Banner 1

Tuesday, 6 August 2019

Ayah dan Anak Gantung Diri di Bojonggede, Diduga Ini Penyebabnya


BOJONGGEDE-RADAR BOGOR, Seorang bapak beserta anaknya mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Senin (5/8/2019) siang.
Kejadian itu pertama kali diketahui Supriatin (32), salah seorang tetangga. Dia mengatakan, tetangganya RH (40) itu sudah sejak Minggu (4/8/2019) tidak terlihat.
“Soalnya motornya ada. Sendalnya juga ada,” kata wanita yang akrab disapa Titin itu.
Dia mengaku, kecurigaannya bertambah saat kebiasaan sang tetangga yang sering memutar lagu dan memanaskan motor, tidak dilakukan pada pagi hari.
Setelah salah seorang sanak saudara korban mendatangi rumahnya dan mendobrak pintu, ditemukan Rudi dan anaknya sudah tergantung.
Kanit Reskrim Polsek Bojonggede, Iptu Jajang Rahmat menyimpulkan korban meninggal disebabkan bunuh diri. Karena tidak ada tanda bekas kekerasan lain di tubuh dan barang korban masih lengkap.
“Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan adik korban. Si korban ini gantung diri karena diduga stress setelah ditinggal istrinya. Sementara anaknya, DFN (8) menderita kekurangan fisik,” kata Jajang.
Diketahui, sang istri meninggal sejak setahun lalu. “Korban memang mengeluh selalu ingin bertemu istrinya, ditawari menikah lagi tidak mau,” kata Jajang.
Jajang menerangkan, anak korban divonis permanen menderita tuna netra dan tuna wicara. “Mungkin korban tidak kuat dengan kondisi itu hingga memutuskan mengakhiri hidup,” kata Jajang.
Saat ditemukan, kedua jasad tergantung saling berhadapan. Diduga, sang anak dibunuh lebih dahulu sebelum Rudi gantung diri. “Keluarga korban menolak untuk diautopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” kata Jajang.(pin/cek/pojokbogor)

Related Posts:

0 komentar:

Post a Comment