada aw… Read More
  • JLD Bakal Dibangun Lagi Tak lama lagi kelanjutan proyek Jalan Lingkar Dramaga (JLD) akan terlihat jelas. Musababnya, Dinas PUPR Kabupaten Bogor meng­gulirkan dana sebesar Rp36,2 miliar.Pembangunan jalan terbagi ke dalam dua tahap. Untuk Seksi I m… Read More
  • Pesta Miras, Belasan Pemuda Ditangkap Aparat kepolisian Polsek Limo dan Tim Jaguar Polresta Depok mengamankan belasan pemuda dan ”cabe-cabean” saat pesta miras di Jalan Koman Muin RT 01/04 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Sabtu (10/3) dini hari.Kapolsek Limo Ko… Read More

0 komentar:

Post a Comment