Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Monday, 29 May 2017

Razia Antisipasi Spekulan, Sembako Aman, Gas di Kabupaten Bogor Langka


BOGORGuna mengantisipasi kelangkaan stok sembako dan keperluan lainnya. Polsek Jonggol menggelar operasi ke beberapa pasar di area Jonggol.

Kegiatan yang diselenggarakan sejak Senin (15/05) hinga jumát (26/5) bertujuan untuk memastikan stok kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi adanya spikulan.


“Kami pastikan kondusif. Tidak ada spikulan yang berakibat tingginya harga bahan pokok,” tukas Kapolsek Jonggol, Kompol Agus Supriyanto.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Jonggol dan Kompol Agus Supriyanto, dengan mengikutsertakan anggota gabungan fungsi Sabhara, Reskrim, Intel dan Bhabinkamtibmas itu juga menyasar ke gudang-gudang bahan pokok.

“Kami lakukan pemeriksaan dan pengecekan stok barang yang ada di gudang-gudang dan agen di wilayah hukum Polsek Jonggol,” tuturnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Awas, Ranjau Jeruk Mengintai Pengguna Jalan di Sukamakmur Bogor

 

BOGORAda-ada saja akal bulus penebar paku jalan. Berharap menuai untung, beberapa pelaku kejahatan ini mengemas aksinya dengan gaya baru. Yaitu, dengan menebar buah jeruk berisi paku.

Salah satu korban, Kades Cibadak Desa Sukamakmur, Ulung Saputra mengaku sempat melindas jeruk berisi paku belum, Kamis (25/05). Karenanya , kendaraan yang ditumpanginya bocor ban.


“Saya aneh, saat cek ban saya yang bocor, kok diantara paku ada kulit jeruknya dan terlihat bekas jeruk,” tukasnya. Karenanya, ia mulai menyadari para penyebar paku mulai menggunakan jeruk sebagai media baru untuk melancarkan aksinya. “Jadi bermodal jeruk. Cost-nya nambah,” candanya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sukamakmur, Ipda Lilik Setyo Pamuji tak menampik adanya kegiatan kejahatan penebar paku jalan. Terlebih lagi mendekati di momentum puasa dan lebaran. Namun, untuk modus ini ia mengaku masih menyelidiki kebenarannya.

“Kami belum dapat laporan. Jika ada, ini bagian dari modus pengusaha bengkel nakal yang berniat mencari keuntungan lebih besar,” kata dia.

Tak hanya di Kecamatan Sukamakmur, informasi itu menyebar hingga ke area Kecamtan Gunungputri, Kecamatan Citeureup dan Kecamatan Cileungsi.

Kanit Lantas Polsek Cileungsi, AKP Yayan Suharyana menghimbau, agar para pengendara lebih berhati-hati saat menemukan jeruk di tengah jalan. Meski belum terdapat laporan korban, di area Cileunsi patut menjadi kewaspadaan.

“Di sini banyak bengkel-bengkel. Khawatir ada yang nakal, karenanya wajib untuk waspada,” imbaunya. Menurutnya, modus tersebut tak lebih untuk meningkatkan keuntungan pengusaha nakal. Dengan menebar paku di jalan, tingkat kunjungan konsumen akan semakin bertambah.

“Jika ada yang melihat gelagat aneh dari pengendara jalan. Membuang jeruk atau terlihat menyebar paku, jangan sungkan untuk melapor. Pasti kami tindak,” ujarnya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Tuesday, 16 May 2017

Satpol PP Kabupaten Bekasi Takut Tutup Paksa THM


CIKARANG PUSATMeskipun dorongan untuk menutup Tempat Hiburan Malam (THM) terus mengalir, namun Satpol PP Kabupaten Bekasi tak bergeming. Penegak perda ini tidak akan menutup paksa THM karena khawatir justru akan menimbulkan persoalan baru.

Kepala Bidang Penegakkan Perda pada Satpol PP Kabupaten Bekasi, Ida Nuryadi, mengatakan meski sudah mensosialisasikan Perda Nomor 03 Tahun 2016, namun pihaknya untuk sementara ini hanya bisa mengeluarkan imbauan.


“Kita menyalahi aturan nanti kalau menutup paksa. Jadi untuk sementara terlebih dulu diimbau para pelaku usaha menutup sendiri,” katanya.

Ida mengakui pihaknya sudah mengeluarkan surat peringatan sebanyak tiga kali ke pengusaha THM. Bahkan, sudah ada tindakan dari Dinas Pariwisata dan ditindaklanjuti oleh Bupati Bekasi. Namun kata Ida, hal tersebut belum memiliki kekuatan hukum jika melakukan tutup paksa.

“Jadi sifat kita terlebih dulu melakukan secara persuasif, sehingga kita beri waktu mereka untuk menutup sendiri,” ujarnya.

Untuk bisa menutup paksa tempat hiburan yang disinyalir melanggar perda, lanjut Ida, harus ada surat perintah dari kepala daerah.

“Oleh sebab itu kami tidak bisa semena-mena melakukan penutupan, karena jangan sampai nantinya permasalahan berbalik ke kita. Langkah-langkah untuk penutupan perlu kita tempuh sebagai standar operasional prosedur,” jelasnya.

Sambil menunggu action Satpol PP mengeksekusi THM, pihaknya dalam waktu dekat ini akan menyebarkan maklumat yang berisi larangan tempat hiburan malam beroperasi selama Bulan Ramadan.

“Jadi selain dengan perda, penutupan THM ini juga kami lakukan melalui maklumat. Kan kalau mereka yang tutup sendiri lebih baik,” katanya.


Sumber : POJOKJABAR.com

KPU Kota Bekasi Berharap Anggaran Pilkada Cair Juli


BEKASIPemerintah Kota (Pemkot) Bekasi belum bisa memberikan kepastian pencairan anggaran untuk penyelanggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi 2018 mendatang. Padahal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi berharap anggaran tersebut sudah turun Juli 2017 mendatang.

“Berkasnya belum sampai ke saya, jadi belum tahu waktu kapan pencairannya,” kata Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji.


Menurutnya, anggaran Pilkada yang membutuhkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus melalui mekanisme yang berlaku, termasuk soal berkas. Maka dari itu, ia pun meminta hal itu dicek di Asda I bidang pemerintahan.

“Coba adek cek dulu di Pak Dinar (Asda), berkasnya sudah lengkap atau belum. Kalau sudah disana, pasti tahu kapan pencairannya, tapi kalau saya belum lihat,” tukas Rayendra.

Sebelumnya, Ketua KPUD Kota Bekasi, Ucu Asmarasandi mengharapkan anggaran Pilkada 2018 tersebut sudah cair pada Juli 2017. Dana untuk kebutuhan Pilkada Kota Bekasi dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat, sebesar Rp64 miliar.

“Kami sudah mengusulkan melalui APBD Kota Bekasi dalam bentuk hibah,” bebernya.


Sumber : POJOKJABAR.com

Miris! Tiap Hujan Turun, Jalan Berubah Jadi Kubangan Kerbau


SUKAWANGIWarga Kampung Kedung Plasman, Desa Sukadaya kecamatan Sukawangi, mengeluhkan kondisi jalan diwilayah tersebut. Pasalnya, jika turun hujan jalan dikampung ini tidak bisa dilalui warga.

Kondisi jalan yang masih tanah, membuat jalan tersebut seperti kubangan kerbau jika turun hujan. Warga berharap, pemerintah kabupaten Bekasi segera memperbaiki jalan diwilayahnya.


Warga Kampung Kedung plasman, Niran (55) mengaku, kondisi jalan tersebut sudah berlangsung lama. Namun sayangnya, hingga saat ini belum ada upaya dari pemerintah Kabupaten Bekasi untuk memperbaiki.”Beginilah keadaan kampung kami, tidak bisa kemana-mana kalau lagi musim penghujan,” ucap Niran saat ditemui, Minggu (14/5/2017)

Dia mengaku, letak kampung yang jauh dari jalan raya, membuat warga harus mempersiapkan kebutuhan sehari-hari juka turun hujan. Selain kondisi jalan masih tanah, minimnya penerangan menjadi keluhan warga.

“Kalau musim penghujan, sejak sore warga harus ke toko belanja persiapan untuk malem hari. Warga yang lain mengirim semua, biasanya warga ngirim air, obat nyamuk, roko, dan yang lainnya, karena disini enggak ada warung,” ungkapnya.

Dia menambahkan, ketika kampung Kedung plasma terkena bencana seperti banjir, tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pihak Desa, maupun Kecamatan.”Saya dan warga lainnya, berharap jalan bisa di perbaiki, agar bisa beraktivitas walaupun lagi musim penghujan,” harapnya.

Kepala Desa Sukadaya, Yarpan mengaku sudah mengajukan perbaikan jalan kampung tersebut kepada pemerintah Kabupaten Bekasi. Dia berharap, pengerjaannya bisa dilakukan pada tahun ini,”Mudah-mudahan saja pengajuan bisa direalisasikan tahun ini, saya juga enggak mau jalan di wilayah saya seperti ini,” tutupnya.


Sumber :  POJOKJABAR.com

Mulyadi Direstui Prabowo untuk Maju di Pilgub Jabar


BEKASIKetua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi, mengaku sudah mendapat restu dari Ketua Umum Prabowo Subianto untuk maju di Pilgub Jawa Barat 2018. Ia juga didukung oleh seluruh DPC untuk berlaga di hajat demokrasi tahun depan.

“Alhamdulillah, saya telah mendapatkan restu dari ketua umum untuk maju dalam Pilgub Jabar, dan insya Allah saya akan bekerja untuk rakyat sesuai dengan intruksi ketua umum untuk bekerja demi rakyat,” ungkap Mulyadi.


Mulyadi akan merangkul seluruh kader Gerindra di Jawa Barat. Karena menurutnya, kader merupakan mesin partai yang bisa membawanya tampil dan merebut kemenangan di pilgub.

“Kader-kader yang ada di Partai Gerindra, mereka adalah orang yang sangat loyal terhadap partai, dan saya juga sebagai kader partai akan melaksanakan tugas partai yang telah di instruksikan oleh pusat, jadi sebagai kader harus bisa kerja keras untuk rakyat,” tuturnya.

Soal siapa yang bakal menjadi pasangannya di Pilgub Jawa Barat, Mulyadi menyerahkan sepenuhnya ke DPP. Saat ini, ia akan fokus sosialisasikan diri ke masyarakat.

“Untuk pasangan, saya belum terlalu memikirkan. Yang harus saya lakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat Jabar bahwa saya maju dalam Pilgub Jabar. Untuk pasangan saya serahkan kepada DPP siapa yang akan menjadi pasangan saya,” ungkapnya.


Sumber :  POJOKJABAR.com

Perjuangan Seorang Ibu Miskin yang Ingin Melahirkan, Diminta Uang oleh Puskesmas


SUKATANISeorang ibu bernama Rani Damayanti harus berjuang keras agar bisa selamat melahirkan. Bukan hanya nyawa taruhannya, tapi juga seluruh materi yang ia miliki.

Usia kandungan Rani sudah sembilan bulan. Pada April 2017 kemarin, ia pun melahirkan seorang anak laki-laki dengan selamat. Namun di balik persalinannya itu ada kisah yang menyedihkan.


Ketika Rani mulai merasakan mulas, ia bergegas ke puskesmas setempat ditemani ibunya. Sementara suaminya, sudah tidak ada kabar sejak beberapa bulan lalu dan tidak tahu kalau istrinya akan melahirkan.

Bermodalkan KTP ia mendaftar ke puskesmas. Sebagai warga miskin, ia berharap proses persalinannya gratis alias tidak dipungut biaya.

Namun ternyata api jauh dari panggang. Pihak puskesmas tetap minta biaya persalinan sebesar Rp600 ribu. Karena saat itu Rani akan melahirkan, ia pun terpaksa menyanggupi permintaan puskesmas soal biaya persalinan.

Yang ada di pikiran benaknya saat itu ialah anaknya dan ia selamat setelah persalinan. Sedangkan untuk membayar biaya persalinan akan diusahakan setelahnya.

“Saya tidak punya uang, jadi harus bayar Rp600 ribu,” katanya, beberapa waktu lalu.

“Saya tidak paham, maklum saja orang tidak punya,” tambahnya.


Sumber :  POJOKJABAR.com

Sejuk, Walikota Depok Jenguk Ketua DPRD Kota Depok


DEPOK – Ada pemadang sejuk, kemarin. Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo (HTA), yang sudahlima hari terbaring di Rumah Sakit (RS) Citra Medika, dijenguk Walikota Depok Mohammad Idris. Didiagnosa, Hendrik diserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan tipes.

Istrik Hendrik Tangke Allo, Chico Tangke Allo mengungapkan, kondisinya memang sudah tidak fit saat di Makassar dan ketika tiba di Depok semakin parah sehingga langsung ke RS Citra Medika agar ditindaklanjuti dan tidak terlambat.
“Bapak kena DBD kayaknya dari Makssar, ditambah sekarang ada tipesnya, kelelahan karena banyak roadshow ke beberapa wilayah di luar Depok,” jelas perempuan yang juga menjabat Ketua Ikatan Istri Dewan (IKD) Kota Depok.

Kepada Harian Radar Depok, Chico menjelaskan, sampai saat ini kondisinya belum membaik, justru malah waktu observasinya yang dari 12 jam sekali kini menjadi 8 jam sekali.

Hal itu dikarenakan jumlah trombositnya masih dibawah normal. Sampai saat ini masih dimasukkan cairan kedalam tubuh dari pihak rs. Akan tetapi dari pihak keluarga juga menambahkan dengan makanan dan minuman penambah trombosit.

“Kami diperbolehkan memberikan asupan yang mampu menaikkan trombosit sehingga bisa normal,” tegasnya.

Sementara, Walikota Depok, Mohammad Idris dengan sikat mengungkapkan, kemarin sudah menjenguk dan kondisinya masih lemah. “Semoga lekas sehat dan bisa beraktivitas kembali,” singkat orang nomor satu di Kota Depok ini.

Terpisah, Pemilik RS Citra Medika, Haryanto Tangke Allo mengatakan, memang benar kondisi HTA terjangkit DBD dan terkena tipes. Namun, sudah ditindaklanjuti sehingga bisa normal kembali.

Tentu dengan pemberian obat-obatan dan tindakan sesuai prosedur kedokteran sesuai jenis penyakitnya. “DIharapkan kondisinya bisa membaik, semua tahapan pengobatan sudah dilakukan,” tuturnya.

Sumber : POJOKJABAR.com

Warga Depok Temukan Mayat Bayi di Ciliwung


DEPOKMaksud hati ingin mendapatkan ikan. Wandi dan kawan-kawan malah menemukan mayat bayi berjenis kelamin perempuan yang mengambangkan di Sungai Ciliwung, Sabtu (13/5).  Mayat bayi dibungkus karung itu ditemukan, di RT3//11 Kelurahan Ratu Jaya Kecamatan Cipayung.

Seorang saksi mata, Wardi (40) mengatakan, mayat bayi berjenis kelamin perempuan dia temukan saat tengah mencari ikan di Sungai Ciliwung. Saat mencari ikan, dia tidak menduga akan menemukan mayat bayi yang mengambang di aliran sungai yang menjadi tempat dia mencari ikan.


“Kejadiannya menjelang sore, sekitar pukul 15:00 WIB saya melihat mayat bayi,” ujar Wardi kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Minggu (14/05/2017).

Wardi menjelaskan, ditengah asik mencari ikan, dia melihat bungkusan karung yang didalammnya seperti boneka. Dikarenakan curiga dan ingin memastikan isi karung tersebut, Wardi berusaha mengambil karung tersebut yang menyangkut diantara tumpukan sampah.

Saat dibuka isinya, bayi. “Saat melihat isinya mayat bayi, saya memberitahukan warga sekitar dan pihak kepolisian,” terang Wardi.

Kabag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus menuturkan, pada Sabtu (13/5) salah seorang pencari ikan menemukan mayat bayi perempuan di aliran Sungai Ciliwung.

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, pihak Polsek Pancoranmas dan Polresta Depok mendatangi lokasi guna mengindentifikasi mayat bayi perempuan tersebut.

“Mayat bayi ditemukan masih terbungkus karung beras yang tersangkut antara tumpukan sampah,” ucap Firdaus.

Firdaus mengatakan, bayi perempuan diperkirakan baru satu hari dibuang dari orang tua yang tidak bertanggung jawab. Hal itu terlihat, dalam tubuh bayi perempuan masih menempel tali pusar.

Guna menindaklanjuti penemuan tersebut, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi. “Saksi sudah kami mintai keterangan, kami akan menyelidiki pelaku pembuang bayi perempuan yang tak berdosa,” tutup Firdaus.


Sumber : POJOKJABAR.com

Mei-Oktober Disdukcapil Kota Depok One Day Service


DEPOKDinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, kembali gelar One Day Service. Terbaru, Disdukcapil turun gunung dengan memberikan pelayanan di hari libur, di kantor Kelurahan Jatimulya, Cilodong Sabtu (13/5).

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Misbahul Munir mengatakan, kegiatan One Day Service atau pelayanan sehari terus dilaksanakan Disdukcapil Kota Depok.


Untuk itu, dia melaksanakan pelayanan akte kelahiran pada hari libur guna mengikuti program pemerintah pusat, Yakni, Permendagri Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran, setiap kabupaten/kota ditargetkan untuk tahun 2018, anak usia 0-18 harus mencapai 80 persen kepemilikan Akta Kelahiran.

“Hingga Mei 2017, Kota Depok baru mencapai mencapai 63,12 persen,” ujar Munir kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Sabtu (13/5).

Munir menjelaskan, Depok menjadi salah satu kota yang ditetapkan nasional mengejar target. Di Kota Depok anak berusia 0 hingga 18 tahun sekitar 400.000 anak.


Sumber :  POJOKJABAR.com

DPD Partai Golkar Kota Depok, SP untuk Pembelajaran


DEPOKKetua Dewan Penasehat DPD Partai Golkar Kota Depok, Mohammad Amin Fauzi, angkat bicara ihwal dibubarkan reses Anggota Fraksi Golkar DPR RI, Wenny Haryanto, pekan lalu.

Seperti diketahui, justru dari aksi tersebut, DPD Partai Golkar Kota Depok malah melayangkan Surat Peringatan (SP) 1 kepada Wenny. Dirinya dianggap tidak berkoordinasi saat melakukan reses.


Kata Amin, Wenny sepatutnya mendapat SP. Karena  persoalan (tidak koordinasi saat reses) ini terulang kembali. “SP1 itu buat pembelajaran buat Wenny,” tegas Amin, kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Minggu (14/5).

Munculnya permasalahan ini, jelas dia, karena tidk adanya koordinasi atau pemberitahuan saat melaksanakan reses. Amin menilai, Wenny sudah melanggar aturan organisasi dan azaz partai politik.

Lebih lanjut, seyogyanya bila seorang Anggota DPR ingin melaksanakan kegiatan di dapilnya, harus ada laporan dan berkoordinasi dengan pengurus partai di daerah. Karena, program ini sudah diterapkan di semua daerah kepengurusan DPD tingkat kota atau kabupaten.

Para kader dan pengurus Partai Golkar, khususnya Golkar Depoko harus dilibatkan. Sehingga dana yang dikucurkan ke masyarakat melalui anggota DPR ini, terserap dan bisa dipertangungjawabkan kepada partai maupun instasi kelembagaan DPR.

“Uang ratusan juta itu yang dibawa ke reses harus sampai ke masyarakat. Perlu adanya koordinasi dengan kader dan pengurus partai di daerah. Meski pun sudah ada kabar koordinasi dengan pengurus DPD Partai Golkar Depok, tapi  harus tertulis jangan sebatas pesan singkat atau omongan saja,” tandasnya.

Sebelumnya,  menangapi hal itu, Wenny mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan pihak DPD Partai Golkar Kota Depok, prihal pelaksanaan reses di Depok. Namun, koordinasi itu dibatalkan oleh pihak pengurus DPD Golkar Depok dengan menjanjikan akan memberikan waktu yang pas untuk reses.

Tetapi setelah ditunggu, lanjut dia, tidak ada kepastian jadwal reses dari DPD Partai Golkar Kota Depok. “Sudah koordinasi dan dibatalkan. Saya pun tunggu kepastian untuk reses. Karena dikejar-kejar laporan hasil reses di DPR,” ungkap Wenny singkat.


Sumber :  POJOKJABAR.com

Warga Depok Berjubal di Festival Cinangka


DEPOKFestival Kampung Cinangka Tempo Doeloe yang dilaksanakan di Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kota Depok, sangat diminati warga.

Hal tersebut dapat dilihat dari pengunjung yang berjubal di jalan Pendidikan, Kelurahan Cinangka, saat gelaran festival dua hari tersebut.


Salah satu pengunjung, Gibran (34) mengatakan, dirinya sangat terhibur dengan acara tersebut. Pasalnya, selain banyak kuliner-kuliner dan kesenian khas betawi, ada juga lomba dan permainan tradisional yang ditampilkan dalam gelaran tersebut.

“Dengan begini, saya jadi lebih tahu lagi mengenai kebudayaan khas Kota Depok,” katanya.

Ketua pelaksana kegiatan, Herman mengatakan, Festival Cinangka Tempo Doeloe dilaksanakan selama dua hari yakni 13-14 Mei 2017.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan, antara lain lomba mewarnai dan lomba tari anak paud dan TK, acara makan bareng warga dari 11 RW se Kelurahan Cinangka, karnaval pakaian adat betawi, jalan santai, serta lomba tumbuk uli dan ngayam kulit ketupat.

“Tak hanya itu, kami juga menggelar syukuran atas umur Kota Depok yang sudah menginjak ke 18 tahun. Serta, lomba kebersihan lingkungan,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua LPM Cinangka tersebut.


Adapun, lanjut Herman, tujuan kegiatan tersebut adalah menggali potensi seni dan budaya asli Kota Depok, agar para warga Depok lebih mengenal dan mencintai budayanya.

“Juga untuk mengenalkan kembali kuliner-kuliner khas Depok tempo dulu kepada generasi muda,” lanjutnya.

Kegiatan yang juga diselaraskan dengan program Kota Depok yaitu kota ramah keluarga ini, bekerjasama dengan Kelurahan, Karang Taruna, PKK dan BKM serta para ketua RW dan RT se Kelurahan Cinangka.

“Kami ingin mengajak seluruh warga kelurahan Cinangka agar berkontribusi dalam membangun Kelurahan Cinangka lebih baik,” ungkapnya.


Sumber :  POJOKJABAR.com

Produksi Beras di Kabupaten Bogor Tak Aman, Harga Telur Naik


BOGORJelang Ramadan, harga kebutuhan pokok dan stok pangan di Kabupaten Bogor bakal mengalami kenaikan. Seperti biasa, untuk meminimalisasi, Dinas Ketahanan Pangan hanya akan operasi pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Soetrisno menjelaskan, Kabupaten Bogor memiliki banyak peternakan sapi. Atas dasar itu, kata dia, daging sapi yang ada disebar ke Jabodetabek. “Kebutuhan Bogor dipenuhi dulu,” ucapnya.


Selain itu, kata dia, ketersediaan pangan di Kabupaten Bogor terutama beras masih mengkhawatirkan. Sebab, kata dia, jumlah produksinya justru relatif kurang. Sehingga, terpaksa mengambil dari Karawang, Cianjur dan Indramayu.

“Kenaikan beras paling dari Rp9000 menjadi Rp10.000,” ujar dia.

Apalagi, dua tahun lalu ada wilayah yang mengalami gagal panen akibat kemarau panjang dan banjir. Saat ini, sektor pangan jenis beras yang baru terpenuhi baru 63 persen.


Sumber : POJOKJABAR.com