Banner 1

Monday, 10 September 2018

Perjuangan Gegty, Siswi Bogor Ikuti Expo Science Asia di Korea



Perjuangan Ni Putu Xyieloveeda Sequioa alias Gegty untuk mengikuti lomba Expo Science Asia di Daejon, Korea mulai membuahkan hasil. Bantuan untuk pergi ke negeri ginseng kembali berdatangan.
Laporan : Jaenal Abidin
Salah satunya dari Komu­nitas Bogor Plus Sahabats (Bobats). Bantuan diserahkan perwakilan Bobats Imam Suseno didampingi CEO Radar Bogor Group Hazairin Sitepu di Graha Pena Radar Bogor, kemarin (8/9).

Warga Perumahan Griya Bogor Katulampa Bogor ini pun mengaku senang dengan bantuan yang diberikan. “Saya yakin bisa mengkuti lomba di Korea,” ujar putri pasangan Harry Muliadi dan Ni Luh Ombriliskaninghati.

Perjuangan Gegty mengikuti kejuaraan Science di Korea Selatan, Oktober 2018 menda­tang memang terkendala dana. Berbagai cara dilakukannya demi bisa mengharumkan nama Indonesia.

“Saya menjadi peserta mewakili Indonesia dan tentu ada tantangan membuat makalah dan abstrak yang awalnya tidak tahu sama sekali, karena mulai belajar dari nol,” jelasnya.


Gegty pun tidak pernah menargetkan apa pun ketika ikut kejuaraan. Namun yang bisa dipetik yaitu pengalaman bisa berpartisipasi dan membawa nama Indonesia di kancah internasional. “Yang penting melakukan yang terbaik karena saya percaya hasil itu sudah diatur oleh Tuhan,” tuturnya.

Ayah Gegty, Harry pun berteri­ma kasih atas bantuan yang telah diberikan kepada anaknya. Ini sebagai salah satu bentuk perhatian yang memang sebelumnya sempat terkendala dana.

“Saya harap Gegty bisa memberikan yang terbaik mengikuti kejuaraan, meskipun kekuarangan dana tapi berusaha demi cita-cita anak saya, terima kasih atas bantuan­nya,” ujarnya.

Sementara itu sebelum mengi­kuti kejuaran di Korea, Gegty mengikuti lomba penelitian Young Scientists Competition Indonesia 2016 di bidang Ekologi-Enviromental Science saat duduk di bangku SMP Mardi Waluya.

Gegty yang kini duduk di bangku SMA Negeri 3 Bogor itu melakukan penelitian untuk membuat konsentrat dari tulang ayam untuk pakan ayam. Dia pun meraih juara 3.

Dari Young Scientist Competition, para pemenang kemudian diikutkan ke Lomba Peneliti Belia Nasional 2016. Gegty masuk 15 besar dan mendapat undangan dari Center of Young Scientists (CYS) untuk ikut lomba penelitian dan inovasi tingkat Internasional.

Lomba bernama 1st Inter­national RMC Young Scientists Conferences & Exhibition (i-RYSCE 2017) diadakan 10-15 Juli tahun lalu di Kuala Lumpur, Malaysia. Sempat terkendala dana dan mendapat bantuan, Gegty akhirnya berangkat ke Malaysia dan mendapat medali perunggu.

Kini siswi dia kembali mendapat undangan dari Center of Young Scientists untuk mengikuti Lomba Expo Science Asia di Daejon, Korea 18-23 Oktober 2018. Dia sempat terkendala biaya akomodasi sekitar Rp30 juta. Namun, Gegty terus berjuang untuk bisa mengharumkan nama Indonesia.(/c)

Sumber : RADAR BOGOR

Related Posts:

  • Kasus Kekerasan Anak Naik, Setahun 57 Kasus BOGOR–Tiga tahun terakhir, tampaknya, menjadi tahun paling memprihatinkan bagi anak-anak di Kota Hujan. Pasalnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor menemukan puluhan kasus ke… Read More
  • Maling Nekat Tewas di Ciliwung BOGOR–Butuh waktu 24 jam bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor untuk menemukan jasad maling nekat yang menceburkan diri ke Sungai Ciliwung, Senin dini hari (8/1) lalu. Jasad pelaku yang masih belum teri… Read More
  • Lebih Dekat dengan Brigez Bogor, Tanamkan Image Positif, Serukan Aksi Kemasyarakatan Komunitas biker kerap dikesankan garang dan urakan. Namun, para pengendara motor yang tergabung dalam Brigez Bogor ingin mengubah kesan tersebut. Kecintaan mereka pada motor tidak menghilangkan nilai-nilai sopan santun dan… Read More
  • Harga Cabai Tembus Rp60 Ribu BOGOR–Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Bogor terpantau mengalami kenaikan di awal tahun ini. Di antaranya, beras, telur, dan cabai. Kenaikan tersebut bahkan sudah terjadi sejak libur Natal tahun lalu. Hal ini terjadi… Read More
  • Obi Bikin Tampilan Stylish CIBUBUR–Setiap tahun, tren ikat pinggang terus berubah mengikuti mode yang ada. Sekarang, ikat pinggang bermodel lebar atau besar, biasa disebut obi, menjadi tren yang sangat digemari. Terutama oleh kaum hawa yang selalu m… Read More

0 komentar:

Post a Comment