Friday, 21 September 2018
Home »
» Diancam bakal Dideportasi, Pengusaha India Ini Minta Keadilan
Diancam bakal Dideportasi, Pengusaha India Ini Minta Keadilan
JAKARTA-RADAR BOGOR, Seorang pengusaha warga negara asing (WNA) asal India, Kushvendra Kumar tengah gelisah. Pasalnya, dia diancam bakal dideportasi cap merah alias larangan kembali ke Tanah Air.
Kushvendra lantas mempertanyakan perlakukan tidak adil yang dilakukan oknum aparat Imgirasi Bogor. Dia mengaku sampai sekarang tak tahu soal kesahalannya.
“Saya sudah 12 tahun di sini (Indonesia) tanpa melakukan kejahatan atau merugikan negara, dan saya tetap ingin bekerja dan ingin tinggal di Indonesia bersama istri dan dua anak saya dengan aman dan baik,” ujar Kushvendra.
Presiden Direktur PT Krisna Abadi Dinamika (KAD) itu menjelaskan, ketidaknyamanan perlakuan itu diawali adanya email dari perusahaan di India ke email pribadinya.
Pihak perusahaan tersebut berencana membeli minyak nilam dengan kualitas sama seperti punya perusahaan ternama PT VA pada 19 Januari 2018.
Alhasil terjadi tawar menawar antara perusahaan India itu dengan KAD yang bergerak bidang usaha riset pasar & jasa konsultasi. KAD pun menerima PO, namun ditolak KAD, lantaran KAD bukan perusahaan jasa ekspor barang tanpa punya izin ekspor.
“Saya langsung mereprensikan ke perusahaan Istri karena bidangnya sama dan mempunyai izin ekspor. Tapi pada 27 Februari 2018, mereka tidak mau buka PO ke siapapun dan komunikasi sudah berhenti,” ujar pemilik perusahaan yang berkantor di Food Plaza, Cikeas, Jawa Barat itu.
Namun, selang empat bulan kemudian atau 22 Mei 2018, KAD didatangi oleh orang yang mengaku dari Kantor Imigrasi Bogor lalu menanyai dokumen pekerja & dokumen perusahaan KAD. Disusul kedatangan oknum aparat Kementerian Ketenagakerjaan dan permintaan mengurus kelanjutannya ke Keimigrasian pusat.
“Dokumen sudah saya lengkapi tetapi paspor saya tetap ditahan oleh petugas Imigrasi pusat bernama Aam sambil mengancam saya agar tidak banyak tanya kalau tidak ingin di-blacklist. Padahal, saya hanya ingin tanya kejelasan kesalahan saya apa dan saya butuh keadilan,” pungkas dia.
(mam/jpg/JPC)
Sumber : Radar Bogor
Related Posts:
Angka Kecelakaan Tinggi di Kawasan Verboden BOGOR– RADAR BOGOR, Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas)Polresta Bogor Kota terus memperketat ruas jalan yang rentan pelanggaran roda dua. Khususnya di kawasan verboden atau jalur yang dilarang dimasuki kendaraan, atau ha… Read More
Kejar Layangan, Dafa Tertabrak Kereta Nasib tragis dialami Dafa Faiq, siswa kelas 2 SD IT Al Yasmin, Sukaresmi, Tanah Sereal, Kota Bogor. Bocah berusia delapan tahun itu tewas seketika setelah tubuh mungilnya tertabrak KRL Commuterline Jakarta-Bogor, Rabu (… Read More
Hoax, Penebangan Pohon Langka Belum lama ini terjadi perbincangan di media sosial terkait penebangan pohon di Arboretum Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Namun, Wakil Kepala Buperta Achmad Mardiyanto menyatakan bahwa in… Read More
Iluni SMANDA Gelar Pengajian BOGOR – RADAR BOGOR, Tak hanya sebagai ajang silaturahmi dan kumpul bersama, Ikatan Alumni (Iluni) SMAN 2 (SMANDA) Bogor juga rutin melaksanakan pengajian/pengkajian rutin Alquran bersama. Seperti yang terlihat dalam kegia… Read More
Ridwan Kamil vs Deddy Mizwar Sejumlah lembaga survei merilis hasil temuannya, terkait calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. Memasuki masa kampanye ini, Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar memiliki angka yang terus bersaing.Dalam survei Saiful Mujani… Read More
0 komentar:
Post a Comment