BOGOR – Pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMA di Kota Bogor kemarin berlangsung menegangkan.
Ribuan peserta UN Berbasis Komputer yang berasal dari tiga kecamatan
sempat ketar-ketir lantaran pemadaman listrik yang dilakukan PLN.
Peristiwa listrik byarpet ini sempat membuat dongkol pihak sekolah
dan Dinas Pendidikan Kota Bogor.
Sebab, sebelumnya PLN telah berjanji
dan menjamin tidak akan ada pemadaman listrik selama pelaksanaan UN
berlangsung.
Data yang dihimpun Radar Bogor, pemadaman listrik terjadi di
Kecamatan Bogor Tengah, Timur dan Bogor Selatan.
Di tiga wilayah itu,
terdapat 16 SMA yang melaksanakan UNBK. Peristiwa byarpet ini akhirnya
membuat para siswa pulang lebih sore.
Dari jadi jadwal yang ada, seharusnya para siswa bisa pulang ke rumah pukul 12.30. Tapi kemarin molor hingga pukul 16.00 WIB.
“Sebelumnya PLN berjanji listrik tidak padam selama UN.
Faktanya 16
SMA yang menggelar UN berbasis online listriknya padam membuat siswa
panik,” ujar Kabid Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan (Disdik)
Kota Bogor, Jana Sugiana.
Meski dibayangi listrik yang byarpet, sekitar pukul 15.00 WIB listrik
sudah kembali normal dan siswa kembali dapat melaksanakan ujian.
“Sudah beres, anak-anak sudah bisa melaksanakan sekitar jam 3 sore,” jelas Jana.
Mayoritas siswa yang mengalami masalah pemadaman lampu terjadi pada pelaksanaan shift kedua.
Misalnya di SMA Kosgoro.(ent)
0 komentar:
Post a Comment