BOJONGGEDE-RADAR BOGOR, Seringnya kecelakaan yang menyebabkan korban tewas di perlintasan KRL Bojonggede, Kecamatan Bogonggede, Kabupaten Bogor, memaksa pemerintah harus segera bertindak. Pasalnya, jika tidak ada langkah antisiasi dari sekarang, maka akan berapa banyak lagi masyarakat yang menjadi korban.
Mengantisipasi agar tidak ada lagi masyarakat yang tewas siasia, maka Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal membangun jalan bawah tanah (underpass) di perlintasan KRL Bojonggede, mulai 2020.
Demikian dikatakan Direktur Prasarana BPTJ, Edi Nur Salam saat meninjau langsung lokasi cikal bakal underpass Bojonggede di Lapangan Siaga, Deaa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kamis (25/7/2019).
Menurut Edi, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian, yang menyebutkan tidak boleh lagi ada perlintasan sebidang antara perlintasan kereta api dengan jalan raya.
“Hari ini ada kesepakatan dengan Pemkab Bogor untuk rencana pembangunan perlintasan tidak sebidang di Bojonggede. Belum diputuskan flyover atau underpass. Menunggu kepastian lahan untuk dibebaskan dan uji kelayakan,” ujar Edi seperti dikutif dari pojokbogor, Kamis (25/7/2019).
Dia menjelaskan, uji kelayakan (Feasibility Study) dibuat tahun ini dilanjutkan pembuatan perencanaan fisik (Detail Engineering Design). “Setelah FS baru bisa dipastikan underpass atau flyover,” katanya.
Edi menerangkan, perlintasan KRL Bojonggede menjadi salag satu prioritas di wilayah Jabodetabek karena sering terjadi kecelakaan dan lalu lintas KRL cukup padat sehingga kerap menimbulkan kemacetan di Jalan Raya Bojonggede.
Pihaknyan pun memerlukan bantuan Pemkab Bogor untuk pembebasalan lahan yang diperlukan untuk menata kawasan di sekitar jalan ini. “Untuk biaya pembangunan, kita masih pelajari. Anggarannya berkisar Rp50-100 miliar untuk fisik,” katanya.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin mengungkapkan, butuh anggaran sekitar Rp10 miliar untuk membebaskan lahan di sekitar underpass Bojonggede. “Tapi kita lihat dulu FS nya seperti apa dan DED. Kebutuhan lahannya berapa. Tapi diperkirakan sekitar Rp10 miliaran,” katanya.(pin/cek/ps)
0 komentar:
Post a Comment