Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Tuesday, 26 July 2016

Keren… Mozaik Gallery Bogor Tawarkan Furnitur Antik dan Modern


BOGOR – Melengkapi koleksi antik dan memenuhi kebutuhan furniture rumah tangga, Bellanova Country Mall (BCM) dapat menjadi pilihan, karena sudah dilengkapi Mozaik Gallery.
 
Mozaik Gallery ini berbeda dengan galeri lainnya. Mozaik Gallery menyediakan furniture rumah tangga tak hanya yang modern, tapi juga furniture antik atau natural. Owner Mozaik Gallery, R. Hardianto mengatakan, khusus furniture antik hanya terbuat dari berbagai jenis kayu.

“Di sini (mozaik gallery:red) lengkap. Bagi yang koleksi furniture antik ada. Yang modern apalagi lebih lengkap,” ungkap R. Hardianto kepada , Senin (25/07/2016).

Hanya untuk furniture antik koleksi terbatas terutama jenis dan model.
Saat ini untuk furniture antik furniture jati full ukir dengan harga Rp475 juta. Harga tersebut 1 meja, 4 kursi besar full ukir, rak 3 slot, jam kayu dan lukisan 3 dimensi.
Terbuat dari jati kualitas prima asal Makasar. Sementara itu furniture modern lebih lengkap baik itu jenis, model, ukuran maupun bahan yang digunakan (ent)

Musim Haji Akan Tiba, Permintaan Baju Gamis di Kabupaten Bogor Terus Melonjak

BOGOR – Musim haji akan tiba. Hal ini membuat calon jamaah haji (calhaj) bersiap-siap melengkapi bekal untuk menjalankan rukun Islam yang kelima ini.

Hal ini dimanfaatkan para penjual busana muslim. Mereka meraup keuntungan menggiurkan pasca hari raya Idul Fitri.
Penjualan pakaian muslim jenis gamis  meningkat hingga 100 persen. Mulai dari pejulan eceran  hingga grosir. Semua panen untung dari musim haji setahun sekali ini.

“Ya, sekarang banyak yang nyari. Mereka yang mau berangkat haji. Sehari bisa menjual 30 baju,” ujar penjual baju gamis, Muhamad Daud ditemui di Jalan Raya Ciawi, Minggu (24/07/2016).

Meningkatnya permintaan, kata dia, tidak dibarengi dengan jumlah produksi. Hal itu membuat  harga baju gamis bikin dompet menangis. Dimana harga satu setelnya dibandrol Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.
“Produksinya gak banyak, karena harga kainnya juga mahal. Sementara permintaan banyak, jadi harga naik,”tuturnya.

Namun, ada juga gamis yang dijual di bawah Rp200 ribu. Yakni gamis dengan bahan katun Bangkok.
“kalau yang itu murah. Namun gerah kalau dipakai berhaji. Apalagi Arab kan panas kalau siang hari,” tukasnya.(ent)

Nah Loh! Anggota DPRD Ini Curigai Pemda Bogor

BOGOR – Kinerja Pemerintah Kabupaten Bogor lagi-lagi disorot. Kali ini bukan soal serapan anggaran yang rendah, namun soal laporan semester I dan Prognosis tahun anggaran 2016 yang belum selesai diserahkan ke DPRD Kabupaten Bogor.
Padahal, berdasarkan PP 58 tahun 2005 dan Permendagri 13 tahun 2016, yang diubah Permendagri 21 tahun 2011, Pemerindah Daerah  wajib melaporkan kinerja semester I ke DPRD selambat-lambatnya hingga akhir Juli. Tapi sampai sekarang belum juga disampaikan. Sementar Juli sudah hampir habis,” kata anggota Badan Anggaran (Bangar) DPRD Kabupaten Bogor, Erwin Najmudin, Senin (25/07/2016).
Sementara, laporan semester I ini, lanjut Erwin, menjadi tolok ukur mengetahui sejauhmana kiner SKPD, termasuk capaian realisasi program kegiatan. Dan yang harus diingat, tegas Erwin, Agustus mendatang KUA perubahan APBD harus segera disampaikan ke DPRD.
Sesuai dengan perintah UU, pengelolaan keuangan harus tertib, taat pada azas perundang-undangan, ekonomis, efektif, efisien dan bertanggung jawab. Tertib dan taat, termasuk di dalamnya kepatuhan penjadwalan atau pembahasan untuk selanjutnya dilaporkan ke DPRD.
“ Ini jadi pertanyaan, ada apa dengan kinerja pemda? Jangan-jangan reaslisasinya belu sesuai target,” ucap anggota Komisi I ini.

Sunday, 24 July 2016

SSA Bukan Terakhir, Bima Arya Pastikan Terobosan Baru



BOGOR–Pemkot Bogor berupaya untuk terus memperbaiki tata ruang kota. Salah satunya, melakukan zonasi. Selain itu, akan dilakukan akselerasi upaya penataan di pusat kota.
Walikota Bogor, Bima Arya mengungkapkan hal itu saat berbicara di hadapan para pengusaha dan pengelola hotel, restoran, pusat perbelanjaan, objek wisata dan lainnya dalam rapat koordinasi pajak dan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bogor di Hotel Royal, Kamis (21/07).

”Sistem satu arah (SSA) hanya awal saja, karena akan ada lanjutan lagi,” ungkap Bima.
Pemkot Bogor, kata dia, akan memastikan tata ruang kota menjadi lebih tertib dan oleh karena itu akan terus dibenahi. ”Maka, akses alternatif dari SSA ini akan terus diperbaiki, seperti di Jalan Dewi Sartika dan sekitarnya, serta di Jalan Otista,” kata Bima.

Menyinggung soal perizinan, walikota menuturkan bahwa birokrasinya akan terus dipastikan lebih memudahkan para investor. Oleh sebab itu, ia akan meminta kepada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT-PM) agar sistem berbasis online yang kini telah berjalan, bisa dikembangkan lagi dan terkoneksi dengan dinas terkait lainnya.

”Ini juga salah satunya untuk mengetahui pola kebijakan ke depannya,” imbuhnya. Ia menambahkan, untuk membangun sebuah kota ini terdapat dua hal penting, yaitu financial capital dan social capital. 

Sementara itu, sebagai upaya memberikan informasi kepada para wajib pajak sekaligus melakukan evaluasi, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bogor menggelar rapat koordinasi pajak dan pendapatan asli daerah (PAD). 

Kepala Dispenda Kota Bogor, Daud Nedo Darenoh mengatakan, pihaknya terus mendorong para wajib pajak untuk meningkatkan setoran.(ent)

Thursday, 21 July 2016

Bikin Betah Warga Bogor, Lapangan Sempur Bakal Dibuat Konsep Baru


BOGOR -Dengan direvitalisasinya Lapangan Sempur, aktivitas olahraga yang rutin dilakukan warga Kota Bogor untuk sementara akan berpindah lokasi. "Untuk berolahraga, warga Kota Bogor bisa menggunakan fasilitas yang ada di GOR Pajajaran," kata Walikota Bogor, Bima Arya.

Bima Arya menjelaskan pelaksanaan revitalisasi Lapangan Sempur yang akan dimulai akhir Juli 2016. "Revitalisasi berangkat dari keprihatinan dan masukan warga karena kumuh dan kotornya kawasan Lapangan Sempur," kata dia.

Menurut Bima, banyak warga mengeluhkan kondisi Sempur yang sudah tidak nyaman lagi untuk berolahraga karena harus "bersaing" dengan para PKL dan banyak sampah. "Sempur adalah kawasan pusat kota yang harus ditata," ujarnya.

Banyak konsep yang akan diaplikasikan dalam proses revitalisasi Lapangan Sempur. "Tema yang diusung adalah taman-taman di Kota Bogor direfleksikan dalam berbagai sudut di Taman Sempur," terang Kabid Pertamanan DKP Kota Bogor, Yadi Cahyadi.

 Revitalisasi Lapangan Sempur akan menggunakan konsep plaza di area yang berupa paving block. "Pembedanya adalah paving dibentuk kotak-kotak dengan sedikit permainan warna. Untuk area bawah pohon angsana akan ada perpaduan antara perkerasan dan rumput penutup dengan pola kotak-kotak catur," terang Yadi. 

Yadi menambahkan, untuk sarana prasarana bagi warga akan dilengkapi dengan bangku yang menggunakan konsep single bench dan group bench. "Pada sisi selatan dan tenggara akan dibangun area piknik dengan efek petualangan bagi anak-anak. Untuk pencahayaan akan menggunakan downlight, uplight, striplight dan pavement light, sehingga saat malam hari akan terlihat terang," ujarnya. 

Sebagai salah satu ikon Kota Bogor, untuk signage Sempur akan menggunakan konsep ikonik yang setiap hurufnya  dibingkai oleh bahan finishing cremona ditambah efek air hujan pada frame. 

"Jika proses revitalisasi rampung ada banyak fasilitas yang disediakan, salah satunya fitness outdoor, bukit mini dan banyak lagi," tandas Yadi yang menggunakan pohon dan tanaman tahan panas untuk mempercantik Lapangan Sempur. 

Rencananya, Lapangan Sempur akan ditutup untuk sementara selama tujuh bulan. "Semua kegiatan di Sempur akan ditutup mulai 25 Juli 2016 hingga 25 Februari 2017 ditambah dua bulan pemeliharaan. Bahkan, untuk kegiatan upacara Agustus tahun 2016 akan dipindah ke lokasi lain," jelas Yadi.

Setelah proses revitalisasi rampung, Lapangan Sempur akan steril dari PKL musiman. Rencananya mereka akan diakomodir dengan menempati food court.(ent)

Tuesday, 19 July 2016

Benahi Macet, Jalan Kapten Muslihat Dirombak


BOGOR-Hari pertama masuk sekolah, kepadatan arus lalu lintas terjadi di sejumlah titik. Salah satunya, di Jalan Kapten Muslihat. Untuk meminimalisasi kemacetan, Polsek Bogor Tengah bersama Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor mulai melakukan pembenahan.

Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Syaifuddin Gayo mengatakan, sengaja memasang barrier atau pembatas agar tak ada kendaraan yang memotong arah di sembarang tempat.

Lebih lanjut ia mengatakan, pembongkaran batas jalan di traffic light depan DPRD dilakukan agar lebih luas jika ada kendaraan yang melintas. "Pembenahan terus dilakukan," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman menyatakan, kawasan Taman Topi perlu dilakukan penataan ulang lalu lintas. Usmar menjelaskan, kemacetan juga kerap ditimbulkan oleh pejalan kaki yang selalu menggunakan badan jalan.

"Jalur pedestrian dibagi dua, kemudian pagarnya agak ditarik ke dalam untuk mengantisipasi pergerakan warga dari arah DPRD ke arah stasiun. Begitu pula di depan Taman Topi, kendaraan tidak boleh berada di bottleneck," kata Usmar saat patroli lalu lintas di kawasan Jalan Kapten Muslihat.

Penataan yang akan dilakukan Pemerintah Kota Bogor juga termasuk pengarahan masyarakat yang akan naik angkot 02, 03. Bagi masyarakat yang terbiasa menunggu angkutan di depan Taman Topi, akan diarahkan ke Jalan Dewi Sartika.

Pun dengan titik berhenti di belokan akan diperpanjang sampai pintu masuk Taman Topi dari Dewi Sartika. "Banyaknya kendaraan yang berhenti di belokan tersebut merupakan salah satu penyebab kemacetan di kawasan ini," lanjutnya (ent).


Monday, 18 July 2016

Hari Pertama Sekolah, Mendikbud Salami Murid SD Polisi 1 Bogor



BOGOR – Hari pertama sekolah (HPS), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyambangi SD Polisi 1 di Jalan Paledang, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (18/7/2016). Pada pukul 06.00 WIB, Mendikbud Anies datang dan langsung menyambut kedatangan para siswa baru kelas 1 dan orangtua murid dengan menyapa dan menyalami mereka di depan pintu sekolah.

“Selamat datang di sekolah, selamat belajar ya,” ucap Mendikbud Anies yang didampingi Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

Dalam kunjungan tersebut, Mendikbud Anies menyempatkan diri berdialog dengan para siswa baru dan orangtua wali murid.

“Namanya siapa? Nanti kalau besar cita-citanya mau jadi apa?” ujar Anies.

Sementara itu, Mendikbud telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4/2016 tentang Hari Pertama Sekolah (HPS) yang berisikan, imbauan kepada masyarakat atau orangtua wali murid agar mengantarkan anaknya ke sekolah pada hari pertama sekolah. Hal ini pun bertujuan untuk menciptakan iklim pendidikan yang positif dan menyenangkan. (ent)

Lebih Fresh, Walikota Bogor Cat Jembatan MA Salmun


BOGOR–Sempat kusam, kini Jembatan MA Salmun memerah. Wajar saja,  akhir pekan kemarin (16/7), Walikota Bima Arya bersama sejumlah kepala dinas mengecat jembatan yang membentang di Jalan MA Salmun tersebut. 

Bukan tanpa sebab, pengecatan jembatan merupakan langkah lanjutan setelah penertiban dan penataan PKL di seputar kawasan Pasar Kebon Kembang. 

Hal ini diperlukan, sebab, bukan hanya demi keindahan semata namun juga sekaligus untuk menertibkan, membersihkan, dan membuat kawasan tersebut tetap nyaman. “Kalau sudah dicat seperti ini, masak PKL masih mau memenuhi kawasan ini. Itu kan keterlaluan,” kata Bima Arya. 

Menurut dia, Jembatan MA Salmun terakhir kali dicat tahun lalu, sehingga kini warnanya sudah memudar dan sudah waktunya dicat lagi agar terlihat bersih juga indah. “Perlu dipercantik lagi,” katanya. 

Selain mengecat dinding jembatan dengan warna merah, tampak puluhan petugas Bina Marga mengecat bagian bawah jembatan dengan warna hitam putih. Sementara puluhan petugas dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga terlihat sibuk mengangkat tumpukan sampah yang berada di bawah jembatan. 

“Selain Jembatan MA Salmun, Pemkot Bogor juga akan mengecat beberapa jembatan lainnya, seperti Jembatan Sempur, Bondongan juga Empang. Kami akan mencat jembatan tersebut untuk mempercantik wajah kota,” pungkasnya.(ent)

Friday, 15 July 2016

Bogor Kota Paling Dicintai, Bima Arya Siap Bangun Tugu Cinta



BOGOR - 
Penobatan Kota Bogor sebagai The Most Lovable City 2016, tampaknya, begitu membekas di benak Walikota Bima Arya. Sebagai pengingat, Bima kembali menggagas pembuatan tugu atau kawasan ikonik di Kota Hujan. Kali ini, berupa tugu dan bertajuk Tugu Cinta.

“Dengan dinobatkannya Kota Bogor sebagai The Most Lovable City 2016, harus dimaksimalkan sebaik mungkin,” kata Bima Arya.

Soal lokasi tugu, Bima masih mengkajinya. Tapi, salah satu lokasi alternatif adalah di kawasan Taman Bogor, samping rumah dinas walikota. Tugu Cinta nantinya akan menjadi salah satu bagian dari city branding Kota Hujan.

“Jangan hanya sekadar perayaan kemenangan semata. Tapi, semangat di dalamnya harus menyatu dengan pembangunan Kota Bogor. Kampanye ini juga harus berlajut hingga setahun ke depan dengan berbagai macam cara,” kata dia.

Bima menegaskan, meski ajang pemilihan The Most Lovable City 2016 telah berakhir, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bogor tetap mengampanyekan semangat We Love Cities di berbagai aspek. Semangat ini harus mencerminkan tanda rasa cinta warga terhadap kotanya. “Kita bangkitkan aura kota penuh cinta dengan mengakselerasi pembangunan dan pemetaan,” jelasnya.

Selain mendirikan Tugu Cinta, Bima juga menginstruksikan dinas terkait untuk merancang dan membangun ulang gerbang batas Kota Bogor di semua wilayah perbatasan. Jika Kota Bogor ingin menjadi kota wisata maka harus dipersiapkan segala sesuatunya. “Mulai dari sarana prasarananya maupun SDM-nya, sebab kota ini memiliki karakter dan terintegrasi dengan kuat,” tandasnya.(ent)

Thursday, 14 July 2016

Macet Parah, Contraflow di Jalan Muslihat Diuji Coba


BOGOR – Berbagai upaya untuk mengurai kemacetan di jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah. Bahkan, Polres Bogor Kota sempat melakukan uji coba contra flow atau sistem pengaturan lalu lintas yang mengubah arah normal arus kendaraan.
Wakapolres Bogor Kota, Kompol Irwansah mengatakan, sabtu (9/7/2016) sudah melakukan contra flow untuk mengurai kendaraan pribadi yang datang dari arah Jembatan Merah.
“Hanya sepuluh menit kami berlakukan,” katanya.
Menurut dia, pihaknya belum mengusulkan apakah akan dipermanenkan atau tidak. Sebab, butuh koordinasi semua pihak jika jalan Kapten Muslihat juga diberlakukan Contra Flow.
Sementara itu, Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Syaifuddin Gayo mengatakan, pemberlakuan Contra Flow di Jalan Kapten Muslihat akan memperlancar arus lalu lintas di Jalan Kapten Muslihat. Sebab, di jalan tersebut terdapat penumpukan masa dari stasiun dan pasar.
“Jika nanti terjadi penumpukan kendaraan hingga mengakibatkan kemacetan, akan kembali diberlakukan,” katanya.
Sementara itu, bukan hanya bersilaturahmi ke sanak family, lebaran selalu menjadi moment yang tepat untuk liburan bersama keluarga. Kebun Raya Bogor (KRB), water park juga wisata kuliner masih menjadi favorit para pelancong baik dari dalam maupun luar kota.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kota Bogor, Shahlan Rasyidi. Menurut dia, ada peningkatan jumlah wisatawan yang bisa dilihat dari naiknya jumlah kendaraan masuk selama libur lebaran. (ent)

Kota Bogor Minim Panti Rehabilitasi

BOGOR-Sesosok jasad pria tanpa identitas ditemukan tergeletak di parkiran ruko di kawasan Jalan Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, kemarin.

Mayat yang diduga pemulung tersebut, ditemukan pertama kali sekitar pukul 11.00 WIB. Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Syaifuddin Gayo mengatakan, pria tersebut diperkirakan berusia 50 tahun.

Menurut dia, korban tewas karena mengidap penyakit TBC. "Dia biasanya dipanggil Udin," kata Gayo.

Polisi kemudian membawa jasad itu ke RSUD Ciawi untuk diautopsi. Saat ditemukan, korban menggunakan sweater berwarna abu, celana berwarna cokelat, dan memiliki tinggi badan sekitar 160 sentimeter.
Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) mencatat pada Juni lalu tak lebih dari 20 orang gepeng yang dijaring."Memang kalau di Kota Bogor jumlah itu masih cenderung stagnan. Sementara ada 36 kategori, dari mulai anak jalanan, human trafficking, gepeng, kelompok minoritas, pengangguran, dan yang lainnya. Dan kebanyakan gepeng yang kami bina itu merupakan yang dari luar Kota Bogor," kata Kepala Disnakersostrans Kota Bogor, Annas Rusmana.
Bulan lalu saja, jelas Annas, ada lebih dari 3.800 orang yang terjaring razia saat itu. Hanya saja, gepeng masih minoritas. "Yang mendominasi itu justru anjal dan pengidap HIV. Penegak hukum tetap ada di Satpol PP, Dinsos hanya lakukan pembinaan, seperti kembalikan ke sekolah formal, pelatihan di BLK," lanjutnya. Dinsos justru menilai, jumlah gepeng tidak meningkat di tahun ini.
Annas pun mengakui, Pemerintah Kota Bogor masih kekurangan fasilitas panti untuk mewadahi hal tersebut. "Minimal panti rehabilitasi. Sudah diusulkan, namun direncanakan tahun 2020 akan ada panti dua lantai di daerah Bondongan dengan lahan 3.500 meter dan bisa menampung 500 binaan," pungkasnya.(ent)

Tuesday, 12 July 2016

Dekat Tugu Kujang, Bus Pariwisata Tabrak Pemotor


BOGOR-Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Otto Iskandardinata kemarin (11/7). Kali ini, bus pariwisata menabrak angkot dan sepeda motor. Informasi yang dihimpun, awalnya sekitar pukul 17.50 bus melaju dari arah Tugu Kujang menuju Pasar Bogor. Saat melintas di pertigaan Jalan Bangka, bus mengalami rem blong. 

Menghindari kecelakaan, pengemudi mengarahkan bus ke arah kiri jalan dan menabrak angkot. Tak hanya itu, bus menabrak sepeda motor hingga masuk ke bagian kolong.

Akibatnya, Parlindungan Siregar (56) pengendara motor F 6572 BL terlindas bus. "Korban tewas seketika di lokasi," ujar Humas Polres Bogor Kota, AKP Maman Firmansyah.

Melihat peristiwa tersebut, korban langsung dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara. Sedangkan, bus A 7859 PA lansung diamankan Unit Laka Polres Bogor Kota termasuk angkot F 1968 AI.

AKP Maman mengungkapkan, kejadian tersebut sempat membuat kemacetan karena arus kendaraan sedang ramai. "Pengemudi bus, Ruswan (29) warga Kota Tasikmalaya dan sopir angkot Yosep Sopian (29) masih kami mintai keterangan," tutur Maman. (ent)

Saturday, 2 July 2016

IPB jadi Rumah Sementara Hewan Ditinggal Mudik


BOGOR-Idul Fitri identik dengan tradisi mudik  berkumpul bersama sanak saudara. Tidak jarang, para penghuni pun meninggalkan rumah tanpa penjaga sama sekali. Permasalahan yang timbul kemudian adalah bagi mereka yang memiliki hewan peliharaan. Jasa penitipan hewan peliharaan pun menjadi salah satu solusi atas persoalan itu.

Seperti yang ditawarkan Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Institut Pertanian Bogor (IPB). Di hari-hari besar, terutama Idul Fitri, para pengurus rumah tangga pun biasanya libur. 

Oleh karena itu, beberapa klinik hewan termasuk Rumah Sakit Hewan berupaya membantu keluarga-keluarga yang ingin menitipkan hewan kesayangannya selama di rumah tidak ada orang. 

"Kami memiliki pelayanan titip sehat selama pemilik hewan mudik. Lama waktunya 3 minggu, dimulai sejak 27 Juni lalu hingga 11 Juli mendatang. Namun, kebanyakan para pemilik hewan biasanya hanya menitipkan selama 1 minggu," papar Wadir Bidang Administrasi RSHP IPB, Huda S. Darusman.

Lebih lanjut ia mengatakan, kucing dan anjing masih menjadi hewan yang paling banyak dititipkan. Ada 8 ekor kucing berukuran kecil dan 12 ekor anjing. Saat dititipkan, hewan akan mendapat penjagaan sebaik mungkin, diberikan fasilitas mulai dari kandang, mandi, juga grooming atau salon yang dilakukan sebelum dan sesudah dititpkan. 

"Juga disertai pakan sesuai standar dan kebutuhan gizi yang paling optimal. Tarifnya sendiri bervariasi, disesuaikan dengan bobot hewan tersebut," katanya. 

Range harganya, kata Huda, dimulai dari Rp35.000 hingga Rp80.000 per hari. Bagi Anda yang ingin menitipkan hewan peliharaan, jangan khawatir, RSHP IPB masih memiliki daya tampung yang mumpuni.