Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Thursday, 14 July 2016

Macet Parah, Contraflow di Jalan Muslihat Diuji Coba


BOGOR – Berbagai upaya untuk mengurai kemacetan di jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah. Bahkan, Polres Bogor Kota sempat melakukan uji coba contra flow atau sistem pengaturan lalu lintas yang mengubah arah normal arus kendaraan.
Wakapolres Bogor Kota, Kompol Irwansah mengatakan, sabtu (9/7/2016) sudah melakukan contra flow untuk mengurai kendaraan pribadi yang datang dari arah Jembatan Merah.
“Hanya sepuluh menit kami berlakukan,” katanya.
Menurut dia, pihaknya belum mengusulkan apakah akan dipermanenkan atau tidak. Sebab, butuh koordinasi semua pihak jika jalan Kapten Muslihat juga diberlakukan Contra Flow.
Sementara itu, Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Syaifuddin Gayo mengatakan, pemberlakuan Contra Flow di Jalan Kapten Muslihat akan memperlancar arus lalu lintas di Jalan Kapten Muslihat. Sebab, di jalan tersebut terdapat penumpukan masa dari stasiun dan pasar.
“Jika nanti terjadi penumpukan kendaraan hingga mengakibatkan kemacetan, akan kembali diberlakukan,” katanya.
Sementara itu, bukan hanya bersilaturahmi ke sanak family, lebaran selalu menjadi moment yang tepat untuk liburan bersama keluarga. Kebun Raya Bogor (KRB), water park juga wisata kuliner masih menjadi favorit para pelancong baik dari dalam maupun luar kota.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kota Bogor, Shahlan Rasyidi. Menurut dia, ada peningkatan jumlah wisatawan yang bisa dilihat dari naiknya jumlah kendaraan masuk selama libur lebaran. (ent)

Kota Bogor Minim Panti Rehabilitasi

BOGOR-Sesosok jasad pria tanpa identitas ditemukan tergeletak di parkiran ruko di kawasan Jalan Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, kemarin.

Mayat yang diduga pemulung tersebut, ditemukan pertama kali sekitar pukul 11.00 WIB. Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Syaifuddin Gayo mengatakan, pria tersebut diperkirakan berusia 50 tahun.

Menurut dia, korban tewas karena mengidap penyakit TBC. "Dia biasanya dipanggil Udin," kata Gayo.

Polisi kemudian membawa jasad itu ke RSUD Ciawi untuk diautopsi. Saat ditemukan, korban menggunakan sweater berwarna abu, celana berwarna cokelat, dan memiliki tinggi badan sekitar 160 sentimeter.
Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) mencatat pada Juni lalu tak lebih dari 20 orang gepeng yang dijaring."Memang kalau di Kota Bogor jumlah itu masih cenderung stagnan. Sementara ada 36 kategori, dari mulai anak jalanan, human trafficking, gepeng, kelompok minoritas, pengangguran, dan yang lainnya. Dan kebanyakan gepeng yang kami bina itu merupakan yang dari luar Kota Bogor," kata Kepala Disnakersostrans Kota Bogor, Annas Rusmana.
Bulan lalu saja, jelas Annas, ada lebih dari 3.800 orang yang terjaring razia saat itu. Hanya saja, gepeng masih minoritas. "Yang mendominasi itu justru anjal dan pengidap HIV. Penegak hukum tetap ada di Satpol PP, Dinsos hanya lakukan pembinaan, seperti kembalikan ke sekolah formal, pelatihan di BLK," lanjutnya. Dinsos justru menilai, jumlah gepeng tidak meningkat di tahun ini.
Annas pun mengakui, Pemerintah Kota Bogor masih kekurangan fasilitas panti untuk mewadahi hal tersebut. "Minimal panti rehabilitasi. Sudah diusulkan, namun direncanakan tahun 2020 akan ada panti dua lantai di daerah Bondongan dengan lahan 3.500 meter dan bisa menampung 500 binaan," pungkasnya.(ent)

Tuesday, 12 July 2016

Dekat Tugu Kujang, Bus Pariwisata Tabrak Pemotor


BOGOR-Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Otto Iskandardinata kemarin (11/7). Kali ini, bus pariwisata menabrak angkot dan sepeda motor. Informasi yang dihimpun, awalnya sekitar pukul 17.50 bus melaju dari arah Tugu Kujang menuju Pasar Bogor. Saat melintas di pertigaan Jalan Bangka, bus mengalami rem blong. 

Menghindari kecelakaan, pengemudi mengarahkan bus ke arah kiri jalan dan menabrak angkot. Tak hanya itu, bus menabrak sepeda motor hingga masuk ke bagian kolong.

Akibatnya, Parlindungan Siregar (56) pengendara motor F 6572 BL terlindas bus. "Korban tewas seketika di lokasi," ujar Humas Polres Bogor Kota, AKP Maman Firmansyah.

Melihat peristiwa tersebut, korban langsung dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara. Sedangkan, bus A 7859 PA lansung diamankan Unit Laka Polres Bogor Kota termasuk angkot F 1968 AI.

AKP Maman mengungkapkan, kejadian tersebut sempat membuat kemacetan karena arus kendaraan sedang ramai. "Pengemudi bus, Ruswan (29) warga Kota Tasikmalaya dan sopir angkot Yosep Sopian (29) masih kami mintai keterangan," tutur Maman. (ent)

Saturday, 2 July 2016

IPB jadi Rumah Sementara Hewan Ditinggal Mudik


BOGOR-Idul Fitri identik dengan tradisi mudik  berkumpul bersama sanak saudara. Tidak jarang, para penghuni pun meninggalkan rumah tanpa penjaga sama sekali. Permasalahan yang timbul kemudian adalah bagi mereka yang memiliki hewan peliharaan. Jasa penitipan hewan peliharaan pun menjadi salah satu solusi atas persoalan itu.

Seperti yang ditawarkan Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Institut Pertanian Bogor (IPB). Di hari-hari besar, terutama Idul Fitri, para pengurus rumah tangga pun biasanya libur. 

Oleh karena itu, beberapa klinik hewan termasuk Rumah Sakit Hewan berupaya membantu keluarga-keluarga yang ingin menitipkan hewan kesayangannya selama di rumah tidak ada orang. 

"Kami memiliki pelayanan titip sehat selama pemilik hewan mudik. Lama waktunya 3 minggu, dimulai sejak 27 Juni lalu hingga 11 Juli mendatang. Namun, kebanyakan para pemilik hewan biasanya hanya menitipkan selama 1 minggu," papar Wadir Bidang Administrasi RSHP IPB, Huda S. Darusman.

Lebih lanjut ia mengatakan, kucing dan anjing masih menjadi hewan yang paling banyak dititipkan. Ada 8 ekor kucing berukuran kecil dan 12 ekor anjing. Saat dititipkan, hewan akan mendapat penjagaan sebaik mungkin, diberikan fasilitas mulai dari kandang, mandi, juga grooming atau salon yang dilakukan sebelum dan sesudah dititpkan. 

"Juga disertai pakan sesuai standar dan kebutuhan gizi yang paling optimal. Tarifnya sendiri bervariasi, disesuaikan dengan bobot hewan tersebut," katanya. 

Range harganya, kata Huda, dimulai dari Rp35.000 hingga Rp80.000 per hari. Bagi Anda yang ingin menitipkan hewan peliharaan, jangan khawatir, RSHP IPB masih memiliki daya tampung yang mumpuni. 

Thursday, 30 June 2016

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia


BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature.


Bogor berhasil mengalahkan Jakarta dan Balikpapan sebagai peserta dari dalam negeri dan menumbangkan sejumlah kota di dunia seperti Penang (Malaysia), Rio de Janeiro (Brazil), dan Paris (Francis). 

Walikota Bogor dalam video yang diunggah di akun instagramnya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Bogor dan berharap warga kota Bogor yang dikenal dengan Bogorian tidak berpuas diri dengan pencapaian ini.

"Kompetisi boleh berakhir tapi perjuangan kita untuk Bogor yang lebih baik dan ramah lingkungan akan terus berkelanjutan," ujar Walikota yang terpilih pada tahun 2014 tersebut.




Sejumlah zetizen pun berkicau lewat akun twitter atas kemenangan yang diraih kota berjuluk Kota Hujan ini.






"Terima kasih warga Bogor,"pungkas Bima Arya.

Hadapi Arus Mudik, Terminal Baranangsiang Dianggap tak Layak



BOGOR-Tak ingin kecolongan, pemeriksaan angkutan mudik kembali dilakukan. Kemarin, giliran Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman dan Wakapolres Bogor Kota Kompol Irwansah mendatangi Terminal Baranangsiang.

Kompol Irwansyah mengimbau agar para pengemudi mengutamakan keselamatan para penumpang serta dapat mengukur kemampuan diri. Jika lelah dan mengantuk, dapat beristirahat sejenak.

Tak hanya itu, kata dia, masyarakat yang akan mudik harus memperhatikan keamanan rumah yang ditinggalkan. Di antaranya, menitipkan kepada petugas keamanan wilayah atau tetangga yang tidak mudik.

Tak hanya itu, amankan kondisi rumah ketika ditinggal, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diingikan seperti kebakaran.

Usmar Hariman mengatakan, menghadapi libur panjang Lebaran, pemerintah telah menyiapkan semua fasilitas.

Kendati kondisi infrastruktur Terminal Baranangsiang tidak layak, Usmar menegaskan, Pemkot Bogor tetap maksimal dalam memberikan pelayanan kepada warga yang akan mudik ke kampung halamannya masing-masing.

Sementara itu, walaupun wilayah Kota Bogor hanya menjadi jalur perlintasan arus mudik Lebaran, DLLAJ Kota Bogor mengaku sudah melakukan berbagai persiapan. 


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLLAJ Bogor, Endang Suherman mengatakan, untuk armada pihaknya sudah menyiapkan 526 unit bus besar yang melayani antarkota antarprovinsi (AKAP) dan 100 armada bus kecil antardota dalam provinsi (AKDP) dengan total 14 ribu kursi. 

Jelang Lebaran, Uang Palsu 'Berkeliaran' di Bogor


BOGOR-Jelang Lebaran, aksi kejahatan termasuk penipuan di Kota Bogor semakin banyak. Termasuk, yang harus diwaspadai, uang palsu hingga penipuan berkedok undian berhadiah.


Masyarakat diimbau agar teliti saat menerima uang pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Sebab, belum lama ini salah satu pedagang di Pasar Bogor mendapatkan uang palsu.

Kepala Unit Pasar Bogor, Iwan Arifin mengaku, sempat mendapat laporan terkait keberadaan uang palsu di Pasar Bogor. "Ada pedagang yang melapor mendapat uang palsu ke staf saya, beberapa bulan lalu. Belum lama ini juga ada yang melaporkan hal yang sama," kata Iwan kepada Radar Bogor kemarin.

Dengan kejadian tersebut, sedikitnya ia telah berhasil mengamankan uang palsu sebesar Rp100 ribu dengan dua lembar pecahan uang sebesar Rp50 ribu.

Tidak hanya itu, salah satu warga Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Devi (30) juga mengaku sempat mendapat uang palsu di Pasar Kebon Kembang. "Waktu itu saya nggak sadar, pas sampai rumah ternyata saya dapat uang kembalian palsu," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Bogor AKBP Andi Herindra mengatakan, motif kejahatan di bulan Ramadan memang unik. Modus lama pun, seperti peredaran uang palsu juga mulai dikeluhkan warga.

Menurutnya, untuk mencegah peredaran uang palsu, warga diharapkan harus lebih teliti jika menerima uang. Sebab, jika semua orang teliti, kemungkinan adanya tindak penipuan tidak dapat terjadi.

Ia menambahkan, pihaknya sempat membongkar kasus penipuan. Namun, pengungkapan kasusnya berjalan lambat lantaran korban enggan melapor ke polisi.

Lebih lanjut ia mengatakan, masyarakat perlu waspada dan berhati-hati jika menemukan orang yang mencurigakan. Sehingga, tidak ada lagi korban.

Sementara itu, kebiasaan masyarakat yang mudah percaya dengan hadiah bermoduskan undian menjadi perhatian Psikolog, Retno Lelyani Dewi. Menurut dia, kini masyarakat sedang mengalami sindrom distorsi kognitif.

Artinya, kondisi psikologis masyarakat terganggu dengan hal yang menggiurkan, seperti undian berhadiah yang tidak jelas tersebut.

Menurut definisinya, distorsi merupakan berpikiran secara berlebihan dan tidak rasional diidentifikasi dalam terapi kognitif dan variannya, yang dalam teori yang mengekalkan gangguan psikologis tertentu.

"Faktornya banyak, kebanyakan yang terjadi masyarakat mengalami situasi ekonomi sulit. Namun, kita lihat sebenarnya logikanya masih jalan," kata Retno. (ent)

Wednesday, 29 June 2016

Anggota Ormas di Bogor Tewas Ditembak di Kost


BOGOR – Diduga akibat rebutan jatah THR, seorang anggota ormas di Bogor Jawa Barat tewas tertembak di bagian pelipis kepala hingga tembus ke belakang. Korban yang diketahui bernama Erwin sempat melakukan aksi sweeping bersama rekan rekannya sebelum mendatangi sebuah tempat hiburan.
Jasad korban ditemukan di sebuah rumah kontrak yang diubah menjadi lokasi hiburan malam di Kampung Tunggilis, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Sukaraja, semalam. Menurut rekan korban, Erwin ditembak setelah sempat cekcok dengan sang pemilik tempat hiburan.
Petugas reskrim Polres Bogor langsung mengadakan penyidikan dengan memeriksa saksi-saksi, polisi juga melakukan pengejaran terhadap pelaku. (ent)

Tuesday, 28 June 2016

Marak Vaksin Palsu, Bidan Swasta Segera Didata



BOGOR-Pemerintah Kota Bogor tidak mau kecolongan. Semua bidan swasta yang praktik di Kota Hujan akan didata dan diperiksa kembali soal kepemilikan vaksin. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi beredarnya vaksin palsu yang kadung beredar di apotek, klinik dan rumah sakit. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah menuturkan, pemeriksaan akan melibatkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan instansi yang berwenang lainnya. "Kami akan mengecek vaksin yang diberikan kepada pasien ini vaksin apa, distributornya siapa dan berapa harganya," ujar Rubaeah. 

Pengecekan vaksin nantinya berdasarkan standar perawatan vaksin yang sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Sebab, vaksin yang digunakan untuk bayi harus dirawat dan disimpan dengan baik dengan suhu yang sudah diatur. "Jadi tidak asal- asalan," jelasnya.

Seorang bidan yang baik, sambung dia, seharusnya mengerti soal perawatan vaksin. Untuk itu, andai saja pengecekan dinkes berbuah hasil, pemeriksaan akan dilakukan lebih mendalam. Terutama dari sisi harga. "Harga juga bisa menjadi patokannya, dari harga yang murah misalkan, itu nanti bisa dilihat keaslian dan kejaminannya," imbuhnya.

Dia mengimbau, orang tua harus lebih selektif dalam memilih tempat vaksinasi yang baik bagi anak-anaknya. Jangan sampai, karena harga murah, orang tua lakukan vaksin di sembarang tempat.

"Tetap saran kami untuk lakukan vaksin di puskesmas ataupun posyandu. Karena selain gratis, vaksin yang disediakan juga terjamin kualitas serta keamanannya. Di rumah sakit swasta besar pun silakan, tapi harus teap dilihat dulu detail vaksinnya," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Camalia W Sumaryana menjamin pihaknya memperoleh vaksin dari tempat yang tepercaya, yaitu PT Bio Farma. Dalam pengambilannya, petugas dinkes secara langsung menjemput vaksin tersebut. "Semua vaksin kami asli. Dari mana kami peroleh, semua terjamin. Bahkan, kami ambil barang itu dengan mobil khusus penyimpanan vaksin yang terjaga suhu dan kelem-bapannya," ucap Camalia.

Setelah pengambilan barang, sambung mantan Dirut RSUD Ciawi ini, vaksin langsung didistribusikan ke puskesmas-puskesmas dan rumah sakit yang menjalin memorandum of understanding (MoU) dengan Dinkes Kabupaten Bogor. "Semua rumah sakit yang sudah MoU, termasuk puskesmas di Kabupaten Bogor kami kirim vaksin," tuturnya.

Selain itu, dalam penyeleng­garaan vaksinasi bukanlah sembarang. Terlebih dahulu, penyelenggara imunisasi harus menjalani prosedur antara lain, mengajukan surat permohonan ke dinas kesehatan.

"Setelah mereka ajukan permohonan, kami akan melakukan survei ke lokasi.Dan harus mematuhi standar serta SOP yang berlaku di dinas kesehatan," tegasnya. (ent)

Monday, 27 June 2016

Waspada Daging Sapi Oplos Babi Beredar di Bogor



BOGOR–PD Pasar Pakuan Jaya dan Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH), Dinas Kesehatan Kota Bogor, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, SatPol PP, dan Bagian Perekonomian Pemerintah Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Bogor, pekan lalu. 

Direktur Umum PDPPJ, Deni S Harumantaka mengatakan, sidak dilakukan untuk melindungi konsumen, mengingat adanya isu daging sapi yang dicampur dengan daging babi. 
Menurut dia, pengecekan dilakukan secara random. “Kami belum menemukan adanya campuran daging babi di beberapa sampel daging sapi yang diambil. Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan aman atau tidaknya daging sapi tersebut, agar masyarakat tidak ragu lagi belanja di pasar tradisional,” kata Deni.

Sidak tersebut juga dilakukan untuk mewujudkan seluruh pasar tradisional bebas bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan lain-lain. 

Keamanan pangan, kata dia, diselenggarakan untuk menjaga pangan tetap aman, higienis, bermutu, bergizi, dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat. 

Keamanan pangan dimaksudkan untuk mencegah kemung-kinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia.
Kepala Sub Bagian Jasa Pemberdayaan Pedagang PDPPJ, Guna Gustana menambahkan, tidak ada bahan pokok yang terkontaminasi bahan berbahaya. Selain itu, ketersediaan bahan pangan pokok di pasar Bogor sejauh ini masih aman. 

“Harapan kami, stok bahan pangan pokok bisa mencukupi sampai dengan Hari Raya Idul Fitri nanti,” ujarnya.(ent)

Sunday, 26 June 2016

Geng Motor Cewek di Bogor Bersenjatakan Kondom dan Tespek


BOGOR-Kendati telah beberapa kali dirazia, geng motor di Kota Bogor tetap saja berulah. Bahkan, seolah menantang petugas, ratusan pemuda tersebut kembali berkeliaran di Jalan Sholeh Iskandar, kemarin (25/6).

Hal tersebut tak pelak membuat sejumlah pengendara lain yang melintas ketakutan lantaran beberapa di antara mereka membawa senjata tajam.

Mendapat informasi sekitar pukul 01:00, tim gabungan dari kepolisian, TNI dan Satpol PP mendatangi lokasi. Melihat ada petugas, mereka sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya pemuda tanggung tersebut gagal. Kapolres Bogor Kota, AKBP Andi Herindra mengungkapkan, para pelaku beralasan akan melaksanakan sahur on the road (SOTR).

Namun, setelah digeledah, petugas menemukan berbagai jenis senjata tajam. Bahkan, dari sejumlah perempuan yang kena razia ada tespek (alat penguji kehamilan) hingga kondom.

Menurut Andi, razia gabungan betujuan untuk meminimalisasi tawuran dan aksi kejahatan lainnya dengan dalih SOTR. Saat dirazia, petugas tak melihat makanan untuk dibagikan atau dimakan saat SOTR. "Kami akan identifikasi. Sedangkan yang membawa senjata tajam akan dikenakan Undang-undang Darurat," tambahnya.

Selanjutnya, para anggota geng motor tersebut dibawa ke Mako Polres Bogor Kota untuk didata. "Paling banyak terjaring di Jalan Sholis, di wilayah lain juga ada tapi lebih sedikit," kata dia.

Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Polres Bogor Kota, Kompol Sahroni menjelaskan, orang tua yang menjadi anggota geng motor pun harus mengisi formulir, fotokopi kartu tanda penduduk (KTP), hingga kartu keluarga (KK) sebagai syarat menebus anak.

Meski kali ini ditoleransi atas dasar kemanusiaan, Sahroni mengatakan, jika ke depan ditemukan kembali maka tidak akan diberikan kesempatan yang sama. Ia pun berharap kasus kali ini menjadi pelajaran bagi semua lapisan masyarakat, tidak menitikberatkan kepada siapa pun, tapi harus menjadi kerja sama semuastakeholder untuk mengawasi semua anak-anak remaja, khususnya pelajar.

"Sesuai apa yang dikatakan Kapolres, kami akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-tawuran yang akan dideklarasikan sebagai salah satu upaya menekan terjadinya tawuran bersama dengan unsur TNI dan Pemerintah Kota Bogor," pungkasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Bogor, Ade Syarif menyampaikan, jumlah pelajar yang terjaring dini hari kemarin tersebut berjumlah 155 anak dari Kota juga Kabupaten Bogor. "Ini sudah sangat mencoreng nama baik Kota Bogor, menyedihkan," cetusnya di hadapan para pelajar.

Ia mengatakan, bahwa kegiatan ini sangat jauh dari mimpi Kota Bogor yang ingin menjadi kota nyaman dan tenteram. "Mulai saat ini, Pemkot bersama Dinas Pendidikan Kota Bogor sepakat menginstruksikan bahwa pembinaan sudah harus terus fokus kepada anak-anak yang sudah terlihat melakukan penyimpangan perilaku," tegas Ade.

Tentunya, dengan pembinaan-pembinaan khusus yang harus tegas dilakukan kepala beberapa sekolah yang juga dibimbing dan dibina Disdik. "Untuk kali ini kami toleransi, tapi untuk kedua kalinya, kalau terdapat lagi dengan nama yang sama, harus langsung dikeluarkan," katanya.

Ade pun menyebutkan, dari 155 pelajar, ada 21 pelajar wanita. Sementara sekolah yang terlibat kebanyakan sekolah swasta dan itu pun ada yang dari Kabupaten Bogor. Ada pula, kata dia, salah satu siswa sekolah negeri Kota Bogor yang terlibat.

Menyikapi ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Edgar Suratman menambahkan, beberapa sekolah yang terjaring merupakan yang juga sering mendapatkan kasus yang sama. Ia berjanji, akan terus melakukan pembinaan yang tegas dengan berkoordinasi bersama semua kepala sekolah.

Edgar kembali menjelaskan, dari jumlah remaja yang terjaring dalam razia, kurang lebih 150 lainnya bukan pelajar. "Kalau sudah begini kan sudah ketahuan dan sudah terpetakan, sehingga sekolah ke depan sudah harus lebih jeli membina anak-anak yang sudah ketahuan melakukan penyimpangan, harus terus dimonitor," ungkapnya.

Edgar mengaku, selama ini pembinaan yang dilakukan sekolah-sekolah belum tepat sasaran, sehingga kasus ini kembali terulang dengan sekolah-sekolah yang sama. "Sekarang sudah tahu anak-anaknya, ya sudah tahu mana sekolah yang harus dibina. Dan tidak hanya mereka saja, pasti di sampingnya ada teman mereka yang memang tidak terjaring saat ini, ini harus terus dipantau," kata Edgar.

Ia menegaskan, ke depan sekolah harus kembali merazia berbagai alat elekronik anak-anak yang dibawa agar jaringan-jaringan atau apa pun yang kembali bisa memicu perilaku tersebut teratasi hingga ke akarnya.

"Swasta maupun negeri, harus dimonitor dengan ketat mulai sekarang, terutama handphone mereka. Melalui itu, potensi tawuran berulang masih sangat besar. Harus terus terditeksi dari sekarang, harus ada yang bisa masuk ke dalamnya, dan saya harap semua pelajar Bogor harus pintar memanfaatkan hand­phone­nya," tandas Edgar.(ent)

Saturday, 25 June 2016

Jelang Sahur, Tawuran Antar Geng Motor di Bogor Pecah


BOGOR-Bulan puasa bukannya dimanfaatkan untuk fokus ber­ibadah, sejumlah geng motor asal Bogor justru memilih baku hantam dini hari kemarin (24/6). Puluhan bandit jalanan itu saling serang di dua lokasi berbeda di Kota Hujan.

Kejadian pertama terjadi di Jalan Mayjen Ishak Djuarsa, Kelurahan Gunung Batu, Bogor Barat, sekitar pukul 01.30 WIB. Kala itu sekelompok pemuda hendak melakukan sahur on the road (SOTR). Namun, tiba-tiba sekelom­pok geng motor datang menyerang. Tawuran pun pecah.

Belum juga beres, di tempat berbeda sekitar pukul 02.00 gerombolan geng motor lagi-lagi melakukan aksi brutal ketika melintas di Mal BTM. Tanpa alasan mereka mengeroyok salah satu karyawan Mal BTM. Akibatnya korban bernama Albert, harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Setelah melakukan peng­amanan, polisi berhasil menang­kap 31 geng motor yang terlibat tawuran. Kapolres Bogor Kota, AKBP Andi Herindra mengatakan, puluhan pelaku yang diamankan mayoritas berusia 14 hingga 22 tahun. "Ketika diamankan ada yang terbukti membawa senjata tajam dan narkoba. Kami masih melakukan penyelidikan," kata Andi di Mapolres Kedunghalang, kemarin malam.

Setelah mengumpulkan puluhan geng motor tersebut, pihaknya kemudian memanggil keluarga pelaku, RT, RW dan lurah, agar mereka bisa memahami aksi warganya yang setiap malam melakukan aksi brutal. "Kami sedang kumpulkan orang tuanya, agar mereka tahu salah satu kenakalan remaja yang dilakukan anak-anaknya. Karena ini bukan hanya tugas penegak hukum, namun tugas semua pihak termasuk orang tua," tegas Andi.

Dalam kejadian tersebut, dia belum mengindikasi keterlibatan ormas dalam aksi geng motor tersebut. Namun, menurutnya, pelaku geng motor itu berasal dari wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. "Kami tidak akan main-main, jika terbukti membawa senjata tajam dan tidak memiliki surat-surat akan kami proses peradilan," tukasnya.

Andi menegaskan tidak akan segan-segan melakukan aksi tembak di tempat jika anggota geng motor terus melawan. "Perintah tembak di tempat itu kan ada prosedur, sesuai standarnya. Kalau sudah dilakukan pengamanan dengan gas air mata, dan peluru karet masih melawan terpaksa akan kami tembak," imbuhnya.

Dia menambahkan, sudah mengantongi dalang di balik aksi tawuran geng motor. Identitasnya merupakan salah satu lulusan sekolah yang ada di Kota Bogor. "Kami sudah tahu nama otak pelakunya agar aksi geng motor terjadi di Kota Bogor, dia kan saya kejar, mau lari ke mana pun akan kami kejar," ucapnya.

Sementara itu, 31 pelaku yang diamankan yaitu berinisial MB (17), JN (39), RN (20), AG (18), FS (18), AS (22) FH (16), AD (16), TH (15), DA (20), SA (16), IM (17), MH (17), BN (15), MJ (18), IA (17), AS (18), BN (15), MR (19), TP (22), MR (19), MA (14), MF (19), FA (17), DD (16), RH (22), HR (21), ML (14), HR (21), MH (19), dan DP (20).

Dalam kejadian tersebut, polisi berhasil mengamankan satu bilah gergaji lancip, satu celurit, satu pedang, dan satu golok besar. Sementara itu, salah satu orang tua pelaku asal Kobon Pedes, Komala mengatakan, awalnya anaknya hanya nongkrong di depan rumahnya. Namun, ketika subuh dia dikabari tetangganya bahwa anaknya diamankan di kantor polisi.

"Dia mah nggak bilang ke mana-mana, emang biasanya nongkrong di depan rumah sambil main gaplek. Tapi kenapa dia ikut tawuran, saya juga nggak tau, kan semalam saya tidur. Tahu-tahu subuh saya dikabarin," ucapnya.(ent)

Friday, 24 June 2016

Kota Bogor Rawan Jebakan Promo Tiket Murah

BOGOR –  Liburan seharusnya menyenangkan. Namun, akan berubah menjadi mengesalkan hanya karena hal sepele. Salah satunya, pembelian tiket perjalanan yang asal-asalan. Di Kota Bogor, sudah banyak yang menjadi korban.

“Tahun lalu, sebelum lebaran, saya sempat membeli tiket palsu,” ungkap Zulfikar (32) warga Kelurahan Paledang Kecamatan Bogor Tengah.

Saat itu, awalnya ia mengaku bingung karena semua tiket untuk pulang kampung ke Surabaya sudah habis.

“Iseng-iseng lihat ada salah satu website yang menawarkan promo tiket murah. Panik dan tak berfikir panjang, akhirnya saya pesan serta langsung transfer uang saja,” ujarnya.

Namun, setelah dua hari tak ada balasan. Padahal, semua persyaratan dalam website tersebut sudah diisi. Seharusnya, kata dia, tiket online dikirim ke e-mail tapi tak ada. Bahkan, saat dihubungi nomor telpon yang tertera di web tersebut tak aktif.

“Memang kecerobohan saya, seharusnya dicek sejak awal,” ungkapnya.
Tak hanya itu, rombongan study tour SMPN 5 Kota Bogor pun belum lama ini sempat menjadi korban penipuan. Niat ingin rekreasi sekaligus belajar ke Yogyakarta jadi terganggu karena ulah nakal Travel Agent.

Kepala SMPN 5 Kota Bogor, Warsadi mengatakan, travel agent yang mereka tunjuk untuk mengakomodir kegiatan selama di Yogyakarta bukanlah baru.(ent)