Home »
» Bupati Luncurkan Carita Makmur, PNS di Kabupaten Bogor Wajib Beli Beras Loka
TANJUNGSARI-RADAR BOGOR, Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Bogor terus berinovasi mengembangkan potensi pertanian di Bumi
Tegar Beriman, khususnya di Kecamatan Tanjungsari dan Cariu.
Dalam program pengembangan ini, Pemkab Bogor menggandeng IPB
University atau Institut Pertanian Bogor (IPB). Nantinya hasil
pertaniannya akan didistribusikan ke 16.791 Aparatur Sipil Negara (ASN)
dilingkup Pemkab Bogor.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan
(Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Siti Nuryanti menjelaskan, kebijakan
Bupati Bogor ini mencanangkan agar petani tak perlu menjual lagi
produksinya kepada tengkulak dengan mengakomodir gabah-gabah kering
petani dan dijual dengan merek beras Carita Makmur.
Siti mengatakan, penjualan hasil pertaninannya langsung
didistribusikan ke ASN yang ada di Kabupaten Bogor. Sedangkan teknisnya
Pemkab Bogor melibatkan PD Pasar Tohaga untuk pemasaranya.
“Kebutuhanya 86 ton beras per bulan jika asumsi satu ASN menerima
lima kilogram beras,” katanya. Nantinya, para petani diberikan uang muka
dipertengahan bulan dengan masa penanaman 50 persen. Sisannya akan
disetorkan 100 persen setelah beras benar-benar diterima pemerintah.
“Harganya harga panen, bukan harga ijon. Ini untuk mengatasi mereka
perlu uang dan menghindari ijon. Harus ada yang seperti ini,” jelasnya
kepada Radar Bogor. Sedangkan Distanhorbun, kata Nuryanti, bertanggung
jawab mengawal produksi. Disisi lain, IPB University mendukung padi
unggul bersetifikat.
Memorandum of Understanding (MoU) antara petani dan tohaga akan
dilaksanakan hari ini. Sementara, peluncuran beras ASN bersamaan dengan
panen di Cariu yang rencana dijawalkan 13 maret mendatang.
“Ditandatangani besok (hari ini, red),” terangnya.
Sementara itu, Kepala UPT Distanhorbun Cariu Tatang Mulyadi
mengatakan, sejumlah petani padi di dua kecamatan Cariu dan Tanjungsari
menyambut baik program Beras Carita Makmur. Jika dirincikan, kata dia,
para petani sudah menanam padi di lahan seluas 5.176 hektar secara
serentak.
“Satu bulan bisa lebih dari 50 ton, dengan rata-rata petani menghasilkan 6,4 ton gabah kering giling (GKG),” terangnya.
Data yang diolah Radar Bogor, dari total 5.176 ha menghasilkan
33.126,4 ton GKG. Lanjut Tatang, nilai konversi GKG akan menyusut
sekitar 65 persen ketika menjadi beras dengan asumsi perhitungan
21.532,16 ton.
“Ini skala perkiraan satu musim panen. Jika dua kali tingggal dikalikan saja menjadi 43.064,32 ton beras,” ujarnya.
Saat ini kualitas tanam di Kabupaten Bogor terus dilakukan. Temasuk
menanam jenis beras lain, seperti asal Jepang dan India. Ditempat
terpisah, Bupati Bogor, Ade Yasin bakal meluncurkan Beras Carita Makmur
bulan depan.
Salah satu kebijakanya tersebut merupakan program gerakan beli produk
lokal. “ASN nanti wajib membeli berkas setiap bulanya. Saat ini, total
ASN di Pemkab Bogor sebanyak 16.791 orang,” tukasnya.(don/c)
Related Posts:
Penumpang Argo Pangrango Kembalikan Tiket
BOGOR–RADAR BOGOR,Longsor di perlintasan rel PT KAI di KM 13,800, Kampung Maseng RT 02/08, Desa Warungmenteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, melumpuhkan perjalanan KA Argo Pangrango Bogor-Sukabumi.Moda transportas… Read More
Waspadai Virus Kawasaki
CIBINONG–Orang tua wajib waspada jika anak mengalami gejala mirip penyakit campak, ruam merah di sekujur tubuh disertai demam tinggi berhari-hari. Sebab, gejala tersebut merupakan salah satu gejala penyakit langka memat… Read More
Satu Anak Masih Tertimbun
BOGOR–RADAR BOGOR-Evakuasi satu keluarga dari timbunan longsor tebing rel KA Bogor-Sukabumi di RT 02/08 Desa Warungmenteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, berlanjut.Tim gabungan TNI-Polri dan Badan Penanggulangan B… Read More
Warga Puncak Mulai Ngungsi
BOGOR–RADAR BOGOR, Ancaman longsor susulan masih menghantui warga Puncak. Di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, sebanyak 153 jiwa memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Itu setelah adanya longs… Read More
Enam Ribu Warga Jakarta Diungsikan
JAKARTA–RADAR BOGOR, Banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta akibat luapan debit air Sungai Ciliwung masih berlangsung hingga Selasa sore kemarin (6/2). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 11 ribu or… Read More
0 komentar:
Post a Comment