Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Wednesday, 2 January 2019

Layani Enam Desa, Gedung Baru Rawat Inap Cigudeg Kekurangan Tenaga Medis


CIGUDEG – RADAR BOGOR, Gedung baru rawat inap Puskesmas Cigudeg yang belum lama selesai Pembangunan nya, kini sudah bisa beroperasi untuk melayani masyarakat  di Wilayah Kecamatan Cigudeg dan sekitarnya.
Kepala Puskesmas Cigudeg Anang Sujana menjelaskan, gedung baru rawat inap Puskesmas Cigudeg menjadi rujukan bagi 6 Desa di wilayah Kecamatan Cigudeg, dengan area kerja meliputi Desa Cigudeg, Warga Jaya, Sukaraksa, Banyuwangi, Banyuresmi, dan Banyuasih. Dengan dilengkapi fasilitas tiga gedung rawat inap yang baru, belasan tempat tidur, IGD 24 jam, dan mobil ambulance Puskesmas keliling.
“Total anggaran Pembangunan gedung baru mencapai 2,4 milyar dengan Jumlah12 tempat tidur serta sarana dan prasarana pelayanan sudah komplit,”ujarnya
Anang juga mengaku, kendala saat ini paling kurangnya tenaga medis dan tenaga perawatan. Meski begitu, pelayanan tetap dimaksimalkan dengan jumlah pekerja di puskesmas. “Dokter 2, perawat 2
Kalo bidan sudah cukup, paling dokter gigi tidak ada dan ppoteker. Kami pun sudah mengajukan penambahan tenaga medis,”ucapnya
Anang juga menuturkan, pembangunan dan penambahan gedung rawat inap  bagian dari indeks peningkatan pelayanan Pemkab Bogor kepada masyarakat terhadap kesehatan di setiap Puskesmas.
“Jadi bila Rumah Sakit Leuwiliang penuh, masyarakat bisa mendapat perawatan inap di Puskesmas Cigudeg,”tuturnya
Anang pun behrhadap kedepan warga juga tak usah khawatir akan kekurangan tempat atau ruangan. Karena, di Puskemas Cigudeg sudah tersedia ruang rawat inap.
”Saya berharap dengan ditambahnya pembangunan gedung ruang rawat ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat,”pungkasnya. (nal)

Penembak Bripka Matheus Masih Bekeliaran, Keluarga Minta Polisi Segera Ungkap Pelakunya


BOJONGGEDE-RADAR BOGOR, Suasana duka menyelimuti kediaman mendiang Bripka Matheus De Haan (54) di Kampung Bambon RT 02 RW 06, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa (1/1/2019).

Keluarga anggota Polri yang ditemukan tewas di pekarangan TPU Mutiara, Pancoranmas, Depok, Jawa Barat itu meminta institusi kepolisian mengungkap pelakunya.
Menantu Bripka Matheus, Angger Aprinda mengaku kehilangan sosok almarhum. Ia berharap polisi dapat segera mengungkap kasus teresbut. Menurutnya, keluarga juga berharap proses penyidikan dapat dilakukan secara transparan.
“Kalau memang hasil visum nanti keluar, tolonglah kita sebagai keluarganya dikasih tahu yang sebenar-benarnya, gitu. Karena kita keluarga jadi nggak berasumsi sendiri, gitu,” ucapnya kepada wartawan.
Hingga kini, menurutnya keluarga belum mendapatkan kejelasan terkait asal muasal tembakan yang melukai Bripka Matheus. “Apa itu (penyebab) mati bisa jadi mati dibunuh teman sendiri atau dia mati kecelakaan atau dia mati bunuh diri kayak berita yang beredar. Yang jelas kalau di rumah nggak pernah ada masalah, di kantor juga nggak ada cerita,” ujar Angger.
Seperti diketahui, anggota Polsek Pancoran Mas itu ditemukan terkapar bersimbah darah di area lahan kosong dekat TPU Mutiara, Jalan Mahakam, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat pada Senin malam, 31 Desember 2018. Nyawanya tak tertolong akibat dugaan luka tembak di bagian kepala.
Nyawa Matheus tak tertolong setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Yudha. Data yang dihimpun menyebutkan, Matheus ditemukan terkapar sekira pukul 18.30 WIB. Tubuhnya didapati dalam posisi terlentang mengenakan jaket tanpa seragam dinas.
Sementara itu, Kapolresta Depok, Komisaris Besar Didik Sugiyarto mengatakan bahwa pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan terkait kasus kematian Bripka Matheus. “Saat ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi dan dilakukan autopsi,” ucapnya.
Setelah disamayamkan di kediamannya, janazah Bripka Matheus lantas dimakamkan di TPU Pal Sigunung, Kecamatan Cimanggis Kota Depok Selasa (1/1) siang.(fik)

MA Menangkan Gugatan Komite Warga, PT Sentul City Ajukan Peninjauan Kembali


BABAKANMADANG-RADAR, Pasca terbitnya putusan Mahkamah Agung (MA) terkait gugatan Komite Warga Sentul City (KWSC), kini PT Sentul City Tbk sebagai pengelola perumahaan tersebut angkat bicara. PT Sentul City mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan dengan nomor 463 K/TUN/2018.
‘’Seperti diketahui, putusan di tingkat kasasi ini MA memenangkan komite warga. Sebagai warga negara yang baik, kita akan mengikuti proses hukum. Dan, kami akan mengajukan  PK,’’ kata juru bicara PT Sentul City Tbk Alfian Mujani, Jumat (28/12/2018).
Seperti diketahui, MA telah mengumumkan putusan perkara perdata tingkat kasasi  antara PT Sentul City, Tbk sebagai pengembang dengan Komite Warga Sentul City (KWSC). Dalam putusan ini, MA membatalkan putusan banding yang dimenangkan oleh pihak pengembang. Putusan kakasi ini telah dilansir di web resmi Mahkamah Agung.
Disebutkan dalam putusan Kasasi bahwa penagihan Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan Lingkungan (BPPL) oleh pengembang dan PT Sukaputra Grahacemerlang (SGC) kepada warga Sentul City merupakan perbuatan melawan hukum. Dasar hukumnya adalah ketentuan Pasal 25 Permendagri 9/2009 yang menyatakan bahwa pembiayaan pengelolaan PSU sebelum serah terima kepada Pemerintah Daerah (Pemda) menjadi tanggung jawab pengembang.
Menurut Alfian, putusan Kasasi tersebut mengabaikan keberadaan Perjanjian Pengikatan Jual Beli dengan konsep township management pada sebuah kota mandiri antara pengembang dengan warga sebagai pembeli tanah dan bangunan di perumahan dan kawasan Sentul City. PPJB ini mengatur kewajiban warga untuk membayar BPPL kepada pengembang atau pihak yang ditunjuk oleh pengembang.
Selain itu, menurutnya putusan MA juga mengabaikan ketentuan Pasal 1 angka 20 serta ketentuan Pasal 86 ayat (1) dan (2) UU Perumahan dan Kawasan Permukiman yang mengatur mengenai sumber dana dari masyarakat atau warga guna pembiayaan pengelolaan PSU di perumahan, permukiman, lingkungan hunian, dan kawasan permukiman.
Alfian menganggap, Majelis Hakim telah mengabaikan ketentuan Permendagri 9/2009 jo Perda Kabupaten Bogor 7/2012 mengenai kerjasama antara Pemda, pengembang (PT Sentul City Tbk), badan hukum dan masyarakat dalam pengelolaan PSU setelah pelaksanaan serah terima PSU kepada Pemda sebagai realisasi atas ketentuan dalam PPJB. Kerjasama tersebut sesuai dengan pendapat Ombudsman dalam LAHP tanggal 27 November 2018.
‘’Berdasarkan beberapa pertimbangan itulah, PT Sentul City Tbk memastikan akan melakukan upaya hukum, dengan  mengajukan peninajauan kembali atas putusan kasasi tersebut,’’ kata Alfian.(fik)

Oleh radbogmin2 - 31 Desember 2018 BANGGA: Penyerahan hadiah kepada para pemenang. BOGOR–RADAR BOGOR,Liburan panjang akhir tahun ini dimanfaatkan belasan anggota Komunitas Mobil Wagon R Indonesia Chapter Bogor (WRI ChapBodas). Kali ini, mereka mengisi pergantian tahun dengan mengadakan kegiatan lomba mewarnai untuk kategori PAUD, TK, dan SD Kelas I sampai kelas III, bertempat di Lobi Plaza Lippo Kebun Raya Bogor, Minggu (30/12). Kegiatan yang dilakukan bekerja sama dengan Chilgo, Anugerah Baby Care SPA ini pun direspons baik oleh anak-anak juga orang tua. Sekitar 200 anak-anak hadir tak hanya bera­sal dari Bogor saja, melainkan seputar Jabodetabek juga turut larut dalam perlom­baan mewarnai ini. “Alhamdulillah, acara cukup meriah dan kami lihat anak-anak sangat terhibur dengan acara ini,” kata Ben Yahmin Fahlefi sebagai KorchapBodas dan juga Ketua Pelaksana kepada Radar Bogor, kemarin. Pria yang akrab disapa Ben itu melanjutkan, Komunitas WRI yang notabanenya dilahirkan dari komunitas otomotif pencinta mobil Wagon R asal Indonesia, setidaknya tak hanya dikenal dengan keotomotifannya saja. Ada juga sisi-sisi kemanusiaan lain yang bisa ditampilkan dan dikenalkan kepada khalayak. “Panitia yang terlibat seluruhnya dari member WRI Bogor. Ada sekitar 15 orang yang terlibat. Kami memang sengaja adakan kegiatan ini untuk mengisi liburan dengan hal-hal yang positif kepada anak-anak. Khususnya untuk kami, acara ini bisa menjadi perekat silaturahmi antar-anggota Chapbodas dan seluruh yang ada di Jabodetabek,” pungkasnya.(rp2/c) Baca Juga


BOGOR–RADAR BOGOR,Liburan panjang akhir tahun ini dimanfaatkan belasan anggota Komunitas Mobil Wagon R Indonesia Chapter Bogor (WRI ChapBodas).
Kali ini, mereka mengisi pergantian tahun dengan mengadakan kegiatan lomba mewarnai untuk kategori PAUD, TK, dan SD Kelas I sampai kelas III, bertempat di Lobi Plaza Lippo Kebun Raya Bogor, Minggu (30/12).
Kegiatan yang dilakukan bekerja sama dengan Chilgo, Anugerah Baby Care SPA ini pun direspons baik oleh anak-anak juga orang tua. Sekitar 200 anak-anak hadir tak hanya bera­sal dari Bogor saja, melainkan seputar Jabodetabek juga turut larut dalam perlom­baan mewarnai ini.
“Alhamdulillah, acara cukup meriah dan kami lihat anak-anak sangat terhibur dengan acara ini,” kata Ben Yahmin Fahlefi sebagai KorchapBodas dan juga Ketua Pelaksana kepada Radar Bogor, kemarin.
Pria yang akrab disapa Ben itu melanjutkan, Komunitas WRI yang notabanenya dilahirkan dari komunitas otomotif pencinta mobil Wagon R asal Indonesia, setidaknya tak hanya dikenal dengan keotomotifannya saja. Ada juga sisi-sisi kemanusiaan lain yang bisa ditampilkan dan dikenalkan kepada khalayak.
“Panitia yang terlibat seluruhnya dari member WRI Bogor. Ada sekitar 15 orang yang terlibat. Kami memang sengaja adakan kegiatan ini untuk mengisi liburan dengan hal-hal yang positif kepada anak-anak. Khususnya untuk kami, acara ini bisa menjadi perekat silaturahmi antar-anggota Chapbodas dan seluruh yang ada di Jabodetabek,” pungkasnya.(rp2/c)

Cek Kesiapan, Wali Kota Bogor Dipastikan Hadiri Doa Bersama di Lapangan Sempur


BOGOR-RADAR BOGOR, Wali Kota Bogor Bima Arya hari ini dijadwalkan akan ikut serta melakukan Doa dan Zikir bersama menyambut Tahun Baru 2019 di Lapangan Sempur.
Doa dan Zikir bersama ini akan dihadiri beberapa pejabat di teras Pemerintah Kota Bogor. Doa bersama ini bertemakan “Doa Bersama Untuk Kota Bogor Tercinta, Untuk Indonesia Kita’.  Doa bersama di Sempur Bogor dikabarkan akan dimulai pada pukul 19.30 WIB sampai dengan selesai.
Sebelumnya, pada Senin (31/12/2108), Bima sempat mendatangi Lapangan Sempur untuk mengecek kesiapaan acara doa bersama. (ysp)

Malam Tahun Baru, Taman Kencana dan Sempur Dipadati Ribuan Warga


Taman Kencana rupanya menjadi salah satu lirikan destinasi wisata favorit warga Bogor. Sejak pukul 19.00, para pengujung mulai berdatangan dari berbagai daerah. Apa yang membuat mereka tertarik menghabiskan waktu pergantian tahun ke Taman Kencana?
Laporan : Fikri Habibullah Muharram
Gina (36) warga Jalan Ciremai Kelurahan Bantarjati Kecamatan Bogor Utara sampai rela jalan kaki 30 menit dari rumahnya. Ia bersama tetangganya memang sudah sepakat memilih Taman Kencana untuk menghabiskan detik-detik tahun 2018 menuju tahun 2019.
“Sengaja saya pilih taman. Soalnya gratis. Terus enak buat ajak anak-anak. Mereka bisa bermain. Kita ke sini rombongan sama tetangga jalan kaki. Ada sekitar 20 orang yang ikut,” ujarnya saat ditemui Radar Bogor.
Hal serupa juga dikatakan Imas (38) tetangga Gina, ia sengaja tak membawa kendaraan pribadi lantaran khawatir terjebak dalam kemacetan.
Sementara itu, lautan warga Kota Bogor justru tumpah ruah di Taman Sempur. Pantuan Radar Bogor, ribuan orang telah memadati area Taman Sempur sejak pukul 19.00.
“Ada 20 Park Ranger yang berjaga-jaga di sini. Sekitar pukul 20.00 pengunjung sudah memadati area. Kami juga dibantu oleh Pol PP, Kepolisian, dan Dishub. Karena Sempur akan jadi tempat kegiatan utama doa bersama jelang pergantian tahun,” kata Panca Daendra, koordinator Park Range Taman Sempur.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar menjaga diri baik-baik, dan tidak membuang sampah sembarangan. Park Ranger juga mengantisipasi untuk tidak ada petasan apapun yang menyala selama pergantian tahun.
“Kami sudah amankan 10 petasan kembang api dari pengunjung. Sesuai himbauan Pak Wali, tidak boleh ada petasan di sini. Nanti petasan yamg sudah kami sita bisa diambil lagi sesudah acara,’ Panca melanjutkan.(*)

Begini Suasana Lapangan Sempur di Awal 2019, Ada yang Bersih-Bersih


BOGOR-RADAR BOGOR, Warga Kota Bogor memadati Lapangan Sempur di hari pertama di tahun 2019, Selasa (1/1/2019).
Dari pantauan radarbogor.id sejumlah warga melakukan aktivitas olahraga seperti lari.
Sementara terlihat juga sejumlah warga yang melakukan aksi bersih-bersih. Dengan kaos berwarna biru mereka memunguti sampah yang terlihat.

“Biar Bogor bersih di awal tahun,” ujar salah seorang peserta aksi yang juga warga Sindang Barang,Nizam.
Sehari sebelumnya di tempat yang sama, digelar doa bersama yang dihadiri Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. (Ysp)

Bawa Celurit dan Ancam Pengunjung Taman Sempur, Seorang Pemuda Diamankan


BOGOR-RADAR BOGOR, Petugas Park Ranger mengamankan seorang remaja tanggung di tengah-tengah pelaksanaan kegiatan doa bersama di area Taman Sempur, Kota Bogor yang sedang dipadati ribuan orang.
Koordinator Park Ranger Taman Sempur, Panca Daendra menuturkan, pihaknya mendapatkan laporan dari salah satu pengunjung yang lari tergopoh-gopoh ke arah Posko Utama Park Ranger.
“Dia katanya melaporkan ingin diancam dan ditusuk dengan cerulit. Tapi, dia sempat selamatkan diri. Dia juga katanya masih rekan terdekat pelaku,” ujar Panca kepada Radar Bogor.
Tak lama berselang, tim Park Ranger mendatangi lokasi yang dimaksud si pelapor dan mengamankan beberapa pemuda. Saat hendak diamankan, dua orang berhasil meloloskan diri. Sementara satu orang berhasil diamankan bersama barang bukti sebilah cerulit karatan berukuran besar.
“Totalnya pelaku ada tiga orang. Dua lari dan yang kami amankan ada satu. Kita kaget juga, kok bisa bawa cerulit besar sekali,” kata Panca melanjutkan.
Si pelaku yang mengaku berasal dari Jalan Abesin Kelurahan Cibogor Kecamatan Bogor Tengag itu, saat diinterogasi petugas mengaku membawa cerulit hanya untuk tujuan menjaga diri. Namun, petugas tak serta merta percaya dengan keterangan si pelaku.
Pengakuan korban yang datang sebelumnya, kata Panca, diduga kuat pelaku sudah melancarkan aksinya di tempat-tempat yang tak diketahui kerumunan publik.
“Kalau motifnya memang untuk menjaga diri. Tapi kok bisa bawa cerulit besar sekali? Kami tidak percaya. Tapi dia tetap tidak mengakui,” sambungnya.
Saat ditanya identitas pelaku, Panca tak menyebut secara detail. Pihaknya hanya melakukan interogasi awal terkait peran pelaku.
“Ya, tadi kami amankan di posko. Sekarang sudah kami serahkan ke pihak kepolisian. Orangnya sekarang sudah ditangani petugas. Kami himbau pengunjung tetap jaga barang-barang bawaan. Jangan sampai lengah dan segera laporkan bila terjadi sesuatu yang mencurigakan,” ucapnya. (Rp2)

Tahun Baru 2019, Ini Pesan Walikota Bima Arya untuk Warganya


BOGOR-RADAR BOGOR, Walikota Bogor Bima Arya mengajak seluruh warganya untuk menyambut 2019 dengan penuh optimisme dan semangat kebersamaan.
Hal tersebut diungkapkannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan bertajuk ‘Doa Bersama Untuk Kota Bogor Tercinta, Untuk Indonesia Kita’ di Lapangan Sempur, Bogor Tengah, Senin (31/12/2018) hingga Minggu (1/1/2019).
“Kita masuk 2019 dengan semangat baru, harapan baru dan dengan keyakinan hari ini harus lebih baik dari kemarin dan besok Insya Allah lebih baik dari hari ini. Kita sambut 2019 dengan optimisme, dengan berpegangan tangan erat dan menguatkan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah kita. Kita bangga menjadi bagian dari warga Kota Bogor yang selalu guyub dari masa ke masa,” ungkap Bima Arya di hadapan ribuan massa.
Bima mengaku bangga karena doa bersama yang digelar pada malam pergantian tahun disambut positif dan antusias oleh warga kota hujan.
“Hidup itu pilihan. Kita semua malam ini punya pilihan mau menutup tahun seperti apa, Mau menghabiskan malam seperti apa? Kita punya pilihan untuk menonton TV di rumah, jalan-jalan keliling kota, makan bersama keluarga atau mungkin anak-anak kita punya pilihan untuk muter-muter konvoi tanpa jelas mau ke mana. Tetapi Insya Allah, yang ada di Lapangan Sempur malam ini telah membuat pilihan yang benar, menutup tahun 2018 dengan cara yang jauh dari kesia-siaan, dengan cara yang Insya Allah memberikan kemaslahatan bagi semua,” terang Bima.
Bima menyebut bahwa apa yang dilakukan pada malam tersebut merupakan sejarah bagi Kota Bogor. “Sejarah untuk mendukung saudara-saudara kita yang terkena bencana, untuk memberikan empati dan simpati kita terhadap saudara-saudara kita yang saat ini diuji oleh Allah lewat bencana,” katanya.
Ia membeberkan sejumlah bencana alam dahsyat yang terjadi sepanjang 2018, mulai dari Gempa Bumi di Lebak, Banten pada Januari 2018, Gunung Sinabung meletus pada April 2018, gempa di Lombok pada Agustus 2018, gempa di Palu dan Donggala pada September 2018, angin puting beliung di Kota Bogor, Cirebon dan Longsor Sukabumi yang terjadi jelang tutup tahun.
“Mari sama-sama merenung. Ketika saudara-saudara kita diuji oleh bencana, apakah masih layak menutup tahun dengan pesta pora? apakah masih waras apabila kita masih bersuka cita dan beriang gembira tanpa mempedulikan saudara-saudara kita? Insya Allah hari ini kita berkumpul di sini untuk memberikan dukungan empati dan simpati kita seraya memohon doa kepada Allah SWT agar ujian yang sekarang dihadapi mereka ini bisa dilalui dengan kekuatan dan hati yang kokoh,” ujarnya.
Bencana yang terjadi, kata Bima, harus dipahami sebagai pesan dan teguran dari Allah untuk manusia agar selalu bermuhasabah dan berpikir.
“Anggaplah 2018 kemarin banyak hal-hal yang harus kita perbaiki. Mungkin walikotanya, mungkin kepala dinasnya, mungkin, camatnya, mungkin lurahnya, mungkin guru ngajinya, mungkin ada hal-hal yang harus kita luruskan dan kita benahi semua. Karena seperti firman Allah dalam surat Asy Syura ayat 30 menyatakan bahwa bencana yang menimpa kita mungkin disebabkan oleh tangan kita sendiri,” terang dia.
“Mungkin kita semua terlalu menghabiskan waktu lebih banyak berdebat dari pada berbuat, lebih banyak berwacana dari pada bekerja, lebih banyak saling menikung dari pada saling menolong, lebih banyak saling menyalahkan dari pada saling mendoakan, lebih banyak yang melakukan ghibah dari pada ibadah, lebih sibuk menumpuk materi dari pada memberi, lebih suka membaca WA dari pada berdoa, lebih suka menimbun sampah dari pada memberi sedekah. Lebih heboh masalah duniawi dari pada menyiapkan ukhrawi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, tampak dihadiri oleh unsur Muspida seperti Komandan Kodim 0606/Kota Bogor, Wakapolresta Bogor Kota AKBP, Kasie Intel Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Denpom III/I Bogor, Ketua Pengadilan Negeri Bogor, Sekda Kota Bogor, Pimpinan OPD Pemkot Bogor, para tokoh agama dan lain sebagainya.
Doa bersama ini juga diisi oleh sima’an khotmil Al-Quran 30 Juz dan Ratib Haddad, haflah tilawah Al-Quran, marhaban, hadroh, hingga tausiyah dari tokoh agama, seperti dari KH Mustofa Bin Nuh (Ketua MUI Kota Bogor), Mama Ajengan Yasir (Bakom), Habib Hasan Bin Abdul Qadir Al Attas (Empang), Habib Noval Bin Kamal Alaydrusy (Semplak) dan Habib Hasan Shahab (Pancasan). (tria/alif/van/adt/indra/pri)

Pembangunan Segera Dimulai, Pembebasan Lahan Tol BORR Seksi IIIA Dilunasi April


BOGOR–RADAR BOGOR, PT. Marga Sarana Jabar sebagai pelaksana proyek pembangunan Tol BORR Seksi III A, optimis bahwa proyek pembanguanan tol tidak ada lagi permasalahan baik dari segi aturan, hukum, teknis, maupun koordinasi dengan pemerintah Kabupaten maupun Kota Bogor.
Sebelumnya, PT. MSJ telah melaksanakan ruas pembangunan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IA, IB, II A, dan IIB, yang mayoritas lokasinya berada di wilayah Kota Bogor.
Kali ini, dipembangunan Seksi III A, ada beberapa wilayah yang masuk dalam ruas Kabupaten Bogor di sepanjang jalan Sholeh Iskandar yang menghubungkan Simpang Yasmin dan Semplak.
“Untuk koordinasi masalah pembebasan lahan atau uang ganti untung sudah kami lakukan dengan pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor. Karena Seksi III A ini kan menyasar wilayah Kota dan Kabupaten sekaligus. Kemungkinan, antara Apri dan Mei, uang ganti untung pembebasan lahan sudah dibayarkan,” jelas Pimpinan Pelaksana Proyek Marga Sarana Jabar, Leona Roedhianitasari kepada Radar Bogor, akhir pekan lalu (28/12).
Saat ini, kata Leona, Marga Sarana Jabar sudah melakukan pengukuran melalui tim Satgas A dan B. Masing-masing kepala Satgas dikepalai Ketua Badan Pertanahan Nasional dari masing-masing wilayah.
Ia mengklaim, akhir Desember atau awal Januari ini hasil pengukuran dari masing-masing bidang sudah dapat diketahui.
Nantinya, hasil itu dijadikan rujukan konsutal tim appraisal untuk menentukan nilai rupiah harga-harga lahan yang dibebaskan.
Setelah diumumkan, jika tidak ada sanggahan dari para pemilik lahan, proses pencairan uang akan dibayarkan secepatnya.
Saat ini, Pelaksanan pembangunan Seksi III A bersama PT. Pembangunan Perumahan (PP) selaku kontraktor pelaksana sudah mulai melakukan sosialisasi pembangunan kepada masyarakat.
Konsultan pengawasan pengerjaan tol BORR III A akan dilaksanakan proyek pembangunan dan PT. Indec Internusa dan PT. Eskapindo JO pada awal Januari ini. Sementara mobilisasi alat-alat pembangunan akan dipasang di sepanjang ruas Tol BORR Seksi IIIA.
“Terkait hal-hal lainnya seperti penebangan pohon atau boling, kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota. Nanti akan diganti semuanya sesuai aturan. Disperumkim juga terus berkoordinasi dengan kami untuk penggantian pohon-pohon yang akan ditebang. Saya berharap, warga Bogor tidak kaget dengan pelaksanaan proyek ini,” ucapnya.
Di tempat sama, Construction Manager PT. PP Agus Iswahyudi optimis jika proyek ini dapat berjalan sesuai perencanaan. Pihaknya sudah melakuan berbagai upaya sosialisasi kepada para pengguna jalan terkait pemasangan barier di ruas III A. Barier itu sendiri, katanya, berfungsi sebagai pemisah antara batas jalan raya dan wilayah konstruksi.
“Awal Januari ini peralatan-peralatan mobilisasi konstruksi pembangunan akan kami turunkan. Jadi kami berharap masyarakat tidak kaget. Kami juga akan memandu lalu lintas dengan peringatan-peringatan,” kata Agus.
Sementara pantauan Radar Bogor, Selasa (1/1/2019), puluhan pekerja mulai melakukan pemasangan peralatan-peralatan konstruksi di sekitar jalan Tol BORR Seksi III A. Puluhan bekerja terlihat sedang melakukan penggalian di beberapa titik pohon-pohon yang akan ditebang.
“Karena masih liburan, hari ini baru beberapa saja untuk pemasangan alat-alat. Mungkin besok akan lebih ramai lagi,” ucap Yopi, salah satu pekerja saat ditemui Radar Bogor.

Pasca Doa Bersama Malam Tahun Baru, Lapangan Sempur Bersih Tanpa Rusak : Bima Arya Puji Para Santri


BOGOR-RADAR BOGOR, Ribuan warga Bogor berkumpul di Lapangan Sempur, Senin (31/12/2018) malam. Mereka menghadiri kegiatan doa bersama bertajuk ‘Untuk Kota Bogor Tercinta, Untuk Indonesia Kita’ yang digelar Pemerintah Kota Bogor di malam pergantian tahun.
Suasana doa bersama berlangsung khidmat karena diisi beragam aktivitas, mulai dari sima’an khotmil Al-Quran 30 juz dan ratib haddad, haflah tilawah Al-Quran, marhaban, hadroh, hingga tausiyah dari tokoh agama, seperti dari KH Mustofa Bin Nuh (Ketua MUI Kota Bogor), Mama Ajengan Yasir (Bakom), Habib Hasan Bin Abdul Qadir Al Attas (Empang), Habib Noval Bin Kamal Alaydrus (Semplak) dan Habib Hasan Shahab (Pancasan).
Acara yang dimulai sejak jam 20.00 WIB, Senin malam, itu merupakan bentuk simpati dan dukungan bagi korban bencana, baik di Kota Bogor maupun di Indonesia. Puncaknya, warga Bogor melakukan doa bersama tepat di saat pergantian tahun dari 2018 ke 2019 yang dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor KH Mustofa Bin Nuh. Kegiatan pun usai pada jam 00.15 WIB, Selasa dinihari.
Ramainya warga yang datang di luar ekspektasi penyelenggara. Lapangan Sempur tampak dipadati ribuan warga. Otomatis, selain kepadatan tempat parkir, juga volume sampah juga meningkat. Namun, dalam hitungan menit, sampah yang terlihat di lokasi acara langsung bersih tak tersisa.
Selain petugas, tampak para santri dari berbagai pondok pesantren di Bogor ikut terjun langsung membantu memungut sampah untuk kemudian dikumpulkan di satu titik.
“Annadhofatu minal iman, kebersihan itu sebagian dari iman. Jadi, kita spontan saja bantu petugas membersihkan sampah. Karena niat kita di awal itu doa bersama. Datang dalam keadaan bersih, pulang juga harus bersih lagi,” ungkap Fikri Khaerudin (18), santri dari Pondok Pesantren Tarbiyatul Huda Pasir Muncang, Kabupaten Bogor.
Ia mengaku menghadiri doa bersama di lapangan Sempur karena mendapatkan informasi di group-group WhatsApp. “Indonesia sedang berduka juga. Ya saling mendoakan. Teman-teman juga banyak yang ikut, jadi saya ikut. Sekalian suasana baru doa bersama di Lapangan Sempur,” terangnya.
Walikota Bogor Bima Arya yang melihat dari kejauhan aksi para santri itu langsung turun dari panggung untuk mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada mereka yang tanpa dikomando langsung ikut membersihkan lokasi kegiatan.
“Saya berterimakasih kepada santri sudah mau punguti sampah membantu petugas. Dalam hitungan menit, Lapangan Sempur kembali bersih. Ini sangat luar biasa dan hal yang sangat inspiratif,” ungkap Bima Arya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor, Agus Gunawan menyatakan, usai Lapangan sempur dipakai kegiatan doa bersama tidak terjadi kerusakan, baik untuk kondisi rumput lapangan utama, jogging track maupun fasilitas pendukung lainnya.
“Alhamdulillah Lapangan Sempur kondisinya masih bagus. Warga tertib. Rumput tidak rusak. Dan yang lebih bangga adalah sampah-sampah tidak berserakan. Tadi dikumpulkan ada lebih dari 300 kg sampah, kemudian sampah tersebut diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup,” pungkasnya. (alf/tria/adt/indra/arvan/pri)

Aksi Kejahatan di Kota Bogor Melonjak, 1.327 Kasus Sepanjang 2018


BOGOR – RADAR BOGOR, Jumlah Tindak Pidana (JTP) di Kota Bogor mengalami kenaikan sepanjang 2018. Tercatat, pada 2017 sebanyak 1.101 kejadian. Sementara, pada 2018 melonjak menjadi 1.327 kejadian. Artinya, mengalami kenaikan sebanyak 226 kejadian.
“Untuk Jumlah Penyelesaian Tindak Pidana (JPTP) di tahun 2017 sebanyak 501 kasus dan di tahun 2018 sebanyak 553 kasus, ada peningkatan 52 kasus,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya saat melakukan ekspos di Mako Polresta Bogor Kota Kapten Muslihat, Senin (31/12)/2018).
Untuk aspek operasional pada poin lainnya, sambung Ulung, mengalami penurunan. Seperti jumlah tindak pidana penyalahgunaan narkoba di tahun 2017 sebanyak 176 perkara dan di tahun 2018 sebanyak 160 perkara.
Ada penurunan sebanyak 16 perkara atau 9,09 persen. Lalu jumlah penyelesaian perkara narkoba di tahun 2017 sebanyak 176 perkara dan di tahun 2018 sebanyak 128 perkara. Terjadi penurunan sebanyak 32 perkara atau 20 persen.
“Jumlah pelanggaran lalu lintas di tahun 2018 ini mengalami penurunan sebanyak 10.373 pelanggaran karena di tahun 2017 ada 102.582 pelanggaran sementara di tahun 2018 hanya 92.209,” bebernya.
Selain itu, jumlah kecelakaan lalu lintas di Kota Bogor pun menurun. Jika di tahun 2017 terdapat 119 kejadian sementara di tahun 2018 terdapat 109 kejadian. Penurunan yang terjadi sebanyak 10 kejadian atau 0,09 persen.
Sedangkan, untuk korban kecelakaan lalu lintas di tahun 2018 ada 61 korban meninggal dunia, 23 korban luka berat dan 93 korban luka ringan. Sementara, di tahun 2017 terdapat 58 korban meninggal dunia, 22 korban luka berat dan 98 korban luka ringan.
“Secara umum korban meninggal dunia mengalami kenaikan sebanyak tiga korban, luka berat mengalami kenaikan satu korban dan luka ringan mengalami penurunan sebanyak lima korban,” pungkasnya. (gal/c)
Catatan Polresta Bogor Kota
1. Jumlah Tindak Pidana (JTP)
2017 : 1.101 kejadian
2018 : 1.327 kejadian
Kenaikan :  226 kejadian
2. Jumlah Penyelesaian Tindak Pidana (JPTP)
2017 : 501 kasus
2018 : 553 kasus
Peningkatan : 52 kasus
3. Jumlah tindak pidana penyalahgunaan narkoba
2017 : 176 perkara
2018 : 160 perkara
Penurunan : 16 perkara atau 9,09 persen
4. Jumlah penyelesaian perkara narkoba
2017 : 176 perkara
2018 : 128 perkara
Penurunan : 32 perkara atau 20 persen.
5. Jumlah pelanggaran lalu lintas
2017 : 102.582 pelanggaran
2018 : 92.209 pelanggaran
Penurunan : 10.373 pelanggaran

Pendaftaran Ditutup, 35 Orang Berebut Kursi Direksi PD Pasar Pakuan Jaya


BOGOR – RADAR BOGOR, Pendaftaran direksi Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor, ditutup Jumat (28/12/2018) lalu. Tercatat, 35 orang telah mendaftarkan diri untuk memperebutkan kursi direksi di perusahaan plat merah itu. Namun, hanya tiga orang terbaik yang akan dipilih.
Walikota Bogor, Bima Arya meyakini, para pendaftar bisa melakukan perbaikan dan peningkatan di PD PPJ. Sebab, ia melihat mereka adalah orang-orang yang memiliki kapasitas. “Saya lihat semua orang yang memiliki kapasitas,” katanya.
Direksi yang saat ini masih menjabat akan berakhir pada Februari. Bima memprediksi, pada pertengahan Januari sudah ada hasilnya. Sehingga, bisa langsung dilakukan direksi definitif. “Insya Allah awal Februari paling telat atau mungkin pertengahan Januari sudah ada hasil akhirnya, dan mudah-mudahan akhir Januari ini sudah ada direksi definitif, insyaallah,” terangnya.
Sementara itu, Kabag Perekonomian pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Tri Iriyanto mengatakan, para pendaftar akan memasuki tahap seleksi. Diantaranya Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). “Mulai dari assessment, psikotest, behavioral interview oleh tim ahli hingga terakhir presentasi rencana bisnis dan wawancara oleh pansel,” ungkapnya.
Sementara itu, dia belum bisa memastikan kapan pelaksanaan direksi definitif dilaksanakan. Namun, jika mengacu pada aturan dilakukan pada Februari. “Karena yang sekarang berakhir tanggal 2 Februari maka insyaallah direksi definitif tanggal 4 Februari 2019,” pungkasnya. (gal/c)