Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Tuesday, 4 April 2017

Video Ahok di Kepulauan Seribu dan Balai Kota Diputar



Jakarta - Persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dimulai dengan memeriksa barang bukti dari jaksa penuntut umum (JPU). Bukti yang diperiksa yakni video Ahok yang diputar dalam persidangan.

Ada 3 video yang diputar yakni video pidato Ahok soal Al-Maidah ayat 51 yang disampaikan Ahok di Kepulauan Seribu dengan durasi singkat, video Ahok saat di Balai Kota dan video pidato Ahok soal Al-Maidah ayat 51 versi lengkap.

Setelah video kedua di Balai Kota diputar, ketua majelis hakim Dwiarso Budi bertanya kepada Ahok. "Sudah lihat ya pembicaraan terdakwa?"

"Iya setiap hari begitu," ujar Ahok.

"Jaksa penuntut umum tolong video yang sudah diputar diserahkan ke PP," ujar Dwi.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena menyebut dan mengaitkan surat Al Maidah 51 dengan Pilkada DKI. Penyebutan surat Al Maidah 51 ini disampaikan Ahok saat bertemu warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. 

Sumber:(Detik.com)

Sumarsono Monitor DPT Putaran Kedua di Rutan, Lapas dan Apartemen



Jakarta - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono akan memonitor beberapa lapas dan apartemen. Ini dilakukan untuk membenahi masalah daftar pemilih tetap (DPT) di pilkada DKI Jakarta putaran kedua pada 19 April mendatang.

Sumarsono mengatakan kedua wilayah tersebut tercatat partisipan pemilihnya terendah pada pilkada putaran pertama.

"Sangat rendah. Di apartemen 40%, di lapas juga banyak yang nggak memilih atau kita nggak tahu bagaimana kualitas pemilihannya. Jadi memastikan kepada kalapas bagaimana prosedur supaya bisa terdaftar," terang Sumarsono di pendopo Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (4/4/2017).

Sumarsono berencana mengunjungi rutan Salemba dan Cipinang sebagai kontrol. Ia akan memantau apa saja yang menjadi penghambat daftar pemilih tetap (DPT) di rutan belum mendapatkan hak pilihnnya.

"Kalau suket saja nggak ada bagaimana mungkin (terdaftar). Ya kita lihat, koordinasi ke KPU," keluhnya.

Selain rutan, apartemen yang juga akan dikunjungi adalah Apartemen Mediterania, Jakarta Barat, dan Apartemen Oasis, Jakarta Pusat. Ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan Sumarsono untuk merangkul pihak kalapas, apartemen, bersama KPU.

Mendagri Tjahjo Kumolo sebelumnya menyatakan ada 136 ribu warga DKI yang belum terdaftar e-KTP. Pemerintah lalu berusaha mengejar untuk mendata sebelum Pilgub DKI putaran pertama pada 15 Februari lalu dan kini hanya tersisa 56 ribu. Jumlah itulah yang dikejar untuk didata agar bisa masuk DPT sehingga bisa mengikuti Pilgub DKI putaran kedua.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshiddiqie juga menyoroti soal masalah DPT di DKI yang dianggapnya kurang maksimal. Ia meminta KPU melakukan perbaikan dalam persiapan putaran kedua Pilgub DKI.

"DPT-nya nggak beres, itu perbaiki, mumpung ada waktu. Contohnya saya sendiri (mengecek), waktu pemungutan suara saya ke Lapas Salemba, ada 3.861 penghuni. Sekitar 10 persen saja yang ber-KTP luar DKI. Jadi 3.500 di dalam, tapi yang milih hanya 349. Artinya, 15-an persen. Ada masalah pendaftaran pemilu," papar Jimly, Senin (6/3). 

sumber:(detik.com)

95 SMK di Kota Bogor Ikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer



BOGOR – Sementara Ketua MKKS SMK Kota Bogor Mulyana Murprihartono, mengatakan, sebanyak 95 SMK di Kota Hujan seluruhnya mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer tahun ini. Dengan jumlah peserta didik sebanyak 11.100 siswa.

Jumlah itu, kata Kepala SMK NIBA Bogor ini, termasuk dengan jumlah peserta didik di tiga sekolah yang memiliki empat angkatan di dalamnya. Untuk yang terpaksa bergabung ujian, ada sebanyak 20 SMK.

“Untuk jumlah peserta saya kurang hafal. Yang jelas, 20 sekolah yang gabung sudah disiapkan,” tukasnya.

Sejumlah persiapan terus digeber sekolah sejak pekan kemarin. Seperti halnya SMK Negeri 1 Bogor, yang mengklaim siap menggelar UNBK 2017.

“Sudah siap, jaringan internet, fasilitas komputer, hingga singkronisasi, tinggal pelaksanaannya saja,” ujar Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan SMK 1 Bogor Solihin.

Berkaca dari UNBK tahun lalu, menurut Solihin, pihaknya belum pernah mengalami hambatan berarti yang mengganggu pelaksanaan ujian. Hanya saja dirinya mewanti-wanti akan matinya listrik secara tiba-tiba.

“Insya Allah PLN support. Tahun lalu pun di SMK 1 tidak terjadi mati listrik, semoga tahun ini bisa lancar seperti tahun lalu,” kata dia.

Sebagai informasi, pelaksanaan UNBK SMA berlangsung Senin (10/4). Di Kabupaten Bogor, terdapat 400 siswa dari 30 sekolah terpaksa nebeng ujian di sekolah lain.

Mereka bergabung dengan siswa dari 173 sekolah yang telah memiliki peralatan lengkap. Sehingga total tahun ini sebanyak 17.200 siswa yang mengikuti UNBK.

“Total 98 persen ikut UNBK, sisanya manual,” ujar Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Bogor, Bambang Supriyadi.

Sementara Ketua MKKS SMA Kota Bogor, Surya Setiamulyana, menjelaskan, tahun ini ada 6.341  siswa dari 49 SMA yang ikut UNBK. Rinciannya; 10 SMA negeri dan 39 SMA swasta.

Dari 49 sekolah itu, ratusan siswa dari 14 sekolah terpaksa nebeng ke sekolah lain yang lebih memadai seperti SMA YPHB Plus, SMA Kamandaka, dan SMA Dasa Semesta.

“Tapi 100 persen siswa SMA di Kota Bogor mengikuti UNBK,” jelasnya.

Di bagian lain, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengimbau semua pihak untuk mengutamakan kejujuran.

”Saya imbau sekolah jauhkan praktek kecurangan dan utamakan kejujuran dalam penyelenggaraannya,” katanya melalui keterangan resmi Minggu (02/04/2017).

Pengamat pendidikan dari UIN Syarif Hidayatullah Jejen Musfah mengatakan bahwa imbauan Mendikbud untuk mengutamakan kejujuran sangat beralasan.

Menurutnya, selama ini, ujian nasional kerap diwarnai kecurangan.

Bukan hanya dilakukan oleh siswa dan orang tua. Tetapi juga oleh guru, kepala sekolah, bahkan parfa pengawas ujian.

”Saya sepakat dengan Pak Menteri. Kejujuran itu memnag mudah diucapkan. Tapi berat untuk dilakukan,” katanya.

Saking selalu terciderai kecuangan, Jejen menyarankan Kemendikbud bekerja sama dengan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) untuk terus menggaungkan kejujuran.

”Ini ritual tahunan yang enggak pernah sepi dari praktik kecurangan,” ungkap Jejen.

Kecurangan ini juga dikatakan Jejen bisa terjadi pada UN SMK yang tengah berlangsung. Terlebih, sistem ujiannya sudah berbasis komputer.

Ini, kata Jejen, malah makin membuka peluang orang untuk bisa mencuri soal dengan mudah.

Karena bersifat online dan disimpan di sistem komputasi awan, peluang untuk dijebolnya jadi lebih besar ketimbang soal yang berbasis kertas.

”Online itu lebih mudah. Lebih rawan karena bisa diakses oleh siapa saja.

Saya pikir, Menteri perlu berpesan kepada hacker untuk jangan menggunakan kemampuannya untuk memperkaya diri. Teritama dengan membobol soal ujian,” terangnya.

Hal agak berbeda dilontarkan Mansur, pengurus Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Alih-alih mengkhawatirkan akan terjadi kecurangan, Mansur lebih menggarisbawahi kematangan persiapan.

”Dalam UNBK ini, yang harus diperhatikan betul adalah alatnya. Yakni komputer atau laptop, listrik, dan sambungan internet. Kalau semuanya aman, UN akan berjalan lancar,” tuturnya.

Mansur menambahkan, saat ini, tidak semua alat merupakan inventaris sekolah. Ada yang meminjam dari siswa, ada juga yang meminjam dari sekolah lain. Sehingga kondisinya akan berbeda.

”Bisa saja terjadi masalah teknis di tengah ujian. Itu yang harus diperhatikan,” katanya.

Terkait kebocoran soal, Mansur yakin dengan sistem berbasis komputer ini, kebocoran soal akan minim terjadi.

Menurutnya, dengan sistem tersebut, soal baru bisa dibuka lima menit sebelum ujian dimulai. Dengan begitu, kebocoran akan sulit terjadi.

”Lagi pula, tiap siswa dengan komputernya masing-masing akan dapat soal yang berbeda. Kemungkinannya kecil sekali (untuk bocor),” terangnya.

Sumber:(pojok jabar)

Monday, 3 April 2017

Diduga Akan Melakukan Penculikan, Warga Sukabumi Amankan Wanita tanpa Identitas


SUKABUMI – Jajaran Polres Sukabumi Kota mengamankan seorang wanita yang dicurigai seorang penculik oleh masyarakat Kampung Baru Skip RT 2/9 Kelurahan Sriwidari Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi, Minggu (2/4/2017).

Namun, Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Muhammad Devi Farsawan mengaku kesulitan saat berkomunikasi.

“Ya benar (mengamankan). Tapi kami akan membawanya kepisikiater terlebih dahulu untuk mengecek kesehatannya. Soalnya, saat dipintai keterangan terduga pelaku penculikan ini jawabannya ngelantur kesana kemari,” tuturnya kepada Radar Sukabumi.

Selain itu, wanita itu juga tak mau bicara ketika ditanya oleh pihak penyidik. Tapi saat disuruh menulis nama serta alamat lengkapnya, wanita yang mengenakan pakaian warna kuning tersebut menulisnya dengan lengkap.

“Saat menuliskan namanya, wanita itu bernama Nengsi Utami (43) warga Kampung Cigombong, Desa Cigombong, Kabupaten Bogor. Itu data pertama dari pengakuannya kepada kita,” kata Devi.

Meski begitu, pihaknya tetap akan menyelidiki kecurigaan masyarakat yang telah menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Lantaran, pihaknya akan selalu menyikapi setiap laporan serta keluhan masyarakat di wilayah hukumnya itu.

“Kami akan terus menyelidiki lebih lanjut terkait wanita tanpa identitas itu. Sekarang, masih diperiksa oleh petugas Unit Khusus Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” terangnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan warga Dadan Ramdani (34) yang juga saksi mata mengatakan, awal mula pihaknya tak merasa curiga adanya wanita yang berdiri di pinggir sungai di kampungnya tersebut.

Kecurigaannya muncul setelah wanita tersebut melihat anak kecil yang sedang berenang dengan keponakannya.

“Saat anak-anak selesai mandi, ternyata dia menguntit sampai ke rumah dan hendak masuk. Namun, ibu saya memergokinya. Saat ditanya, dia balik badan lalu lari ke tetangga dan malah mau masuk juga. Akhirnya ramai dan di tangkap oleh warga,” terangnya.

Setelah terpojok, lanjut Dadan, pihaknya beserta dengan masyarakat lainnya mempertanyakan maksud dan tujuannya masuk kedalam rumahnya itu.

Tapi saat dipintai klarifikasinya, wanita tersebut malah berontak serta melakukan perlawanan. Otomastis warga dikampungnya itu tersulut emosi.

Untuk kejadian yang tidak diinginkan, akhirnya wanita tersebut dibawa oleh pihak kepolisian.

“Wanita itu sudah dua kali datang ke kampung ini. Dulu, pada malam hari setelah Isya mondar-mandir dan mendatangi warga yang punya anak kecil. Saat ditanya, wanita itu malah lari dan sempat dikejar tapi menghilang,” katanya.
(cr5/rdrsmi)

sumber:POJOKJABAR.com,

Punya Hak Sama, Kota Bogor Deklarasikan Kota Ramah ABK


BOGOR – Autisme di Kota Bogor kini bukan lagi hal yang menakutkan. Anak yang berkondisi autis tidak selayaknya disembunyikan dari masyarakat luas. Sebab, di balik kondisi kejiwaan mereka yang mengalami sedikit perbedaan,

sejatinya banyak kelebihan dan keistimewaan yang dimiliki di berbagai bidang.

Salah satunya yang ditunjukkan dalam perayaan Hari Autis Sedunia, yang diadakan Pemkot Bogor, di Tugu Kujang dan Lawang Salapan, Minggu (02/04/2017).

Puluhan penyandang autis berkumpul untuk menunjukkan berbagai bakat yang dimiliki. Mulai seni menari, musik hingga orasi di depan masyarakat.

Bertajuk Light It Up Blue (LIUB), acara yang dihadiri ratusan orang dengan berbusana biru itu, diisi dengan deklarasi Kota Ramah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang dibacakan oleh Walikota Bogor Bima Arya.

Menurut Bima, tidak semua warga Kota Bogor paham bagaimana memperlakukan dan menumbuhkembangkan ABK.

Peringatan hari peduli autisme pun menjadi evaluasi untuk Pemkot Bogor, bahwa sejauh mana pemkot telah mendesain program dan infrastruktur yang ramah untuk ABK.

“Rangkaian kegiatan ini bisa memberikan pesan bagi semuanya untuk dapat lebih peduli lagi atas semua hal yang dibutuhkan anak-anak berkebutuhan khusus,” katanya, di sela-sela sambutannya.


Di akhir sambutannya, suami Yane Ardian itu membacakan naskah deklarasi untuk Kota Ramah ABK.

Poin deklarasi tersebut, antara lain, menjamin setiap ABK untuk mendapatkan kesamaan akses ke segala aspek dalam kehidupan, sehingga nantinya bisa menjadi genarasi penerus yang andal.

Kemudian, menjamin ABK di Kota Bogor mendapatkan perlakuan yang manusiawi, mendapatkan pendidikan yang bermutu tanpa menerima perlakuan diskriminatif.

“ABK di Kota Bogor juga mendapat jaminan kebebasan untuk berinteraksi dengan siapa pun di lingkungan mana pun,” tuturnya.

Ketua panitia acara, Maya Rahmayanti mengibaratkan, mengurus ABK seperti memelihara ikan yang istimewa dalam sebuah akuarium.

Sebagai pengasuh diwajibkan untuk memeriksa kadar keasaman air dan kebersihan akuarium tersebut, untuk memastikan ikan istimewa itu tumbuh dan berkembang lebih besar.

Namun, menurutnya, sangat disayangkan jika ikan yang dianggap istimewa,  hanya dibesarkan di akuarium. Sebab, perlu juga berinteraksi dengan ikan-ikan lainnya.

Maka, perlu ditempatkan di kolam, bahkan samudra yang lebih luas, agar semakin banyak orang yang bisa melihat keistimewaannya.

“Dia perlu ditempa oleh kesulitan, dia perlu mendapatkan pelajaran berharga mengenai kehidupan di luar akuariumnya,” terangnya.

Ia menyebutkan bahwa Kota Bogor merupakan kota keempat di Indonesia, dan pertama di Jawa Barat yang berpartisipasi dalam kegiatan yang biasa diperingati oleh 162 negara di 72 benua itu.

Untuk kegiatan lanjutan, menurutnya, masih ada dua rangkaian lagi yang juga dilaksanakan pada bulan April.

“Ada tiga rangkaian besar acara di bulan April, diawali hari ini (kemarin, red). Kedua, tanggal 20 April, ‘Workshop Keberagaman ABK’ di Balaikota Bogor.

Kemudian, acara penutupan pada 30 April dengan special performance dan booth konsultasi di Mal Botani Square,” paparnya.

Dalam deklarasai tersebut, dimeriahkan pula dengan tabuhan perkusi, tari jaipong, dan pembacaan doa oleh ABK asal Kota Bogor.
(radar bogor/cr3/c)

sumber:POJOKJABAR.com,

Siaga Bentengi Ulama, 63 Anggota Banser GP Ansor Cianjur Digembleng


CIANJUR – Sedikitnya 63 anggota Barisan Serbaguna (Banser) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cianjur digembleng habis-habisan dalam giat Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) yang dilangsungkan di Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Sabtu (3/4/2017).

Giat tersebut diikuti oleh empat Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor, diantaranya PAC Ciranjang, Haurwangi, Cilaku, dan PAC Pacet. Diklatsar juga diikuti oleh perwakilan Banser dari Kabupaten Sukabumi.

Ketua Pelaksana Diklatsar, Kusnadi mengatakan, giat diklatsar Banser untuk tahap pertama di tahun 2017 ini merupakan sebuah gebrakan baru yang menjadi program pengurus GP Ansor Kabupaten Cianjur.

Di tahun 2017 ini, GP Ansor Cianjur menargetkan rekrutmen 1.000 anggota Banser dari 32 desa dan 364 desa/kelurahan se-Kabupaten Cianjur.

“Program rutin semacam ini, akan dilanjut dengan program-program selanjutnya yang bersifat wajib dan mutlak untuk dilaksanakan sebagai tindak lanjut,” kata Kusnadi.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Cianjur, Dedi Suherli Al-Azizi dalam sambutannya mengatakan, Kader Ansor dan Banser saat ini kehadirannya sangat di butuhkan oleh masyarakat, negara dan agama.

Satu-satunya komponen bangsa yang ideologinya sangat tepat bagi bangsa Indonesia yang majemuk, tak lain kader-kader Islam Ahlusunnah Wal Jamaah (Aswaja) Anahdliyah yang berkomitmen terhadap nasionalisme dengan menjaga keutuhan NKRI namun tetap menjadikan agama sebagai spirit bagi terwujudnya negara yang adil.

“Jadi, dalam hal ini Islam Aswaja, yang rahmatan lil alamin yang sangat cocok bagi Indonesia. Dan Islam seperti ini di Indonesia diwakili oleh NU dan Ansor sebagai generasi mudanya. Itulah mengapa kaderisasi di kalangan muda NU dan Ansor perlu terus di galakan, karena kita yakin bahwa kitalah satu satunya solusi bagi kemajuan peradaban pada bangsa ini,” tegas anggota Komisi I DPRD Cianjur tersebut.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PC PMII Cianjur itu menilai, dua komponen bangsa Indonesia yang kadung merebak dianggap sudah terlalu ekstrim, baik ekstrim kiri maupun kanan. Pertama nasionalisme Sekuler dan yang kedua konservatisme islam atau disebut islam garis keras.

“Ideologi nasionalisme sekuler, justru akan mengesampingkan agama sehingga masyarakat akan terdorong menjadi individualis, konsumtif, dan materialistis. Sementara yang konservatif justru cenderung menjadikan agama sebagai tunggangan kepentingan politik yang akan merendahkan nilai-nilai agama itu sendiri,” imbuh Dedi yang saat itu langsung meresmikan kegiatan.
(radar cianjur/lan)

sumber:POJOKJABAR.com,

95 SMK di Kota Bogor Ikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer


BOGOR – Sementara Ketua MKKS SMK Kota Bogor Mulyana Murprihartono, mengatakan, sebanyak 95 SMK di Kota Hujan seluruhnya mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer tahun ini. Dengan jumlah peserta didik sebanyak 11.100 siswa.

Jumlah itu, kata Kepala SMK NIBA Bogor ini, termasuk dengan jumlah peserta didik di tiga sekolah yang memiliki empat angkatan di dalamnya. Untuk yang terpaksa bergabung ujian, ada sebanyak 20 SMK.

“Untuk jumlah peserta saya kurang hafal. Yang jelas, 20 sekolah yang gabung sudah disiapkan,” tukasnya.

Sejumlah persiapan terus digeber sekolah sejak pekan kemarin. Seperti halnya SMK Negeri 1 Bogor, yang mengklaim siap menggelar UNBK 2017.

“Sudah siap, jaringan internet, fasilitas komputer, hingga singkronisasi, tinggal pelaksanaannya saja,” ujar Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan SMK 1 Bogor Solihin.

Berkaca dari UNBK tahun lalu, menurut Solihin, pihaknya belum pernah mengalami hambatan berarti yang mengganggu pelaksanaan ujian. Hanya saja dirinya mewanti-wanti akan matinya listrik secara tiba-tiba.

“Insya Allah PLN support. Tahun lalu pun di SMK 1 tidak terjadi mati listrik, semoga tahun ini bisa lancar seperti tahun lalu,” kata dia.

Sebagai informasi, pelaksanaan UNBK SMA berlangsung Senin (10/4). Di Kabupaten Bogor, terdapat 400 siswa dari 30 sekolah terpaksa nebeng ujian di sekolah lain.

Mereka bergabung dengan siswa dari 173 sekolah yang telah memiliki peralatan lengkap. Sehingga total tahun ini sebanyak 17.200 siswa yang mengikuti UNBK.

“Total 98 persen ikut UNBK, sisanya manual,” ujar Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Bogor, Bambang Supriyadi.

Sementara Ketua MKKS SMA Kota Bogor, Surya Setiamulyana, menjelaskan, tahun ini ada 6.341  siswa dari 49 SMA yang ikut UNBK. Rinciannya; 10 SMA negeri dan 39 SMA swasta.

Dari 49 sekolah itu, ratusan siswa dari 14 sekolah terpaksa nebeng ke sekolah lain yang lebih memadai seperti SMA YPHB Plus, SMA Kamandaka, dan SMA Dasa Semesta.

“Tapi 100 persen siswa SMA di Kota Bogor mengikuti UNBK,” jelasnya.

Di bagian lain, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengimbau semua pihak untuk mengutamakan kejujuran.

”Saya imbau sekolah jauhkan praktek kecurangan dan utamakan kejujuran dalam penyelenggaraannya,” katanya melalui keterangan resmi Minggu (02/04/2017).

Pengamat pendidikan dari UIN Syarif Hidayatullah Jejen Musfah mengatakan bahwa imbauan Mendikbud untuk mengutamakan kejujuran sangat beralasan.

Menurutnya, selama ini, ujian nasional kerap diwarnai kecurangan.

Bukan hanya dilakukan oleh siswa dan orang tua. Tetapi juga oleh guru, kepala sekolah, bahkan parfa pengawas ujian.

”Saya sepakat dengan Pak Menteri. Kejujuran itu memnag mudah diucapkan. Tapi berat untuk dilakukan,” katanya.

Saking selalu terciderai kecuangan, Jejen menyarankan Kemendikbud bekerja sama dengan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) untuk terus menggaungkan kejujuran.

”Ini ritual tahunan yang enggak pernah sepi dari praktik kecurangan,” ungkap Jejen.

Kecurangan ini juga dikatakan Jejen bisa terjadi pada UN SMK yang tengah berlangsung. Terlebih, sistem ujiannya sudah berbasis komputer.

Ini, kata Jejen, malah makin membuka peluang orang untuk bisa mencuri soal dengan mudah.

Karena bersifat online dan disimpan di sistem komputasi awan, peluang untuk dijebolnya jadi lebih besar ketimbang soal yang berbasis kertas.

”Online itu lebih mudah. Lebih rawan karena bisa diakses oleh siapa saja.

Saya pikir, Menteri perlu berpesan kepada hacker untuk jangan menggunakan kemampuannya untuk memperkaya diri. Teritama dengan membobol soal ujian,” terangnya.

Hal agak berbeda dilontarkan Mansur, pengurus Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Alih-alih mengkhawatirkan akan terjadi kecurangan, Mansur lebih menggarisbawahi kematangan persiapan.

”Dalam UNBK ini, yang harus diperhatikan betul adalah alatnya. Yakni komputer atau laptop, listrik, dan sambungan internet. Kalau semuanya aman, UN akan berjalan lancar,” tuturnya.

Mansur menambahkan, saat ini, tidak semua alat merupakan inventaris sekolah. Ada yang meminjam dari siswa, ada juga yang meminjam dari sekolah lain. Sehingga kondisinya akan berbeda.

”Bisa saja terjadi masalah teknis di tengah ujian. Itu yang harus diperhatikan,” katanya.

Terkait kebocoran soal, Mansur yakin dengan sistem berbasis komputer ini, kebocoran soal akan minim terjadi.

Menurutnya, dengan sistem tersebut, soal baru bisa dibuka lima menit sebelum ujian dimulai. Dengan begitu, kebocoran akan sulit terjadi.

”Lagi pula, tiap siswa dengan komputernya masing-masing akan dapat soal yang berbeda. Kemungkinannya kecil sekali (untuk bocor),” terangnya.
(radar bogor/ran/wil/jpg/c)

sumber:POJOKJABAR.com,

Dijanjikan jadi PNS, Dinikahi Siri sama Pak Bupati....



 CIREBON - Pendopo Kabupaten Cirebon sedang digoyang kabar tak sedap. Bupati Sunjaya Purwadisastra dikabarkan pernah menikah siri, namun menolak mengakuinya.

Tak terima bantahan Pak Bupati, Elly Indriyanti (34) wanita yang disebut menjadi istri siri Bupati Cirebon itu menggelar jumpa pers lewat keluarganya.

Ayah Elly, Juladi, hadir langsung dan blakblakan di hadapan wartawan, akhir pekan kemarin. Warga Blok Sigobang, RT 05 RW 01 Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan itu mengatakan putrinya kini shock berat.

Apalagi setelah Bupati Sunjaya Purwadisastra memberikan pernyataan resmi bahwa dia tak pernah menikah siri dengan Elly.

Juladi mengklaim, Bupati Sunjaya secara sah menikahi Elly dengan mahar Rp 5 juta, dan Rp 2 juta untuk saksi. Menurut dia, pernikahan anaknya dengan Sunjaya terjadi di salah satu ruangan di Pendopo Bupati pada tanggal 7 September 2014.

“Dalam pernikahan itu ada empat orang. Saya sebagai orang tua, kiai yang menikahkan, anak saya, dan Sunjaya,” tutur Juladi didampingi kuasa hukum Elly, Yudia Alamsyach, seperti dikutip dari Radar Cirebon.

Juladi menceritakan, awal mula pernikahan siri itu ketika dirinya bersama Elly datang ke Pendopo Bupati Cirebon untuk menagih janji bupati yang akan memberikan pekerjaan dan menjadikan Elly sebagai PNS. Dalam pertemuan itu, Sunjaya menawarkan untuk menikahi Elly secara siri.

“Kami diajak masuk ke kamar, bertiga dan Pak Sunjaya. Pak Sunjaya bilang, sudah daripada bekerja lebih baik nikah siri saja dengan saya. Saya dan anak pun akhirnya setuju karena dijanjikan dapat uang bulanan Rp 10 juta per bulan, rumah dan jadi PNS. Pernikahan pun dilakukan sekitar pukul 17.00,” ungkapnya.

Setelah menikah, Juladi pulang meninggalkan pendopo, sementara Elly tetap di pendopo. “Anak saya pulang pergi dari rumah ke pendopo. Di pendopo diperlakukan seperti pembantu dan memang pura-pura jadi pembantu karena takut ketahuan. Sesekali menginap di pendopo, tapi tidak satu kamar,” kata Juladi, menirukan ucapan Elly.

Selama pernikahan siri berlangsung, kata Juladi, Sunjaya tak kunjung menepati janjinya menafkahi Rp 10 juta per bulan, membelikan rumah dan menjadikan Elly sebagai PNS. Per bulan, Elly hanya diberi uang Rp 500 ribu yang diberikan melalui transfer bank.

“Uang Rp500 ribu itu bukan untuk biaya bulanan, tapi bayar kredit motor,” bebernya.

Pernikahan siri itu tidak berlangsung lama. Setelah empat bulan, Sunjaya menceraikan Elly melalui sambungan telepon selular.

Juladi mengaku Sunjaya sempat mendatangi rumahnya dan meminta mencabut laporan di Polres Cirebon Kota. “Saya menolak mencabut laporan itu karena perasaan sakit anak saya sudah dipendam cukup lama. Kami baru berani melapor ketika kami merasa cocok dengan tim kuasa hukum ini,” pungkasnya.

 
Sumber:jpnn.com

Sita Enam Kilogram Ganja, Tiga Pengedar Ganja Dibekuk Polres Sukabumi



 SUKABUMI – Polres Sukabumi melalui Satgas Anti Narkoba, berhasil menangkap tiga orang terduga pengedar narkotika jenis daun ganja di Perum Mekarsari Desa/Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, belum lama ini.

Ketiga pelaku beserta barang bukti sudah diamakan di Mapolres Sukabumi dan ditetapkan sebagai tersangka.

Tiga pelaku tersebut diketahui berinisial RC (32), AN (39) dan AA (22). Dari tangan ketiganya, polisi berhasil mengamankan enam kilogram daun ganja kering dan diantarnya siap edar.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, barang haram tersebut diduga berasal dari Purwakarta.

Hal tersebut diketahui dari hasil penangkapan salah satu tersangka RC (32) sekitar pukul 08.30 WIB di rumahnya.

Kemudian, dilakukan pengembangan kepada tersangka lainnya.

“Tiga pelaku ini telah terjerat penyalahgunaan narkotika karena kedapatan memiliki, menyimpan dan menguasai narkotika jenis ganja kering,” tutur Kasat Narkoba Polres Sukabumi, AKP Jajang Tardiana.

Menurut Jajang, dari hasil penggeledahan di rumah RC, ditemukan beberapa barang bukti berupa satu paket sedang ganja kering berlakban coklat yang dibungkus kertas dan satu buah bungkus rokok yang di dalamnya berisikan satu paket kecil ganja.

“Barang tersebut dibungkus kertas,” ungkapnya.

Dari hasil keterangan tersangka RC, polisi mendapat informasi bahwa barang tersebut didapatkan dari tangan AN.

Kemudian, tim segera melakukan pengembangan dan berhasil menangkap AN beserta barang buktinya.

“Dari tangan AN, kami sita satu buah karung warna putih merk DSI yang di dalamnya berisikan dua paket besar daun ganja kering dibungkus plastik hitam berlakban bening. Selain itu, satu buah kantong plastik hitam yang di dalamnya berisikan sembilan paket kecil narkotika jenis daun ganja kering berlakban coklat, dua paket sedang, serta satu paket besar daun ganja kering berlakban coklat berikut timbangan,” terang Jajang.

Tidak cukup disana, Jajang mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pengembangan dan kemudian berhasil menangkap kurir nya yakni AA.

Namun ternyata, dari keterangan ketiga tersangka masih ada nama yang saat ini masih dalam pengejaran.

“Para tersangka menerangkan, narkotika tersebut di dapat dari saudara Kineung (DPO) dengan cara di titipkan dengan maksud untuk di edarkan kembali. Sementara barang bukti kita sudah amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” bebernya.

Lebih lanjut Jajang menambahkan, para tersangka ini di ancam 15 tahun penjara.

“Pelaku akan dijerat dengan pasal 114 ayat 1 dan atau pasal 111 ayat 1 UU RI no. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara,” tukasnya.
 

Sumber:POJOKJABAR.com

Tiga Mobil Hancur, Ini Identitas Korban Kecelakaan Maut di Subang



SUBANG – Identitas korban kecelakaan maut yang menewaskan seorang pengandara sepeda motor dan hancurnya tiga mobil di Subang terungkap. Seorang pengendara motor yang meninggal dunia bernama Mediansyah AK Pradana (30), warga Buah Batu Bandung.

Sementara itu, pengemudi mikrobus yang oleng bernama Tarmidi Darto (45) warga Kampung Rawabebek RT 05/08, Desa Kotabaru, Kecamatan Bekasi Barat, Kabupaten Bekasi.

“Pengemudi mikrobus alami luka berat pasca kejadian,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus.

Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Umum Subang-Bandung, Kampung Dawuan, Kecamatan Ciater Minggu (2/4/2017) sekitar pukul 09.45 WIB.

Peristiwa berawal saat pengemudi mikrobus bernopol B 7085 KDA berjalan melintas dari Bandung menuju Subang. Saat itu, jalan yang dilalui menurun dan menikung. Naasnya, mikrobus tersebut hilang kendali hingga menyebabkan oleng.

“Mikrobus oleng ke bahu jalan kanan dan masuk ke jalur yang berlawanan,” jelasnya.

Sumber:(pojok jabar)

Diduga Overdosis, Lima Pemuda Sukabumi Antar Mayat ABG



SUKABUMI – Seorang remaja asal Kampung Talaga RT 03/01 Desa Cisande Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi, Fit (15) diantar lima orang pemuda pada Sabtu (01/04/2017) petang hari ke IGD BLUD RSU Sekarwangi dalam kondisi tak bernyawa.

Dari hasil otopsi pihak kepolisian, pelajar SMP kelas IX itu diduga meninggal karena over dosis.

Namun untuk lebih memastikan penyebabnya, kini petugas kepolisian dari Polsek Cibadak tengah menyelidiki kasus tersebut dengan membawa air liur korban ke Laboratorium Forensik Mabes Polri.

Informasi yang dihimpun, Fit diantar oleh lima orang pemuda dengan menggunakan Angkot 07 jurusan Cisaat-Cibadak. Setelah mengantar korban, kelima orang itu langsung beranjak pergi.

Petugas kesehatan yang menangani korban memastikan, korban telah meninggal dunia dalam perjalanan.

“Informasi dari pegawai, korban ini diantar Angkot 07 oleh lima orang ke IGD. Namun setelah diperiksa, ternyata korban sudah tak bernyawa. Sementara lima orang yang mengantar itu entah ke mana,” ujar Humas BLUD RSU Sekarwangi.

Informasi adanya remaja yang meninggal itu langsung sampai ke petugas kepolisian dari Polsek Cibadak.

Tak berselang lama, petugas kepolisian pun mendatangi rumah sakit dan meminta keterangan dari beberapa orang saksi.

Saat itu, dari tubuh korban terdapat luka lebam pada pundak dan pinggang.

“Memang ada luka lebam. Tapi untuk memastikan apakah luka itu bekas kekerasan dan penyebab kematian korban atau tidak, perlu dilakukan otopsi pada jasad korban,” beber Panit Reskrim Polsek Cibadak, Iptu Madun.

Diakui Madun, berdasarkan keterangan saksi, korban berada di Rumah Sakit lantaran diantar oleh lima orang pemuda.

Namun, ia belum memastikan apakah lima orang itu tahu atau pelaku penyebab meninggalnya korban atau bukan.

“Sudah ada petunjuk siapa lima orang itu. Kasusnya tengah kami dalami. Sementara jenazah korban akan kami lakukan otopsi,” imbuhnya.

Tanpa menunggu lama, proses otopsi pun dilakukan terhadap jasad korban.

Dari hasil otopsi yang berlangsung selama satu jam itu, tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal akibat overdosis.

“Lebam itu karena darah pada tubuh korban tersendat. Kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” aku Dokter Forensik Sekarwangi, Arif Wicaksono.

Sementara itu, kerabat korban, Sukmawan (40) mengaku pihak keluarga shock saat mendengar kabar kematian korban.

Sebelumnya, lanjut pria yang menjabat sebagai Ketua DKM setempat ini, pihak keluarga dan juga masyarakat telah mempersiapkan proses pemakaman korban.

Namun, karena pihak keluarga merasa ada yang janggal, proses pemakaman dihentikan dan meminta supaya kepolisian melakukan otopsi.

“Sudah siap (pemakaman, red), tapi pihak keluarga mencegat dan meminta supaya diproses otopsi. Pihak keluarga meminta supaya kematian korban diproses secara hukum,” pintanya.

Pasalnya, sudah seminggu ini, korban tidak pulang dan diduga penyebabnya setelah berkenalan dengan seorang pria di media sosial Facebook.

“Korban menerima kabar melalui telepelon dari orang yang tak dikenal. Setelah dikroscek, ternyata benar. Berdasarkan informasi dari keluarga, korban ini sudah satu minggu tidak pulang. Dua hari lalu sempat pulang, tapi setelah dzuhur berangkat lagi. Keluarga menerima informasi Fit ini meninggal dari orang yang tak dikenal,” tuturnya.

Sumber:(pojok jabar)

Taruna Nusantara Evaluasi Tes Psikologi di Penerimaan Siswa Baru



Jakarta - SMA Taruna Nusantara akan mengevaluasi tes psikologi (psikotes) dalam seleksi penerimaan siswa baru. Hal ini dilakukan menyusul adanya motif dendam dalam pembunuhan yang menewaskan seorang siswa kelas X SMA Taruna Nusantara, Kresna Wahyu Nurachmad (15).

"Ini juga ada di pikiran kami, kok bisa, baru kali ini pertama, ada anak yang tega, kaget, kok bisa, kami juga menelusuri penerimaan calon siswa baru, ini juga kami sedang menelusuri apakah caranya benar, yang kedua atau intsrumen psikotes benar atau tidak," ujar Humas SMA Taruna, Cecep Iskandar, saat berbincang dengan detikcom, Minggu malam (2/4/2017).

Tersangka pembunuhan terhadap Kresna adalah teman satu sekolahnya sendiri, AMR. Pihak Taruna Nusantara mengaku terkejut dengan pembunuhan tersebut padahal sebelumnya telah diadakan psikotes untuk mengetahui kondisi calon siswa. 

sumber:(detik.com)

Presiden Jokowi Terima Pansel Hakim Konstitusi di Istana


Jakarta - Panitia Seleksi (Pansel) hakim konstitusi menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta. Belum diketahui apakah pertemuan ini terkait dengan penyerahan tiga nama calon hakim konstitusi yang diseleksi atau bukan.

Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017). Ada enam orang Pansel Hakim MK yang hadir. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Presiden Jokowi yang didamping oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Pertemuan berlangsung tertutup. Belum diketahui apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Sumber:(Detik.com)