Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Friday, 2 March 2018

BBM Naik, Sembako Ikut Naik


BBM diam-diam naik lagi tiga hari lalu. Hal ini pun berdampak pada harga komoditas sembako di sejum­lah pasar tradisional. Salah satunya Pasar Parung. Pantauan Radar Bogor, se­jumlah kebutuhan bahan pokok ikutan naik.

Minyak goreng curah dari harga Rp12.000 per kilogram, naik menjadi Rp13.000. Telur dari harga Rp22.000 naik jadi Rp23.000 per kilogram. ”Semuanya naik,” ujar Sidik (38) penjual sembako di Pasar Parung, kemarin (28/2).

Kenaikan juga terjadi pada komoditi cabai dan bawang. Cabai keriting dari harga Rp35.000 per kilogram naik menjadi Rp45.000. Cabai rawit dari Rp30.000 naik jadi Rp35.000 per kilogram. Sedangkan cabai setan dari harga Rp55.000 kini Rp60.000 per kilogram.

”Bawang merah juga naik, dari Rp20.000 sekarang jadi Rp35.000 per kilogram. Kalau bawang putih, dari harga Rp25.000 naik menjadi Rp40.000 per kilogram,” ujar Sofyandi (45) pedagang sayur-mayur di Pasar Parung, kemarin. Begitu pun dengan harga daging sapi. Kini dibanderol Rp120 ribu.

Naiknya bahan pokok ju­ga ditang­gapi ibu rumah tang­ga asal Kampung Waruja­ya, Desa Rumpin, Kecama­tan Rum­pin, Rina (39). Menurut­nya, naiknya harga semba­ko mem­buat dirinya le­bih ber­he­mat.

”Biasa­nya belanja Rp50ribu cukup, se­karang malah ku­rang,” keluhnya.


Sumber : radarbogor.id

Elektabilitas JK Masih Tinggi

JAKARTA–RADAR BOGOR,Jusuf Kalla (JK) sudah menyatakan tidak ingin maju lagi sebagai calon wakil presiden (cawapres). Meski demikian, elektabilitas JK masih cukup tinggi
jika dipasangkan dengan Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Tingkat keterpilihan JK sebagai cawapres bisa dilihat dari hasil survei yang dirilis Populi Center kemarin (28/2). Di antara sepuluh tokoh yang disurvei sebagai cawapres, JK menduduki posisi tertinggi dengan angka 15,3 persen. Disusul mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo 7,3 persen, Anies Baswedan 3,4 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3,3 persen, dan Prabowo Subianto 2,8 persen.

Hartanto Rosojati, peneliti Populi Center, mengatakan bahwa survei nasional itu dilakukan pada 7-16 Februari 2018 di 34 provinsi. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode acak bertingkat. Margin of error sekitar 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Populi juga mengajukan pertanyaan kepada responden terkait usia yang pantas untuk cawapres. Sebanyak 33,7 persen menginginkan usia 35-50 tahun, 32,6 persen usia 50-60 tahun, 2,0 persen usia di atas 60 persen, tidak mempertimbangkan latar belakang usia 22,1 persen, dan tidak tahu atau tidak menjawab 9,7 persen. ”Politisi dan tokoh muda sekarang berlomba memopulerkan diri untuk menjadi cawapres,” tutur dia.

Bagaimana elektabilitas calon presiden (capres)? Hartanto menjelaskan, menurut hasil surveinya, elektabikitas Jokowi masih tidak terkejar. Di antara sepuluh tokoh yang disurvei, mantan gubernur DKI Jakarta tersebut meraih angka 52,8 persen. Selanjutnya, Prabowo Subianto 15,4 persen, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 0,9 persen, Gatot Nurmantyo 0,7 persen, dan AHY 0,7 persen.

Namun, persentase masyarakat yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab makin besar. Pada Desember 2017, persentasenya 20,5 persen dan pada Februari naik menjadi 25,5 persen.

Dari survei itu juga diketahui bahwa masyarakat menginginkan pasangan capres-cawapres lebih dari dua. Angkanya mencapai 41,2 persen. Sedangkan yang menghendaki tiga pasangan calon 24,8 persen. Responden yang tidak mempertimbangkan jumlah pasangan calon 20,4 persen. ”Jumlah dua pasang calon menjadi pilihan paling masuk akal menurut masyarakat,” tutur dia.


sumber: radarbogor.id

Hingga 2017, 12 Penciri Kabupaten Termaju Lampaui Target


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Bogor di Gedung Tegar Beriman, kemarin (28/2). Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, 2019 merupakan tahun awal periode perencanaan pembangunan jangka menengah 2019-2023.

Untuk itu, hasil pem bangun tahun 2018 merupakan pijakan untuk menindaklanjuti hal-hal yang masih perlu ditingkatkan, dipertahankan, maupun yang harus diperbaiki.

”Berdasarkan hasil perhitungan sementara, pencapaian target penciri termaju tahun 2017 adalah 12 penciri melampaui target, 9 penciri sesuai target, 4 penciri belum mencapai target dan semoga dapat diselesaikan pada tahun 2018,” ujarnya.

Nurhayanti memaparkan 12 penciri yang melampaui target antara lain, pelayanan perizinan berstandar ISO, PDRB, kunjungan wisatawan, produksi benih ikan hias dan benih ikan konsumsi air tawar, tercapainya swasembada benih padi unggul bersertifikat, pelayanan penyediaan listrik pedesaan tertinggi di Indonesia.

”Bebas rumah tidak layak huni, dari target 74.876 unit, terealisasi sebanyak 75.504 unit atau terlampaui sebesar 0,84 persen. Tercapainya rata-rata lama sekolah 7,82 tahun dari target sebesar 7,80 tahun, terealisasi dengan capaian 7,85 tahun atau terlampaui sebesar 0,05 poin,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nurhayanti menjelas kan, di sisi lain masih ada empat penciri yang belum tercapai. Antara lain, terbangunnya poros barat-utara-tengah-timur dan
infra struktur.

”Dari target 12,8 km poros tengahtimur, baru terealisasi sepanjang 0,5 km. Untuk poros utara, dari target 6 km, belum terealisasi, dan poros barat, tidak ada target,” ungkapnya.

Pun kata dia, tidak ada daerah terisolir, dari target penuntasan 13 kampung, hanya terealisasi 10 kampung atau baru mencapai. Angka harapan hidup baru mencapai
99,6 persen.

”Jaminan kesehatan, masih membutuhkan 0,4 persen untuk mencapai target. Saya berharap agar di akhir tahun 2018 ini, seluruh penciri termaju yang belum mencapai target terealisasi meskipun hal tersebut tidak mudah,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bappeda litbang Syarifah Sofiah mengatakan, khu sus untuk pengembangan wilayah yang berbasis geopark, Pemkab Bogor menargetkan Geopark Pongkor menjadi geopark nasio nal menuju Unesco Global Geopark (UGG).

”Dalam upaya mengimple mentasikan program nawacita di Kabupaten Bogor, salah satu konsep potensial yang diusung adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan geopark,” tuturnya.

Secara umum, kata Ipah, biasa dirinya disapa geopark merupakan cara pengembangan kawasan dengan melibatkan peran multi stakeholders sehingga memberikan dampak kemajuan wilayah melalui kegiatan-kegiatan konservasi, edukasi dan kepariwisataan yang berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Berdasarkan hasil deliniasi kawasan Geopark Pongkor, Kabupaten Bogor dengan wilayah seluas ±298.838,304 ha, merencanakan lokasi geopark di 15 kecamatan dengan total kawasan seluas ±132.545,83 ha, meliputi 172 desa,” pungkasnya.

Artinya, kawasan peruntukan geopark meliputi 44,35 persen dari total luas wilayah Kabupaten Bogor, atau hampir mencapai setengah dari luas wilayah Kabupaten Bogor.

”Dari aspek geodiversity potensi yang akan dikembangkan seperti curug, air panas, puncak tebing, goa, gunung dan bukit, situ, sungai, karst, bukit pasir dan bentang alam,” cetusnya.

Sedangkan dari aspek biodiversity potensi yang akan dikembangkan seperti persawahan, peternakan sapi, cagar alam, perkebunan teh, waduk, agropolitan dan dari aspek culture diversity potensinya seperti prasasti, situs, makam keramat pura dan budaya yang sampai saat ini masih terjaga.


Sumber : radarbogor.id

Saudara Saya Robert Lai: Si Cantik Lincah dari Harbin


Dari Robert Lai pula saya kenal Meiling. Nama lengkapnya Chang Meiling. Gadis (waktu itu) Tiong­kok yang belum la­ma tinggal di Singapura.

Waktu itu saya ingin mene­rus­kan pelajaran bahasa Mandarin saya. Sudah kepalang tanggung. Saya sudah kursus di Surabaya selama tiga bulan.

Saya sudah kursus di Jiangxi Chifan Daxue (semacam IKIP) selama sebulan penuh di kota Nanchang, Tiongkok. Di sini saya masuk asrama mahasiswa. Hidup bersama

mahasiswa lokal. Saya belajar 16 jam sehari.

Di luar mata pelajaran di kampus saya menambah pelajaran sendiri dengan cara mendatangkan guru ke kamar saya. Mereka tidak tahu siapa saya karena makan pun
saya ikut tarif mahasiswa (waktu itu) Rp3.000/makan.

Mereka baru heran ketika saya membeli selimut yang menurut mereka mahal. Waktu itu udara kian dingin. Saya terpaksa membeli selimut.

Tahun berikutnya saya kursus lagi sebulan. Dengan cara yang sama. Hanya saja kali ini di Beijing. Di Beijing Ren Ming Daxue.
Nah, tahun berikutnya lagi saya ingin kursus dengan cara lain: Home stay. Tinggal di dalam satu rumah tangga orang Tiongkok yang di rumah itu tidak ada yang

bisa berbahasa Inggris. Biar saya, mau tidak mau, terpaksa berbicara bahasa Mandarin.
Sepanjang hari. Selama sebulan.

Saya kemukakan keinginan itu ke Robert. Dia menghubungi Meiling. Gadis cantik ini menyarankan saya home stay di kota kelahirannya: Harbin.

Dua alasan dikemukakannya. Pertama, dia kenal keluarga yang mungkin siap untuk menerima saya. Kedua, katanya, bahasa Mandarin yang paling asli itu berasal dari
wilayah itu.

Robert setuju atas usul Meiling. Saya terserah saja.

Kota Harbin adalah ibukota propinsi Heilongjiang. Provinsi yang berbatasan dengan Rusia.

Tentu di musim dingin luar biasa dinginnya. Bisa minus 30 derajat. Dan amat tebal saljunya.

Provinsi ini termasuk empat provinsi yang disebut kawasan Manchuria. Suku bangsanya Manchu. Pernah menguasai seluruh Tiongkok selama 300 tahun.
Kini suku Manchu itu sudah tidak pernah disebut lagi. Sudah melebur ke dalam suku Han. Suku Hanlah yang kini merupakan 90 persen penduduk Tiongkok.

Manchuria atau suku Manchu tidak pernah lagi disebut sebagai mantan penjajah Tiongkok.

Saya diantar Robert dan Meiling ke Harbin. Langsung diperkenalkan dengan satu keluarga polisi berpangkat rendah. Istrinya mantan perawat. Satu anaknya sudah

remaja putri dan satu anak laki-lakinya lagi masih anak-anak.

Keluarga polisi tersebut memang dari generasi yang belum terkena peraturan hanya boleh punya satu anak.

Berkat Meiling-lah saya bisa langsung masuk dalam keluarga itu. Tidak ada prosedur apa pun.
Sebagai orang asing yang akan tinggal di sebuah negara komunis mestinya banyak prosedur yang harus dilewati. Waktunya pun bisa sangat panjang.

Rumah itu seperti apartemen dua lantai di satu blok kira-kira 100 rumah. Satu blok itu hanya punya satu gerbang. Ada taman kecil di tengah blok tersebut.

Sebenarnya ada satu ponakan yang tinggal di rumah itu tapi diungsikan entah ke mana. Kamar­nya disediakan untuk saya.

Selama berada di Harbin saya sempat mengajak pak Polisi itu jalan-jalan. Naik pesawat. Ke kota Heihe. Letaknya di perbatasan dengan Rusia. Yang hanya dibatasi
oleh sungai.

Di akhir home stay saya pak polisi itu memberikan kenangan yang menarik: seragam polisi Tiongkok. Lengkap dengan topi dan tanda pangkatnya.

Saya pernah berfoto dalam seragam itu dan sering menimbulkan pertanyaan yang aneh-aneh.

Tahun-tahun berikutnya Meiling banyak membantu saya. Misalnya kalau saya ingin mengajak beberapa bupati atau walikota ke Tiongkok. Agar bisa bertemu kepala
daerah di sana. Untuk mendapat inspirasi bagaimana bisa membangun kota begitu cepat di sana.

Meilinglah yang mengatur agendanya di sana. Yang menghubungi para kepala daerah yang dituju. Rasanya sudah lebih 30 bupati/wali kota/gubernur yang ikut program
seperti itu di awal tahun 2000-an.

Meiling sangat lincah. Berpikirnya juga cepat. Apalagi jalannya. Tindakannya pun sangat cekatan.

Beberapa tahun kemudian saya dengar Meiling mulai pacaran. Dengan pemuda Singapura yang mapan. Saya pun hadir di perkawinannya itu. Istri saya mengenakan
kebaya resmi ala Jawa. Dia sudah berpakaian seperti itu sejak dari Surabaya.

Ternyata pesta perkawinan di Singapura itu sangat simple. Yang hadir hanya sekitar 50 orang. Padahal pengantin prianya dari keluarga yang tergolong amat kaya.
Istri saya dengan pakaian Jawanya menjadi sangat menonjol di pesta itu.

Kini Meiling sudah punya dua anak. Laki dan perempuan. Saat saya opname di Singapura itu praktis tidak pernah makan makanan rumah sakit.

Dua kali sehari Meiling mengantari saya makanan dari rumahnya. Suaminya sendiri, Daniel, yang mengantar­kannya.

Saya berbahagia. Punya teman-teman baik di mana-mana.

Di Indonesia, di Singapura, di Tiongkok, di Amerika, di Italia dan di banyak belahan lain dunia. Hidup itu indah.


sumber: radarbogor.id

Ibu Buang Anak ke Keranjang Sampah


Pergaulan bebas di kalangan generasi muda makin memprihatinkan. Akibatnya, banyak yang hamil di luar nikah hingga kecan­duan narkoba. Seperti dilakukan IR (21). Ia tega mem­buang bayi hasil hubungan dengan kekasihnya.

Kapolsek Sukaraja, Kompol Lusi Saptiningsih menjelas­­kan, pelaku ditangkap Se­nin (26/2), beberapa jam sete­lah dia mem­buang bayi yang baru dilahir­kan sehari sebelumnya.

Bayi berjenis kelamin laki-la­ki itu, ditemukan tak ber­nya­wa dalam keranjang sam­pah ber­warna hijau, dibung­kus kain biru-ungu, bermotif bunga. ”Ibu bayi masih menja­lani pemeriksaan,” kata Lusi.

Dia juga menegaskan, sudah mengamankan bibi pelaku, DD (26) yang menyarankan sekaligus membantu pelaku membuang bayi. ”Pelaku IR bekerja sebagai karyawan optik di Kampung Kalong Karees, Kecamatan Nanggung,” katanya.

Dalam pemeriksaan, IR mengaku bayi tersebut dibuang karena malu dan takut. Pelaku terancam pasal 80 ayat (3) Undang Undang No 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU. No. 23  Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 338 dan atau Pasal 55 KUHP.


Sumber : radarbogor.id

Tangkap Kapal Miliarder Malaysia


JAKARTA–RADAR BOGOR,Kapal pesiar Equanimity senilai USD 250 juta buronan Federal Bureau Investigation (FBI) selama empat tahun, mampu diamankan Bareskrim di Bali sejak Sabtu (24/2). Sesuai dokumen FBI, kapal tersebut diduga merupakan hasil kejahatan yang masuk ke Amerika Serikat. Diduga kapal tersebut terhubung dengan 1 Malaysia Development Berhard (1MDB).

Ditemui di ruang kerjanya kemarin (28/2), Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Brigjen Agung Setya menuturkan, awalnya ada permintaan penyitaan kapal dari FBI terkait kapal tersebut pada 21 Februari.

”Maka, kami meminta berbagai bukti dan putusan pengadilan atas kasus kapal,” ujarnya.
Setelah semuanya klir, Dittipideksus Bareskrim meminta izin penyitaan ke Pengadilan Negeri (PN) Bali. Sebab, kapal terdeteksi di sekitar Pulau Dewata. ”Pada 24 Februari diketahui kapal ada di dekat pelabuhan Lombok, maka kapal digiring ke Bali,” tuturnya.

Agung menuturkan, kapal tersebut diduga sudah beberapa bulan berada di Indonesia. Ada kemungkinan kapal ini telah berkeliling ke sejumlah daerah, seperti Bali, Lombok, Papua, dan Maluku. ”Namun, untuk memastikannya masih dicek automatic identification system (AIS) di kapal,” paparnya.

Sebelum ke Indonesia, kapal yang dinakhodai dan berawak kapal warga Belanda dan New Zealand telah berkeliling dunia selama empat tahun. Di antaranya, Amerika Serikat, Thailand, Australia dan sejumlah negara. ”Beberapa tahun keliling terus,” terang jenderal berbintang satu tersebut.

Untuk jumlah awak kapal diketahui sekitar 34 orang. Namun, anehnya kapal itu tidak memiliki penumpang, kendati berkeliling di Indonesia. ”Ini yang saya perlu tekankan, mengapa tidak ada penumpang tapi ke sejumlah tempat wisata,” ujarnya.

Ada dugaan bahwa penumpang dari kapal tersebut turun di Sorong, Papua, terkait hal tersebut Agung mengaku masih perlu untuk melakukan pendalaman. ”Masih kami cek lagi,” terangnya.

Kapal tersebut terhubung dengan kejahatan apa? Agung menjelaskan bahwa sesuai dokumen FBI diketahui bahwa ada uang hasil kejahatan yang masuk ke Amerika Serikat dan dibelikan kapal senilai USD 250 juta tersebut. Namun, belum bisa dipastikan kejahatannya apa. ”Belum bisa disebutkan,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi bahwa kapal itu diduga terhubung dengan dugaan korupsi 1MDB di Malaysia, Agung belum bisa untuk menjelaskan dengan detil. ”Kalau kami hanya sejauh permintaan dari FBI,” paparnya.

Sementara itu, pakar hukum TPPU dari Universitas Trisakti Yenti Ganarsih mengatakan, otoritas hukum Indonesia memiliki kewenangan menangani perkara pencucian uang dari hasil kejahatan luar negeri. Menurut dia, hal itu diatur dalam Pasal 5 UU Nomor 8 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. “Jadi itu ada di (frasa pasal 5) menggunakan harta kekayaan hasil kejahatan,” jelasnya.

Dalam pasal 5 UU tersebut menyebutkan setiap orang yang menerima atau menguasai penempatan, pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, penukaran, atau menggunakan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil TPPU dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

Atas dasar itu, otoritas penegak hukum Indonesia juga berhak mengadili pelaku TPPU tersebut. Namun, pihak Indonesia harus benar-benar menghitung sejauh mana kepentingan penanganan kasus tersebut. “Boleh juga hasil penyidikannya saja dikirim ke Amerika karena info kapal ini hasil kejahatan adalah dari FBI,” imbuh dia.

Berbeda dengan Yenti, pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengatakan, penangkapan kapal hasil TPPU harus diserahkan kepada FBI atau otoritas hukum Amerika selaku pihak yang meminta penindakan tersebut. Sebab, otoritas itu yang memiliki kewenangan mengadili perkara tersebut. “Yang mengadili adalah pengadilan dimana kejahatan dilakukan,” ujarnya.

Menurut dia, pidana pencucian uang berupa kapal mewah tersebut merupakan tindak pidana transnasional. Karena itu, otoritas hukum Indonesia tidak memiliki kewenangan lebih jauh atas penangkapan tersebut. “Yang (kapal) di Indonesia ini kan hanya disinggasi saja,” terang Fickar. (idr/tyo)

Sementara Agung menambahkan, penanganan kasus TPPU kapal tersebut akan dipertimbangkan berdasarkan kecepatan dan pengungkapan kasus yang lebih baik. ”Kalau bisa diungkap lebih besar di Indonesia tentu bisa, tapi kalau lebih cepat dan besar mengungkap kasus di Amerika, tentu lebih baik ke sana. Kita teliti lagi,”


sumber: radarbogor.id

Piutang PBB Rp1,29 Triliun


Pemerintah (Pemkab) Bogor berencana menghapus denda piutang pajak bumi dan bangunan (PBB) P2 yang mencapai Rp400 miliar.

Penghapusan akan diatur dalam peraturan bupati (perbup) yang masih disusun Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bogor.

Penghapusan denda piut­ang PBB itu dianggap bisa menggugah wajib pajak (WP) untuk memenuhi kewaji­ban­nya. Kepala Bapenda Kabupa­ten Bogor Dedi Ade Bachtiar mengungkapkan, piutang PBB P2 masih berada pada ang­ka Rp1,29 triliun belum terma­­­suk denda.

”Perbupnya sedang kami ka­ji. Penghapusan juga dipilah-pilah, nanti tidak bisa semua WP dihapuskan dendanya. Mereka harus berikan alasan,” katanya ditemui di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, kemarin (28/2).

Biasanya, kata dia, WP baru membayar PBB setelah surat pemberitahuan pajak terhu­tang (SPPT) diterbikan. Menurut Dedi, ada 13 juta SPPT milik WP yang yang belum membayar PBB P2.

”Sekarang sedang pen­distribusian SPPT. Nah, denda keterlambatan kami hitung setelah SPPT diterima WP. Kalau ternyata SPPT ti­dak sampai, maka WP bisa me­ngajukan keringan denda ke­ter­lambatan yang diatur lewat perbup itu nanti,” ujar Dedi.

Dikatakan Dedi, piutang PBB membengkak dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,1 triliun.

Terpisah, Kepala Bidang PBB Bappenda Kabupaten Bogor Lestiana Irmawati menjelaskan, pihaknya masih verifikasi objek dan subjek pajak dalam penagihan piutang ini.

”Kebanyakan objek pajak yang ada sudah berganti nama dan fungsi, tapi terdaftar pemilik atau wajib pajak yang lama,” kata Irma.

Menurutnya, lebih dari 40 ribu bidang lahan milik WP, telah dibangun menjadi kompleks perumahan dan tidak di­daftarkan pengembang, se­hingga Dispenda belum bisa menagih PBB dan bea pero­lehan hak tanah dan bangunan (BPHTB).

”Untuk yang nilainya Rp100 ribu ke bawah, ada di masyarakat pedesaan,” tandasnya.


Sumber : radarbogor.id

Bocah RH Cs Dicekoki Video Porno


BOGOR-RADAR BOGOR,Peringatan keras bagi para orang tua. Mengambil pelajaran dari kasus “bocah cabuli bocah’’ di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, keenam bocah terlapor rupanya kerap dicekoki video porno.

Pelakunya, orang dewasa yang dikenal dekat oleh anak-anak tersebut. Polres Bogor tampak berhati-hati dalam menangani kasus pencabulan bocah SD di Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, yang terjadi Minggu (18/2) lalu.

Hingga kemarin (28/2), belum ada keterangan resmi yang dirilis Korps Bhayangkara Kabupaten Bogor terkait kasus ini. Namun beredar kabar di kalangan pewarta, keenam bocah yang dilaporkan melakukan pencabulan, diduga terpengaruh tayangan video porno.

Informasi yang dihimpun, ada seorang lelaki berinisial M (30) yang diduga kerap ”mencekoki” tayangan porno kepada keenam bocah terlapor yakni RH (11), WD (10), Pd (6) GL(6) dan VK (8). Pria itu disebut warga telah diamankan aparat, Selasa (27/2) dini hari lalu.

“Makanya, kemarin itu dia digerebek. Sekarang mah sudah di Polres Bogor,” ujar tokoh masyarakat sekitar, Khotib, kepada pewarta.


sumber: radarbogor.id

Terjun Payung Bravo 90 Jadi Tontonan


Lapangan Air Field Landasan Rumpin, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, mendadak didatangi warga dan puluhan siswa SDN Leuwiranji 4, kemarin (28/2). Mereka datang melihat aksi para penerjun payung dari Satuan Bravo 90 Paskhas yang sedang latihan.

”Iya , saya sengaja ajak para siswa nonton terjun payung yang tak jauh dari sekolah. Hal ini untuk mengenalkan pada anak-anak soal terjun payung oleh para prajurit,” ujar guru kelas 1 SDN Leuwiranji 4 yang namanya enggan dikorankan kepada Radar Bogor.

Dalam latihan terjun payung itu, Satuan Bravo 90 Paskhas menerjukan 225 personel. Dengan komposisi 150 terjun statik dan 75 terjun tripole.

”Ini merupakan bagian dari pembinaan. Sehingga tujuan latihan ini untuk peningkatan kemampuan prajurit,” ujar Wakil Komandan Satuan Bravo 90 Paskhas Letkol Qodri kepada Radar Bogor kemarin.

Lanjut Wadan Letkol Qodri, untuk terjun payung ini dilakukan beragam persiapan fase ground traning.

”Kami latihan mulai fisik hingga mematangkan teori,” tukasnya.


Sumber : radarbogor.id

Warga Bogor Mulai tak Bisa Telepon dan SMS


BOGOR– RADAR BOGOR, Masa registrasi sim card (kartu prabayar) resmi berakhir, kemarin (28/2). Sejumlah gerai operator provider dan kantor dinas kependudukan sipil pun kembali digeruduk warga.

Di Kota Bogor, kondisinya nyaris merata di seluruh kantor cabang provider seperti Telkomsel, Tri (3), dan Indosat di bilangan Pajajaran, serta XL Axiata di kawasan Sudirman.

Pantauan Radar Bogor di gerai XL Sudirman, nomor antrean pelanggan pada pukul 12.00 sudah mencapai angka 300-an. Ada yang tak berhenti mendumel, pasrah mengantre, ada pula yang memilih pergi. Salah seorang di antara mereka, Dessy Luciana (28) warga Taman Cimanggu, Tanahsareal, Kota Bogor.

”Pasrah deh, kartu saya diblokir gak apa-apa. Beli aja lagi,’’ ucapnya.

Ada juga pelanggan yang mengeluhkan program registrasi yang tak diiringi kesiapan fasilitas atau pelayanan yang memu­dahkan pelanggan.


sumber: radarbogor.id

Pembacok Suporter Bola Diciduk


Polsek Cileungsi berhasil mengungkap pelaku bentrokan antarsuporter sepak bola, Jak Mania dengan oknum suporter tim lainnya, yang terjadi di depan Jalan Raya Transyogi Pondok Damai, tepatnya di depan Terminal Cileungsi, Minggu (18/2).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.46 WIB tersebut mengakibatkan tiga orang suporter Jak Mania terluka akibat bacokan senjata tajam. Tak hanya itu, kondisi bus yang ditumpangi para suporter usai menonton pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta juga rusak parah.

Kapolsek Cileungsi Kompol Asep Fajar mengatakan, sebelum para suporter Jak Mania menuju arah pulang, pihak kepolisian melakukan pengawalan terhadap delapan bus. Namun, tiga di antaranya tidak mengikuti kawalan sehingga oknum suporter tim lainnya yang telah menunggu di pinggir jalan langsung memberhentikannya.

“Mereka dihadang oleh sekitar 20 orang dengan membawa senjata tajam,” ujarnya kepada Radar Bogor saat mengekspos para pelaku di Mako Polsek Cileungsi, kemarin (28/2).
Melihat busnya diberhentikan, sambungnya, para anggota suporter di bus lainnya turun untuk mengecek.

Spontan, para pelaku melakukan pembacokan kepada suporter Jak Mania dan melempari bus dengan batu. “Setelah korban dibacok dan terjatuh semua pelaku kabur,” tuturnya.

Saat ini, tiga orang pelaku, AW (21), RF (21), dan NI (16) telah diamankan pihak Polsek Cileungsi. Polisi juga masih melakukan pengembangan terhadap pelaku lain. Barang bukti yang diamankan yakni empat buah celurit, dua bilah pisau, beberapa batu dan botol yang digunakan untuk menghancurkan bus.

Berdasarkan keterangan, pelaku merasa tidak senang jika rombongan Jak Mania melintasi wilayah Cileungsi. “Korban ada tiga orang, alhamdulillah sudah dalam keadaan baik setelah mendapat perawatan di RS Hermina Cileungsi. Untuk pelaku dikenakan Pasal 170, 351 dan UU Darurat Nomor 12/1951, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang korban Adi Ramadhan (25) mengungkapkan, dirinya mengalami luka bacok di bagian pinggang. Akibatnya harus dijahit sebanyak 13 jahitan. “Seingat saya ditusuk dari belakang menggunakan celurit,” ungkapnya.

Kondisi kedua temannya juga cukup parah. Ade (22) mengalami luka bacokan di pundaknya, sementara Ari (18) mengalami luka bacokan hampir di setiap bagian tubuhnya. Dirinya berharap pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kasus tersebut. “Kita kan mau nonton sepak bola bukan untuk mencari kerusuhan dan keributan,” pungkasnya.


Sumber : radarbogor.id

Ajak Swasta Kejar Puncak Dua


CISARUA-RADAR BOGOR,Puncak masih menjadi tujuan wisata favorit warga Jabodetabek, bahkan Timur Tengah. Sebentar saja tanggal merah, lalu lintas di kawasan kaki Gede-Pangrango itu macet parah. Harapan sempat tertumpu pada megaproyek Jalur Puncak II, yang membelah perbukitan Sentul hingga Cianjur.

Tapi, berbagai musabab membuat mimpi itu tertunda. Kini, apa kabar Puncak Dua?

Longsor di kawasan Riung Gunung, Puncak, Cisarua, awal Februari lalu, seolah membuka mata semua pihak. Bukan hanya tebing-tebing di tepian jalan yang rawan longsor. Tanah di bawah Jalan Raya Puncak pun mulai berongga. Kondisi itu sangat membahayakan pengendara.

Meski begitu, dengan penataan yang baik, Puncak dinilai berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata sekaligus konservasi alam. Itu musabab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di era Bupati Rachmat Yasin menggagas pembangunan Jalur Puncak II, sebagai akses pengganti Raya Puncak. Sekaligus pengembangan potensi wilayah baru.

Setelah dimulai pembangunan pada 2012 silam, proyek ini terpaksa dihentikan tiga tahun kemudian. Alasannya: pemerintah pusat tak lagi menggelontorkan dana pembangunan dari APBN. Sejak saat itu pula, megaproyek mimpi ini pun dibiarkan mangkrak.


sumber: radarbogor.id

Wednesday, 28 February 2018

Tawarkan Pembelian Kredit


BABAKANMADANG–RADAR BOGOR, Bisnis properti di Bogor semakin pesat. Termasuk, di kawasan sekitar Sentul City. Salah satunya, Saffron Apart­ment. Berbagai upaya dilakukan untuk mengenalkan kepada masya­rakat. Seperti akhir pekan kemarin, Saffron Apartment menyeleng­garakan perayaan Imlek dan menyambut Cap Go Meh 2569.

Head of Corporate Communi­cation PT Sentul City Tbk, Ario Danu me­ngatakan, bukan sekadar pera­yaan biasa, tapi juga sebagai cara Saffron memberi hiburan kepada masyarakat sekitar lokasi apartemen dan Sentul pada umumnya.

“Prospek untuk penjualan pastinya. Nah, yang sudah lihat-lihat bisa langsung beli,” terang pria yang juga pembalap tersebut.

Di acara kali ini, ada penawaran menarik bagi calon pembeli, yakni kredit tanpa DP dan berbagai promo menarik lainnya.

Saffron merupakan apartemen berkonsep modern yang terkoneksi dengan pintu Mall AEON yang saat ini masih proses pembangunan.Saffron memiliki belasan tower dengan tiga tipe. “Harga mulai dari Rp900 jutaan. Saat ini pembangunan hampir rampung dan akan memasuki waktu serah terima kepada konsumen,” katanya.

Perayaan Imlek dan menyambut Cap Go Meh dibuka dengan penampilan barongsai dari Naga Merah Putih Kota Bogor dan dilanjutkan talk show, door prize serta cooking class. Dilengkapi dengan booth beberapa produk, dijual lebih murah dibandingkan hari-hari biasanya.(mer/c)

sumber : Radar Bogor