Home »
» Berkedok Jasa Ekspedisi, Lima Garong Kuras Produk Garmen di Bogor
BOGOR-RADAR BOGOR, Polisi berhasil membongkar
komplotan pencuri yang berkedok jasa ekspedisi di Jalan Raya Cilebut,
Kota Bogor. Tak tanggung-tanggung, lima garong berhasil diringkus polisi
setelah kedapatan menjarah hasil produksi garmen milik PT Dae Dong
International di Ciawi.
Mereka yang ditangkap yakni S, YS, AF, AS dan W. Kawanan garong itu
menjalankan aksinya secara terorganisir di Jalan Raya Cilebut Tugu
Wates, Sukaresmi, Kecamatan Tanahsareal, Bogor. Kelimanya bersekongkol
menilep 440 kilogram produk garmen berkedok penyedia jasa ekspedisi.
Kapolres Bandara Soetta Kombes Pol Victor Togi Tambunan mengatakan,
produk garmen merek ASICS itu rencananya diberangkatkan ke Incheon,
Korea Selatan.
Aksi pencurian itu bermula ketika PT Daedong mencari ekspedisi lokal
untuk mengantar barang mereka ke Korea Selatan. ”Setelah pencarian,
akhirnya terpilihlah saudara S yang kemudian jadi tersangka,” katanya,
Jumat (22/2/2019).
Tersangka S lalu membawa truk ekspedisi berisi garmen merek ASICS
sebanyak 197 koli atau 3.897 potong yang direncanakan akan diterbangkan
menggunakan maskapai Garuda Indonesia di Bandara Soetta.
Di tengah jalan, S bersama YS membelokkan kendaraan mereka ke arah
Jalan Raya Cilebut, Bogor, dan bertemu AS untuk menjarah garmen yang
dibawanya itu.
”Jadi sebelum dijarah, awalnya pelaku AF menerima order dan meminta
AS menyediakan truk Fuso. Lalu tersangka S yang menjadi sopir truk dan
mengangkut total 2,2 ton garmen di Ciawi,” sambungnya. Sementara itu, S
mengaku bersama rekan-rekannya membuka ribuan barang garmen yang sudah
terbungkus rapi tersebut menggunakan pisau.
”Usai membuka bungkusan dan mengambil beberapa bagian, barang saya
tutup kembali di kardusnya sehingga terlihat seperti tidak dibuka.
Lalu barang diambil secara acak dan dirapikan dalam dus,” jelasnya.
Ia pun mengaku tidak menghitung lagi jumlah barang yang diambil.
Baru setelah dihitung, dirinya tahu bahwa jumlah barang itu 440
kilogram. Bila diuangkan, jumlahnya mencapai Rp500 juta.
”Setelah itu, barang dibawa W menggunakan mobil pikap yang akhirnya
mereka jual ke toko baju dan pasar di kawasan Bogor seharga Rp45 juta.
Semuanya sudah laku terjual di Bogor, sudah laku,” ungkapnya.
Saat barang tiba di Incheon dan langsung dilakukan pengecekan oleh PT
Daedong. Ternyata terjadi pengurangan barang hingga 440 kilogram.
Temuan ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian di Indonesia.
Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya kelima bandit itu berhasil
ditangkap. Tersangka S ditangkap di rumahnya, Depok, pada 28 Desember
2018. Sedangkan empat rekannya di Bogor dan Sukabumi.
”Atas perbuatannya, kelima pelaku dijerat Pasal 363 KUHP ayat 1 dan
diancam pidana penjara paling lama tujuh tahun,” pungkasnya.
(sin/feb/run)
Related Posts:
Lagi… WN Tiongkok di Kabupaten Bogor Sembunyi di Gua
BOGOR – PENANGKAPAN empat WN Tiongkok di Jalan Raya Cigudeg, Ahad (19/2), membuka tabir persembunyian para gurandil asal Negeri Tirai Bambu.
Seperti dugaan banyak pihak, para WNA itu adalah pekerja asing yang berhasil k… Read More
Banyaknya Jalan Rusak di Bogor Jadi Penyumbang Kecelakaan
BOGOR – Kondisi permukaan jalan ternyata ikut menyumbang angka kecelakaan lalu lintas di Kota Hujan.Meski tidak signifikan, dari segi fatalitas dampak kecelakaan cukup tinggi. Dari data Satuan Lalulintas Polresta Bogor K… Read More
Ngaku Perwira Polisi, Pria Ini Peras Gadis Kota Bogor Lewat Foto Tak Senonoh
BOGOR — Gadis mana yang tak tergoda pemuda berseragam polisi. Apalagi polisi berpangkat perwira. Namun lain ceritanya jika profesi itu dipakai memeras wanita. Seperti perbuatan tak terpuji yang dilakukan warga asal Jakar… Read More
Lelang Jabatan Empat Kepala Dinas di Bogor Masih Sepi Peminat
BOGOR – Meski bisa jadi ajang kenaikan pangkat, agenda lelang jabatan (open bidding) empat kepala dinas masih sepi peminat.Senin (20/02/2017), belum ada satu pun yang mendaftar ke Badan Kepegawaian, Pendidikan dan … Read More
Maraknya Perusahaan Asing, Pemuda Wanaherang Kabupaten Bogor Tuntut Pekerjaan
BOGOR – Menjamurnya perusahaan asing di Gunungputri, nyatanya tak menjamin warga setempat mudah mendapat pekerjaan.Seperti yang dialami ratusan pemuda Desa Wanaherang yang belum bisa bekerja meskipun memiliki keterampila… Read More
0 komentar:
Post a Comment