Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Thursday, 18 February 2016

Empat Sekolah Di Bogor, Jadikan Contoh Sekolah Jujur Anti Korupsi

ENTER BOGOR - Komunitas Perempuan Bogor Antikorupsi bersama Dinas Pen­didikan Kota Bogor menja­dikan empat sekolah sebagai percontohan sekolah jujur anti­korupsi. Hal itu disampaikan Ketua Komunitas Perempuan Bogor Antikorupsi Hania Rahma kepada enter bogor, di sela-sela sosialisasi di SMAN 1 Bogor, kemarin.
 
Ia menyampaikan, program ini menjadikan sekolah-sekolah di Kota Bogor khususnya, menjadi sekolah yang transparan, baik guru, anak didik maupun komite sekolah. "Dalam mewujudkan generasi yang jujur, kami mem­buat program ini yang akan masuk ke sejumlah sekolah di Kota Bogor, mulai tingkat SD hingga SMA/K, dengan langkah awal sosialisasi," jelasnya.

 
Menurut Hania, action awal me­mang sebatas sosialisasi ke beberapa anak didik tiap sekolah, khususnya ketua-ketua organisasi, seperti OSIS, Pramuka, PMR dll. 

 
"Ini langkah awal, makanya yang kami berikan pengarahan yaitu beberapa pengurus orga­nisasi sekolah. Karena dipastikan, mere­ka yang aktif sejak sekolah pasti akan aktif di perkuliahan serta bisa menjadi calon-calon pemimpin, baik di perusahaan, ma­syarakat, tingkat daerah. Mung­kin jadi walikota, atau anggota dewan, bahkan bisa jadi presiden," ungkap Hania.

 
Ini merupakan langkah awal mem­bentuk karakter penerus bangsa yang jujur, transparan, dan tentunya antikorupsi. 

 
"Ada sem­bilan penanaman nilai anti­korupsi yang kami jabarkan ke mereka dan pahami," katanya.
Tidak dalam bentuk materi, beberapa anggota komunitas pun memberikan penjelasan dengan mengajak anak-anak SMAN 1 Bogor bermain games yang berhubungan dengan anti­korupsi. Juga ada pe­mutaran film.

 
Tapi, Hania menambahkan, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi anak didik sekolah tersebut saja. Melainkan, seluruh civitas sekolah termasuk komitenya. 

 
"Semua yang ada dalam sekolah akan kami pantau, bagaimana anak-anak transparan terkait pendanaan yang ada di organisasi mereka, atau pemilihan ketua organisasi. Bagaimana sekolah transparan dengan dana-dana yang masuk atau keluar. Begitu pula dengan pengelolaan komitenya," tegas Hania.

 
Ke depan, jika poin-poin ini sudah sangat matang dijalankan oleh keempat sekolah percon­tohan, yaitu SMAN 1 Kota Bogor, SMKN 1 Kota Bogor, SMPN 1 Kota Bogor, dan SDN Polisi 4, keber­hasilan tersebut akan dijalan­kan ke 32 sekolah lainnya.

 
Sementara itu, Humas SMAN 1 Bogor Toni mengatakan, terkait dengan kejujuran, anak didiknya pun sudah ditekankan melalui pelajaran agama dan PKN. Tapi, bukan hanya kedua pelajaran itu saja, antikorupsi yang erat kaitan­nya dengan kejujuran pun su­dah diterapkan atau diim­ple­mentasikan di semua mata pelajaran yang ada di sekolah di Jalan Djuanda ini.

 
"Ini kan masalah pembentukan karakter anak. Kami dari dulu juga sudah menekankan apa itu kejujuran. Utamanya di pen­didikan agama dan PKN. Tapi, kejujuran juga diimple­mentasikan ke seluruh pelajaran," tandas Toni. (ent) 

Seminggu Dihantam Hujan Deras, Jalanan Kota Bogor Berlubang



BOGOR–Genangan air surut, biasanya giliran terbit lubang di jalan-jalan. Begitu pula beberapa ruas jalan di Kota Bogor yang sebelumnya kebanjiran. Jalan berlubang itu tersebar hampir merata di wilayah Kota Hujan.
 Mulai dari wilayah kota, Jalan Kumbang, pertigaan Jalan Sancang, Jalan Tumenggung, hingga pertigaan Jalan Sukaraja Cimahpar.  Sementara, lubang dengan diameter lumayan besar terlihat menghiasi pertigaan Jalan Johar dan Jalan KH Abdullah Bin Nuh. “Kami segera mengupayakan perbaikan, tetapi masih terkendala pada cuaca dan produksi asphalt mixing plant (AMP),” ujar Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bogor, Daud Arsandi, kemarin (16/2).

Meski terkendala cuaca, pihaknya tetap memprioritaskan untuk melakukan perbaikan. “Mudah-mudahan minggu depan bisa dilaksanakan,” imbuh Daud.

Perihal Jalan KH Abdullah Bin Nuh yang berlubang, menurut dia, itu tanggung jawab pusat. Lantaran jalan itu masuk jalan nasional. “Itu masuk jalan nasional, dan pusat sudah memprogramkan untuk melakukan perbaikan. Nantinya juga ada proyek perbaikan di simpang Sholeh Iskandar dan KH Abdullah Bin Nuh yang sering banjir,” tambahnya. 

Saat ini, tim pusat sudah melakukan survei ke lapangan dan dalam tempo satu hingga dua hari ke depan dipastikan akan dilakukan penanganan. Namun, dia menjanjikan akan menangani masalah jalan rusak mulai pekan depan. 

Selain itu, ada jalanan yang kerusakan­nya terbilang parah, karena sempat beberapa kali ambles dan diperbaiki oleh warga sekitar tetapi kembali rusak. Tepatnya di Jalan Pendidikan RW 01 dan 07 di Malabar. “Kalau itu merupa­kan bagian Dinas Pengawasan Pembangu­nan dan Pemukiman (Wasbasngkim), tapi tidak tertutup kemungkinan kami turun langsung untuk memperbaiki,” tutupnya.(ent)

Kota Bogor Dapat Bantuan NIES




BOGOR - Walikota Bogor Bima Arya dijadwalkan tiba di Bogor. Bima pulang tidak dengan tangan hampa. Dia membawa oleh-oleh bantuan dari Provinsi Hiroshima, Jepang, dan Japan International Cooperation Agency (JICA) senilai 50 juta yen atau sekitar Rp5,8 miliar. 

Namun, cenderamata ini mirip dengan kunjungan Bima ke Yokohama, Jepang, dan International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI) World Congress 2015 di Prancis. Di mana mereka juga menjanjikan bantuan untuk pemkot. Namun, hasilnya ternyata baru di atas kertas.


"Jadi, hasil kunjungan di Paris, ICLEI menyiapkan dana US$100 miliar yang akan dibagikan ke kota-kota untuk pendanaan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim," ujar Kasubbag Kerjasama Antar Daerah Dalam dan Luar Negeri pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Rudiyana.


Dia menjelaskan, dalam perjalanan walikota ke Paris 2-9 Desember 2015 lalu, Bima menghadiri Konferensi Perubahan Iklim atau Conference of Parties (COP) 21, yang diselenggarakan ICLEI. Di mana dalam konferensi tersebut menghasilkan Paris Agreement (kesepakatan Paris). "Ini akan menggantikan Kyotoprotocol dan negara-negara yang hadir harus meratifikasinya," bebernya.


Dalam kesepakatan Paris, setiap walikota dari COP 21 menyepakati untuk membatasi perubahan iklim hingga 1,5 derajat Celsius, secara berkelanjutan dan adil. Selain itu, setiap lima tahun sekali, walikota secara kolektif harus melaporkan kemajuan penurunan emisi karbon. "Nah, atas komitmen itu, ICLEI menjanjikan dana untuk pengurangan emisi," ucapnya.
Dengan melakukan perjalanan dinas ke luar negeri, kata dia, pasti ada timbal balik bagi Kota Bogor. "Tanpa disadari, dengan segala kegiatan yang diikuti Kota Bogor, dengan berbagai pelatihan dan bantuan, jika dirupiahkan bisa mencapai lebih dari Rp3 miliar," paparnya. 
Nah, pertanyaannya, apakah tawaran-tawaran bantuan itu sudah sampai di Kota Bogor? Kasubid Tata Ruang dan Lingkungan Hidup pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Naufal Isnaeni menjelaskan, untuk menyodorkan proposal bantuan, walikota terus melakukan koordinasi dengan sejumlah kota di luar negeri, salah satunya melalui ICLEI. 


Dia menjelaskan, nantinya Kota Bogor akan menerima bantuan Rp1,5 miliar untuk pembangunan jalur sepeda. "Sebenarnya, rencana awal bantuan tersebut akan digunakan untuk pengadaan jalur transportasi dan penerangan jalan umum diubah menggunakan led. Tapi yang paling siap, kami mengajukan pembuatan jalur sepeda," paparnya.


Menurut dia, pemkot masih dalam proses pengajuan proposal menuju ke ICLEI Pusat, untuk selanjutnya diserahkan ke Pemkot Bogor melalui ICLEI Indonesia. "Kota Bogor sudah mengajukan ke ICLEI Indonesia, saat ini prosesnya sudah sampai pada ICLEI Indonesia mengajukan ke ICLEI Pusat," ucapnya.


Selain kerja sama dengan ICLEI, Pemkot Bogor juga melakukan kerja sama dengan National Institute for Environmental Studies (NIES) yang berpusat di Yokohama, Jepang. Di sana, pemkot juga melakukan kerja sama dalam lingkungan hidup untuk mengembangkan program Eco City.


Dalam kerja sama itu, pihak NIES memberikan bantuan berupa pemasangan alat pemantau pemanfaatan energi/listrik di beberapa bangu­nan di Kota Bogor. "Sebenar­nya NIES ini memiliki kerja sama dengan IPB, lewat program Eco Kampus, namun IPB menyarankan untuk mengem­bang­kan Eco City dengan Pemkot Bogor," jelasnya.
Alat dari Jepang itu sudah terpasang di sejumlah bangunan di Kota Bogor, seperti gedung DPRD Kota Bogor, Bappeda Kota Bogor, dan Kecamatan Tanahsareal. Selain itu, ada tiga unit alat yang dipasang di rumah warga dan satu unit di tempat perbelanjaan. "Ada enam alat yang baru selesai dipasang Minggu (14/2) lalu, dan itu pun belum berfungsi, masih menunggu software-nya dari Jepang," ucapnya.


Selain itu, ke depannya, pemkot juga akan meminta bantuan pemanfaatan energi untuk dipasang di dalam bus Transpakuan. 


Sementara untuk perjalanan dinas ke Singapura, pemkot mencari referensi untuk penataan reklame di Kota Bogor. "Untuk membahas sampah visual, Kota Bogor memilih Singapura karena dianggap sudah mampu mengatasi sampah visual," kata dia.


Bahkan, saat ini pun walikota sedang berada di Provinsi Hiroshima, Jepang. Dan Japan International Cooperation Agency (JICA) berkomitmen memberikan bantuan senilai 50 juta yen atau sekitar Rp5,8 miliar kepada Pemkot Bogor. "Bantuan tersebut untuk melakukan upaya perbaikan kapasitas pengelolaan sampah dan kebersihan di Kota Bogor," ujar Naufal.


Ke depan, JICA dan pemkot akan melakukan kerja sama yang berkepanjangan untuk Kota Bogor. Selain mengirim perwakilan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Pemkot juga akan mengirim masyarakat umum untuk mengikuti training pengelolaan sampah di Jepang. "Nah, untuk itu, pemkot sedang melakukan penjajakan dengan pemerintah Hiroshima," tegasnya.(ent)

Wisata Kuntum Farm Field di Bogor Timur



BOGOR – Bosan dengan tempat wisata yang itu-itu saja? Kota Bogor, ternyata menyimpan satu alternatif wisata edukasi keluarga di sudut bilangan Bogor Timur.
 
Kuntum Farm Field. Di sana, Anda akan disuguhkan pemandangan alam yang benar-benar alami. Kuda, kelinci, domba, marmut, hingga hamster dengan mudahnya bisa dijumpai di sana.
Menikmati weekend memang paling seru bersama keluarga. Jika Anda masih bingung akan pergi ke mana karena bosan dengan suasana mal, Kuantum Farm Field mungkin bisa jadi alternatif.
Tak jauh dari pusat Kota Bogor atau tepat di Jalan Raya Tajur No 291, kita bisa menikmati suasana alam sepuasnya.“Tempat ini merupakan wisata ramah lingkungan. 
Selain menyuguhkan alam yang indah dan sejuk, pengunjung dapat menjumpai hewan-hewan ternak yang bisa langsung diberi pakan oleh pengunjung,” ujar pengelola Kuntum Farm Field, Kennita Soetardjo kepada Radar Bogor, Jumat (29/01/2016).(ent)

Wednesday, 17 February 2016

Hiroshima Jepang Bantu 50 Juta Yen untuk Bogor



BOGOR – Provinsi Hiroshima, Jepang, dan Japan International Cooperation Agency (JICA) berkomitmen memberikan bantuan senilai 50 juta yen atau sekitar Rp5,8 miliar kepada Pemkot Bogor.

Hal ini disampaikan Walikota Bogor, Bima Arya, d isela-sela pertemuan dengan Gubernur Perfektur Hiroshima, Hedehiko Yuzaki, Senin (15/02/2016) siang.

“Bantuan tersebut untuk melakukan upaya perbaikan kapasitas pengelolaan sampah dan kebersihan di Kota Bogor,” ujar Bima dalam rilis yang diterima redaksi Senin (15/02/2016).

Bantuan ini, nantinya akan digunakan untuk menyusun masterplan sampah dan kebersihan, peningkatan kapasitas aparat kebersihan, serta pemberdayaan warga dan komunitas.

“Bahkan pada tahap berikutnya, akan diberangkatkan perwakilan komunitas dari Kota Bogor untuk dilatih dalam hal pengelolaan sampah dan kebersihan di Hiroshima,” paparnya.

Bima hadir ke Hiroshima dalam kaitan lingkungan hidup, kerja sama antar kedua kota, Bogor dan Hiroshima untuk pelestarian lingkungan hidup.

Bima menyebut, banyak hal positif terkait pengelolaan kebersihan dan lingkungan yang bisa dipelajari dari Hiroshima.

Keberangkatan Bima sendiri merupakan jawaban atas undangan Pemerintah Provinsi Perfektur Hiroshima, beberapa waktu yang lalu.

“Semua tiket dan akomodasi walikota Bogor selama berada di Hiroshima semua menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Hiroshima,” ujar Kabag Humas Setdakot Bogor, Encep Moh Ali Alhamidi.

Menurut rencana, kata Encep, Bima akan kembali ke Bogor besok Rabu (17/2/2016). Sebelumnya, pada November tahun lalu, lanjut Encep, Project Team Director Pemerintah Kota Hiroshima, Takashi Inoue telah bertemu dengan Bima di Balaikota, dalam kaitan rencana kerja sama kedua kota. (ent)


Anak Penyadap Getah, Raih IPK Sempurna


BOGOR - Acungan dua jempol mungkin masih kurang untuk mengapresiasi prestasi Parara Wendy Indarjo. Bagaimana tidak, mahasiswa jurusan Matematika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) ini lulus kuliah dengan IPK sempurna, 4,00, dan nilai mutu akademik A untuk semua mata kuliah.

Selain sukses meraih gelar cum laude, mahasiswa asal Sampit, Kalimantan Tengah, itu juga berhasil lulus empat bulan lebih awal. Sebanyak 53 mata kuliah berhasil diikutinya dengan mendapat nilai sempurna A semua.Hebatnya lagi, prestasi itu diperoleh Parara bukan karena ia berasal dari keluarga dengan fasilitas serba ada. Parara merupakan pelajar yang bisa ke perguruan tinggi dengan mengandalkan beasiswa.

"Ayah saya bekerja sebagai petugas yang membersihkan semak belukar, menyadap getah karet di Inhutani," ujarnya kepada pewarta, di Media Center IPB, Dramaga, Bogor, pekan kemarin.

Sebagai penyadap karet, ayahnya hanya mampu menghasilkan sedikit rupiah untuk membiayai hidup Parara dan dua saudaranya. Namun keterbatasan itu tak membatasi semangat Parara untuk mengenyam bangku perguruan tinggi. Dengan berbekal beasiswa bidikmisi, dia berangkat ke Bogor.

Selama kuliah di IPB, Parara juga menyabet berbagai prestasi. Di antaranya penghargaan sebagai Ketua Klub Asrama Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB Terbaik, Mahasiswa Berprestasi Asrama TPB IPB, juara 1 Gumatika Calculus Cup, juara 2 Lomba Debat 'Nasionalisme' Fateta se-IPB tahun 2012, juara II Kompetisi Statistika Dasar Statistika Ria tahun 2013, Mahasiswa Berprestasi Departemen Matematika IPB, juara 2 Danone Young Socio Entrepreneur dan juara 2 Kompetisi Essay Nasional Statistika Ria.


Parara bercerita, tantangan yang ia hadapi selama berkuliah adalah masalah ekonomi. Kondisi ini memicu Parara untuk lebih pintar mencari penghasilan tambahan. Dia pun berhasil mendapat uang tambahan untuk biaya hidup, dengan menjadi pengajar privat mata pelajaran matematika bagi mahasiswa di Tingkat Persiapan Bersama IPB. Dari pekerjaannya ini, Parara mengantongi Rp2,5 juta per semester. "Menikmati hasil jerih payah sendiri rasanya lebih nikmat bagi saya," ungkap Parara.

Tips kedua adalah tak pernah putus asa untuk terus mencoba. Dengan segudang prestasi yang dimilikinya, bukan berarti Parara tak pernah mengalami kegagalan. Seperti saat dirinya mengikuti Lomba Essay Nasional Statistika Ria, sejak 2011 lalu. Dari tahun pertama kuliah, Parara tak pernah bisa menang. Namun karena terus mencoba, ia pun berhasil menjadi juara di ajang yang sama pada 2014.

"Momen itu membuat saya menyadari kebenaran dari pepatah ''gagal adalah kesuksesan yang tertunda," cetusnya.

Pertanyaannya kemudian, apa langkah selanjutnya dari juara olimpiade matematika SMP dan SMA ini? Rupanya Parara masih ingin melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. (ent)



Keren… Kota Bogor Bakal Bangun Taman Selfie

 
 


BOGOR – Untuk mengakomodasi warga dan remaja Kota Hujan yang ketagihan selfie. Tahun ini, Pemkot Bogor akan membangun Taman Selfie. Taman ini mendukung program Kota Sejuta Taman yang diusung Walikota Bogor Bima Arya. 
 
“Meski anggaran kita tahun ini tidak sebesar tahun lalu, kami berupaya terus menambah ruang publik,” ujar Kabid Pertamanan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor Yadi Cahyadi kepada Radar Bogor.

Taman Selfie akan dibangun tanpa menggunakan APBD Bogor, melainkan melalui bantuan dana corporate social responsibility (CSR) dari Telkomsel. Lokasinya masih tetap di Lapangan Sempur, tepatnya berdampingan dengan Sempur Skate Park.

“Di sana kebetulan view-nya bagus. Namun, ini masih proses,” beber Yadi.
Selain Taman Selfie, pemkot juga akan membangun jogging track di Lapangan Sempur. Tahun ini, DKP Kota Bogor mendapat dana Rp2,9 miliar untuk membangun beberapa taman tematik. Nilai ini lebih kecil dari anggaran tahun 2015 yakni Rp10 miliar.(ent)

Silahkan di Cek, Jadwal SIM Keliling Kota dan Kabupaten Bogor




BOGOR – Warga Kota Bogor khususnya yang ingin memperpanjang SIM A dan C. Silahkan datang ke Polsek Bogor Tengah Jalan RE Martadinata mulai pukul 09.00 hingga selesai, hari ini Rabu (17/02/2016).
 
Sedangan untuk Kabupaten Bogor di Polsek Taman Sari mulai pukul 09.00 hingga selesai, hari ini Rabu (17/02/2016).
Bagi pemohon perpanjang SIM yang memanfaatkan mobil SIM Keliling sebaiknya membawa semua persyaratan. 

Di antaranya membawa SIM asli yang diterbitkan Satlantas Polres Bogor yang masa berlakunya habis pada tahun ini.
Selain itu, pemohon membawa identitas diri berupa kartu tanda penduduk (KTP) yang dikeluarkan Pemerintah Kota atau Kabupaten Bogor

Pelayanan mobil SIM Keliling dikhususkan perpanjangan SIM A dan SIM C. 
Sedangkan untuk SIM golongan lainnya dilakukan di Mapolres Bogor.(ent)

Bogor Waspada Teror Sianida

JAKARTA - Akhir pekan kemarin, seluruh Kepolisian Daerah (Polda) menerima Surat Telegram dari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Isinya bersifat penting dan mendesak. Semua jajaran Polri diminta mewaspadai ancaman teroris dengan modus racun sianida. Sebab, sasaran dari kelompok teroris merupakan personel polisi.

Untuk mengantisipasinya, maka semua anggota Polri diwajibkan lebih hati-hati terhadap pemberian makanan dan minuman saat bertugas. 

 “Ya, harus lebih waspadalah. Ancaman menggunakan racun itu tidak hanya sekarang, dulu juga pernah,” tuturnya.

Kemudian, petugas juga harus menggunakan pelindung tubuh atau rompi anti peluru saat bertugas. Saat bertugas itu ada juga ada satu orang yang harus mengawasi keadaan. ”Tentunya, mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Badrodin mengatakan, informasi terkait rencana kelompok teroris yang akan menggunakan modus sianida didapatkan dari intelijen. Karena itu, meskipun belum ada korban, namun harus diwaspadai.
Mantan Kapolda Jawa Timur itu juga tidak menampik jika kelompok tersebut menjadikan kasus kematian Wayan Mirna Salihin sebagai inspirasi. Sebab itu, Badrodin menegaskan, ancaman terorisme terhadap Polri bisa dalam bentuk bom, penembakan maupun racun.

Selain itu, Badrodin Haiti mengungkapkan bahwa memang terdapat baku tembak di Bima Senin pagi (15/2). Dalam baku tembak itu terdapat seorang terduga anggota teroris bernama Fajar yang tertembak. ”Fajar ini ternyata juga anggota kelompok teror Santoso. Lalu ada dua anggota kelompok teror yang juga ditangkap,” paparnya.

Dalam baku tembak itu, diamankan sebuah senjata revolver. Senjata revolver ini yang digunakan Fajar untuk melawan Densus 88 Anti Teror. Setelah diperiksa, ternyata senjata tersebut merupakan senjata organik Polri. ”Senjata itu tercatat milik Kapolsek Ambalawi, Bima AKP Abdul Salam,” ujarnya.

Abdul Salam tewas pada Agustus 2014 dengan luka tembak di kepala. Dengan penemuan senjata milik Abdul Salam ini dapat diketahui bahwa Fajar merupakan pelaku penembakan terhadap Kapolsek tersebut. ”Ini orang yang menembak Kapolsek itu,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Fajar dan dua orang yang tertangkap ini juga terlibat penembakan terhadap anggota polisi di Poso. ”Jadi, mereka memang menargetkan pada polisi,” ujarnya ditemui di Komplek Mabes Polri kemarin.
Menurut dia, memang ada keterkaitan antara kelompok teror Santoso cs dengan kelompok teror di Bima. Polri mengetahui bahwa istri kedua dari Santoso cs ini merupakan warga Bima. ”Dia yang merekrut beberapa orang asal Bima untuk menjadi anggota Santoso cs,’ paparnya.

Kebetulan, di Bima juga terdapat kelompok teror yang sepaham dengan Santoso cs. Karena itulah kemudian, banyak anggota kedua kelopok teror yang saling membantu. ”Kadang ke Poso dan balik lagi ke Bima,” tuturnya.

Soal lokasi dari istri kedua Santoso, dia menuturkan bahwa Istri keduanya ikut tinggal di perbukitan Poso. Dia ikut bersama kelompok Poso dan sering terlibat aksi tembak menembak dengan anggota Polri. ”Kalau istri pertamanya tidak ikut-ikut Santoso cs ya,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti juga meminta DPR bisa melakukan penguatan terhadap densus 88 anti teror. Penguatan itu bisa melalui revisi UU antiterorisme, atau peningkatan sarana dan prasarana. “Kami minta dukungannya,” kata Badrodin. Terutama, dengan berkaca pada aksi terorisme di Thamrin beberapa waktu lalu.

Di bagian lain, pemerintah pun kini sedang berancang-ancang kembali menghadapi potensi teror. Namun, seperti deteksi yang sempat dilakukan sebelum terjadinya serangan Thamrin pada pertengahan Januari 2016 lalu, pemerintah dan aparat juga belum bisa memastikan waktu dan tempatnya.

”Kami tahu, mereka (teroris, Red) sudah mau menyerang sekarang ini, pengumuman ini seperti dulu kami umumkan pada Desember 2015,” beber Menteri Koordinator Polhukam Luhut Pandjaitan, saat rapat gabungan bersama Komisi I dan II, di Komplek Parlemen, Jakarta, kemarin (15/2).

Dia menyatakan, berdasar informasi yang diterimanya tersebut, pemerintah dan aparat baru sebatas bisa melakukan pemantauan. "Sekarang, kita lihat, Februari ada atau tidak," tandasnya.

Meski sama seperti deteksi terdahulu, dia menegaskan kalau tidak ada istilah kecolongan dalam penanganan aksi terorisme. Sebab, menurut dia, secanggih apapun operasi intelijen, tetap tak bisa menebak waktu dan posisi serangan teroris. ”Karena aksi itu menyangkut orang dan hati, maka dari itu kami kejar terus,” tandasnya.

Luhut menambahkan sulitnya mengetahui waktu dan tempat secara persis aksi terorisme bukan hanya dirasakan Indonesia. ”Tidak ada satupun intelijen negara yang tahu soal besok atau lusa akan terjadi teror. Kalau ada, kami bisa belajar,” tandasnya.

Meski demikian, dia menegaskan, kalau pemerintah dan aparat tidak akan bernegoisasi dalam hal penindakan terhadap para teroris. Setiap ada serangan, serbuan akan langsung dikerahkan tanpa kompromi.”Begitu (teroris) attack langsung serbu, tidak beri waktu konsolidasi,” tegas purnawirawan jenderal tersebut.

Selain Luhut, hadir pula dalam rapat gabungan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Menkumham Yasonna Laoly, dan Wakabin Torry Johar. Dalam rapat, sejumlah sorotan dari anggota DPR sempat dialamatkan pada pemerintah dan aparat dalam hal penanganan terorisme di tanah air.

Rapat gabungan tersebut diantaranya juga membicarakan revisi UU Terorisme yang drafnya sudah masuk ke DPR. Secara garis besar, pemerintah berharap DPR segera menuntaskan pembahasan dalam masa sidang kali ini yang bakal berakhir pada Maret 2016 mendatang.


Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq menambahkan, bagaimanapun juga aparat keamanan telah kecolongan. Mestinya, tambah dia, berdasar deteksi dini yang dilakukan, upaya cegah tangkal bisa dilakukan. 

“Beruntung, dibayar dengan kesigapan, kecepatan mengatasi pasca ledakan, ada kesiagaan,” kata Mahfudz.(jpg/ent)

Wah… Royal Safari Garden Bogor Punya Wahana Baru




BOGOR – Hotel Royal Safari Garden segera launching wahana baru “Kampung Pandu” pada pertengahan  Februari. Selain menyediakan camping ground, tempat rekreasi tersebut juga jadi tempat  edukasi.
 
Untuk wahana yang berada di Hotel Royal Safari Garden yang masuk Zona Kampung Pandu seperti, Organic Farm, Mini Rafting, High Rope, Paddy Fields, Camping Ground, Bathing Animals Bare Hand Fishing. 

 harganya pun sangat terjangkau dimulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 200 ribu perorang. Rekreasi Manager Royal Safari Garden Ridwan Ariyanto mengatakan, untuk wahana kampung Pandu sendiri memang punya ciri khas berbeda. Selain ada permainan, kami juga memberikan edukasi pengetahuan buat pengunjung. 

“Kami juga punya wahana baru seperti Segway, Bumper Car, War Games, dan Bumper Boat. Kelima wahana tersebut sangat digemari oleh setiap pengunjung yang datang,”jelasnya.

Lebih lanjut ia mengaku, biaya yang dikeluarkan pun tidak begitu mahal. Karena kami, menyesuaikan supaya pengunjung yang datang bisa kembali lagi kesini. Dan khusus kampung pandu banyak manfaat terhadap pengetahuan anak.

“Ada Edukasi binatang, edukasi tanaman, maupun yang lain. Makanya disini tidak hanya dimanjakan permainan, melainkan ilmu pengetahuan juga bisa pengunjung dapatkan dengan harga yang terjangkau,”pungkasnya.(ent)

Galeri Kerajinan Bogor Berikan Diskon 20 Persen





BOGOR – Galery Kerajinan yang berlokasi di Botani Square juga memberikan promo spesial menyambut tahun baru Imlek 2567. Promo dengan tajuk promo Gong Xi Fa Chai ini memberikan  potongan harga 10–20 persen untuk semua produk.
 
Pengelola Galery Kerajinan Botani Square, Saepuddin Zuhri mengatakan promo berlaku untuk kurang lebih 200 jenis.

Mulai produk makanan, fashion wanita dan laki-laki, aksesoris rumah tangga dan aksesoris wanita dan laki-laki, mainan anak-anak, perlengkapan salat dan masih banyak produk lain.

“All item 10-20 persen. Ada 200 produk dari 51 pengrajin yang semuanya UKM di Bogor,” jelas Saepuddin Zuhri kepada Radar Bogor, Senin (08/02/2016).

Potongan 10 persen berlaku untuk  produk batik, kujang, t-shirt dan masih banyak lagi. Sedangkan yang diberikan potogan harga 20 persen seperti boneka, beberapa jenis aksesoris waniat, kotak bim-bim, jaket dan tas produksi Kalong.(ent)

Joey, Kebanggaan Indonesia di Grammy



LOS ANGELES- Judul komposisi yang dibawakan Joey Alexander malam itu, Giant Steps, benar-benar sesuai dengan langkahnya di kancah musik internasional. Ini merupakan langkah awal yang besar sepanjang karir bermusiknya. Walau belum beruntung menjadi pemenang Grammy termuda dalam sejarah, Joey tetap membanggakan. Membawa nama Indonesia dan menjadi nomine termuda dalam sejarah Grammy Awards.

 Pada Senin malam (15/1) atau Selasa pagi WIB (16/1), Joey sukses merebut hati para hadirin di Staples Center, Los Angeles, dan seluruh dunia.  Joey membawakan komposisi Giant Steps, dari album perdananya My Favourite Things. Keduanya masuk dalam nominasi Grammy, yakni Best Improvised Jazz Solo (Giant Steps) dan Best Jazz Instrumental Album.

 Talenta Joey bahkan sempat mendapat perhatian dari Neil Portnow, presiden Recording Academy, yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan Grammy Awards ke-58. “Kami sungguh berharap para artis ini bisa dihargai bakatnya, sehingga memicu perkembangan di generasi selanjutnya. Menanggapi hal itu, inilah nomine Grammy termuda, Joey Alexander, 12 tahun,” ujar Portnow seraya mempersilakan Joey unjuk kebolehan.

 Ketika Joey bermain, penonton di Staples Center seolah terbawa dalam permainan jari-jari pianis 12 tahun itu di grand piano. Bahkan, Bruno Mars sempat tertangkap kamera sedang memandang Joey dengan sorot  mata penuh kekaguman. Tak ayal, standing ovation langsung didapatkan Joey begitu permainan pianonya usai. Bukan standing ovation sembarangan, namun dari nama-nama seperti Bruno Mars, Taylor Swift, dan Selena Gomez, musisi dan penyanyi papan atas AS.

 Sekali lagi, Portnow memberikan pujian bagi remaja asal Bali itu. “Wow Joey, itu luar biasa,” ujar Portnow. Dalam salah satu foto yang diunggah ke akun Twitter Joey, terdapat fotonya bersama Portnow dan rapper Common, sedang berbincang-bincang di backstage.

 Akun Twitter Joey pun banjir pujian. Tidak hanya dari pesohor dan pihak Grammy, tapi juga dari berbagai media luar negeri. Misalnya People’s Choice. Media yang sering mengadakan penghargaan untuk berbagai bidang itu ikut mencuitkan kekagumannya di lini masa Twitter Joey. “Pianis prodigy 12 tahun, Joey Alexander, baru saja menguasai panggung,” demikian tulis People’s Choice. (ent)

Latihan di Jabodetabek, PSMS Tantang PSB Bogor




MEDAN - Pelatih PSMS Medan, Suharto AD, mengatakan pihaknya terus mengagendakan pertandingan ujicoba bagi skuad Ayam Kinantan selama menggelar pemusatan latihan di kawasan Divisi I Kostrad Cilodong.

Suharto menilai dua pertandingan ujicoba sebelumnya melawan PS TNI Wira Malindo dan PSAD Pusat belum cukup bagi timnya. Legimin Rahadjo cs masih butuh pertandingan ujicoba untuk mengasah kemampuan tim.

“Kami tidak ingin sekadar latihan saja di sini. Sesuai program, ujicoba diperbanyak dan kita terus mencari lawan. Kemungkinan lawan berikutnya adalah PSB Bogor. Hanya saja memang belum ada kepastian jadwalnya,” ujar Suharto, Selasa (26/1).

Ia menginginkan para pemainnya mengalamai peningkatkan variasi dalam menyerang. Misinya semua pemain harus bisa memainkan karakter permainan baru yang diterapkannya.

“Semua pemain harus bisa memainkan karakter tim saat ini. Hal ini dilakukan supaya tidak ada perbedaan karakter permainan ketika siapa pun pemain yang diturunkan saat pertandingan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Suharto menyebutkan selain fokus variasi penyerangan, peningkatan fisik pemain juga tetap dilakukan. Kawasan Divisi I Kostrad menjadi rute lari 10 km bagi para pemain dalam meningkatkan kemampuan fisik.

“Di sini kami sedang mempersiapkan tim agar siap dalam menghadapi berbagai turnamen nantinya. Selain taktik dan strategi, fisik mereka juga terus ditempa. Itu dua fokus yang sama pentingnya dalam sepakbola,” ujarnya.

Striker Ayam Kinantan, Dimas Drajad, menyadari bahwa program pelatih yang mereka jalani saat ini memang sangat penting. Baginya, pemahaman variasi menyerang yang diinginkan pelatih Suharto mulai dipahami dirinya dan rekan-rekan satu timnya.

“Pelan-pelan saya mulai klop dengan karakter tim ini. Kerja keras di setiap latihan tentunya akan memberikan dampak atau hasil maksimal saat pertandingan. Mudah-mudahan kami semua bisa semakin solid,” sebut Dimas.(wol/waspada/data1/ent)

sumber: waspada.co.id