Wednesday, 19 September 2018
Home »
» Soal Larangan Salat Jumat Buruh di Cigudeg, Ini Klarifikasi PT BCMG
Soal Larangan Salat Jumat Buruh di Cigudeg, Ini Klarifikasi PT BCMG
CIGUDEG –RADAR BOGOR, Video larangan salat jumat sampai saat ini masih viral di sosial media. Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Ghatan Suwito. Dalam video berdurasi 2.51 menit itu menampilkan perdebatan seorang pekerja dengan seorang atasan.
Seorang pria berbaju muda terlihat meminta izin kepada atasannya. Diketahui, pria tersebut berinisial RK. Ia bertanya kepada atasannya agar diberikan izin untuk menunaikan ibadah salat jumat.
Namun, sang bos yang saat itu mengenakan celana, jaket, dan topi berwarna coklat seperti enggan untuk merespons. Ia terlihat meracau dengan bahasa asing.
Alih-alih mengkonfirmasi, RK pun menegaskan kembali terkait larangan tersebut.
“Jadi gak boleh jumatan, gak boleh, semua di sini gak boleh,” kesalnya dalam video amatir itu. Video yang diunggah sejak seminggu lalu itu, sampai saat berita ini diturunkan masih memunculkan komentar beragam dari warganet.
Kapolsek Cigudeg Kompol Asep Supriadi akhirnya turun tangan. Saat dikonfirmasi, ia menegaskan jika masalah tersebut sudah diselesaikan secara musyawarah, tepatnya pada akhir pekan lalu dari pukul 10.00.
“Kita sudah duduk bersama dan mendiskusikan masalah ini. Muspika hadir. Jubir dari PT BCMG, saksi-saksi pada saat kejadian, tokoh agama yang sudah bekerja 14 tahun, pihak keluarga Ruhdi yang diwakili kakaknya juga hadir,” kata Kapolsek kepada Radar Bogor.
Asep menuturkan, Ruhdi baru bekerja di PT BCMG selama tiga hari sebagai operator kendaraan beko. Ruhdi, kata asep, tidak diberhentikan oleh PT BCMG sebagai karyawan.
“Sekali lagi saya tegaskan, dia tidak diberhentikan. Dia hanya belum beradaptasi dengan pekerjaannya. Adapun Mr. Lin yang ada di video itu, dia tidak bisa berbahasa Indonesia atau Inggris. Sehingga sering terjadi miss komunikasi. Ada tiga orang saksi yang menguatkan informasi tersebut. Jadi larangan salat itu hanyalah miss komunikasi,” ungkap Asep.
Masih menurut Asep, sejak awal mula PT tersebut berdiri, tidak pernah ada larangan bagi siapa pun untuk beribadah. Itu dikuatkan dengan keterangan salah satu tokoh yang juga bekerja di sana, Iyus.
“Bapak Iyus sudah 14 tahun bekerja. Dia juga dikenal salah satu tokoh agama. Menurutnya PT tersebut tidak pernah melarang karyawannya untuk beribadah. Masalah ini sudah selesai. Keduanya saling bersalaman,” pungkasnya.
(cr3/ysp)
Sumber : Radar Bogor
Related Posts:
Rel Patah, KRL Bogor-Jakarta Terganggu BOGOR-RADAR BOGOR, Jalur rel Kereta Commuter Jakarta menuju Bogor patah di kilometer 49 antara stasiun Bogor dan Cilebut. Akibatnya, KRL dari arah Jakarta menuju Bogor terganggu, Rabu (7/3/2018) pagi tadi.“Kami memohon maa… Read More
Edgar Prioritaskan Kenyamanan dan Keamanan Terminal BOGOR–RADAR BOGOR, Komunitas Pengelola Terminal Baranangsiang (KPTB) menggelar diskusi publik terkait optimalisasi Terminal Baranangsiang yang hingga kini tak kunjung dilaksanakan.Menariknya, diskusi publik ini sengaja men… Read More
PKL Liar Ganggu Penilaian Adipura Keberadaan PKL liar di depan pintu masuk Pasar Cisalak, Kelurahan Cisalak Pasar, dinilai menganggu ketertiban umum. Karena mereka membangun lapak untuk berdagang di garis sempadan bangunan (GSB) dan garis sempadan jalan (G… Read More
Siapkan Lahan untuk SMPN 23 Perencanaan pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 23 Pondok Ranggon, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, memasuki babak baru.Setelah dua tahun perencanaan, tampaknya akan segera terealisasi.… Read More
Pembunuh Sopir Taksi Daring Ditangkap BOGOR–RADAR BOGOR,Kasus pembunuhan Justinus JH Sinaga (40), sopir taksi daring (online) yang mayatnya ditemukan di kawasan Gunung Salak, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, mulai terkuak.Seorang pria yang diduga pelaku p… Read More
0 komentar:
Post a Comment