Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Thursday, 4 January 2018

Modifikasi Motor Langsung Tilang






CIBINONG–Satlantas Polres Bogor menggiring tiga pemuda yang mengendarai motor Vespa modifikasi di Jalan Tegar Beriman, kemarin (04/11).

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama menga­takan, mereka diaman­kan lantaran menggunakan motor yang diubah bentuknya se­hingga membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Apalagi, kendaraan tersebut tidak dilengkapi lampu utama. ”Pelanggarannya ini sangat fatal,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Meski ketiga pemuda ter­sebut telah berusia 17 ta­hun, rupanya mereka tidak me­miliki surat izin mengemudi (SIM). ”Bukan cuma SIM, me­reka juga tidak memiliki STNK dan surat-surat lainnya,” tuturnya.

Ia menegaskan, mereka dikenakan Pasal 285 tentang kendaraan tak layak jalan dan kendaraan bermotor tidak sesuai dengan ketentuan maupun aspeknya.
”Kami imbau masyarakat untuk tidak mengubah bentuk kendaraannya sehingga tidak sesuai dengan persayaratan,” pungkasnya.(rp2/c)

sumber ;Radar Bogor

TMII Siap Benahi Jalur Masuk


CIBUBUR–Manajemen Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berencana menata jalur pintu masuk dan keluar, khususnya ketika akan menggelar acara. Ini hasil evaluasi setelah rangkaian acara perayaan malam pergantian tahun, kemarin.

Kabag Humas TMII Jerrimias Lahama mengatakan, penataan jalur masuk TMII ini mesti dibenahi. Menurutnya, selama musim liburan kali ini kepadatan selalu terjadi di area pintu masuk satu TMII.

“Memang kami sudah coba merekayasa dan mengurai kemacetan di pintu masuk, tapi tingginya angka kendaraan yang masuk membuat kami kewalahan,” tuturnya, Selasa (2/1).

Pihaknya juga akan mengupayakan peningkatan jumlah lahan parkir. Sebab, selama ini pengunjung TMII yang berhenti sembarangan selalu menyumbang kemacetan.

“Biasanya pengunjung suka berhenti di anjungan atau danau, agar bisa makan siang bersama. Tapi sebenarnya kan mereka ini telah memakan badan jalan,” sambung Jerri.

Selain masalah kepadatan di pintu masuk, manajemen juga akan berbenah soal pengelolaan sampah. Dirinya juga mengatakan akan berkoordinasi dengan manajemen di bidang tata lingkungan, guna mengatasi sampah berserakan usai acara.

Manajemen TMII mengklaim selalu proaktif mengingatkan pengunjung agar tak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, pihak TMII, melalui pusat informasi, telah berupaya mengingatkan wisatawan agar buang sampah pada tempat yang telah disediakan.

“Kami ingatkan wisatawan melalui speaker pusat informasi, juga telah menyediakan 300 tempat sampah kecil di semua titik,” jelasnya.(net/inf)

sumber ;Radar Bogor

Copot Genteng Masjid karena Tak Dibayar


RANCABUNGUR–Beberapa pekerja proyek pembangunan Masjid Raya Rancabungur berunjuk rasa menuntut kontraktor membayar sisa upah kerjanya selama sembilan bulan, kemarin (02/01).

Hal itu diikuti dengan penurunan genteng masjid yang telah berlangsung sejak Senin (01/01). ”Kami kan cari uang. Hanya minta hak kami dibayar. Sampai sekarang masih belum dibayar,” ujar salah satu pekerja bangunan, Nanang (25) kepada Radar Bogor.

Aksi ini pun membuat warga kecewa terhadap Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Rancabungur dan panitia pembangunan masjid. Irma Maulida (21) salah satunya. Warga Desa Rancabungur ini mengaku heran dengan bermasalahnya proyek masjid dari dana hibah sebesar Rp1,7 miliar tersebut.

”Kalau pembangunan masjid dari dana swadaya masyarakat dan infak jamaah lebih cepat selesai. Ini kok uang sudah ada, sembilan bulan belum beres?” keluhnya.

Terpisah, Camat Ranca­bungur Entis Sutisna mengaku masih kesulitan menghubungi pihak kontraktor. Meski begitu, masalah tersebut telah dibahas bersama-sama dengan pengurus masjid.

“Kami sudah musyawarah. Segera dicari solusinya,” singkatnya.(all/c)

sumber :Radar Bogor

Bikin SIM tak Terbatas Domisili


CIBINONG–Awal 2018, Polres Bogor membuka pelayanan surat izin mengemudi (SIM) secara online. Sehingga, masyarakat yang tinggal di Kabupaten Bogor tetapi dalam kartu tanda penduduk (KTP) berdomisili daerah lain, tetap bisa mendapatkan pelayanan untuk penerbitan baru maupun perpanjangan SIM.

“Terhitung 02 Januari 2018, program ini bisa me­nga­komodir seluruh ma­syarakat Indonesia yang ingin membuat SIM di Bogor,” ujar Kasatlantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama kepada Radar Bogor, kemarin (02/01).

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk penerbitan SIM baru ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan, di antaranya e-KTP asli dan surat keterangan dokter yang sudah terekomendasi oleh dokter kepolisian.

Namun, jika e-KTP asli belum dimiliki maka bisa diganti berupa surat keterangan (suket) dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) atau kecamatan. ”Selama sudah e-KTP serta data identitas pemohon sudah terekam, maka tidak ada masalah pemohonSementara untuk perpanjangan SIM, sambungnya, persyaratan tak jauh berbeda dengan permohonan SIM baru. Yang membedakan hanya pada SIM asli yang akan diperpanjang belum melewati masa berlakunya. “Kalau masa berlakunya sudah habis maka dapat diproses seperti permohonan SIM baru,” kata Hasby

Dalam proses pembuatan SIM saat ini, Hasby menerangkan, foto diri pemohon dilakukan di awal. Setelahnya, akan mendapatkan barcode untuk melakukan ujian teori. Jika lulus, maka bisa dilanjutkan untuk ujian praktik.

”Kalau sudah lulus, langsung membayarkan ke bank BRI agar SIM bisa langsung dicetak,” pungkasnya. (rp2/c) warga mana,” tuturnya.

sumber ;Radar Bogor

Pengunjung KRB Tembus 23 Ribu Orang


BOGOR– Liburan Natal dan Tahun Baru memang telah usai. Namun, jumlah pelancong yang berlibur di Kebun Raya Bogor (KRB) masih saja membeludak. Hingga kemarin (2/1) saja KRB mencatat sebanyak 23.466 wisatawan yang datang berkunjung.

Koordinator pengunjung KRB Yuriawan menuturkan, lonjakan wisatawan sudah terjadi pada libur Natal yakni sebanyak 16.159 orang, dan terus meningkat hingga memasuki malam pergantian tahun baru. “Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang memilih berlibur di KRB,” ujarnya.

Yuriawan mengatakan, pengunjung yang datang masih didominasi wisatawan domestik. Sedangkan wisatawan asing, tidak terlalu banyak. Dia memperkirakan jumlah pengunjung KRB akan terus meningkat hingga 7 Januari 2018. “Sampai minggu depan diperkirakan KRB masih tetap ramai, karena hari libur terakhir. Anak-anak sekolah memper­siapkan untuk memasuki hari sekolah, begitu juga yang bekerja,” kata Yuri.

Terkait keberadaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berkantor tak jauh dari KRB, menurutnya, tidak menjadi gangguan bagi KRB. “Keberadaan presiden justru menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung yang ingin berlibur di KRB, buktinya ada peningkatan,” tuturnya. (cr2/c)

sumber ;Radar Bogor

Pidanakan Perhutani!


BOGOR–Petaka di Wana Wisata Penang­karan Rusa (WWPR) Kampung Girijaya RT 08/04, Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, dinilai murni kelalaian pengelola. Si empunya lokasi dituding hanya mengeruk uang tanpa menyediakan akses dan fasilitas pendukung yang layak.

”Pimpinan dan manajemen penangkaran wisata harus bertanggung jawab terhadap kejadian itu. Diproses secara pidana karena telah membiarkan jembatan itu digunakan melebihi kapasitas. Seharusnya ada petugas yang memperingatkan jika sudah overkapasitas, terutama pada saat peak session seperti libur panjang,’’ tegas Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi kepada Radar Bogor.

Tulus menyebut Perhutani harus bertanggung jawab dan sang pimpinan harus diperiksa secara pidana atas keteledorannya. Apalagi, jika menuju ke lokasi penangkaran rusa dikenakan tarif, Perhutani wajib menyediakan pelayanan yang layak.

”Keteledoran lainnya karena Perhutani tidak mengawasi infrastruktur yang ada. Bayar atau tidak, pimpinan Perhutani bisa dimintai tanggung jawab karena telah memancing masyarakat untuk datang ke lokasi. Tanpa menyiapkan infrastruktur andal,’’ cetusnya.

Di bagian lain, polisi didampingi Muspida Kabupaten Bogor kemarin melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi ambruknya jembatan. Dari pemeriksaan sementara diketahui, jembatan itu tak sanggup menahan beban puluhan orang dalam waktu bersamaan.

“Dari penuturan tiga orang saksi yang merupakan petugas pos jaga penangkaran, jembatan jatuh saat wisatawan berdesak-desakan. Karena sudah sore, dari arah pulang warga memaksa melintas walaupun mungkin sudah diingatkan petugas yang menjaga jembatan,” ungkap Kapolsek Tanjungsari, IPTU Muhaemin.

Dugaan awal, kondisi jembatan sudah tua dengan bahan kerangka besi dan rakitan bambu yang ringkih. Mengingat jembatan penghubung dua desa ini merupakan satu-satunya akses wisatawan menuju dan dari kawasan keluar penangkaran, polsek juga akan memanggil pengelola kawasan wisata tersebut.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0621/ Kabupaten Bogor, Letkol Inf Fransisco juga sempat mengunjungi lokasi jembatan ambruk siang kemarin. Kepada Radar Bogor, Letkol Inf Fransisco mengatakan, berdasarkan pada pemeriksaan langsung, tali sling jembatan tidak putus tapi terlepas akibat beban berat.

“Jadi, sebenarnya tidak putus. Tali jembatan terlepas karena kelebihan muatan. Karena antusiasme pengunjung terlalu tinggi,” kata dia.

Dari pemeriksaan itu, Fransisco juga membantah isu-isu yang sempat beredar, seperti informasi simpang-siur terkait korban bayi yang hanyut. “Bukan bayi hanyut. Hanya tas berwarna merah,” ujarnya. Meski demikian, Fransisco mengaku menyerahkan sepenuhnya pada kepolisian untuk menentukan adanya faktor kelalaian atau kelemahan sistem pengelola tempat wisata, dalam hal ini Perhutani.

Camat Tanjungsari Ahmad Kosasih menambahkan, pengelolaan lokasi tersebut awalnya di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, kini pengolaannya sudah dialihkan ke KPH Bogor yang menjadi tanggung jawab Perhutani. ”Kami memang mengawasi, ya, secara kelembagaan masuk ke wilayah kami. Tapi, pembinaannya tidak sampai personal fasilitas,’’ katanya.

Dikonfirmasi soal kecelakaan ini, Asisten Perhutani (Asper) KPH Bogor, Agus S menyatakan bahwa pihak pengelola akan bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut. Ia mengaku akan mengikuti arahan polsek untuk membuat posko pendataan korban, serta memasukkan nama korban yang belum terdata. “Meski sudah didata, tak menutup kemungkinan akan ada yang terlewati. Karena itu, kita bisa saja buat posko pengaduan, sebagaimana disarankan kapolsek,” ucapnya.

Selain itu, ulasnya, kejadian yang banyak memakan korban ini menjadi dasar evaluasi Perhutani untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan para pengunjung agar tak terjadi hal serupa di kemudian hari.

“Sebenarnya sudah kami pasang papan informasi sebagai warning dan petugas yang menjaga di jembatan. Hanya saja, kondisi membeludaknya pengunjung tak dapat diprediksi. Hal itu yang patut kami evaluasi,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, selain menjadi tempat rekreasi, area ini diperuntukkan wisata edukasi. Khususnya bagi para siswa sekolah. “Karenanya banyak pengunjung adalah para siswa saat libur panjang sekolah,” katanya. Untuk kalangan umum, tiket menuju lokasi ini dijual Rp10 ribu dan uang parkir Rp10 ribu.

“Di sini disediakan juga makanan untuk binatang, agar para pengunjung bisa interaksi dengan binatang. Tapi, harus dibeli,” ucapnya.

Area seluas 8,6 hektare ini terus dilestarikan dengan beragam jenis rusa timur, rusa totol, dan rusa bawean yang didatangkan dari Jawa dan Bali serta beberapa jenis rusa dari India, Bangladesh, Nepal, dan Sri Lanka. “Ada juga yang dijual. Tapi disesuaikan. Tidak dengan jumlah banyak,” tuturnya.

Mengenai jumlah pengunjung, Agus mengaku belum bisa memprediksi. Pasalnya, jumlah pengunjung bersifat tentatif. “Seperti contoh, saat hari kerja pasti sedikit bahkan sepi. Jadi, pengunjung tidak bisa diprediksi berapa banyak,” tukasnya.

Di bagian lain, penangkaran rusa di Desa Buanajaya itu pernah diminta oleh badan usaha milik daerah (BUMD) wisata Kabupaten Bogor, Sayaga Wisata. Direktur Utama (Dirut) PD Sayaga Wisata Supriadi Jupri mengaku pernah berusaha untuk mengelola kawasan tersebut sejak 2015. ”Tapi karena lahannya milik Perhutani, proses birokrasinya berat untuk Sayaga. Harus government-to-government,’’ ujar Jupri kepada Radar Bogor kemarin.

Dia menerangkan, mengelola tempat wisata tidak mudah dan ada standarnya. Karena itu, di setiap tempat wisata dibutuhkan standarisasi upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL), analisis dampak lingkungan (Amdal) dan standar keselamatan. Menurutnya, pengelola wisata penangkaran rusa kurang mengawasi pemakaian jembatan sehingga saat pengunjung melintas jembatan terputus.

”Kalau kita menertibkan secara prosedur atau melarang, boleh saja. Pemerintah serba salah, satu sisi kalau lokasi wisata tidak ada izin, tapi ada puluhan masyarakat setempat yang menggantungkan hidup di situ. Tapi kalau dibiarkan, secara aturan pemerintah salah,’’ katanya.

Jika Sayaga yang mengelola tempat wisata tersebut, lanjut Jupri, jembatan tidak dibangun di lokasi yang ada saat ini. Sebab, menurutnya, itu lahan milik pihak ketiga. Sayaga akan membangun jembatan di lokasi 200 meter sebelah kiri dari lokasi awal.

”Lalu, akan ada pertimbangan konstruksi pada jembatan juga. Sebab, aliran sungai tersebut sering kali terjadi banjir bandang. Ada sutet juga yang tak boleh ada aktivitas di bawahnya. Intinya, siapa yang menerima benefit, itu yang bertanggung jawab,” pungkasnya.(azi/ric/rp2/don/d)

sumber ;Radar Bogor

Yakin Pertahankan Zero Accident




KEMANG–Mengawali pelaksanaan tugas di tahun baru 2018, Lanud Atang Sendjaja (ATS) melaksanakan apel khusus di Main Appron Lanud ATS, kemarin (02/01).

Diikuti seluruh anggota, pimpinan apel Komandan Wing 4 Lanud ATS Kolonel Pnb Hendro Arief H membacakan kata sambutan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Hadi Tjahjanto. Mengawali sambutannya, Kasau menyampaikan selamat tahun baru kepada seluruh warga TNI AU dan selamat Natal kepada umat Kristiani.

“Semoga tahun 2018 ini, jadi tahun penuh berkah serta kebahagiaan, baik bagi kemajuan TNI AU maupun keluarga besarnya. Khusus kepada umat Kristiani yang baru saja merayakan Natal, selaku Kepala Staf, saya mengucapkan selamat Hari Natal, semoga memperoleh damai dan sukacita dalam kehidupan sehari-hari,” bebernya.

Ia menilai, kerja keras yang maksimal seluruh personel TNI AU, bisa mewujudkan status zero accident sepanjang 2017. “Di samping itu, kami juga mencatat hasil kerja yang patut mendapat apresiasi dalam tugas OMSP. Yakni berhasil melak­sanakan operasi kema­nusiaan lewat udara untuk bantuan, baik di dalam maupun luar negeri yang terkena bencana alam serta konflik suatu negara. Seperti bantuan ke Bangladesh untuk pengungsi warga Rohingya” terang Hadi.

Di 2018 ini, Hadi juga berpesan agar seluruh personel TNI AU tetap mempertahankan status zero accident, dan melanjutkan upaya pembangunan bagi kemajuan TNI AU.

Hadir dalam pelaksanaan apel khusus, Kepala Dinas Logistik Lanud ATS Kolonel Tek Amin Rahardjo, Kadisops Lanud ATS Kolonel Pnb Muzafar, Kadispers Lanud ATS Kolonel Pnb Andi F. Picaulima, serta para komandan satuan dan perwira staf Lanud ATS.(*/rur)

sumber ;Radar Bogor

Peringati Haul dan Maulid Nabi


BOGOR–Pergantian tahun di RT 04 RW 07 Sugih Lamping, Sukaresmi, Tanahsareal, diisi dengan acara yang berbeda dari kebanyakan. Selain positif, kegiatan yang diadakan bertepatan dengan malam tahun baru ini pun bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Syeh Abdul Qodir Jaelani, Minggu (31/12/2017).

Para pengurus Majelis Taklim Al-Falah mengundang penceramah dari Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, yakni Ustazah Aas Aisah Sanusi untuk memberikan siraman rohani para remaja, bapak-bapak hingga ibu-ibu jamaah majelis taklim.

Hadir dalam kesempatan itu, anggota DPRD Edi Darmawangsa dari dapil Tanahsareal. Termasuk, Pimpinan Majelis Taklim Al-Falah Ustaz Falah, para ketua RT 1 hingga 4, Ketua RW 07 Mustopa, Ketua LPM Aji M Tohir, dan tokoh di lingkungan Sugih Lamping Sukaresmi. Selain tausiyah, acara diisi juga marhaban oleh para santri di lokasi tersebut.(*)

sumber ;Radar Bogor

Jennifer Dunn Beli Sabu Bersama Anak


JAKARTA – Jennifer Dunn tampaknya tidak jera berurusan dengan narkoba. Perempuan yang pernah terjerat narkoba pada 2005 dan 2009 itu kembali tertangkap polisi karena kasus penyalahgunaan narkoba pada 31 Desember 2017.

Kronologi penangkapan disampaikan Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, kemarin (2/1). Berawal dari penangkapan tersangka FS pada Minggu (31/12/2017) sore. Mendapat laporan dari masyarakat bahwa di rumah FS, kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, sering ada penyalahgunaan narkoba, tim meluncur ke lokasi.

”Dari FS, ditemukan 0,6 gram amfetamin (sabu-sabu) dalam plastik klip yang disimpan di kotak bekas rokok,” tuturnya.

Tersangka FS, laki-laki berusia sekitar 40 tahun itu sempat kabur dengan cara melompat ke belakang rumah, bersembunyi di rumah warga lain. ”Setelah tersangka FS bisa diamankan, terungkap bahwa 0,6 gram sabu-sabu tersebut adalah pesanan JD,” lanjut Calvijn. Tim bergegas meluncur ke rumah JD di kawasan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

JD atau Jennifer Dunn ditangkap di kamarnya dengan barang bukti sedotan untuk menyendok sabu-sabu serta ponsel yang memuat bukti komunikasi antara dia dan FS untuk pemesanan sabu-sabu. FS ditangkap pukul 16.00, Jennifer pukul 17.30.

Calvijn menuturkan, Jennifer mengakui bahwa pada pagi harinya sudah mendapatkan sabu-sabu dari FS sebanyak 0,5 gram. JD dan FS bertemu di salah satu restoran siap saji di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. ”Barang itu sudah dikonsumsi Jennifer. Tapi, menurut dia hanya 0,4 gram. Maka, sisanya akan diantar lagi sore itu,” terangnya. Dari hasil tes urine, Mengenakan kemeja lengan panjang dilapisi baju tahanan oranye, Jennifer yang dihadirkan dalam konferensi pers banyak mengumbar senyum. Pembawaannya riang, terkesan cengengesan. Dia sempat memberikan pernyataan singkat. ”Cuman mau ngomong, maaf semuanya.

Buat teman media dan keluarga. Aku nyesel. Udah itu aja,” ujarnya. Sedetik kemudian, dia langsung masuk ke dalam ruangan. Beberapa awak media berupaya mengejar dan mengajukan pertanyaan, tapi perempuan 28 tahun itu bergegas naik tangga. ”Dadah…,” katanya sambil melambaikan tangan dengan wajah ceria.

Jennifer Dunn pernah membintangi beberapa sinetron dan iklan. Namun, sosoknya lebih dikenal dari kasus dan kontroversi yang kerap dia lakukan. Perempuan kelahiran 10 Oktober 1989 itu turut bermain dalam sinetron Dan, Atas Nama Cinta, Bukan Salah Bunda Mengandung.

Pada 2005, Jennifer tertangkap polisi karena kedapatan membawa ganja. Empat tahun berselang, dia kembali tersangkut kasus narkoba dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara, namun kemudian bebas pada 2012.

Pada 2014, Jennifer terseret kasus pencucian uang yang dilakukan Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan, adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Jennifer mengaku mendapatkan mobil mewah Toyota Vellfire dan kartu kredit berlimit Rp50 juta per bulan.

Belakangan ini, nama Jennifer kembali mencuat karena dikabarkan menikah siri dengan pengusaha yang masih beristri. Pernikahan itu diakui Jennifer sudah berlangsung pada Desember 2015.  Namun, sampai kemarin sore (2/1) polisi mengatakan belum ada keluarga maupun suami Jennifer yang menjenguk.

Aparat kepolisian terus mengendus dugaan tersangka kasus narkoba selain Jennifer dan FS. Polisi telah mengantongi tiga nama tersangka itu yang salah satunya diduga sebagai pemasok. Ketiganya yakni BL, T, dan K (pemasok).

Calvijn menyebutkan, sama seperti Jennifer, BL dan T adalah konsumen FS. FS mendapatkan sabu-sabu tersebut dari pemasok yakni K. ”K terpantau masih di Jakarta,” terangnya saat ditemui di Mapolda kemarin.

Polisi berpangkat dua melati itu membeberkan rangkaian pengiriman SS dari FS kepada Jennifer. Calvin mengatakan, Jennifer memesan SS 1 gr kepada FS pada 30 Desember. Jennifer memesan melalui Whatsapp Call dan Text. ”Per gram Rp850 ribu,” jelasnya.

FS menuturkan bahwa barang yang diinginkan Jennifer tersedia. Keduanya bertemu di salah satu restoran cepat saji di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, sekitar pukul 09.00 pagi. Jennifer menemui FS bersama sang buah hati, lanjut Calvin. Setelah mendapatkan barang, Jennifer pulang. Ketika dicek, berat sabu-sabu tersebut hanya 0,4 gram.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Jennifer dan FS dikenakan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jennifer dan FS terancam mendekam di penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun.

Pada saat penangkapan, FS yang sebelumnya pernah mengalami patah kaki dan harus di-pen itu terjatuh saat berusaha kabur dengan melompati tembok. ”Sekarang dalam perawatan di RS Polri, jadi tidak bisa kami hadirkan di sini,” tuturnya.

Selain mengejar ketiga tersangka lain, menurut Argo, ada pekerjaan rumah (PR) lain yang harus segera diselesaikan. Mantan Kapolres Nunukan, Kaltim, itu mengungkapkan, pihaknya bakal mengkonfrontasi FS dengan Jennifer.

Sebab, lanjut Argo, ada beberapa keterangan dari keduanya yang berbeda dalam BAP. Misalnya, pengakuan Jennifer terkait jumlah pemesanan sabu-sabu ke FS.  ”Jennifer bilang baru tiga kali dalam setahun ini. Tapi, FS bilang 10 kali,” beber polisi berpangkat tiga melati itu.(nor/sam)keduanya (FS dan Jennifer) positif amfetamin.

sumber :Radar Bogor

Banco, Bantal Leher Aromaterapi Karya Mahasiswa IPB




Bantal leher hampir menjadi barang yang wajib dibawa ketika bepergian jauh. Apalagi saat naik pesawat terbang atau kereta yang tidak bisa berhenti sesuka hati. Nah, mahasiswa IPB tergerak untuk membuat bantal leher yang berbeda. Mereka memanfaatkan limbah sabut kelapa sebagai bantal leher aromaterapi.

Laporan: Wilda Wijayanti

Ya, di tangan kreatif Izzar Aarisyad Faatih (Departemen Matematika) dan Ridho Aaraasy (Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan), terciptalah bantal leher bernama Banco. Mereka meman­faatkan limbah sabut kelapa sebagai pengganti kapuk atau kapas dan ditambah dengan minyak atsiri nilam sebagai aromaterapi.

Izzar menjelaskan, penambahan aroma­terapi ini tujuannya untuk mencip­takan kesan rileks saat menggunakan bantal tersebut. “Indonesia mampu menghasilkan limbah sabut kelapa sebanyak 3,3 juta ton per tahun, tetapi baru sekitar 15 per­sen sabut kelapa yang mampu diolah oleh masyarakat. Inilah yang membuat kami mencoba memanfaatkan limbah sabut kelapa,” ujar Izzar.

Menurutnya, sabut kelapa lebih unggul dan tahan lama dibanding dengan kapuk, kapas, atau dacron. Selain itu, aromaterapi yang dihasilkan dari minyak atsiri nilam bisa bertahan selama satu tahun. “Produk ini nantinya akan memberdayakan kelompok wanita sebagai pekerjaan sampingan,” ungkap Izzar.

Dia menjelaskan bahwa Banco memiliki peluang besar untuk diwujudkan menjadi bisnis yang sebenarnya. Dengan segmentasi pasar yang cukup mendukung, yaitu para pengen­dara roda empat dan orang-orang yang melakukan perjala­nan jauh.

Selain itu, bahan bakunya murah serta mudah ditemu­kan. “Rencananya produk ini dijual seharga Rp50 ribu–Rp80 ribu dengan keuntu­ngan sebesar 15-85 persen per unit, dan sudah termasuk dana sosial sebesar 2,5 persen,” terangnya.

Harapan Izzar dan Ridho da­lam pengembangan desain sociopreneur ini adalah tum­buh­nya kesadaran untuk mengelola limbah-limbah yang tidak berharga ini menjadi produk bernilai jual tinggi. Serta mampu melihat potensi sumber daya alam dengan meman­faatkan kearifan lokal dan menggunakan produk yang ramah lingku­ngan.

”Alhamdu­lillah, pada acara Koperasi Mahasiswa (Kopma) Fair di Universitas Hasanudin Makassar Desember lalu, Banco meraih juara 3 esai nasional,” tuturnya.

Izzar menambahkan, kom­petisi ini diikuti oleh perguruan tinggi ternama di Indonesia, di antara­nya Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Negeri Semarang.

Keduanya berencana akan mewujudkan Banco menjadi bisnis sosial. “Tapi, kami butuh waktu. Sekarang kami sedang fokus pada perkembangan desainnya,”

sumber :Radar Bogor

Tahun Politik tak Halangi Laju Pasar Modal


JAKARTA–Perdagangan saham awal tahun di Bursa Efek Indonesia dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, kemarin (2/1). Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,16 persen atau 10,43 poin di level 6.366,08. Angka tersebut naik 11 poin dibandingkan penutupan tahun lalu.

Dalam kesempatan tersebut, wapres turut didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, hingga Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno.

Wakil Presiden Jusuf Kalla optimistis, meskipun 2018 tahun politik, tidak akan menimbulkan banyak gangguan pada ekonomi. Dia menilai selama ini masih ada yang mengaitkan tahun politik dengan kerusuhan massa. (agf/jun)

sumber :Radar Bogor

BOGOR–Warga Bogor calon penum_pang pesawat kini dimanjakan dengan keberadaan KRL khusus bandara. Tak perlu lagi berjuang menempuh macet tol Jagorawi. Cukup memarkirkan kendaraan di Stasiun Bogor, kemudian naik KRL untuk kemudian menyambung dengan kereta bandara.

KA menuju Bandara Soekarno Hatta bisa dinaiki di beberapa stasiun. Di antaranya: Stasiun Manggarai, Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Stasiun Duri, serta Stasiun Batu Ceper. Rutenya hampir sama seperti menuju Stasiun Tangerang. Hanya, dari Stasiun Duri, KA Bandara berpisah arah dari Stasiun Batu Ceper.

Semisal menggunakan KA Bandara melalui stasiun Sudirman Baru. Setelah memarkirkan kendaraan di Stasiun Bogor, penumpang naik KRL jurusan Tanah Abang dengan membayar tiket Rp6.000 dengan jaminan kartu tiket Rp10.000 (uang jaminan dikembalikan di stasiun tujuan), dan turun di Stasiun Sudirman (perkiraan waktu tempuh 60-70 menit). Dari stasiun ini, penumpang keluar kawasan stasiun menuju Stasiun Sudirman Baru (BNI City), melalui jalur pedestrian khusus (jarak tempuh sekitar 200 meter).

Dari stasiun ini, penumpang kemudian membeli tiket seharga Rp70 ribu pada vending machine yang disediakan. Waktu tempuh dari Stasiun Sudirman Baru menuju Bandara Soetta sekitar 40–50 menit. Jadi, total perjalanan Bogor-Soetta menggunakan kereta yakni maksimal selama 120 menit atau dua jam perjalanan.

VP Komunikasi PT KCI Eva Chairunisa menjelaskan, PT Railink sebagai operator KA Bandara akan mengoperasikan secara penuh jadwal 82 perjalanan. PT KCI sebagai operator KRL pun akan melakukan penyesuaian jadwal KRL.

Di bagian lain, sejumlah target sudah menanti KA Bandara setelah beroperasi secara resmi kemarin (2/1). Baik jangka pendek terkait headway (keberangkatan) dan pengembangan stasiun, maupun jangka panjang berupa integrasi moda. Target utamanya, jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke kompleks Bandara Soekarno-Hatta menyusut.

Kemarin (2/1) Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian kereta bandara di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Mengenakan kaus merah lengan panjang, celana jins, dan sepatu kets, penampilan kasual Presiden tampak kontras dibandingUsai peresmian, Presiden bersama sejumlah menteri langsung menjajal KA bikinan INKA itu. Jalur yang dijajal adalah jalur baru antara Bandara Soekarno-Hatta sampai Staisun Duri, disambung dengan jalur existing antara Stasiun Duri hingga Stasiun Sudirman Baru.

Di antara para penumpang, tampak pula beberapa anggota Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional (GAUN) yang ikut serta dalam uji coba. Rupanya, kursi roda ukuran standar tidak bisa lewat di dalam lorong kereta yang lebarnya sekitar 50 cm. ’’Kalau tipe sport seperti punya saya, lebih kecil, tapi ini sudah ngepres banget,’’ tutur anggota GAUN Retnowati saat menjajal lorong KA menggunakan kursi rodanya.

Perjalanan selama 55 menit itu tampak membuat presiden puas. ’’Keretanya bagus, nyaman, yang paling penting tepat waktu. 55 menit tet sampai,’’ ujar Jokowi setibanya di Stasiun Sudirman Baru.

Dia juga sudah menerima masukan dari GAUN, dan harus diakui fasilitas untuk penyandang disabilitas masih kurang. Baik di dalam stasiun bandara maupun di dalam KA. Sedangkan, di Stasiun Sudirman Baru sudah cukup baik. Terkait hal itu, Jokowi berjanji membicarakannya dengan menteri perhubungan.

Mengenai tarif, menurut Jokowi, masih dalam tahap penghitungan. ’’Rp70 ribu kita harapkan masih dipertahankan, tapi masih dihitung,’’ lanjutnya. Sebab, ada tujuan yang lebih besar dalam pembangunan KA Bandara. Yakni, mengalihkan pengguna mobil pribadi agar mau menggunakan sarana transportasi massal.

Targetnya, KA tersebut bisa menggaet konsumen yang tadinya menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju bandara. Kendaraan-kendaraan pribadi itu akan ditampung di Stasiun Gambir atau Pacific Place, dan dari kedua lokasi itu disediakan layanan komuter menuju Stasiun Sudirman Baru.

Secara keseluruhan, KA Bandara merupakan bagian dari grand design transportasi massal khususnya di Jabodetabek. KA tersebut akan terintegrasi dengan KRL, bus TransJakarta, MRT, dan LRT yang bisa menjangkau Jabodetabek. Lebih luas lagi, integrasi akan ditambah dengan kereta cepat Jakarta-Bandung dan KA semicepat Jakarta-Surabaya.

Selain itu, integrasi transportasi massal tersebut juga akan menjadi alat untuk memindahkan kebiasaan masyarakat menggunakan uang tunai menjadi cashless. Untuk saat ini, memang masih disediakan loket untuk membeli tiket prepaid. Namun, dalam jangka panjang, penggunaan nontunai seperti uang elektronik, kartu debit, hingga kartu kredit akan diprioritaskan.

Jokowi mengatakan, transportasi massal yang aman, nyaman, dan tepat waktu di Jabodetabek sudah menjadi sebuah keharusan. ’’Karena kemacetan setiap tahun menghabiskan anggaran Rp67 triliun. Hilang karena macet,’’ tambah mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi menuturkan, presiden meminta dua hal untuk dilakukan dalam jangka pendek. Pertama, konektivitas dengan stasiun Manggarai dipercepat sehingga semakin mudah dijangkau pengguna KRL. ’’Yang kedua, cepat ditingkatkan headway-nya, jadi 15 menit,’’ terangnya.

Saat ini, untuk sementara headway KA bandara berlangsung tiap sekitar satu jam. Setiap satu jam, satu rangkaian KA berisi enam gerbong berangkat dengan membawa maksimal 272 penumpang. Dalam sehari, bakal ada 42 headway dengan total penumpang yang terangkut maksimal 11.424 orang.

Meskipun demikian, berdasarkan skenario yang ada, sangat mungkin jumlah total headway riil hanya 37. Dari Sudirman, kereta pertama berangkat pukul 03.51 dan kereta terakhir pukul 21.51. Bila dihitung, menghasilkan 19 headway. Sementara, dari bandara, kereta pertama berangkat pukul 06.10 dan berakhir pukul 23.10, sehingga menghasilkan 18 headway.

Budi menambahkan, terkait tarif, pihaknya sedang mendiskusikannya dengan semua pihak, terpasuk PT Railink selaku pengelola. ’’Karena ini entitas bisnis, kita juga tidak bisa memaksakan mereka dengan income yang rendah,’’ tambahnya. Harus ada substitusi income, apakah berupa subsidi pemerintah atau sponsor.(byu/lum/fik)kan para menteri dan undangan yang rata-rata berpakaian formal.

sumber :Radar Bogor

Wednesday, 3 January 2018

Tawuran, Tewas Dicelurit


CITEUREUP–Tawuran pelajar di Citeureup kembali pecah. Kemarin (02/01) beberapa pelajar tumbang jadi korban, satu di antaranya bahkan meninggal dunia. Yudi Saputra (18), pelajar SMK PGRI 2 Bogor, tewas sia-sia akibat sabetan celurit di lehernya. Meninggalnya korban yang merupakan warga Kampung Babakan, Desa Tarikolot, ini pun menyisakan kepedihan bagi keluarganya.

”Jangan sampai ada korban lagi. Semua pihak harus berpikir dan berusaha menghilangkan budaya tawuran,” ujar paman korban, Asep saat di ruang jenazah RSUD Cikaret, Cibinong.
Tawuran diketahui terjadi sejak pukul 08.15 WIB ketika gerombolan pelajar SMK Karya Nugraha (Pomad) bersama pelajar SMK PGRI 2 Kota Bogor (AOET) berjalan kaki melintasi Jalan Mayor Oking. Setibanya di depan Ruko Citeureup, Kelurahan Karang Asem Barat, dari arah Gang Pasar Citeureup, berlarian sekelompok pelajar sekitar 30 orang yang diduga dari SMK Yapis Bogor menyerang sambil berteriak-teriak ”SKY-MEBOET” (Surya Kencana Yapis-Mekanika Kota Bogor Utara) dengan mengacungkan senjata tajam seperti celurit.

Alhasil, kedua kelompok yang sudah mempersenjatai diri dengan senjata tajam pun saling adu bacok. Sedikitnya enam pelajar terluka serius akibat sabetan benda tajam tersebut. Empat orang di antaranya langsung dilarikan ke rumah sakit.

sumber: radar bogor