Home »
» Polemik Makam Keramat di Cigombong, Begini Saran Dewan
CIGOMBONG-RADAR BOGOR, Polemik kepemilikkan lahan
makam antara warga dengan PT MNC Land di Kampung Cilteuh Hilir RT 01/02,
Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, terus berlanjut.
Sengketa kepemilikan lahan ini pun mendapat sorotan dari Ketua Komisi
I DPRD Kabupaten Bogor, Kukuh Sri Widodo. Kukuh minta pihak PT MNC Land
menunjukkan sertifikat kepemilikkannya.
Ia mengatakan, menyikapi persoalan yang ada, seharusnya sebagai
bentuk kepedulian kepada warga, pihak perusahaan bisa menyediakan lahan
makam yang lebih baik. “Kalau betul tanah itu milik MNC Land dan
bersertifikat, tunjukan ke publik,” katanya kepada Radar Bogor, Jumat
(8/2).
Menilik lahan yang bergulir ke tangan beberapa perusahaan, lanjut
Kukuh, seharusnya masyarakat mulai menelusuri dari ujung kepemilikan
tanah. Dan mencari tau bagaimana bisa PT MNC Land mengkalaim lahan
tersebut.
Yang perlu disoroti, kata dia, awal mula kepemilikan lahan itu. PTP
XI yang jadi kata kuncinya. “Kalau misalkan itu tidak betul (lahan itu
milik PT MNC Land, red), berarti lahan makam itu milik warga dong,”
ucapnya.
Akan tetapi, sambung dia, masyarakat juga perlu mempertanyakan apakah
lahan makam keramat masuk dalam pembelian tanah oleh perusahaan
bersangkutan. Karena, bisa jadi lahan tersebut masuk dalam pengecualian
PTP XI kepada PT MNC Land.
“Tentunya kita sebagai masyarakat perlu juga meminta kejelasan ke PTP
Nusantara di Bandung. Kalau pun tidak ke BPN untuk memperjelas status
lahan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kuasa Hukum Warga Kampung Ciletuh, Direktur Eksekutif
Sembilan Bintang, Anggi Triana Ismail mempertanyakan status dari lahan
makam dan tanah tersebut nantinya akan dipergunakan untuk apa. “Sudah
kami tantang pihak perusahaan. Tapi mereka tidak pernah mereka
menunjukan kepada kita maupun kepada warga,” bebernya.
Selaku kuasa hukum warga, dirinya hingga kini masih terus melakukan
upaya investigasi atas keterlibatan alat negara yang ikut terjun dalam
pemindahan makam akhir Januari lalu. Kemudian, sambung Anggi, pihaknya
juga turut mempertanyakan kaitannya dengan Muspika, telah melakukan
pertemuan dengan pihak terkait atau belum.
“Sampai sekarang kita minta riwayat tanah ke Pemerintah Desa (Pemdes)
Wates Jaya, tapi tidak ada. Bahkan parahnya buku besar yang merupakan
dokumen negara yang wajib dijaga tidak ada juga,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Rw 06, Jaja mengatakan, sebelum pelaksanaaan
pemindahan makam, mediasi juga pernah dilakukan beberapa kali. Hanya
saja, hingga saat ini belum ada titik temu. “Tiga kali kita sudah
layangkan surat. Disana belum ada kata sepakat. Dan kita tidak sepakat
untuk pemindahan,” bebernya.
Terkait dengan pemindahaan, Jaja menjelaskan, pihak Muspika bisa
dikatakan bersikap arogansi. Karena, merek datang tanpa mengadakan
mediasi kepada warga maupun alih waris. “Jangankan kita sebagai warga,
bahkan alih waris juga tidak diberitau. Bicara intervensi, mereka
membawa senjata pun itu mungkin salah satu intervensi ke kami,” katanya.
Pada pemindahan tersebut, lanjut Jaja, warga merasa tertekan.
Lantaran, warga sudah tidak bisa mengungkapkan lagi apa yang menjadi
keinginannya. “Untuk sekarang, perusahaan masih mediasi dengan alih
waris. Bahkan, ada alih waris yang memohon ke kami untuk menyetujui,
kami tolak,” ucapnya. (rp1/c)
Related Posts:
Melongok Kantor Baru BPBD Kota Bogor, Parkir Berdesakan, Gudang tak Muat Tampung Logistik
Memiliki kantor baru tak membuat para pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor berbesar hati. Jelas saja, fasilitas bangunan bekas Kantor Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD-PPJ) itu justru memprih… Read More
Hati-hati Beli Hunian Subsidi!
CITEUREUP–Rumah murah bersubsidi menjadi incaran masyarakat berpenghasilan rendah. Seperti ditawarkan Perumahan Hilwa, Desa Tajur, Citeureup, yang dikelola PT Detail Design Architecture.Informasi yang diterima Radar Bogor… Read More
Minimalis Tapi Tetap Gaya
Kamu yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia pasti sudah paham betul kalau outfit dengan desain yang simpel dan nyaman sering jadi pilihan untuk selalu tampil stylish.Meski kadang bosan dan kehabisan ide untuk outf… Read More
Festival Kurma Terbesar Hadir di Bogor
BOGOR–Bagi pencinta buah kurma, sepertinya tidak boleh melewatkan momen ini. PT Kampung Kurma resmi menggelar Pekan Festival Kurma Tropika Indonesia di Botani Square, kemarin (8/1).Menurut Direktur Operasional PT Kampung K… Read More
Buruh yang Dipecat Gelar Aksi Tuntut Hak
CITEUREUP–Belum mendapat kepastian dari perusahaan, belasan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja PT Nassau Sport Indonesia kembali menggelar aksi di depan perusahaan, tepatnya di area industri PT, Desa Sanja, kemarin… Read More
0 komentar:
Post a Comment