Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Tuesday, 23 February 2016

Walikota Bima Arya Diteriaki Penonton Cap Go Meh Bogor 2016,Saat naiki kepala Reog





BOGOR – Teriakan histeris warga terdengar nyaring di perayaan Cap Go Meh Bogor 2016.
Teriakan itu terdengar saat Walikota Bogor naik ke atas kepala Reog Ponorogo, salah satu penampilan dalam perayaan Cap Go Meh Bogor 2016, Senin (22/01/2016).

Aksi Bima Arya pun tak pelak mendapat sambutan luar biasa dari pengunjung.
Bima Arya, naik ke atas kepala Reog Ponorogo asal Jakarta hanya beberapa menit. Kemudian, Bima Arya turun dan kembali ke atas panggung utama.(ent)

Monday, 22 February 2016

Ciptakan Memori Persalinan Jadi Berkesan



ENTER BOGOR – Anda sedang hamil? Atau pasangan Anda? Tak ada salahnya loh mengikut talkshow menarik yang akan diadakan komunitas We Moms bekerjasama dengan Cafe Female Radar Bogor dengan tema ‘Memory of Birth Remains in a Lifetime’.

Acara ini akan diikuti oleh 15 pasangan suami isteri pada Minggu (21/2/2016).

“Jadi kegiatan ini, untuk menciptakan pengalaman dan memori persalinan,” ujar Founder We Moms, Zulfa.

Talkshow akan dilaksanakan di Aula Graha Pena Radar Bogor Lantai satu Jalan KH Abdullah Bin Nuh. Dan akan berlangsung selama tiga jam.

“Mulai pukul 09.00 sampai 12.00 WIB siang,” terangnya.

Bukan hanya tentang persiapan persalinan. Dalam talkshow nanti, akan ada tiga materi pamungkas yang dibahas. Yakni, tentang check list “Birth Dream”, teknik menyamankan dengan alat sederhana.

“Dan ada mini yoga partner workshop untuk persalinan yang aman dan nyaman,” pungkasnya. (ent)

Mengenal Indonesia Craft Zone For International (CZIE)




Bicara tentang craft, bicara seni dan keindahan. Komunitas yang serbabisa ini selain mampu membuat berbagai kerajinan tangan, mereka juga mampu menjual produk-produknya hingga ke negara lain di Asia. "Kami sudah ada dari 2006," terang founder CZIE, Khadija Dee.

Komunitas ini terdiri dari para wanita yang mulai dari usia muda hingga dewasa madya. "Yang penting suka dengan craft," ujarnya. 

Meski isinya kaum Hawa, komunitas ini mencoba mem­buktikan bahwa barang yang dijual mampu bersaing di pasaran. "Banyak orang yang bisa membuat. Tapi tak semua orang bisa menjualnya," ucap ibu dari dua anak ini.

Wanita yang memiliki latar belakang arsitektur ini mencoba untuk membangun komunitas yang berbeda. Bukan hanya bisa membuatnya, namun semua yang ada di dalamnya harus pandai memasarkannya pula. 

Latar belakang anggota komunitas ini juga sangat beragam. Mulai dari ibu rumah tangga, PNS, guru, host, model, hingga penulis. "Tapi kami bersatu di sini," terangnya. 

CZIE bukan hanya komunitas yang senang seru-seruan. Komunitas ini bisa dikatakan sambil menyelam minum air. Tak hanya menjalin silaturahmi, namun jadi ladang ekonomi. "Setiap anggota punya keahlian masing-masing," jelas wanita yang lahir 42 tahun silam tersebut.

Barang yang dihasilkan dari komunitas ini sangatlah beragam. Mulai dari tas, bros, kalung, anting, bando anak-anak, hingga kain batik. "Bahannya beda-beda. Ada yang dari clay, batik, hingga mutiara," terangnya.

Beberapa barang yang dijual adalah barang handmade. Alias murni dengan tangan si anggota komunitas. "Tapi beberapa ada yang pakai mesin," katanya kepada Radar Bogor, Rabu (17/2) lalu.

Dengan barang yang sangat beragam. Tentunya segmentasi konsumen pun beragam. "Bisa dari bayi hingga ibu-ibu," jelasnya. 

Komunitas yang berpusat di Bogor ini, tak hanya ingin men­dulang rupiah dari hasil tangannya. Tapi juga ingin agar kebersamaan mereka dapat terus terjalin lebih baik. "Kami juga ada sharing internal," kata sang founder.

Menurutnya, yang paling pen­ting dalam sebuah komunitas adalah komunikasi dan jaringan. "Kedua­nya harus kuat. Supaya komunitas­nya juga kuat," kata dia. 

Ia menu­tur­kan, pembentukan jaringan dan pembinaan perkembangan diri juga penting untuk dilakukan komu­ni­tas. "Kita kan ingin jadi komunitas maju," ucapnya.

Ke depan, mereka akan bersama-sama berkumpul di Kuala Lumpur untuk mengikuti pameran craft di sana. "Semoga tidak ada halangan," ungkapnya.

Tak ingin menjadi komunitas biasa, CZIE pun memiliki keinginan jadi komunitas yang serbabisa. "Perempuan juga harus produktif," tandas Khadija Dee.(cr2/c)

Hafal 30 Juz, Siswa Ummul Quro Bogor Langsung Diumrohkan




ENTER BOGOR- Sebanyak 176 siswa SMPIT Ummul Quro Bogor mengikuti wisuda Khotmul Guran ke 7 di Kampus Ummul Quro, Jalan Soleh Iskandar, Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Sabtu (20/2/2016). 

Dengan mengambil tema Generasi Rabbani Berakhlak Quran wisuda ini diikuti 150 siswa kelas 9 dan 26 siswa kelas 7 dan 8. 

Menurut Kepala SMPIT Ummul Quro, Suhandi, khotmul quran merupakan apresiasi terhadap para siswanya yang sudah luar biasa menghafal quran. 

Meski siswa kelas 9 hanya ditarget lulus juz 29, tapi pada kenyataanya ada beberapa yang melebiih hingga 18 juz.

”Semoga hafalan ini bisa menjadi pengingat anak-anak terhadap Alloh, dan anak-anak yang diwisuda akan menjadi syafat bagi ortunya di akhirat nanti,”kata Suhandi.

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Ummul Quron, Syamsuddin mengatakan, baca quran adalah pondasi utama untuk anak. Khusus di Ummul Quro kini diterapkan metode Cahayaku yang merupakan hasil karya para guru untuk memudahkan para siswa belajar al quran.

”Bahkan kami sekarang membuka program pesantren quran. Dimana, siswa yang memiliki kecepatan dalam menghafalkan quran diberi kesempatan untuk mengikuti program tersebut dua kali dalam seminggu, Dan bagi siswa yang berhasil hafal 30 juz langsung diumrohkan,”kata Syamsuddin. (ent)

PDDS Tak Diisi, Ini Kerugian Siswa yang Ingin Mendaftar SNMPTN 2016



ENTER BOGOR – Panitia seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) meminta agar pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS), segera dirampungkan. Sebab, hingga kini masih banyak sekolah yang belum mengisi PDSS. Sementara rangkaian awal seleksi masuk PTN tanpa tes itu bakal ditutup Sabtu (20/2) har ini pukul 23.59 WIB.

Koordinator Kelompok Kerja Hubungan Masyarakat (Pokja Humas) SNMPTN 2016 Bambang Hermanto menyatakan, hingga Kamis (18/2) pukul 18.40, ada 6.387 unit sekolah yang belum meng-update data PDSS, sedangkan 16.502 sekolah sudah mengisi PDSS.

“Kasihan kalau sampai siswa dirugikan,” katanya.
Dia menuturkan, banyak kerugian yang dialami siswa jika sekolah tidak memperbarui data PDSS. Kerugian terbesar, seluruh siswa di sekolah itu tak bisa mendaftar SNMPTN 2016. Ketika sekolah mengulur-ulur pengisian PDSS, siswa juga dirugikan. Sebab, mereka tidak memiliki banyak waktu untuk mengoreksi nilai rapor.

Bambang menjelaskan, ada kemungkinan nilai rapor yang diunggah sekolah di website PDSS keliru.

Nah untuk memperbaiki, siswa yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mengecek dan mengajukan revisi. “Kalau sekolah mepet mengisi PDSS, siswa kapan mengajukan revisinya?” ungkapnya.

Dia berharap sejak kemarin (19/2) ada peningkatan signifikan jumlah sekolah yang mengisi PDSS. Sehingga, jika ada revisi nilai oleh siswa, mereka bisa melakukannya Sabtu (20/2).

Namun, Bambang menuturkan, panitia SNMPTN 2016 tidak bisa memaksakan sekolah untuk mengisi PDSS. Setelah diamati di lapangan, ada sekolah yang sengaja tidak mau repot mengisi PDSS. Sebab, berdasar pengalaman tahun lalu, tidak ada satu pun siswa sekolah tersebut yang mendaftar SNMPTN 2016. Alasan lain, sekolah pesimistis siswanya bisa menembus SNMPTN 2016.

“Alasan sekolah itu macam-macam,” tuturnya. (ent)

Keren… Pegawai Pos di Kabupaten Bogor Serempak Bersihkan Sampah





BOGOR – Ada banyak cara untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Minggu (21/02/2016), para pegawai Kantor Pos Cibinong turun kejalan untuk membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang Jalan Tegar Beriman.
 
“Serentak PT Pos Indonesia melakukan gerakan yakni harus berempati dan berbakti,” ujar Ketua Panitia Pos Indonesia Bergerak 2016, Kantos Pos Cibinong, Pepen Rahman kepada enter bogor.  
 
Pepen mengakui, kendala yang kerap dihadapi petugas kebersihan setiap hari libur yakni ada banyak kegiatan di pusat pemerintahan namun akhirnya hanya menghasilkan sampah.

Aksi bebersih, kata Pepen, merupakan bentuk kepedulian sekaligus membuktikan kepada masyarakat bahwa PT Pos Indonesia eksis memberikan pelayananan kepada masyarakat.

“Ada beberapa generasi 90-an, yang tidak mengenal layanan PT Pos, tentunya gerakan ini salah satu bukti kami jika masih ada,” tutur Pepen.

Kepala Kantor Pos Cibinong, Hendri Lasmana menambahkan, kegiatan membersihkan lingkungan bertujuan untuk mendukung program Indonesia Bebas Sampah pada 2020 nanti.

Hendri berharap, aksi yang dilakukan dapat menimbulkan empati terhadap para petugas kebersihan, yang selama ini telah mengabdi untuk membersihkan dan menjaga kesehatan di Kabupaten Bogor.(ent)

Wah Keren… Ada Boneka Batik Ramaikan Galeri Kerajinan Bogor


BOGOR – Produk kerajinan khas Kota Bogor yang ditawarkan di Galeri Kerajinan di halaman parkir II Botani Square semakin lengkap.

Beragam aksesoris hasil karya usaha kecil menengah (UKM) hadir dan memberikan perhatian bagi pengunjung mall yang melintas.
 
Salah satu karya yang terbaru berbagai jenis boneka. Dari beberapa UKM yang menjual produk sejenis, satu di antaranya boneka berbahan batik dari Dumpa Production yang tak lain karya dari Desty. 
 
Menurut pengelola Galeri Kerajinan Saepudin Zuhri, batik yang digunakan merupakan kain perca.
“Memanfaatkan bahan batik sisa, tidak cuma luar saja yang pakai bahan batik, tapi untuk mengisi bagian dalam boneka juga bahan bekas, lebih banyak pakai perca,” ungkap Saefudin kepada enter bogor, Jumat (19/02/2016).

Boneka batik karya Desty dapat berdiri tegak. Umumnya bertema hewan yang diidolakan masyarakat. Seperti kijang, anjing, kucing, kodok dan beberapa binatang lain. Ukurannya beragam.

Harga bervariasi, tergantung ukuran dan model. Produksi disesuaikan kebutuhan dan pasar. Saefudin menambahkan, model binatang tidak statis. Satu bulan tidak semua boneka binatang diproduksi.(ent)

Minat Baca Anak Kota Bogor Rendah, USAID Sumbang Buku


BOGOR – Sebanyak 107 buku bacaan fiksi dan nonfiksi dibagikan kepada 82 SD dan 25 MI  Kota Bogor oleh United States Agency for International Development (USAID) Kamis (18/02/2016).
Ratusan sekolah itu merupakan sekolah prioritas Kota Bogor yang diberikan bantuan. Koordinator USAID Jawa Barat, Erna Irnawati mengatakan, tujuan pembagian buku merupakan upaya membantu sekaligus mendorong agar anak-anak di kelas awal yakni 1, 2 serta 3 SD/MI terampil membaca.
“Artinya, bukan hanya membaca lancar, tapi juga mengerti apa yang dibaca,” ucap Erna.
Sehingga kelak, saat anak masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi, di mana pelajarannya semakin berat dan referensi buku kian banyak, anak tak lagi kesulitan.
Alasan di balik fokus menyiapkan buku untuk kelas awal, tak lain, karena merupakan landasan untuk mempersiapkan ke jenjang berikutnya. (ent)

Sekolah dekat Cisadane Terpaksa Ditinggalkan Siswanya




BOGOR-Berada tepat di pinggir Kali Cisadane, bangunan ruang kelas 4 SDN Cilendek 4, Kota Bogor, terpaksa diratakan dengan tanah akibat longsor. Ini demi keselamatan peserta didik.

Longsor yang terjadi beberapa hari lalu dikarenakan curah hujan cukup tinggi mengguyur Kota Bogor akhir-akhir ini. Hal ini menjadi alasan Kepala SDN Cilendek 4, Ahmad Askolani, merobohkan bangunan kelas. "Bangunan tersebut tepat berada di belakang sungai. Karena hujan, otomatis tanah terkikis air, sehingga mendekati fondasi sekolah," ujarnya kepada Enter Bogor (19/2).

Keputusan merobohkan bangunan, merupakan tindakan cepat tanggap sekolah yang juga disetujui oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor. Menurut Ahmad, dirinya telah melaporkan kejadian tersebut dan ditanggapi oleh bagian Sarana Prasarana Dinas Pendidikan.

"Kata mereka, utamakan dulu keselamatan anak-anak," kata Ahmad, mengutip perkataan wakil bidang Sarpras Disdik Kota Bogor. Untuk itu, ia pun cepat merealisasikan saran tersebut dengan mem­bong­karnya.

Meski harus mengorbankan satu ruang kelas. Sekolah yang berada di Gang Kelor, Bogor Barat, itu ternyata memiliki jumlah kelas yang cukup untuk memindahkan kelas 4 ke kelas lain yang tersedia. "Kami memang alhamdulillah tidak kekurangan kelas, makanya berani merobohkan bangunan tersebut," ucapnya.

Ahmad menambahkan, ke depan, bangunan tersebut akan dibiarkan sama rata dengan tanah dan dijadikan sebuah lapangan. Mengingat, lapangan sekolah kurang luas untuk anak-anak bermain.

Hanya, yang masih ia khawatirkan adalah belum adanya pembatas atau sebuah pagar penjaga antara sekolah dengan bibir sungai yang curam. Meskipun, pihak Disdik sudah menjanjikan akan membuat sebuah pagar pembatas.

"Sudah ada konsep atau gambarannya, tapi sampai saat ini belum juga dibangun. Mungkin masih menunggu anggaran cair. Saya berencana ingin membuat pagar sederhana dulu, takut anak lari-lari dan bablas," ungkap Ahmad.

Yang pasti, pihak sekolah berharap Disdik segera membangun pagar pembatas demi keselamatan peserta didik SDN Cilendek 4. Di samping itu, Ahmad yang ditemui di ruangan kepala sekolah yang gabung dengan ruang guru dan ruang operator pun berharap, ada bantuan dari Disdik untuk pembangunan sebuah gedung yang mengikuti standar pendidikan. Yaitu terpisahnya ruang guru dan kepala sekolah beserta operator sekolah.

"Saat ini, ruang kepala sekolah, operator dan guru mesti gabung dalam satu bangunan bekas kelas. Kami bersyukur saja, tapi kan, idealnya harusnya terpisah. Makanya, diharapkan ada bantuan dari dinas," tegas Ahmad.

Apalagi, SDN Cilendek 4 merupakan salah satu sekolah yang berada di wilayah kota yang seharusnya sudah memiliki standar bangunan pendidikan atau sekolah yang ideal, seperti beberapa sekolah di Kota Bogor lainnya.(ent)

Sunday, 21 February 2016

Tampil Kasual dengan Sepatu Gunung



ENTER BOGOR - Namanya juga sepatu gunung, alas kaki yang dipakai untuk medan yang berat. Kalau dipakai untuk bergaya dan bersenang-senang di mal mungkin sangat jarang. Namun, anggapan itu terpatahkan oleh apa yang dilakukan dara yang satu ini.       
             Ya, Riska Fitria Sari atau yang akrab disapa Riska, salah satu mahasiswi di perguruan tinggi negeri Bogor ini, memang selalu tampil nyeleneh. Dia tidak neko-neko dalam memadupadankan pakaian. Begitu juga dengan sepatu. Ditemui di salah satu rumah makan di Bogor, ia mengatakan, kalau sepatu gunung bukan hanya untuk mendaki gunung saja.
            Ia sangat sering menggabungkannya dengan gaya kasualnya jika akan berpergian di dalam kota, seperti mal atau kumpul bareng teman. "Saya lebih senang gaya yang seperti ini, sangat nyaman," jelasnya kepada enter bogor.
            Apalagi, penggunaan sepatu gunung yang sangat sporty itu. Menurutnya, sangat sayang jika sepatu gunung hanya digunakan untuk menaiki gunung saja. "Semua ada fashion-nya, apalagi kalau kita bisa pintar mencocokkannya," tambah Riska.
            Untuk berpergian yang tidak formal, sekadar ke mal dan lain-lain, ia sering memadukannya dengan t-shirt simpel ditambahkan dengan kemeja flanel yang senada. Lalu, bagi yang berhijab sepertinya, cocokkan hijab dengan flanel dan dengan model yang juga simpel. Seperti hijab model Zaskia yang ia gunakan. Begitu pula dengan penggunaan celana.
             "Karena semua serbakasual yang terkesan santai, maka biasanya saya gunakan jogger pants yang longgar karena saya berhijab, dengan warna yang cerah, sama dengan flanel dan hijab yang digunakan," ucap Riska.
            Tinggal pemakaian make-up. Riska lebih memilih penggunaan make-up yang natural, menyeimbangi sepatu yang sangat terkesan sport itu. "Karena kita bukan mau ke acara formal yang harus touch up banget, jadi sebaiknya yang natural," tandasnya
(ent)

LGBT di Kota Bogor Tak Kalah Menghawatirkan


BOGOR – Sementara di Kota Bogor kondisinya tak kalah mengkhawatirkan. LGBT bukan lagi fenomena. Data yang dihimpun Enter Bogor, jumlahnya mencapai 900 orang. Rinciannya, golongan biseksual 311 orang, gay 235 orang, dan transgender 38 orang.
Data itu dibenarkan Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Bogor, Iwan Suryawan. Dia bahkan mengklaim, jumlahnya terus mengalami peningkatan.
“Dari data yang kami dapatkan dan miliki, jumlahnya meningkat setiap tahun,” paparnya.
Seksolog Bogor, dr. Bona Simanungkalit mengatakan, orientasi seksual menurut Kinsey terdiri dari heteroseksual murni sampai ke homoseksual murni dengan penilaian 0 sampai 6.
Dalam hal ini, perlu diketahui penyebabnya, apakah ada gangguan biologis, psikologis, sosial atau lainnya. Artinya dalam kasus Saipul Jamil, jelas Bona, secara orientasi seksualitasnya perlu dipelajari terlebih dahulu.
“Sehingga penyelesaiannya menjadi lebih jelas,” kata Bona.
Saipul Jamil sendiri sudah lama menduda. Dugaan kuat sementara, pencabulan itu dilakukan karena kondisi yang dialami mantan personel G4UL itu. Benar atau tidaknya dugaan ini, menurut Bonar, ada banyak cara untuk melampiaskan birahinya.
“Bisa melalui masturbasi, relatif lebih aman, bisa dengan ‘jajan’. Tapi kan tidak harus sesama jenis. Kecuali memang penganut sesama jenis,” cetus Bona. (ent)

Yayasan Hanjuang Bondas,melalui seminar kesundaan Lestarikan seni budaya dan sejarah sunda


BOGOR – Yayasan Hanjuang Bodas mengadakan seminar kesundaan bertema ’Mengangkat dan Melestarikan Seni Budaya dan Sejarah Sunda di Bogor Raya’ di aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, kemarin. 

Seminar yang dihadiri guru sejarah, guru bahasa Sunda dan guru seni itu bertujuan untuk meningkatkan kecintaan dan pemahaman akan budaya Sunda yang mulai terkikis zaman.
 
Ketua Panitia Yudi Triadi mengatakan, seminar tersebut untuk memperkenalkan Yayasan Hanjuang Bodas yang sudah berdiri sejak 2003 lalu. Namun, yayasan tersebut sempat vakum pada 2013. Kevakuman itu membuat pendiri Hanjuang Bodas Eman Sulaeman ingin kembali menggerakkan yayasan tersebut.
 
Judul seminar pun diambil dari visi-misi Yayasan Hanjuang Bodas, yakni melestarikan dan meningkatkan seni budaya dan sejarah Sunda se-Bogor Raya.
 
“Langkah pertama yang dilakukan yakni mengajak para pendidik. Setelah guru, mereka tentu akan menularkan pengetahuan budaya dan sejarah Sunda kepada para siswa,” ujar Yudi.
 
Menurut Yudi, ini merupakan tugas berat karena masih rendahnya minat pendidik atau masyarakat dalam sejarah lokal. Untuk itu, Yayasan Hanjuang Bodas sebagai yayasan kesundaan akan banyak mengadakan diskusi dan seminar. Cara yang paling ampuh dan mudah diterima, yakni mengadakan Festival Budaya dengan melibatkan sanggar di Kota Bogor.
 
Tak hanya itu, pengurus Yayasan Hanjuang Bodas juga akan berkunjung ke sekolah untuk memberikan workshop. ”Yayasan Hanjuang Bodas akan turun menemui siswa agar mereka tertarik dengan budaya Sunda dan siap membantu para pendidik,” jelasnya.
 
Budaya Sunda, tambah Yudi, seolah hilang terkikis budaya barat. Inilah yang membuat Yayasan Hanjuang Bodas bergerilya untuk kembali memperkenalkan budaya kepada warga Bogor.
 
Salah satunya dengan melakukan kegiatan yang sifatnya di bidang usaha kreatif kerajinan dari limbah dan bidang pertanian di lahan sempit sesuai kondisi perkotaan.
 
”Budaya orang Sunda itu bertani, tapi sekarang malah jarang bahkan bisa dibilang budaya Sunda di Kota Bogor sudah punah,” pungkasnya. (ent)

Prof Arief Rahman Hakim Sampaikan Pesan Pengajar Kepada Komunitas Terminal Hujan



BOGOR - Prof Arief melakukan hal berbeda sesaat sesudah memasuki ruangan gathering di gedung Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W ) Pascasarjana IPB Baranangsiang, Minggu (14/2) siang. 

Melihat jarak peserta yang renggang dan juga jauh dari pemateri, tokoh pendidikan ini pun meminta peserta untuk lebih merapatkan tempat duduk dan mendekat ke posisinya yang berada di depan. 

"Penyampaian pesan melalui suara asli akan memudahkan materi sampai dari pengajar kepada murid. Seorang pengajar harus cerdas akal, halus perasaan, dan sehat jasmani," ungkap profesor sambil meme­ragakan memegang kepala, mengelus dada dan aksi seperti binaragawan me­mamerkan otot.Prof Arief juga mengatakan, menjadi pengajar itu harus menyenangkan, sehingga murid bisa cepat menyerap ilmu yang disampaikan. Seorang pengajar diharuskan menciptakan suasana nyaman terlebih dahulu sebelum memberikan materi pelajaran. Prof Arief pun memberikan tips dengan 7S. Yaitu senyum, salam, sapa, syukur, semangat, sugih, dan sehat. "Pendidikan itu menguatkan iman, memperhalus perasaan, mencerdaskan akal, menyehatkan badan, dan mempererat silaturahmi," tegasnya.

Sementara itu, founder Terminal Hujan Anggun Pesona mengatakan, sebagai founder komunitas, gathering ini positif karena bisa mempererat hubungan volunteer dan pengajar. Selain bisa dapat banyak ilmu dari Prof Arief, juga jadi banyak tambahan ilmu untuk menjalankan kegiatan pendidikan di Terminal Hujan. 

"Setelah empat tahun berdiri dan puluhan volunteer sudah tergabung, Terminal Hujan mengadakan acara kumpul untuk mempererat silaturahmi antara para pengajar dan volunteer," ucapnya.

Sebagai komunitas yang mendedikasikan pada pendidikan informal, peran volunteer dan pengajar sangat penting. Oleh karena itu, keeratan dan kekerabatan di dalam komunitas harus terus dibina, serta ilmu mengenai pendidikan harus terus menerus di-update. 

Ketua Terminal Hujan Haqi Zou Fadillah mengatakan, acara dimulai dari pagi hari dengan kegiatan ramah tamah dan games seru, serta perkenalan untuk menambah keeratan antar volunteer. Setelah break, materi mengenai pendidikan informal bagi pendidikan anak dimulai oleh Prof Arief.

"Undangannya volunteer, pengajar dan pengurus Terminal Hujan. Komunitas ini sudah ada sejak 2011 lalu," jelasnya. (ent)