Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Wednesday, 29 August 2018

Terciduk! Ibu Rumah Tangga asal Bogor ini Jualan Narkoba



BOGOR–RADAR BOGOR, Seorang ibu rumah tangga berinisial WSH ditangkap polisi karena ketahuan mengedarkan narkoba. Satuan Narkoba Polresta Bogor Kota mengamankan WSH di sebuah tempat kost di Jalan Rawamangun Utara Gang III RT 011/001 Kelurahan Rawasari Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Utara akhir pekan kemarin.

Saat digeledah sekitar pukul 05.00 WIB, Polisi menemukan sabu sebanyak sembilan klip plastik seberat 9,54 gram di dalam sebuah kaleng.

“Barang itu diakui oleh WSH (49) merupakan miliknya yang dibeli dari B yang kini DPO dengan maksud untuk diperjualbelikan kembali kepada para pembeli,” ujar Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota, Kompol Nurdjaman kepada radarbogor.id, Senin (27/8/2019).

Sebelum mengamankan WHS, kata dia, anggota Satres Narkoba mengamankan seorang laki-laki berinisial IK pengguna narkoba jenis sabu sekitar pukul 03.55 WIB pada hari Minggu (26/8). IK diamankan di Jalan Raya Puncak, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor dalam keadaan fly atau pengaruh dari konsumsi sabu.

“Pada saat dirinya nge-fly kami langsung amankan di tempat tersebut, sudah tidak kami temukan lagi barang bukti sabunya,” kata Nurdjaman.

Menurut pengakuan IK, sambungnya, barang tersebut sudah habis dipergunakan. IK mengaku, mendapatkan pasokan sabu tersebut dengan cara membeli dari WSH di daerah Jakarta Pusat.
“Dari keterangannya maka kami meminta IK untuk menujukkan tempat atau keberadaan yang bersangkutan dan atas keterangannya itu kemudian kami lakukan penangkapan terhadap WSH,” ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, WSH disangkakan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU RT Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Pasal 114 ayat 2 perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman, beratnya lebih dari lima gram, dipidana mati, penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun, paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. Pasal subsider, lebih dari lima gram pelaku dipidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp8 miliar,” pungkasnya.(gal)

Sumber : RADAR BOGOR

Tarif Parkir Kemahalan, Supir dan Pedagang Pasar TU Kemang Gelar Unjuk Rasa


BOGOR-RADAR BOGOR Mahalnya tarif parkri di Pasar TU Kemang membuat supir dan pedagang menggelar aksi unjur rasa, Senin (27/8/2018).

“Ini demo protes mahalnya tarif parkiran. Ini puncak kekesalannya, kami dijadikan korban,” ujar Iwan (40) salah seorang pedagang di Pasar TU Kemang kepada Radar Bogor, kemarin. Lebih lanjut ia mengatakan, tarif parkir berat bagi pedagang dan sopir suplayer sayur. Sehingga, semakin hari dikeluhkan terutama dipenghujung bulan.

Dualisme pengelolaan Pasar TU Kemang, dituding telah merugikan pedagang dan sopir. Pasar dikelola pihak swasta sementara parkir oleh PD Pasar Pakuan Jaya. Alhasil, tarif parkir baru menuai protes melalui unjuk rasa, kemarin.

Sebelumnya, kata Iwan, pada 22 Mei lalu aksi serupa juga dilakukan para sopir pemasuk pedagang sebagai buah kekesalan tarif parkir yakni sebesar Rp22.000.

Biaya itu, kata dia akumulasi dari biaya masuk parkir Rp8.000, biaya loading (bongkar muat) sayuran Rp4.000, dan biaya keluar kendaraan Rp8.000.

“Sudah ada keputusannya menjadi Rp2.000 persatu jam dan jam selanjutnya sama. Kendaraan besar Rp3.000,” ujarnnya. Kendati telah diberi solusi, kata Iwan, dalam praktiknya kebijakan itu sulit diterapkan.

Dikonfirmasi, Kepala Bagian Usaha Jasa PD PPJ, Iwan Suwandi berjanji, segera mencari tahu penyebab unjuk rasa. Namun, ia menolak menjelaskan terkait protes tarif parkir yang dikelolanya.

Berdasarkan penelusuran radarbogor.id, mahalnya tarif ini disebabkan dualisme pengelolaan Pasar TU Kemang. Pasar dikelola pihak swasta sementara parkir oleh PD Pasar Pakuan Jaya. (don/ysp)

Sumber : RADAR BOGOR

PKL Suryakencana Bakal Direlokasi, Begini Konsepnya


BOGOR–RADAR BOGOR, Pemkot Bogor terus mematangkan rencana penataan kawasan Jalan Suryakencana Kawasan tersebut akan memiliki pedestrian yang direvitalisasi Pemerintah Kota Bogor mulai dari Jalan Suryakencana hingga persimpangan Gang Aut.

“Kami sudah koordinasikan, konsepnya lebar pedestrian sudah disepakati 3,5 meter, tinggal tayang untuk di lelang,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Konsepnya jalan pedestarian tersebut, kata dia, akan menjadi fenomenal setelah pedestarian di seputaran Sistem Satu Arah (SSA). Sebab, menelan anggaran sebesar Rp14 miliar yang bersumber dari APBD Kota Bogor 2018.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, kata Bima, juga telah dikoordinasikan terkait pembangunan pedestarian. Sebab, sistem parkir akan ditata kembali.

Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) juga terlibat di dalamnya.

“Alhamdulillah konsepnya sudah mencapai finalisasi, mudah-mudahan bisa mulai dibangun Oktober dan ini harus tepat waktu,” tegasnya.

Target revitalisasi sendiri rencananya akan memakan waktu sekitar tiga bulan. Yakni dari Oktober hingga Desember.


“Dibangun di dua titik bersamaan. Dari sini (sebelah kiri Gang Aut) mulai dan dari sana (sebelah kanan Toko Ria Busana) mulai. Nanti ketemu di tengah. Tapi ini belum semuanya, kalau sisi sana semuanya, kalau di sini kurang lebih cuma 500 meter,” sebutnya.

Sementara itu untuk para pedagang kaki lima yang biasa beroperasi malam di jalan Suryakencana akan direlokasi ke Pasar Sukasari.

Sebab, revitalisasi itu menurut Bima bukan hanya mempercantik saja tetapi juga harus mampu menghidupkan kawasan Suryakencana.

“Kalau tidak tersentuh akan seperti ini terus (stagnan) dan akan terus dikuasai pedagang. Jadi ini harus ada langkah berani demi sistem jangka panjang,” pungkasnya.(gal/c)

Sumber : RADAR BOGOR

Peringati Pujawali, Ribuan Umat Hindu Padati Pura Gunung Salak


CIAPUS–RADAR BOGOR, Bertempat di Pura Gunung Salak, ribuan umat Hindu dari berbagai penjuru menghadiri Pujawali (ulang tahun Pura), Minggu (26/8/2018).

Parahyangan Agung Jagad Karta, yang merupakan nama Pura di daerah Ciapus Kabupa­ten Bogor ini merupakan pura terbesar kedua setelah Pura Besakih yang berlokasi di Ka­bupaten Karangasem Bali.

Ketua panitia , I Wayan Ma­dik Kesuma menyatakan bah­wa acara Pujawali yang ke-13 ini dipersiapkan sejak sebu­lan sebelumnya, di mana setiap Sab­­tu dan Minggu warga Hindu dari Jabodetabek dan sekitar­nya bergotong royong dengan penuh suka cita membantu persiapan acara tersebut.

“Kami juga mengadakan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pembagian sem­ba­ko untuk warga sekitar pura. Ada juga pelatihan kewi­ra­usahaan untuk para rema­ja ge­nerasi muda,” demikian Wayan menambahkan.

Prosesi pujawali sendiri di­mulai dengan kegiatan me­ca­ru atau pem­bersihan area pura, yang dilakukan sehari se­be­lumnya, dilanjutkan per­sem­bahyangan bersama ke­esokan harinya. Tampak se­jak dini hari umat Hindu dari ber­bagai da­erah telah hadir un­tuk meng­ikuti acara per­sembahyangan bersama tersebut, bahkan rom­bongan beberapa kepa­la daerah dari Bali seperti Den­pasar, Gianyar, Klungkung dan Karangasem hadir langsung untuk mengikuti persem­bahyangan bersama, yang di­pimpin oleh pedande dari Priok, Kelapa Dua dan Len­teng Agung.(*/fik/a)

Sumber: Radar Bogor

Ironis! Warga Perbatasan di Kabupaten Bogor Masih Susah Sinyal Ponsel


SUKAJAYA-RADARBOGOR, Warga Kecamatan Sukmajaya masih kesulitan mengakses sinyal provider. Salah satu warga, Dedeng mengaku hanya ada satu penyedia jari­ngan saja. Bagi masyarakat luar yang layanan providernya berbeda, pasti akan kesulitan mengakses sinyal.

“Kami memang agak di pelosok. Baru ada satu layanan provi­der saja yang ada di sini. Di sini juga kan ada kampung wisata,” ujarnya kepada Radar Bogor.  Di sisi lain, upaya untuk terus me­nggenjot titik-titik tanpa ak­ses komunikasi atau blank spot terus ditekankan oleh Pe­merintah Kabupaten Bogor.

Seperti yang dituturkan Kadiskominfo Kabupaten Bogor, Wawan Munawar Sidik. Ia mengklaim, jika pemda telah menyiapkan regulasi untuk memudahkan para penyedia layanan membangun tower-tower komunikasi.

“Kalau bicara regulasi, pem­kab sudah memfasilitasi. Kami juga kan punya mapping. Ada bebe rapa daerah yang blank spot. Tidak ada signal sama se­kali. Cuma kan provider tidak sem barangan bangun sarana ko­munikasi. Mereka punya per­hitu ngan bisnis untuk mem­bangun tower di suatu daerah,” beber nya.

Meski demikian, ia mengklaim di Kabupaten Bogor sudah minim daerah yang berstatus blank spot. Kalau pun ada, kata Wawan, paling-paling hanya beberapa provider saja. Pihak­nya pun terus mendorong seluruh provider untuk mem­bangun sarana komunikasi di wilayah pedalaman.

“Untuk sekarang ini, regulasi sudah membatasi untuk mem­bangun BTC di wilayah perko­taan. Justru kita selalu arahkan agar mereka membangun akses komunikasi di pedala­man. Itu yang sedang kita kejar.

Tim pengawas daerah (wasda) dari Disko­minfo selau berge­ rak siang ma­lam me­ngawasi sarana ko­mu­ni­kasi,” pung kasnya.(cr3/c/mg2)

Sisir Sejumlah Tempat Nongkrong, Pol PP Kecamatan Parung Panjang Razia Puluhan Botol Miras



PARUNGPANJANG–RADAR BOGOR, Pol PP Unit Kecamatan Parungpanjang  melakukan razia minuman keras di sejumlah tempat yang disinyalir menjadi ajang masyarakat dan pemuda mabuk-mabukan. Dari giat operasi ini, aparat penegak perda berhasil mengamankan puluhan miras dari berbagai merek.

”Razia ini dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat tentang penjualan miras di Jalan Mataram Perumnas Parungpanjang, Desa Parungparunjang, Kecamatan Parungpanjang,” kata Kanit Pol PP Kecamatan Parungpanjang, Ustadjudin kepada radarbogor.id, Minggu (26/8/2018).

Dia mengatakan, berdasarkan keterangan warga, warung tersebut kerap menjual miras secara sembunyi-sembunyi kepada sejumlah masyarakat atau anak muda di sekitar wilayah tersebut dan menjadi tempat tongkrongan.

”Setiap hari pembelinya ramai, dan kami tidak bisa membiarkannya. Sehingga kami bertindak agar tidak meresahkan warga. Lagi pula dari hasil penyelidikan, miras yang dijual tidak memiliki izin edar,” ujarnya.

Lebih lanjut Ustadjudin mengatakan, dari hasil razia miras tersebut, pihaknya berhasil menyita puluhan botol miras dari berbagai merek. Di antaranya bir angker 24 botol, anggur merah 12 botol dan rajawali 31 botol.

Selain mengandung kadar alkohol tinggi, lanjutnya, penyitaan miras ini juga dalam rangka menegakan ketertiban umum dan penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2015.

”Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban umum di wilayah Parungpanjang. Sementara semua miras yang kami sita, akan segera dimusnahkan,” pungkasnya.(wil/b/mg2)

Sumber: Radar Bogor

Bukannya Belajar, Mahasiswa Ini Malah Jambret Dompet Ibu-ibu Malam Hari


TAJURHALANG–RADAR BOGOR, Seorang mahasiswa berinisal YM diamankan warga usai menjambret salah seorang ibu rumah tangga yang melintas di bilangan Jalan Baru RT 03/05, Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, Kamis (23/8/2018).

Kejadian berawal ketika Romlah (43) melintas di jalan tersebut sekitar pukul 19.30 WIB. Tiba-tiba datang pelaku berjumlah tiga orang yang mengendarai satu motor dan langsung merampas dompet berisi ponsel beserta sejumlah uang milik Romlah.

Korban yang kaget langsung berteriak meminta tolong. Beruntung aksi ketika orang pemuda itu diketahui oleh warga yang tengah ada di dekat kejadian.

Sepeda motor pelaku langsung ditendang untuk mencegah melarikan diri.
”Ibu itu teriak karena itu kami kejar dengan motor,” ujar salah satu saksi mata, Edo.

Setelah diamankan warga, ketiga pelaku dibawa ke kantor desa untuk diamankan. ”Kami hanya amankan sementara. Saat ini pelaku sudah dibawa ke kantor polisi,” tukas Kades Tajurhalang, Saefudin.(wil/mg1)

Sumber: Radar Bogor

Duh! Tak Kunjung Beroperasi, Kemenhub Bakal Tarik Bus Bantuan



BOGOR–RADAR BOGOR, Pemkot Bogor buat Kementrian Perhubungan kehabisan kesabaran. Ini terjadi setelah bus tambahan bantuan kemenhub tak kunjung dioperasikan.

Direktur Multimoda Kemenhub, Ahmad Yani bahkan mengancam untuk menarik bus bantuan tersebut jika pemkot masih membandel.

Kementerian Perhubungan dibuat kesal oleh Pemerintah Kota Bogor. Hal itu, setelah tak dioperasikannya bus tambahan bantuan kementerian.

“Dikasih bus tapi sampai sekarang tidak jalan di Bogor. Kami mau tarik lagi,” ujar Ahmad.
Diancam Kemenhub soal Bus Bantuan, Ini Kata Kabid Angkutan Dishub Kota Bogor

Lebih lanjut ia mengatakan, masih banyak daerah yang lebih membutuhkan angkutan massal tersebut. Selain di Bogor, ada beberapa daerah lain yang mengalami masalah sama. (gal/don/ysp)

Sumber : RADAR BOGOR

Segera Uji Lab, Pelaku Pencemaran Sungai Cileungsi Tinggal Tunggu Sanksi


GUNUNGPUTRI–RADAR BOGOR, Pen­ce­ma­ran limbah sungai Cileung­si yang mengakibatkan war­ga ke­racunan mendapat sorotan Dinas Ling­kungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor. Air akan diuji untuk me­nyeret kasus ini ke meja hijau.

”Limbah ini sedang gencar. Kabarnya meracuni warga dan kami sudah menelusuri sungai Cileungsi di Desa Bojongkulur sampai Ciangsana. Dan, kami sudah melaporkan ke DLH,” ujar Camat Gunungputri, Juanda Dimansyah kepada radarbogor.id.

Tepisah, Kepala DLH Kabu­paten Bogor, Pandji Ksyatriadi menjelaskan, pihaknya sudah mengetahui pencemaran ter­sebut. Saat ini bidang pene­ga­kan hu­kum dan pemuli­han ling­kungan (PHPL) sudah ter­jun ke lokasi untuk mengu­­ji di laboratorium terakredita­si. DLH pun masih mengusut asal dari mana limbah berasal dan menyeret kasus ini ke ranah hukum.

”Kalau tidak diuji di lab yang terakreditasi nantinya tidak dapat dipakai jika kemudian sampai ke meja hijau. Nanti ada hasilnya, kemudian di BAP. Dan akan dilayangkan surat teguran. perkembangan ter­akhir segera ditindaklanjuti. Hanya saja hasil lab agak lama keluarnya,” katanya.

Sementara Kepala bidang Pe­nge­dalian Pencemaran dan Ke­mitraan pada DLH Kabupaten Bogor, Endah Nurmayanti me­nam­bahkan, pencemaran telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2009 tentang Pengendalian Pen­cemaran Ling­kungan Hidup (PPLH). Sedangkan, lingkungan juga dikawal Perda Nomor 6 Tahun 2016.

”Kalau ada pen­cemaran ditemukan lubang, dan akan ditindak sanksi pak­saan peme­rintah, dan akan berkoordinasi dengan kepolisian,” katanya.(don)

Sumber: Radar Bogor

Koneksi Pipa Distribusi HDPE di Jalan Sholeh Iskandar, Pengaliran di 8 Wilayah Ini Terganggu



BOGOR-RADAR BOGOR, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus melakukan peningkatan fasilitas demi memuaskan pelanggan.

Salah satunya, melakukan koneksi pipa distribusi HDPE diameter 500 mm ke pipa  HDPE diameter 300 mm di lokasi Jalan Sholeh Iskandar.

Pekerjaan tersebut akan dilaksanakan malam ini Selasa (28/8/2018) mulai pukul 20:00 WIB hingga, Rabu (29/8/2018) dini hari pukul 02.00 WIB.

Akibat dari pekerjaan tersebut, sebagain daerah di zona IV berpotensi mengalami gangguan pengaliran. Yakni,  Perum Bogor Raya Permai, Curug Induk dan sekitarnya, Perum Tamansari Persada, Kayumanis dan sekitarnya, Mekarwangi dan sekitarnya, Kencana dan sekitarnya, Perum Villa Mutiara 1 dan 2, serta Perum Bukit Mekarwangi.

Koneksi pipa ini merupakan program PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor untuk meningkatkan pelayanan pelanggan di wilayah zona IV.

“Kami mengimbau para pelanggan untuk menampung air saat masih mengalir. Apabila para pelanggan membutuhkan pasokan air melalui mobil tangki dapat menghubungi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di nomor (0251) 8324111 dan Whastapp 08111182123.

Pemberitahuan ini kami sampaikan untuk menjadi maklum, dan atas perhatian serta pengertian Bapak/Ibu/Saudara, kami mengucapkan terima kasih,” demikian keterangan tertulis manajemen PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang diterima redaksi. (ysp)

Sumber : RADAR BOGOR

Begini Kronologis Kematian Indriyani Siswi SD di Cigombong Versi Dinas Kesehatan


BOGOR-RADAR BOGOR, Demi menjawab misteri kematian Indriyani, Siswa Kelas 6 SDN Cipetir 1, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, setelah disuntik tetanus difteri, Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menerjunkan tim investigasi. Seperti apa hasilnya?

Ya, simpang siur informasi kematian Indriyani sudah terjawab. Sejumlah pihak terkait merespon positif berita duka yang sebelumnya dirilis media ini. Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor yang menerjunkan tim khususnya telah mendapatkan hasil.

Seperti yang disampaikan Intan Widayati, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular, selaku ketua tim investigasi.

“Kami mengumpulkan semua petugas yang terkait, mulai dari yang menyuntik, yang memeriksa di Puskesmas yang membawa dan keluarga yang bersangkutan,” ujar Intan kepada radarbogor.id, Selasa (28/8/2018).

Dalam catatan pihak Puskesmas, Indriyani wafat pada 20 Agustus 2018. Saat ditelusuri ke pihak sekolah, kegiatan penyuntikan digelar pada Jumat hingga Senin.

“Nah Jumatnya ini Jumat minggu lalu, bukan Jumat empat hari kebelakang itu. Mungkin miss persepsi penyampaian informasi dari pihak keluarga yang menyatakan disuntik hari Jumat,” jelas Intan yang ditemui di ruang kerja Sekretaris Dinas Kesehatan, Erwin Suriana.

Pihak Dinkes juga memaklumi sisi awam keluarga Indriyani dari cara menyampaikan informasi.

“Soal tanggal mereka tidak menyampaikan, hanya bilang Jumat dan ditangkap para pewarta yakni Jumat empat hari setelah disuntik itu. Yang benar, penyuntikan dilakukan tanggal 10 Agustus 2018 yang memang juga hari Jumat. Ini hanya miss persepsi saja dari yang menyampaikan informasi awal,” lanjut Intan.

Dari pihak keluarga, Omah ibunda Indriyani menyampaikan bahwa Indriyani memang sakit. Indriyani sempat diberikan obat warung dan dianggapnya sembuh.

“Kami juga bertemu dengan guru yang bersangkutan, Indriyani sempat pulang terlebih dahulu untuk meminta izin disuntik kepada orangtuanya. Ibunya sendiri membenarkan kalau Indri pulang minta izin disuntik, ibunya mempersilahkan demi kesehatan anaknya,” jelasnya.

Kepada tim, Omah juga menyampaikan jika setelah disuntik, Indriyani tidak mengeluh sakit. Ia bahkan tetap berangkat sekolah, bahkan mengaji.
Begitupun keesokan harinya, ia masih berangkat ke sekolah dalam kondisi sehat. Hingga empat hari sebelum wafatnya, Indriyani baru mengeluh sakit. Keluarganya yang juga pengurus RT setempat menyarankan ia untuk dibawa ke rumah sakit.

“Ibunya selalu menolak, karena menganggapnya Indriyani sakit biasa saja. Saat didesak sekalipun, ibunda Indriyani mengaku telah berobat ke dokter di kawasan Cicurug. Namun tim tidak menemukan bekas bungkusan obat dokter seperti yang biasanya didapatkan para pasien selepas berobat. Kartu berobat andai kata itu klinik juga tidak ada. Kami tidak bisa menemukan sebenarnya dimana dokternya itu,” paparnya.

Tanggal 20 Agustus 2018, keterangan Ketua RT setempat yang juga kerabat dekat keluarga Indriyani mendapati ia mengeluh sakit pada bagian perutnya. Ia juga sempat pingsan di rumahnya. Saat itu, pihak keluarga langsung mencari bantuan ambulan desa dan membawanya ke puskesmas.

“Pak RT sebelumnya sudah menyarankan Indri segera dibawa ke Puskesmas, tetapi ibunya tidak mau,” jelasnya.

Menurut keterangan petugas puskesmas, ambulan desa yang datang membawa Indriyani langsung menangani di UGD. Petugas memeriksa tanda vital, memeriksa tensi dan suhu. Saat itu, nafas Indriyani sudah tidak ada. Dokter yang menangani saat itu memastikan jika Indriyani telah wafat.

Setelah itu, pihak keluarga tidak menyampaikan informasi apapun kepada para petugas dan langsung membawanya pulang.

“Informasi yang diterima puskesmas, anak tersebut sakit, panas tinggi, tiba-tiba tidak sadar. Hal ini diasumsikan sebagai hal biasa dalam ritme sakit kemudian wafat. Tidak sampai ada informasi habis disuntik lalu sakit, namun kemudian ramai di pemberitaan online wafat setelah empat hari disuntik DPT,” jelasnya.

Bicara soal vaksin yang disuntikan kepada 35 orang dari 52 orang siswa kelas 6. Empat di antaranya tidak disuntik karena dalam keadaan tidak masuk sekolah karena sakit. 13 orang siswa lainnya juga tidak disuntik karena sedang sibuk latihan upacara bendera. 35 orang pelajar termasuk Indriyani setelah disuntik tidak ada keluhan apapun.

“Suntikan kepada Indriyani merupakan kegiatan yang kedua, tahap pertama juga ia disuntik dan tidak ada keluhan. Kami hanya bisa menjabarkan kronologisnya. Kesimpulan dari rangkaian investigasi ini adalah kewenangan Komda,” pungkasnya. (bil)

Ada Lubang Menganga di Jalan Perintis Kemerdekaan, Warga: Udah Banyak Korban


BOGOR-RADAR BOGOR,Pengendara yang melewati Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Bogor Tengah harus ekstra waspada. Pasalanya sebuah lubang berdiametr 30 centimeter menganga tepat di tengah jaan

Dilansri dari pojobogor.com, menurut warga yang enggan disebutkan namanya lubang tersebut sangat berbahaya. Bahkan lubang yang pas ditengah-tengah jalan tersebut tak sedikit memakan korban.

“Udah banyak korban yang jatuh pak,” singkatnya kepada pojokbogor, Senin (27/08/2018).

Ia mengungkapkan korban yang jatuh adalah pengendara sepeda motor

“Ya semoga aja cepet diperbaiki,” harapannya.
(adi/ps/ysp).

Sumber : RADAR BOGOR

Viral, Guru Perempuan Tampar Siswa dengan Sepatu, Gara-gara Kumandangkan Azan di Kelas


MAGETAN-RADAR BOGOR, Sebuah video amatir menayangkan tindak kekerasan guru terhadap siswa SMP menjadi viral di kalangan masyarakat Magetan, Jatim.

Dalam video berdurasi kurang lebih 20 detik itu, sang guru  perempuan menampar siswa menggunakan sepatu.

Kekerasan di dunia pendidikan ini, terjadi di ruang kelas saat proses belajar mengajar.

Belakangan diketahui, aksi kurang terpuji tersebut terjadi di SMPN 2 Magetan. Namun, pihak sekolah mengaku, itu sudah terjadi sekitar setahun yang lalu. Saat korban, Raihan masih duduk di bangku kelas VII.

Kepala SMPN 2 Magetan, Nur Salim, membenarkan video tersebut merupakan rekaman kejadian di SMPN 2 Magetan, yang dilakukan seorang guru berinisial LC.

Namun, dia tidak menerangkan penyebab terjadinya kekerasan terhadap salah satu anak didiknya tersebut.

“Tindakan itu sudah keterlaluan, pakai sepatu. Kalau pakai tangan, mungkin dia hanya emosional belaka, lalu kami cek kebenarannya. Memang itu peserta didik di sini,” tuturnya.

Menurut pengakuan beberapa siswa, kekerasan yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Bahasa Inggris tersebut itu terkait tindakan korban mengumandangkan azan saat pelajaran berlangsung.
Kasus kekerasan terhadap siswa tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak sekolah.(end/ysp)

Sumber : RADAR BOGOR