Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Saturday, 5 March 2016

Nostalgia Kota Paris Bogor



BOGOR - Di zaman kolonial Belanda, kawasan ini dinamai Wigmanweg atau Jalan Wigman. Sebelum kawasan itu dibuka, wilayah ini hanyalah sebuah perkampungan yang membelakangi Gunung Salak dengan tanjakan yang sedikit curam, karena berakhir di dataran yang lebih rendah di bawahnya.

Kawasan ini dulu terkenal dengan wisata kolam renangnya. Maklum, mencicipi kolam renang zaman dulu merupakan wisata yang sangat membanggakan. Pada masa Belanda, Kota Paris juga digunakan sebagai tempat pembaptisan bagi umat Nasrani. Pada masa pendudukan Jepang, kawasan tersebut dijadikan kamp penahanan warga Eropa.

Kini, kawasan itu mulai dilirik lagi oleh Pemkot Bogor, setelah Walikota Bogor Bima Arya berniat mengubahnya menjadi kawasan wisata kota tua dan akan menjadikannya sebagai aset daerah.

Nah, yang paling menonjol dengan Kota Paris adalah Kolam Renang Pemandangan, yang disebut-sebut sebagai kolam renang pertama di Kota Bogor. Pada masa jayanya, kolam renang ini menjadi tujuan wajib masyarakat untuk menyalurkan kesenangannya berenang. Kolam ini terdiri atas dua kolam dengan panjang 25 dan 20 meter serta kedalaman sama dua meter. Kolam Pemandangan hanya beralaskan semen yang airnya mengalir dari mata air langsung.

Untuk mencapainya dari pintu masuk, Anda harus menuruni 89 anak tangga yang sudah lapuk, cukup terjal, serta ditumbuhi banyak rumput. "Sejak tidak beroperasi, tiap kali rumput sudah banyak tumbuh, kami bersihkan. Hanya saja, karena saat ini kondisinya sering hujan, jadi selalu tertunda," ujar Wanning Syifa (53), warga sekitar yang lokasi rumahnya persis di area Kolam Renang Pemandangan. 

Dengan harga yang terjangkau, maka tak heran jika kolam renang ini menjadi primadona. Persis berada di sisi Sungai Cisadane, pada masanya, Anda bisa sekaligus melihat pemandangan yang memanjakan mata. "Sebenarnya ada dua akses jalan menuju ke kolam renang ini," cetusnya. 

Wanning pun sedikit mengisahkan tentang keberadaan Kota Paris. Dijuluki demikian, karena banyak rumah yang masih merupakan peninggalan tua zaman Belanda. Begitu pun dengan nama jalannya, adalah Kota Paris. "Sekarang kan ada Jalan Kamboja, Kenanga," ungkapnya. 

Banyak masyarakat yang ingin agar fungsi kolam ini bisa kembali sebagaimana mestinya. 

Hal itu diamini Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kota Bogor, Shahlan Rasyidi. Dia menuturkan jika Kolam Renang Pemandangan akan dikembalikan sebagaimana fungsinya dulu. "Sebagai kolam renang tertua di Kota Bogor, akan sangat mendukung, semisal ada investor yang ingin menatanya kembali dan menjadi destinasi wisata baru," kata Shahlan. 

Wilayah tersebut memang sudah menjadi kawasan heritage Kota Bogor. Meski ia meyakini harus ada andil pihak lain untuk mewujudkannya. Pemkot Bogor sendiri khususnya Disbudparekraf, kata Shahlan, angkat tangan. Mengingat masih banyak proyek yang tak kunjung selesai. "Untuk pembangunan gedung kesenian saja belum rampung," cetusnya. 

Mengingat Kolam Renang Pemandangan amat lekat karena banyak melahirkan atlet, Shahlan merasa, sekiranya ada dukungan juga dari Kantor Pemuda dan Olahraga Kota Bogor. Selain pengembangan objek wisata yang dilengkapi dengan sarana penunjang lainnya, semisal permainan anak juga pusat kuliner, kolam renang ini juga bisa menjadi sarana olahraga. 

"Kalau Kota Paris itu sudah turun-temurun, bahkan ada yang sudah dijual kemudian berubah fungsi menjadi bukan lagi hunian," kata Shahlan. 

Menurut data terakhir, Kota Paris masuk menjadi kawasan heritage Kota Bogor yang jumlahnya kini menyusut menjadi 487, yang awalnya 700-an. Angka tersebut menjadi wajar adanya, mengingat tak sedikit pemilik yang merenovasi bangunan. "Padahal, bangunan tempo dulu itu terkenal akan kokohnya," tandasnya. 

Ditanya apakah Kota Paris berpotensi menjadi wisata kota tua, Shahlan meragukan hal tersebut. Sebab, katanya, dibutuhkan anggaran yang tak sedikit. Terlebih, orisinalitas dari Kota Paris sudah luntur. Meski, ia mengaku sudah berulang kali melakukan sosialisasi agar para pemilik tak mengubah wajah asli bangunan miliknya yang bukan hanya di Kota Paris, namun juga wilayah lainnya. "Meski sebenarnya sudah ada pembahasan raperda tentang cagar budaya," tandasnya. (ent)

Friday, 4 March 2016

Ngeri… Lima Desa di Kabupaten Bogor Dilanda Longsor




BOGOR – Musim penghujan sudah tiba, sejumlah wilayah hampir setiap hari diguyur hujan. Bahkan beberapa pristiwa terjadi di Kampung Cihateuri RT 03/09 Desa Ciburuy yang mengakibatkan longsor Selasa (02/03/2016).
Sedikitnya tujuh rumah milik warga di lima desa berbeda mengalami rusak berat. Ini diakibatkan karena bencana longsor yang menyerang kawasan ini.

Namun, penanganan dari pihak pemerintahan desa kurang cepat untuk mendata warganya yang menjadi korban longsor.
Kasi Trantib Kecamatan Cigombong Sumantri mengatakan, untuk penanganan korban sendiri lambat. Salah satunya, beberapa pendataan warga telat untuk dikumpulkan dari masing-masing wilayah.

“Data belum semua masuk, makanya belum diajukan kepada pihak BPBD Kabupaten Bogor. Paling menunggu data semuanya masuk dulu, biar didata dari desa setempat,”ujar Sumantri.
Sumantri juga menuturkan, ada beberapa desa yang terkena musibah dan semuanya belum menyerahkan data yang lengkap. Baru sebagian desa yang melaporkan data warganya yang terkena musibah 
 
“Ada lima desa yang terkena musibah, seperti Desa Ciburuy, Cisalada, Wates Jaya,  Ciadeg, dan Pasir Jaya, baru Desa Ciburuy dan Desa Cisalada saja yang sudah menyerahkan data warganya,”tutur Sumantri.
Sementara itu, Kepala Desa Ciburuy, Iwan Sofwan Zaqqi mengaku, untuk di wilayahnya, ada dua rumah yang terkena longsor dan mengalami rusak berat. Bahkan pihaknya sudah memantau langsung ke lokasi agar segera di data.

“Pertama di Kampung Cihateuri RT 03/RW 09, rumah milik Supardi. Yang kedua di Kampung Babakan RT 03/RW 10 pemilik Kusnadi. Kedua rumah tersebut mengalami rusak berat dan harus segera mendapatkan perbaikan,”pungkas Iwan.

Lebih lanjut Iwan menambahkan, pihak desa langsung mencatat dan segera memberikan kelengkapan data korban kepada pihak Trantibum agar cepat mendapatkan bantuan dari BPBD Kabupaten Bogor.

“Kami mengintrusikan, untuk dicarikan kontrakan sementara bagi rumah warganya yang rusak berat. Karena bukan hal mudah maupun murah untuk memperbaiki rumah yang rusak,”tambah Iwan(ent)

Bogor Seperti Kota Hantu di Mata Turis

 
 
BOGOR, masih menjadi magnet bagi wisatawan, tidak saja bagi pelancong domestik tetapi juga turis asing. Sayangnya, potensi ini belum didukung secara maksimal oleh pemerintah daerah, terutama dalam menyedaikan sarana dan prasarana.

Salah satu yang dikeluhkan wisatawan asing adalah minimnya petunjuk jalan. Akibatnya, mereka sering berseloroh, Bogor seperti kota hantu, tak memiliki peta yang bisa membantu para wisatawan mencapai tujuan yang diinginkan.

"Itu salah satu yang menjadi kendala para turis asing. Kalau bagi kami kan sudah hafal, mana-mana daerah tujuan wisata yang menarik. Tetapi mereka yang ingin berpergian tanpa guide, menjadi sangat terkendala," kata Adang, Guide Tourist yang tergabung di Tourist Information Centre (TIC), Taman Topi, Kota Bogor ketika ditemui INILAH, Kamis (18/2).

Menurut pria yang sudah puluhan tahun menjadi pemandu wisata ini, tingkat kunjungan wisatawan ke Bogor terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sempat juga terjadi penurunan empat tahun lalu, saat resesi ekonomi melanda benua Amerika. Namun kondisi saat ini sudah pulih kembali.

"Sudah 300 touris sejak Januari -February ini datang ke Bogor. Mereka berasal dari Belanda, Jerman, Prancis, Belgia dan benua Eropa lainnya. Tapi yang sedang ramai sekarang tamu Eropa timur seperti Polandia, Rusia, dan Hongaria," ungkap Adang.

Jumlah guide di Bogor yang tergabung dalam TIC sekitar 60 orang, termasuk guide lokal dan guide overline. Guide lokal hanya di tempat wisata tetapi guide overline berpinda-pindah tempat.

"Tips dari mengantar turis, relatif ya. Tergantung para tourisnya. Namun kisarannya Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Mereka banyak berkunjung ke Kebun Raya karena sudah menjadi ikon Kota Bogor," sambung Adang.

Selain itu pada touris rata-rata menyukai alam seperti Curug. Lokasi lain yan menjadi incaran mereka adalah kawasan Gunung Salak, Kawah Ratu, dan Gunung Halimun.

Selain mengantar para wisatawan, para anggota TIC selalu memberitahukan supaya wisawatan yang datang ke Bogor agar lebih hati-hati. Seperti saat keluar dari stasiun kota dan sekitar Taman Topi untuk mengantisipasi adanya copet dan penipu.

"Kami juga seringkali memberitahui jangan sampai tertipu oleh guide gadungan ilegal, para touris harus melihat kelengkapan indentitas guide tarsebut agar tidak tertipu," pesannya.

Taman Topi sendiri sudah menjadi legenda bagi wisatawan yang memasuki Kota Bogor. Dulu kawasan ini adalah sebuah taman yang diberi nama Taman Ade Irma Suryani. Sebelumnya taman ini memiliki nama Taman Kebon Kembang tempat orang berwisata.

Namun pada tahun 1980-an taman ini berubah fungsi menjadi terminal angkutan kota karena letaknya yang strategis di muka Stasiun Bogor.

Terminal tersebut kemudian direnovasi menjadi Plaza Kapten Muslihat yang mengusung konsep Bangunan berbentuk Topi, sehingga masyarakat pun menyebutnya dengan Taman Topi.

Pada saat itu Plaza Kapten Muslihat merupakan salah satu alternatif tempat berwisata sebelum ledakan mal dan plaza melanda Bogor. Taman topi dilengkapi berbagai wahana permainan namun sejak tahun 1994 sampai sekarang, sudah berubah menjadi tempat berdagangan karena dikepung oleh pedagang kaki lima dan angkutan kota.(ent)

Peserta Jalan Sehat Go Green STKIP Muhammadiyah Bogor Terus Bertambah




BOGOR – Peserta jalan sehat Go Green yang diadakan STKIP Muhammadiyah Bogor Minggu (06/03/2016) terus bertambah.
Hingga saat ini, jumlah peserta sudah mencapai 5.000 orang lebih. Jumlah peserta ini diluar target panitia.
“ Targetnya sebenarnya 3.000 peserta. Tapi Alhamdulillah terus bertambah. Dan pendaftaran gratis,” kata Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor, Yusfitriadi kepada Pojokjabar, Kamis (03/03/2016).

Menurut Yusfitriadi, jalan sehat Go Green diadakan dalam rangka menyambut wisuda III sarjana STKIP Muhammadiyah Bogor tahun 2016.
Selain jalan sehat, STKIP Muhammadiyah juga akan melakukan gerakan pembuatan lubang biopori dan pembagian 5.000 pohon buah dan kayu.

Sementara, rute yang akan dilintasi peserta jalan sehat, yakni dimulai dari gedung dakwah Muhammadiyah Leuwiliang-Galuga (via jalan baru)- STKIP Muhammadiyah.
“ Kita siapkan hadiah doorprize mulai dari elektronik, sepeda, sepeda motor dan grand prize berangkat umroh,” ucap Yusfitriadi.(ent)

Path Error, User di Indonesia Kelabakan





JAKARTA - Kamis (3/3/2016) sekitar pukul 19.00 WIB, jejaring sosial Path mendadak mengalami error.  Mulanya aplikasi mobile media sosial yang populer di Indonesia tersebut terdiam dan tidak mau melakukan refresh.

Tak lama kemudian, aplikasi tiba-tiba melakukan log out tanpa diminta. Pengguna lain melaporkan tidak mengalami log out, tetapi aplikasi tetap tak mau loading.

Keluhan mengenai error pada aplikasi Path banyak disuarakan oleh netizen Indonesia melalui Twitter.



Lewat akun Twitternya, Path mengumumkan apa yang terjadi pada jejaring sosial identik dengan warna merah ini.

Hingga berita ini diturunkan, Path masih belum dapat diakses. (ent)

Thursday, 3 March 2016

Resto ala Jepang Red Suki Hadir di CCM




ENTER BOGOR – Resto khas Jepang, Red Suki,  hadir di Cibinong City Mall (CCM). Supervisor Red Suki CCM, Deni Setiawan mengatakan, Red Suki hanya ada di area Jabodetabek dan di CCM merupakan cabang yang ke 7.

“Red Suki masih satu grup dengan steak 21, hanya bedanya Red Suki lebih makanan oriental dan Steak 21 lebih kepada western. Red Suki yang ada saat ini sama semua, hanya konsep interior berbeda,” ungkap Deni, Senin (01/03/2016).

Di Red Suki kuah dalam menyajikan suki ada 4 macam yakni kaldu susu, asam pedas, tom yam dan kaldu ayam. Sedangkan di tempat lain hanya ada 2 kaldu yakni tom yam dan ayam.

“Kuah kaldu asam pedas dan kaldu susu cuma ada di Red Suki,” terang Deni.

engunjung akan puas dan merasakan perbedaan menikmati Suki. Ada kurang lebih 150 macam suki, baik sayuran, sea food, daging maupun ayam. Tiap hari hanya setengah dari total varian yang disajikan, 60–75 jenis. (ent)

Ribuan Siswa di Kabupaten Bogor Ramaikan Tryout




ENTER BOGOR – Dalam rangka persiapan ujian SD/MI, SMP Triple J Citeureup, mengundang siswa kelas VI SD/MI di Bogor dan Kota Depok untuk mengikuti Try Out Ujian Sekolah.

Kegiatan ini diadakan di SMP Triple J, pada Kamis dan Jumat (25-26/2/2016) yang diikuti 3300 siswa.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa kelas VI SD/MI dalam menghadapi ujian sekolah pada Mei 2016,” ujar Kepala SMP Triple J, Maryunani.

Selain persiapan ujian, para peserta juga berupaya menjadi yang terbaik dalam Try Out itu. Sebab, panitia memberikan tropy kepada juara pertama, juara dua, dan juara tiga serta souvenir bagi peserta terbaik.

Dalam kesempatan itu, peserta dapat melihat langsung fasilitas di SMP Triple J, seperti Gedung berlantai 4, area parker luas, masjid, lapangan olahraga, Lab Komputer, Bahasa dan Kantin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, peserta juga dapat menyaksikan berbagai kreasi seni yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler sepertri marching band, pencak silat, dance modern, tarian tradisional, paskibra. (ent)

Silahkan di Cek Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini


BOGOR – Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan akan terjadi hari ini di Bogor, Kamis (03/03/2016).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan sedang akan terjadi di Kota Bogor dan Cibinong.

Sedangkan suhu udara di Kota Bogor diperkirakan 22 – 32 °C dengan kelembaban 62 – 97 % Kecepatan angin yang bertiup dari arah Barat Laut sekitar 25 km/jam.

Sementara di Cibinong suhu diperkirakan akan mencapai 22 – 32 °C dengan kelembaban 65 – 97 % Kecepatan angin yang bertiup dari arah Barat Laut sekitar 20 km/jam.

Prakiraan Cuaca Bogor ini berlaku mulai Kamis (03/03/2016) pukul 07.00 . Untuk info selengkapnya bisa dilihat di www.bmkg.co.id.(ent)

Diskusi Kodifikasi Undang-undang Pemilu, Regulasi Pemilu Tumpang Tindih




BOGOR – Suasana Diskusi Sosialisasi Kodifikasi Undang-undang Pemilu, berjalan dengan dinamis. Sejumlah petinggai partai politik, ketua KPUD Kota Bogor dan pengamat politik mulai memeparkan pendapatnya terkait kodifikasi UU pemilu ini.
 
Pengamat politik yang juga Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor, Yusfitriadi memaparkan, ada banyak masalah dalam pemilu di Indonesia.

Menurut Yusfitriadi, kualifikasi UU pemilu hanyalah sebatas model. Yusfitriadi mencatat ada empat masalah dalam regulasi ini.

Di antaranya tumpang tindih pasal per pasal. Alhasil, akan memunculkan multitafsir dalam regulasi atau UU pemilu.
” Masalah kedua demokrasi di internal partai. Misal tidak ada ketua partai yang tidak mau menjadi bupati atau walikota,” kata Yusfitriadi.

Sehingga, kata Yusfitriadi, partai politik hanya sebatas membangunkan orang yang diusungnya sebagai kepala daerah.

Padahal, parpol yang menggemar gemborkan demokrasi di Indonesia.
” Banyak lagi fakta-fakta yang saya sebut pengingkaran partai politik,” papar Yusfitriadi.
Ketiga, masalah kelembangaan pemilu, seperti KPUD dan Bawaslu. Ketika KPU dan Bawaslu di pecat DKPP itu sudah final. Biasanya, pemecatan ini akibat masalah etik.

Jika berbicara KPU di beberapa negara, perannya itu sangat kecil. Yang menjadi aneh, kata Yusfitriadi, KPU dan Bawaslu dipilih dengan keterlibatan anggota DPRD.

Padahal, KPU dan Bawaslu inilah yang akan menentukan anggota dewan itu terpilih. Selain itu, masalah lainnya adalah partisipasi masyarakat.

Menurut Yusfitriadi, jika masyarakat hanya mencoblos, itu bukan disebut partisipasi.
” Ini disebut partisipasi semu. Tapi ini yang terjadi di Indonesia. Kalau di Australia, pemilu itu wajib bagi setiap warga negara.

Dari keempat masalah itu, perlu UU yang cocok dan mengikat.
Yusfitriadi juga menyebut, kodifikasi UU bukan hanya memadukan keempat UU yang sudah ada dan terpisah-pisah.(ent)

Wow… Kebun Raya Bogor Punya Anggrek Raksasa




BOGOR – Anda pencinta bunga? Jangan sampai melewatkan peristiwa yang terhitung langka ini. Anggrek Grammathophyllum Speciosum atau dijuluki anggrek raksasa, tengah menampakkan keindahannya di Kebun Raya Bogor (KRB).
 
Musim penghujan memang menjadi saat yang tepat bagi anggrek raksasa bermekaran. Antara bulan Desember hingga Februari, faktor cuaca memang amat berpengaruh.

Pasalnya, agar anggrek raksasa bisa mekar dan bertahan lama, hanya membutuhkan asupan sinar matahari sebanyak 50 persen.

Seperti dijelaskan pengawas Griya Anggrek KRB, Suprih Wijayanti. Selain hanya datang di musim penghujan, anggrek raksasa ini pun hanya berbunga dua hingga empat tahun sekali. Sementara sebutan raksasa, menunjukkan ukuran bunga dan pohonnya yang besar.

“Diameter bunga 9-10 sentimeter sementara panjang batang 1-2 meter yang bisa mendukung untuk 80-100 kuntum bunga berada di atasnya,” jelas Suprih.

Diceritakan Suprih, sejak Oktober 2015 lalu, kuncup bunga sudah mulai terlihat. Tumbuh secara alami, anggrek raksasa pun dibiarkan bermekaran dengan sendirinya.

Batangnya yang menjuntai dengan perpaduan warna kuning kemerah-merahan, membuat siapa pun yang melihatnya akan tertarik untuk semakin mendekat.
“Mengapa menempel di pohon. Karena termasuk anggrek epifit, sifatnya tidak sebagai parasit, hanya menjadikan pohon sebagai pijakan,” ucap Suprih.

Diakui Dia, tak sedikit pengunjung KRB yang secara khusus datang untuk melihat keindahan anggrek raksasa. Meski posisinya berada di atas, tak lantas membuat mereka bersedih hati.
“Hanya bisa melihat dan foto-foto saja,” cetusnya.

Kalau Anda tertarik melihat secara dekat anggrek raksasa, segeralah datang ke KRB. Kiranya, di pertengahan Maret, bunga yang sudah mulai terancam keberadaannya ini akan layu.(ent)

Mari Intip Anggrek Raksasa di KRB



BOGOR –  Anggrek Grammathophyllum Speciosum atau dijuluki anggrek raksasa, tengah menampakkan keindahannya di Kebun Raya Bogor (KRB). Musim penghujan memang menjadi saat yang tepat bagi anggrek raksasa bermekaran. Antara bulan Desember hingga Februari, faktor cuaca memang amat berpengaruh. Pasalnya, agar anggrek raksasa bisa mekar dan bertahan lama, hanya membutuhkan asupan sinar matahari sebanyak 50 persen.
           
Seperti dijelaskan pengawas Griya Anggrek KRB, Suprih Wijayanti. Selain hanya datang di musim penghujan, anggrek raksasa ini pun hanya berbunga dua hingga empat tahun sekali. Sementara sebutan raksasa, menunjukkan ukuran bunga dan pohonnya yang besar. “Diameter bunga 9-10 sentimeter sementara panjang batang 1-2 meter yang bisa mendukung untuk 80-100 kuntum bunga berada di atasnya,” jelas Suprih.

          
 Diceritakan Suprih, sejak Oktober 2015 lalu, kuncup bunga sudah mulai terlihat. Tumbuh secara alami, anggrek raksasa pun dibiarkan bermekaran dengan sendirinya. Batangnya yang menjuntai dengan perpaduan warna kuning kemerah-merahan, membuat siapa pun yang melihatnya akan tertarik untuk semakin mendekat.
            
“Mengapa menempel di pohon. Karena termasuk anggrek epifit, sifatnya tidak sebagai parasit, hanya menjadikan pohon sebagai pijakan,” ucapnya. Diakui Diah, tak sedikit pengunjung KRB yang secara khusus datang untuk melihat keindahan anggrek raksasa. Meski posisinya berada di atas, tak lantas membuat mereka bersedih hati. “Hanya bisa melihat dan foto-foto saja,” cetusnya.

          
  Kalau Anda tertarik melihat secara dekat anggrek raksasa, segeralah datang ke KRB. Kiranya, di pertengahan Maret, bunga yang sudah mulai terancam keberadaannya ini akan layu.(ent)

Wednesday, 2 March 2016

Gempat Mentawai Terasa Hingga Bogor



BOGOR - Sekira pukul 19.49 WIB kemarin (2/3), masyarakat Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat dikejutkan oleh gempa. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa bumi tersebut sebesar 7,8 Skala Richter (SR) dan berpotensi terjadinya tsunami. 
"Potensi tsunami," ujar Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.


Tsunami tersebut sempat membuat masyarakat di Kepulauan Mentawai ketakutan hingga bersiap diri untuk mengungsi. Peringatan tersebut juga berlaku atau diperluas hingga ke Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Informasi yang dihimpun dari BMKG, lokasi gempa terjadi di titik koordinat 5. 16 LS, 94.05 BT atau 682 Km barat Daya Kepulauan Mentawai dengan kedalam 10 kilometer.





Gempa tersebut tidak terasa di Jawa Barat, khususnya Bogor. Syarif Hidayat (35), warga Kayumanis mengatakan, dirinya tidak merasakan adanya getaran efek dari gempa tersebut.



“Tidak ada (terasa gempa). Tapi saya tahu dari berita ada gempa di Mentawai,” kata Syarif.



Namun, beberapa warga yang berada di gedung bertingkat di Bogor merasakan getaran gempa tersebut.



Sebelumnya, di hari yang sama, gempa 5,2 Skala Richter juga mengguncang Malang, Jawa Timur sekira pukul 13.09 WIB. Pusat gempa ada di laut pada kedalaman 19 Km di 81 Km Barat Daya Kabupaten Malang, Jawa Timur.

BNPB merilis, getaran gempa terasa keras selama 5 sampai 10 detik di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Masyarakat sempat panik berhamburan keluar rumah.

"Masyarakat di sekitar pantai selatan Malang merasakan guncangan keras dan berhamburan keluar," tulis Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Rabu (2/3/2016).
Geteran gempa juga dirasakan masyarakat di Nganjuk, Blitar, Lumajang, Tulungagung, Trenggalek. Bahkan geteran gempa sampai Bantul dan Yogyakarta. Gempat ini dipastikan tidak berpotensi tsunami.

"Belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan akibat gempa. BPBD masih melakukan pemantauan dan pendataan di daerah masing-masing," pungkasnya. (ent)

Seblak Ceker Aneka Level




ENTER BOGOR– Anda pencinta ceker ayam? Wajib kunjungi Cafekavia di Jalan Raya Tapos, seberang SMAN 1 Ciawi. Tersedia menu seblak ceker. Rasa pedas bercampur gurihnya ceker membuat siapa pun yang mencoba akan ketagihan.

Owner Cafekavia, Syilvia Septiani menuturkan, ia memang sengaja menjadikan seblak dan ceker menjadi menu jagoan. Jika awalnya segmen utama adalah kalangan pelajar, kini banyak juga kalangan menengah ke atas tak ragu datang sekadar menikmati seblak ceker.

“Ada macam-macam, level 3 Rp7.000, level 5 Rp8.000 dan level 10 Rp9.000. Ada juga level gilingan Rp10.000, asam manis dan cabe ijo Rp9.000,” ujarnya.

Mengaku menggunakan resep rahasia yang membuat sajian seblak cekernya maknyus, Syilvia mengatakan, secara keseluruhan proses memasaknya biasa saja. Selain seblak ceker ada juga seblak kerupuk, seblak makaroni, dan seblak tulang.

“Ada juga menu mi tek tek, rasa pedasnya bisa memilih, mulai mantap seharga Rp10.000, doer Rp11.000, juga reumbay Rp12.000,” jelasnya.
Belum cukup? Ada ayam goreng dan bakar seuhah seharga Rp14.000, keduanya sudah termasuk semangkuk nasi putih. Doyan dengan daging berkuah? Sop iga hanya Rp20.000 siap memanjakan lidah.

“Mi tek tek termasuk yang terbaru dari Cafekavia, setelah itu ada camilan tutut Rp7.000, ada sedikit cita rasa Eropa dari menu chicken
steak Rp15.000 dan beef steak Rp18.000,” katanya.

Terakhir aneka minuman, harganya Rp5.000-Rp8.000. (ent)