Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Tuesday, 27 February 2018

UNIDA Bentuk Karakter Muslimah


BOGOR–RADAR BOGOR, Dalam rangka Milad ke-31 Universitas Djuanda Bogor (UNIDA), Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Mukhlis menyelenggarakan kegiatan Great Muslimah Training, Sabtu lalu (17/2).

Kegiatan ini merupakan wujud dari pelaksanaan salah satu Pancadharma perguruan tinggi yaitu ketauhidan, pasalnya UNIDA merupakan perguruan tinggi yang melandasi segala kegiatan dan pelaksanaan kehidupan dengan dasar tauhid.

Pada hari itu, terdapat tiga pemateri dengan materi berbeda. Materi pertama mengusung tema ”Memahami Konsep Diri Muslimah” yang disampaikan oleh Luluk Setianingsih pemateri dari Yayasan Yasmina.

Dilanjutkan dengan penyampaian materi kedua oleh Dwi Setyo Rini dengan materi karakteristik daiyah. ”Daiyah merupakan karakter seorang muslimah yang bicaranya dakwah, diamnya zikir,” terang Dwi.

Sedangkan pemateri terakhir, Roisyatin mengangkat tema ‘Figur Muslimah Teladan’. ”Ada beberapa figur teladan muslimah, salah satunya Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad dan Asiyah binti Muzahim, istri Firaun,” kata Roisyatin.

Menurut Ketua pelaksana, Syfa Fauziah, kegiatan ini digelar untuk dapat mengajarkan para muslimah akan pentingnya berdakwah dan berani menyampaikan kebenaran di depan umum melalui materi-materi yang disampaikan oleh beberapa nara sumber tersebut.

”Semoga dengan diadakannya acara ini, dapat mengubah dan menciptakan muslimah yang kreatif, cerdas dan pandai public speaking” tuturnya.

Acara yang berlangsung khidmat ini, dihadiri oleh beberapa perguruan tinggi yang berada di Parahiyangan Barat, salah satunya dari Universitas Singa Perbangsa Karawang (UNSIKA). ”Saya berharap dengan diadakannya acara ini kaum muslimah mampu tampil di depan umum,” ucap Nandah, peserta.(cr1/c)

sumber : Radar Bogor

Atlet Basket SMAN 5 Bogor ke Amerika


BOGOR–RADAR BOGOR, Amerika menjadi kiblat olahraga basket dunia. Menjadi suatu kebanggaan bagi salah seorang siswa SMAN 5 Bogor yang merupakan atlet basket, Namira Ramandha, bisa berangkat ke negara tersebut. Ia akan mempelajari seluk-beluk olahraga yang ia gemari di sana.

Keberangkatan Namira tersebut berawal dari terpilihnya ia sebagai pemain terbaik se-Jawa Barat dalam ajang bergengsi basket bagi siswa, yaitu DBL. Dari 112 pemain terbaik, Namira mengatakan, terdapat seleksi lagi sehingga tersisa 12 pemain putri dan 12 pemain putra yang bisa berangakat ke Amerika pada 4-12 Februari lalu. ”Aku sih nggak nyangka bisa berangkat ke sana, yang jelas senang sekali bisa mendapatkan kesempatan belajar dan mendapatkan pengalaman di negaranya basket,” bebernya.

Namira mengaku, berangkat keluar negeri karena basket bukanlah hal yang pertama kalinya ia rasakan. ”Sebelumnya, saya pernah ke Singapura, ikut Asia Pacific League,” tambahnya. Banyak prestasi yang telah Namira torehkan dalam dunia basket sejak di bangku SMP. ”Tapi waktu SMP aku hanya bisa menjadi pemain candangan,” kata Namira.

Ia menceritakan, hal tersebut menjadi salah satu motivasi dirinya untuk terus berlatih. Motivasi lainnya, ia dapatkan melalui kakak kelasnya yang berhasil meraih banyak prestasi di basket bahkan bisa bergabung sebagai atlet Jawa Barat. ”Kalau dia saja bisa, aku juga pasti bisa,” tutur Namira dengan semangat.

Ia mengatakan, dirinya rutin berlatih basket selama dua jam setiap enam kali dalam seminggu. ”Tapi kalau mau kejuaraan biasanya intensitasnya ditambah,” katanya.

Meski kesulitan dalam membagi waktu antara latihan dengan belajar dan seringkali Namira harus izin sekolah untuk bisa fokus berlatih menjelang kejuaraan. ”Ya, tapi di sinilah aku bisa belajar membagi waktu, biasanya aku mengerjakan tugas setelah latihan, kalau ada hal yang tidak aku mengerti, biasanya aku bertanya ke teman,” beber Namira.

Menurut Namira, hal tersebut merupakan salah satu perjuangan untuk bisa mencapai keberhasilan. ”Capek ya pasti, tapi apa yang kita tuai itu yang kita raih. Jadi kalau aku kali ini kerja keras, pasti nanti ada hasilnya yang membanggakan,” katanya.

Keberhasilannya tidak lepas dari peran pelatih basket SMAN 5 Bogor, Hengky. Menurutnya, Namira masih perlu banyak berlatih untuk bisa maju menjadi atlet nasional. ”Masih banyak hal yang harus dilatih untuk bisa bersaing secara nasional, kalau untuk di tingkat pelajar Namira memang sudah bagus,” katanya.

Ia yakin, hal itu menjadi langkah awal bagi Namira untuk menjadi pemain profesional. ”Namira masih muda, masih banyak waktu untuk meningkatkan kapasitas diri, saya harap namira ke depannya bisa muncul sebagai atlet di Liga Pro,” harapnya.(cr1/c)

sumber : Radar Bogor

Warga Minta Akses Jembatan


BOGOR–RADAR BOGOR,Ada banyak aspirasi yang masuk saat pasangan dari jalur perseorangan Edgar Suratman-Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat, berkampanye di Kecamatan Bogor Tengah, kemarin (25/2). Seperti yang diungkapkan Dedi warga Kampung Lebak Sari RW10, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

”Kami warga di RW03, 09 dan 10 masih punya harapan dan impian ada jembatan di sungai Cisadane (akses jalan Lebak Sari-Pasir Kuda). Dari dulu sampai sekarang sudah beberapa kali ganti wali kota, tetapi keinginan warga belum juga tercapai. Jadi kami walaupun hidup di tengah kota sama seperti daerah yang terisolasi,” ujar Dedi, yang mendapatkan riuhan dari warga yang mengamini.

Menurutnya, pembangunan jembatan sangatlah dibutuhkan warga. Sebab, untuk mempermudah akses ketika ada warga yang sakit atau hendak menuju tempat pelayanan kesehatan. ”Usulan ini memang sudah sering masuk musrenbang setiap tahun, tetapi kembali selalu gagal,” jelas Dedi.

Selain jembatan, warga juga menginginkan keberadaan puskesmas. Sebab, selama ini untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sangat jauh. Warga harus menempuh jarak 5 kilometer untuk mencapai ke Puskesmas di Panaragan.

”Memang benar, Pak. Kalau berobatnya sih gratis, ada kartu jaminan kesehatan, tapi ada biaya yang harus dikeluarkan juga untuk mencapai ke puskesmas,” bebernya.

Menanggapi itu, Edgar mengaku, semua aspirasi warga akan ditampung dan menjadi catatan bagi pasangan yang memiliki tagline ESA tersebut. Tentunya, semua aspirasi akan dikaji dan dibuat pemetaan skala prioritas.

”Terkait jembatan memang harus ada kesepakatan dahulu antara pihak Paledang dan Pasir Jaya baik kelurahan, LPM, RW dan RT, jadi tinggal diusulkan lagi,” ucapnya.(ded/c)

sumber : Radar Bogor

Janji Revitalisasi Pesantren



”Saya akan melanjutkan kembali program Jumling, Boling dan menuntaskan pendidikan agama. Artinya, tidak ada lagi seko­lah madrasah yang tidak dirawat, lalu kita harus memperhatikan guru dan merevitalisasi pondok pesan­tren,” ujar Ade Yasin di sela-sela kegiatan kampanye bersama ribuan masyarakat Parung Panjang, kemarin (25/2).

Sementara itu, dukungan terus berdatangan dari tokoh mas­yarakat dan ulama Kabupaten Bogor. Seperti yang diungkapkan tokoh pemuda Parungpanjang, Muhammad Rosidi. Dia menjanjikan suara sebanyak 75 persen bisa diraih pasangan nomor urut 2 tersebut di wilayah Parungpanjang.”Intinya mas­yarakat Parung­panjang akan memberikan hak suaranya kepada Ade Yasin,” ujar Rosidi.

Di tempat terpisah, para ulama, ustaz dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, juga siap memberikan dukungan kepada paslon Ade Yasin-Iwan Setiawan.

Hal itu dikatakan pengurus Pondok Pesantren Hidayat El Ikwan KH Opik di Kampung Sukasirna, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo. ”Kami siap mendukung dan memenangkan Ade Yasin-Iwan Setiawan untuk menjadi bupati Bogor,” kata KH Opik yang diamini puluhan para ulama.

Ia menjelaskan, dirinya sangat mengenal kakak dari Ade Yasin yang programnya sangat dirasakan masyarakat Kabupaten Bogor. ”Mudah-mudahan, adik dari Pak RY (Rachmat Yasin) ini bisa meneruskan programnya lewat Boling dan Jumling,” pungkasnya.(ded/c)

sumber : Radar Bogor

Isu Keadilan Pembangunan Jadi Fokus Dadang-Sugeng


BOGOR–RADAR BOGOR,Meski Kota Bogor tengah diguyur hujan deras kemarin sore, tak menyurutkan calon wakil wali kota Bogor Sugeng Teguh Santoso untuk menyapa warga Kampung Ciheleut, Kelurahan Cibuluh, Bogor Utara, kemarin (25/2). Maklum, Sugeng harus bekerja lebih keras selama calon wali kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata mengikuti Rakernas PDI-Perjuangan di Bali.

”Kami melihat pembangunan di kota ini masih belum adil. Misalnya yang terjadi pada warga RW6/5 dan RW 6 Kampung Ciheleut. Mereka terisolir bila hujan turun karena jalan tertutup banjir,” ujar Sugeng kepada Radar Bogor, kemarin (25/2).

Me­nurutnya, warga di pemukiman tersebut tidak mendapatkan akses keluar kampung, sehingga sulit bila ada keadaan yang emergency. ”Wilayah tersebut tidak men­dapatkan sentuhan anggaran insfrastruktur. Sungai Ciheuleut bila meluap maka rumah warga terendam,” bebernya.

Masalah yang sama juga terjadi di Kampung Bebek, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara. Kawasan ini sangat rentan terjadi banjir dan longsor. Keberadaan kampung yang berada dipinggir Sungai Ciliwung tersebut memang rawan terkena banjir.

”Jadi warga itu cemas, kalau air di Katulampa meninggi mereka akan kebanjiran, apalagi bila melewati ambang lebih dari 210 centimeter,” paparnya.

Karena itu, isu keadilan pembangunan infrastruktur menjadi fokus calon nomor urut 4 tersebut. ”Saya juga menerima keluhan dari warga perumhan di RT6/2 Bantarjati terkait minimnya lahan makam.

Padahal ada kewajiban dari developer perumahan yang wajib menyediakan tanah makam sebanyak tiga persen dari luas lahan perumahan yang dikembangkan oleh developer,” lirihnya.(ded/c)

sumber : Radar Bogor

Bakal Sediakan Shelter Khusus Ojek Online


BOGOR–RADAR BOGOR,Meski belum ada data pasti berapa jumlah ojek online (ojol) di Kota Bogor, namun potensi suara dari mereka tak bisa diabaikan. Buktinya, mayoritas calon wali kota dan wakil wali kota mulai aktif menggalang suara dari driver ojol.

Seperti yang dilakukan calon wakil wali kota Bogor Zaenul Mutaqin (ZM) di sela kampanye-nya di Kecamatan Bogor Barat, kemarin (25/2). Pasangan Achmad Ru’yat tersebut bersilaturahmi dengan Komunitas Ojol Lintas Yasmin Raya di Kampung Cijahe RW 01, Kelurahan Curug Mekar, Bogor Barat.

Dalam pertemuan itu, para driver ojol menyampaikan berbagai keluhan menyangkut sejumlah fasilitas untuk para driver yang belum mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Seperti shelter atau basecamp tempat untuk berkumpul menunggu penumpang. Selain itu, para ojol juga mengadukan nasibnya soal menurunnya pendapatan mereka karena adanya kebijakan dari perusahaan.

”Pendapatan kami para driver memang menurun drastis, karena adanya kebijakan dari perusahaan. Tetapi kami ingin mendapat perhatian dari pemerintah,” ungkap para ojol ketika menyampaikan keluhannya kepada Zaenul.

Mendengar aspirasi tersebut, Zaenul mengatakan, jika dirinya terpilih menjadi pemimpin Kota Bogor, program bagi penanganan ojek online sudah disiapkan. ”Kami akan membantu para driver agar memiliki shelter khusus yang lebih layak. Bila perlu kita fasilitasi juga dengan wifi gratis,” kata Zaenul.

Agar ojek online tertata rapi dan tidak mangkal di sembarang tempat yang bisa menggangu lalu lintas, maka di setiap titik lokasi disiapkan tempat khusus penunggu penumpang.

Maklum, saat ini tempat menunggu penumpang para driver ojek online itu biasa saja. Hanya terbuat dari kayu atau bambu dan atapnya hanya pakai plastik atau bekas spanduk. ”Ke depannya tempat mangkal ojek online itu harus permanen dan fasilitasnya disiapkan,” tegasnya. (ded/*)

sumber : Radar Bogor

Dua Pekan, Tiga Kebakaran



PARUNG–RADAR BOGOR, Dua pekan terak­hir, wilayah utara Kabupaten Bo­gor tiga kali dilanda keba­karan. Hal ini membuat ma­syara­kat perlu waspada. Apalagi penyebabnya diduga berasal dari korsleting listrik.

Kapolsek Kemang Kompol Ade Yusuf mengimbau agar war­­ga lebih teliti saat memasang atau memperbaiki instalasi lis­trik. ”Tetap waspada, jika ter­ja­di korsleting segera diperbaiki pa­da ahlinya. Agar kebakaran bi­sa diminimalisir,” ujarnya ke­pa­da Radar Bogor.

Hal senada disampaikan Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Rumpin Agus Sofyan. Kebakaran yang ter­jadi disebabkan kelalaian pemi­lik rumah. ”Bisa jadi faktornya itu. Makanya harus hati-hati,” ucapnya.

Sekadar diketahui, kebakaran pertama terjadi di rumah milik Hamim (63), warga Kampung Ciasepan RT04/04, Desa Mekarjaya, Kecamatan Rumpin, Selasa (13/2). Kemudian kandang ayam di Kampung Kebonkopi RT 04/ 06, Desa Pengasinan, Kecamatan Gunungsindur, Rabu (21/2).

Selang sehari berikutnya api melahap gudang penyimpa­nan arsip milik PT Bank Bumi Artha Tbk di Kampung Kemang RT 02 /11, Desa Kemang, Keca­matan Kemang.(all/b)



sumber : Radar Bogor

Lagi, Ponpes Darun Najah Terbakar


CIGUDEG–RADAR BOGOR, Kebakaran menimpa Pondok Pesantren Darun Najah II di Kampung Cipinang, Desa Arga Pura, Kecamatan Cigudeng, pukul 07.30 WIB, kemarin (25/2). Hal ini menyebabkan asrama santri di lantai dua kampus III ludes dilahap si jago merah.

Api yang menguasai lantai II baru berhasil dipadamkan satu jam kemudian berkat bantuan dua unit armada pemadam kebakaran.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, puluhan santri terlihat pasrah saat mengetahui pakaian, buku, lemari, dan peralatan-peralatan belajar miliknya ludes tanpa sisa. Lima ruangan asrama putra, satu ruang perpustakaan, dan satu ruang multimedia hangus usai dilahap api.

Kapolsek Cigudeg Kompol Asep Supriadi membeberkan peristiwa tersebut. ”Tadi pagi sekitar pukul 7.30 saya menerima laporan ada kebakaran di asrama kampus III Darun Najah. Saya langsung menuju TKP dan berkoordinasi dengan Damkar untuk segera memadamkan api,” katanya kepada Radar Bogor.

Asep melanjutkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait insiden tersebut. ”Dugaan awalnya kebakaran terjadi karena adanya hubungan arus pendek. Tapi kami tetap mendalami hal tersebut. Pasalnya saat api mulai berkobar di lantai tersebut tidak ada orang. Santri sedang ada kegiatan di luar asrama,” katanya.

Saat dikonfirmasi total kerugian yang ditimbulkan, Asep belum berani menjawab. ”Belum dihitung. Saat ini ma­sih fokus ke penyelidikan muasal api dari keterangan saksi-saksi,” tukasnya.

Sebelumnya, kebakaran juga sempat terjadi di tempat yang sama pada 26 November 2017 lalu. Diduga penyebabnya karena ulah seorang santri ke­las IV yang bermain korek di atas kasur asrama.

Hal ini memba­kar sepuluh ruangan, karena saat api mulai membesar santri tersebut panik dan menutup api dengan selimut. Mengira api sudah padam, dia pun pergi meninggalkan kamarnya. (cr3/c)

sumber : Radar Bogor

Sumbang Kayu


SUKARAJA–RADAR BOGOR, Ada banyak cara yang dilakukan untuk berbagi. Tak melulu dalam bentuk uang atau bahan makanan, namun juga kayu. Bukan kayu seutuhnya, melainkan dalam wujud meja maupun lemari. Hal tersebut, dilakukan Komunitas Hobi Kayu Bogor Raya di Panti Asuhan Ar Rohmat Pasir Jambu, kemarin (25/2).

Sekjen Komunitas Hobi Kayu Bogor Raya, Renato Putra Fajar mengatakan, aksi ini merupakan yang kedua kalinya dibuat. Berangkat dari rasa kepedulian sosial yang awalnya hanya spontanitas semata, mereka seakan ‘kecanduan’ memberikan kenyamanan bagi anak-anak yang membutuhkan meja, maupun kursi untuk belajar.

”Karena background kami adalah tukang kayu, ada juga yang hanya hobi. Karenanya apa yang kami bagi adalah kayu, tapi dalam bentuk meja dan lemari,” ungkapnya kepada Radar Bogor.

Tak ingin salah, mereka pun terlebih dahulu mendata kebutuhan sasaran. ”Jangan sampai sekolah yang sudah mapan dan reguler kami kasih,” urainya.(wil)

sumber : Radar Bogor

Disperdagin Gencar Periksa Toko Obat


TELITI: Petugas Disperdagin (kanan) memperlihatkan produk cairan obat luar yang sudah tak boleh dijual, kemarin.CIBINONG–RADAR BOGOR, Dinas Per­da­gangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor gencar memeriksa sejumlah apotek dan toko obat pekan lalu. Hal itu, dilakukan pasca larangan penjualan salah satu produk cairan obat luar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Hasilnya, masih ada yang memilikinya. Kepala Bidang Perdagangan pada Disperdagin Kabupaten Bogor Jona Sijabat mengatakan, meski saat pihaknya memeriksa toko obat maupun apotek masih menyimpan obat tersebut, namun diyakini produk itu tidak lagi diperjualbelikan.

”Albothyl saat kami turun masih ada, tapi sudah enggak diedarkan. Mau diambil sama distributor,” jelas Jona kepada Radar Bogor. Meski tidak semua apotek didatangi langsung, kata dia, pihaknya meyakini pascasurat larangan dari BPOM, setiap penjual sudah paham untuk tidak menjualnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Erwin Suriana menu­turkan, akan mengedarkan surat imbauan pelarangan penggunaan, Senin (26/2). ”Besok diedarkan (hari ini, red),” singkat Erwin saat dihubungi Radar Bogor, kemarin (25/2).

Dirinya mengatakan, surat imbauan tersebut akan diedarkan ke apotek, toko obat, minimarket juga fasilitas kesehatan lainnya. Erwin menambahkan, selama ini di Kabupaten Bogor belum ditemukan kasus akibat penggunaan obat Albothyl.

Pihak produsen obat Albothyl, PT Pharos Indonesia pun siap patuhi aturan. ”Kami menghormati keputusan Badan POM yang membekukan izin edar Albothyl hingga ada persetujuan perbaikan indikasi.

Kami juga mematuhi keputusan Badan POM untuk menarik produk ini dari pasar,” jelas Director of Corporate Communications PT Pharos Indonesia, Ida Nurtika dalam keterangannya seperti dilansir jawapos.com (Grup Radar Bogor), Jumat (16/2).

Ia pun mengungkapkan, kalau sebagai perusahaan farmasi nasional yang selama 45 tahun berdiri, PT. Pharos telah berkontribusi pada pembuatan dan penyediaan obat-obatan dan suplemen kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Pihaknya pun mengklaim sudah menerapkan cara pem­buatan obat yang baik (CPOB) dalam seluruh rangkaian produksi, mulai dari pengujian bahan baku hingga produk jadi yang dihasilkan. ”Albothyl sendiri adalah produk yang sudah lebih dari 35 tahun beredar di Indonesia,” sambungnya.

Untuk itu, Ida menegaskan penarikan produk Albothyl dilakukan dalam waktu cepat dari seluruh wilayah Indo­nesia. Pihaknya pun terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Badan POM.(wil/jp)

sumber : Radar Bogor

Sepekan, Tambah 2.000 Kendaraan Baru, Ketaatan Bayar Pajak Minim


CIBINONG–RADAR BOGOR, Arus lalu lintas di Bogor dipastikan makin padat. Sebab, kendaraan bermotor terus bertambah.

Tahun ini saja, setiap tujuh hari, ada sekitar 2.000 kendaraan baru berseliweran di Kabupaten Bogor. Jika dikalkulasikan, dalam 30 hari, sebanyak 8.000 kendaraan, baik itu mobil mapun motor roda dua yang mendominasi terus bertambah.

Hal tersebut diungkapkan Kanit Regident Polres Bogor Iptu Dicky Pranata. Menurutnya, Cibinong Raya, Cigudeg, dan Leuwiliang menjadi rata-rata wilayah yang paling banyak dipenuhi kendaraan baru. Kebanyakan, kata dia, masyarakat membeli mobil SUV yang harganya terbilang terjangkau, Rp200 juta.

Belum lagi, sambung dia, dengan banyaknya program mudah dan murah, sehingga membuat masyarakat tak pikir dua kali membeli kendaraan baru. ”Jadinya menumpuk. Kepolisian sendiri tidak bisa membendung pertumbuhan kendaraan ini, karena hak masyarakat, dan memang tidak ada aturannya,” beber Dicky.

Meski begitu, Dicky menambahkan, angka 2.000 kendaraan baru di tiap minggunya turun jika dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 3.000 unit. ”Penyebabnya kemungkinan karena masih awal tahun,” ucapnya

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam satu bulan perpanjangan surat-surat kendaraan mencapai 40.000 unit. Di sisi lain, kian meningkatnya pertumbuhan kendaraan baru tak sejalan dengan ketaatan masyarakatnya dalam membayar pajak. ”Kami dari kepolisian dengan Dispenda gencar operasi kendaraan yang tidak melakukan daftar ulang (KTMDU),” jelasnya.

KTMDU ini, sambung Dicky, untuk menindak pemilik kendaraan yang telat bayar pajak, sehingga tidak lagi bisa mengelak dan langsung membayar di tempat. ”Sasaran utamanya adalah masyarakat yang telat bayar pajak, dapat disampaikan langsung di situ. Atau ke outlet, jadi ditahan dulu STNK-nya untuk dibayar pajaknya,” ungkapnya.

Dalam satu tahun, Samsat Kabupaten Bogor bisa memberi pemasukan ke kas daerah sebesar Rp600 miliar. Angka ini bisa jauh lebih tinggi, sebab wajib pajak kendaraan bermotor baru 55 persen. ”Jadi masih banyak yang tidak taat bayar pajak kendaraan,” ucapnya.

Dicky menambahkan, bagi pemilik kendaraan yang telat bayar pajak, hanya dikenakan denda. Namun, jika pihak kepolisian sendiri menemukan pemilik kendaraan telat bayar pajak, dikenakan pasal yang dendanya mencapai Rp500 ribu.

Terpisah, Kepala Cabang Pela­­yanan Pendapatan Daerah Wilayah Kabu­paten Bogor, Ateng Kusnandar menerangkan, jumlah kendaraan di Bumi Tegar Beriman mencapai 1.646.365 unit.

Terdiri dari 1.454.973 unit kendaraan roda dua dan 191.392 unit kendaraan roda empat. ”Itu data hingga 31 Desember yang sudah mendaftar ulang. Sejak 2016 kendaraan di Kabupaten Bogor itu meningkat sekitar 100 ribu unit,” kata dia.

Dia pun mengakui jika ketaatan bayar pajak kendaraan di Bumi Tegar Beriman cenderung lemah. Namun, dalam realisasi pendapatan pajak kendaraan pada 2017 lalu, Ateng mengaku mampu melampaui target Rp472 miliar. ”Realisasi kita 106 persen di akhir tahun,” tandasnya.(wil/c)

sumber : Radar Bogor

Ratusan Wanita Ikut Kelas Kecantikan


BOGOR–RADAR BOGOR, Yogya Group kembali mengadakan kelas kecantikan atau beauty class. Di tahun ke-6 ini, Yogya Group menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya dalam acara beauty class di Royal Hotel Bogor, kemarin (25/2).

Regional Promoting and Advertising Yogya Group, Aprianti Junet mengatakan, tahun ini kegiatannya mengangkat tema ‘Beauty and Health’. “Karena kecantikan di luar juga terpancar dari kesehatan tubuh kita, jadi tema ini sengaja kita angkat,” ujarnya.

Walaupun selalu digelar setiap tahunnya, tetapi kata Aprianti, antusiasme peserta selalu meningkat. “Termasuk hari ini (kemarin), hadir 150 peserta yang didominasi perempuan dari Kota Bogor. Kalau tidak dibatasi mungkin bisa lebih banyak lagi pesertanya,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sesi beauty sharing diisi dr Fridawati yang merupakan dokter pemerhati kulit dan juga perwakilan dari Natur E, Daniel Linggar. Selain membahas kecantikan dan kesehatan kulit, peserta dapat melakukan diskusi langsung dengan dokter kulit dan kecantikan, dr Permata Nevita dan Miss Inspiring Wardah 2017, Adelia Dwi Putri dalam sesi Inspiring Talkshow by Wardah.

Selanjutnya, pada acara inti yakni beauty class, peserta diberikan pengetahuan dalam mengaplikasikan alat-alat makeup untuk mempercantik diri. Hingga di akhir kegiatan, diumumkan pemenang makeup terbaik.(cr1/c)

sumber :Radar Bogor

Urus PTSL Dipungut Rp500 Ribu


BOGOR–RADAR BOGOR, Satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Satgas Saber Pungli), agaknya harus segera turun menyelidiki pungutan program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Kota Hujan. Sebab, meski proyek nasional ini dikenakan biaya administrasi Rp150 ribu, warga tetap saja dipungut biaya administrasi jauh dari ketentuan.

Seperti yang dialami Herry (34), warga Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat. Dia diminta oleh oknum RT membayar Rp500 ribu agar pembuatan sertifikat lahan milik ayahnya, Sapri, lancar. “Intinya, warga diminta Rp500 ribu untuk pembuatan sertifikat tanah untuk satu kepala keluarga,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Anehnya, kata dia, warga yang diminta membayar tidak diberikan bukti pembayaran berupa kuitansi. Karena merasa janggal, Herry bersikeras…Selengkapnya Baca Epaper Radar Bogor Hari Ini

sumber : Radar Bogor