BOGOR-RADAR BOGOR, Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bogor menyambangi Pendopo Bupati Bogor, Kamis (07/02/2019).
Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahim dengan Bupati Bogor, Ade Yasin serta membahas persoalan keumatan di Kabupaten Bogor.
Ketua NU Kabupaten Bogor, KH. Romdon menerangkan, audiensi dengan
Bupati Bogor dalam rangka menyambung silaturahim dan membahas beberapa
program NU kedepan. “Banyak program NU terkait keumatan akan kita
kerjasamakan dengan pemerintah Kabupaten Bogor,” ujarnya kepada Radar
Bogor.
Menurutnya, NU harus menjadi garda terdepan dalam pengawalan terhadap
adab dan moral bangsa. Sehingga beriringan dengan Pancakarsa yang
digagas oleh Bupati Bogor. “Ketika Umaro dan Ulama bersatu, InsyaAllah
akan lebih besar menghasilkan kemaslahatan bagi umat,” ucapnya.
Kedepannya, NU akan bersinergis dengan pemerintah Kabupaten Bogor.
Khususnya dalam mengawal proses terselenggaranya program Pancakarsa,
diantaranya melalui lembaga pendidikan pesantren.
“Pondok pesantren menjadi ruh NU. Dan pondok ini menjadi pabrik bagi
pemuda beradab dan pintar, baik ilmu agama maupun umum,” tuturnya.
Menurut Romdhon, efektifitas capaian program akan terlaksana
mengingat ada ribuan pesantren baru dan 1300 pesantren yang sudah
memiliki izin operasional dan mendapat bantuan dari pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Bogor, Ade Yasin menerangkan, pemantapan
indoktrinasi Ahlussunnah wali jamaah (Aswaja) Islam Indonesia sangatlah
penting.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pesantren-pesantren berhaluan organisasi Nahdlatul Ulama.
“Untuk itu, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah Kabupaten Bogor. Peran NU sangat dibutuhkan,” ucapnya.
Lebih lanjut adik kandung mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin ini
menjelaskan, dari poin Pancakarsa, Bogor Membangun lebih mungkin
diutamakan tahun ini.
“Sebetulnya disesuaikan dengan anggaran yang harusnya prioritas
seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sosial. Tapi, tetap
semua menjadi prioritas,” tandasnya.(pem/*)
0 komentar:
Post a Comment