Banner 1

Parah! Pedestrian Belum Bersih dari PKL

BOGOR – Pemkot Bogor terus berbenah menjelang akan diresmikannya fasilitas pedestrian (pejalan kaki) Kebun Raya Bogor (KRB). Sejumlah SKPD dikumpulkan dalam rapat di Paseban Surawisesa Balaikota, Kamis (05/01/2017). Salah satu masalah yang menjadi sorotan Walikota Bogor Bima Arya adalah jalur pedestrian yang belum steril......

Menang di #WeLoveCities, Bogor Dinobatkan Sebagai Kota Paling Dicintai di Seluruh Dunia

BOGOR- BOGOR - Setelah melewati proses panjang, akhirnya Kota Bogor meraih kemenangan di ajang #WeLoveCities dan dinobatkan sebagai kota paling dicintai di seluruh dunia dalam ajang yang digelar World Wide Fund for Nature....

PSB Bogor Sukses Gulung Persima Majalengka

BOGOR - PSB Bogor berhasil meraih poin penuh dalam lanjutan Liga Nusantara 2016. Tidak tanggung-tanggung anak-anak Laskar Pakuan menggulung tim asal Jawa Barat lainnya, Persima Majalengka enam gol tanpa balas....

Hadapi Liga Nusantara, PSB Matangkan Persiapan

BOGOR–Skuat PSB terus mengasah kemampuannya dalam rangka persiapan menghadapi Liga Nusantara (Linus) di Depok pada 8-11 Agustus nanti. Bertempat di Stadion Padjajaran, kemarin tim kebanggaan warga Kota Bogor ini melakoni uji tanding melawan kesebelasan Ciomas....

Mantap! Atasi Pemotor Nekat, Walikota Instruksikan Patroli di Jalur Sepeda Otista

BOGOR – Aksi Mahesa Jenar (13) dan Wildan Pratama Putra (13) yang nekat memalang sepedanya di jalur sepeda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) yang dilewati pengguna sepeda motor jelas menampar telak Pemkot Bogor.Walikota Bima Arya bahkan mengaku greget jika melewati Jalan Otista. Jalur yang dibangun khusus untuk sepeda seringkali dikuasai sepeda motor, berbeda dengan.......

Thursday, 30 August 2018

Gawai Buat Lupa Diri, Bima Arya Dorong Sekolah Kenalkan Kaulinan Sunda Kepada Murid



BOGOR-RADAR BOGOR,Lomba Kaulinan Orang Lembur yang diadakan oleh Dinas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor mendapata tanggapan dari Wali Kota Bogor, Bima Arya

Bima mengatakan, saat ini era yang sangat berbeda dari generasi terdahulu. Anak–anak, kata dia, diperbudak gawai, aplikasi, permainan elektronik yang banyak dampak negatifnya merusak mata, pikiran, mengha­biskan waktu dan membuat badan tidak bergerak.

“Saya termasuk generasi bahagia di era 70–80 yang merasakan indahnya gerobak sodor, galaksin, engkle, lompat tali, main benteng dan lainnya yang mungkin kenangannya lebih manis dan indah daripada asyik menekuni gawai seharian,” tuturnya.

Bima mengatakan, akan mendorong di sekolah-sekolah agar mendapat fasilitas untuk kaulinan sunda.

“Minimal untuk engkle, engrang, jadi anak-anak SD dibiasakan semuanya, karena ini tentang kebersamaan. kalau gawai kan itu personal. Tapi, dengan ini akan timbul kebersamaan, ketekunan, dengan gerak akan berkeringat dan juga sehat,” pungkasnya.(cr4/ysp)




Sumber : Radar Bogor

Plt Dirut PDJT Akui Sulit Operasikan Bus Bantuan Kemenhub, Alasannya Bikin Miris


BOGOR-RADAR BOGOR,Pemkot Bogor mendesak Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) untuk segera mengoperasikan bus bantuan dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Hal itu tidak terlepas dari ancaman Kemenhub untuk menarik bus bantuan yang sudah diberikan sejak setahun lalu.

Menanggapi hal tersebut, Plt Dirut PDJT, Bambang Budiarto membantah tak inovatif. Namun, ia mengakui, perusahaan sedang sakit bahkan ada 100 orang karyawan masih dirumahkan dan gaji ditunggak empat bulan.

Sehingga, tak heran delapan unit bus belum dapat diope­rasikan karena tak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Tak ada dana untuk pembuatan STNK dan pem­bayaran pajak yang mencapai Rp21 juta,” ujarnya kepada radarbogor.id.

Ia tetap berharap, ada bantuan dari Pemkot Bogor untuk meringankan beban. Lebih lanjut ia mengatakan, pekan depan mulai diopersikan jurusan Bubulak-Cidangiang sebanyak empat bus.

Sementara itu, kata dia, jalur Ciawi-Cidangiang tak akan dibuka lagi karena tak meng­untungkan.(gal/cr4/ysp)



Sumber : Radar Bogor

Polemik Kepemilikan Rumah Dinas Timbulkan Gesekan TNI dan Warga Sempur, IPB Bantu Mediasi

 

BOGOR–RADAR BOGOR, Institut Pertanian Bogor (IPB) tengah berusaha mencari jalan keluar terkait permasalahan kepemilikan rumah dinas antara TNI dengan masyarakat di Sempur dan Teplan beberapa waktu lalu.

“Pembiaran bisa terjadi karena pejabat saat itu tidak ingin eksekusi karena khawatir namanya bisa jelek sehingga dihindari. Jadi masalah itu tidak akan selesai jika tidak diselesaikan. Artinya penyele­saiannya pun harus dengan cara yang baik,” ujar Ketua Program Kebijakan Publik dan Regulasi Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (CARE) LPPM Institut Pertanian Bogor (IPB) Agit Kriswan Triyono usai Forum Group Discussion (FGD) Resolusi Konflik Rumah Dinas di Gedung PSP3 IPB, Selasa (28/8).

“Kita harapkan ada resolusi konflik, tujuannya agar negara hadir bahwa mereka dulu orang tuanya anggota TNI atau man­tan pejuang tetap ingin merasa dihargai,” ungkapnya.

Saat ini baru pihak TNI yang dimediasi agar diketahui akar permasalahannya. Sebab, menurut Agit dalam mediasi bukan berarti mempertemukan kedua pihak.

Sementara itu, Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf M Hasan menuturkan, ada beberapa motif yang membuat sulitnya warga keluar dari rumah dinas yang sudah tak sesuai lagi peruntukkannya.

Di antaranya zona yang sudah nyaman, motif ekonomi, letak rumah dinas yang strategis, dan memiliki historis dari orang tua mereka.

Dirinya berterima kasih kepada IPB CARE yang sudah mengundang Korem 061/SK dan menjadi mediator untuk membahas masalah rumah dinas.

“Ternyata masalah ru­mah dinas bukan hanya terjadi pada TNI atau Polri saja, tetapi sipil juga mengalami hal yang sama,” tuturnya.(gal/c)

sumber : Radar Bogor

Mantap! Jalan Cidangiang-Bubulak Dibuat Lajur Bus Sendiri. Begini Penampakannya



BOGOR– RADAR BOGOR,Bersiap untuk konversi angkot diberlakukan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor  mulai melakukan pengerjaan pengecatan marka lajur angkutan massal seperti bus atau marka karpet merah.

“Iya itu baru, mulai dicat Kamis (23/8) malam, saat ini masih on progress,” ujar Kabid Lalu Lintas pada Dishub Kota Bogor Theo Patrocinio Freitas kepada radarbogor.id, Selasa (27/8/2018).

Pengerjaan tersebut, kata dia, sambil menunggu . Untuk lokasi pengecatan dimulai dari Cidangiang hingga Terminal Bubulak dan kembali lagi ke Cidangiang.

“Dari Cidangiang sampai ke Terminal Bubulak ada 16 shelter dengan jumlah cat marka 56 titik, sedangkan dari Terminal Bubulak ke Cidangiang ada 12 shelter dengan 45 titik cat marka,” terangnya.

Proyek tersebut  direncanakan selesai pada Oktober dengan pengerjaan 60 hari kalender. (gal/ysp)




Sumber : Radar Bogor

Ada Pelayanan Gratis Deteksi Dini Kanker Serviks Nih, Berikut Persyaratannya



BOGOR-RADAR BOGOR, Jumlah kasus baru kanker leher rahim (serviks) serta kematian yang diakibatkan terus meningkat setiap tahunnya. Apalagi, Indonesia merupakan negara kedua dengan kasus kanker serviks terbanyak di dunia.

Padahal kanker serviks termasuk jenis kanker yang bisa dicegah dan disembuhkan dibandingkan dengan jenis kanker lainnya.

Sebagai bentuk pencegahan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bekerja sama dengan Laboratorium Prodia memberikan layanan deteksi dini kanker serviks dengan metode Papsmear kepada seluruh perempuan usia produktif.

Persyaratan mendapatkan pemeriksaan Papsmear gratis ini cukup mudah, yaitu dengan membawa fotocopy KTP dan kartu BPJS/Askes/Jamkesmas ke Prodia terdekat. Program ini akan berlangsung hingga 31 Oktober 2018.

Sedangkan syarat pemeriksaan Papsmear yakni, belum melakukan pemeriksaan Papsmear satu tahun kebelakang dengan menggunakan BPJS. Sudah menikah dan atau pernah melakukan hubungan seksual, tidak melakukan hubungan intim selama 48 jam (2 hari) sebelum pemeriksaan.

Kemudian, selama 24 jam sebelum  pemeriksaan tidak diperkenankan mencuci atau membilas vagina dan memakai bahan-bahan antiseptik pada vagina. Penderita setelah bersalin, operasi rahim dan setelah radiasi sebaiknya 6-8 minggu kemudian, penderita yang mendapatkan pengobatan lokal seperti vagina supositoria atau ovula sebaiknya dihentikan 1 minggu sebelum Papsmear. Dan tidak sedang dalam infeksi berat contohnya keputihan yang sangat parah.

Dia berharap, upaya pencegahan sekunder dan deteksi dini melalui program promotif preventif bisa meningkatkan kesadaran wanita Indonesia dalam memelihara kesehatan dan mencegah terjadinya gangguan kesehatan. Pemeriksaan Papsmear gratis ini berlaku sampai dengan Oktober 2018 di Klinik Laboratorium Prodia Cabang Ambon.

Staf Hukum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Kota Bogor Halley Rasta Anggoro, membenarkan program tersebut. Menurutnya pelayanan pemeriksaan Papsmear itu untuk satu tahun sekali. “Tapi jika tiga kali hasil pemeriksaannya negatif, maka dapat diperiksa 5 tahun kemudian,” terangnya kepada radarbogor.id.

Dijelaskannya, program pelayanan tersebut dibatasi hingga Oktober 2018 karena perjanjian kerjasamanya hanya sampai bulan itu. “Nanti jika perjanjian kerjasamanya diperpanjang, pelayanan dibuka kembali,” jelasnya. (bil)




Sumber : Radar Bogor

Kenalkan Permainan Tradisional pada Anak-Anak, Pemkot Gelar Festival Kaulinan di Gor Pajajaran



BOGOR-RADAR BOGOR,Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Periwisata dan Kebudayaan mengadakan kegiatan Festival Kaulinan Urang Lembur di lapangan Gor Pajajaran Bogor, Selasa (28/8/2018).

Kepala Dinas Periwisata dan Kebudayaan Kota Bogor Sahlan Rasyidi mengatakan kegiatan kaulinan ini merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan utama memasyarakatkan dan mengangkat kembali.

“Dengan filosofi inilah, maka perlu ditingkatkan kembali, memasyarakatkan di kalangan pelajar,” terangnya.

Tak hanya itu, perlombaan kaulinan ini menanamkan rasa memiliki terhadap kebudayaan Sunda yang merupakan salah satu warisan dari nenek moyang kita.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyambut baik festival kaulinan ini. Menurutnya dengan bermain permainan tradisional, anak-anak bisa lebih aktif dan tidak terpaku dengan gawai. (adi/ps/ysp)





Sumber : Radar Bogor

Astagfirullah! Oknum Guru Ini Ajak Warga Injak, Sobek dan Kencingi Alquran


RIAU – RADAR BOGOR, Aksi penistaan terhadap agama kembali terjadi. Seorang oknum guru di Riau diringkus personel Polsek Kateman, karena diduga melakukan penistaan agama mengajak warga untuk menginjak, menyobek dan mengencingi Alquran.

Atas tindakannya yang telah membuat masyarakat geram itu, oknum guru yang diketahui bernama Hamdani  (41) tersebut hampir saja diamuk massa.

Namun, sebelum hal itu terjadi, ia berhasil diamankan polisi di rumahnya, Jalan Tunas Harapan Parit 7 RT 10 / RW. 001 Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Ia diringkus, Senin (27/8/2018) sore.

Kapolres Inhil, AKBP Cristian Rony Putra mengatakan, dugaan penistaan  agama
itu pertama kali dilaporkan oleh Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kateman, Said Adnan Alie (62).

“Saat itu pelapor mengaku mendapatkan telepon dari Ketua MUI Kateman, Hamdan Zainuddin, yang mengatakan bahwa dirinya mendapat informasi dari salah seorang warga bernama Darmiatun yang disuruh seseorang untuk menginjak, mengoyak dan mengencingi kitab suci Alquran,” ujar Kapolres Selasa (28/8/2018) malam.

Mendapatkan informasi tersebut, Hamdan Zainuddin meminta Said untuk datang ke rumahnya di Jalan Pendidikan, Kelurahan Tagaraja. “Mendengar hal tersebut pelapor langsung bergegas menuju kediaman Hamdan,” jelasnya.

Setibanya disana, Said meminta kepada Hamdan untuk dipertemukan dengan Darmiatun (27), untuk mempertanyakan kebenaran informasi dugaan penistaan itu. “Saksi mengaku telah diperintahkan oleh Hamdani untuk melakukan tindakan tidak senonoh itu,” kata dia.

Namun, saat melakukan hal itu, Darmiatun tak hanya sendirian. Beberapa orang lainnya yaitu, Sinda Rajabri (21), Trisulis Tio Rini (30) dan Ardiansyah (36), juga ikut melakukannya.

Pengakuannya, mereka terpaksa melakukan penistaan terhadap kitab suci Islam itu sebab dipaksa dan merasa takut dengan pelaku. Perbuatan itu mereka lakukan di rumah kontrakan Kamaruddin, Jalan Tunas Harapan.

“Berdasarkan keterangan saksi, mereka diminta menginjak, mengoyak dan mengencingi Kitab Suci Al-Quran oleh pelaku sebanyak dua kali,” sebut Kapolres.

Setelah para saksi selesai melakukan perintah pelaku, barulah pelaku juga melakukan hal serupa. “Saat ini pelaku beserta saksi-saksi masih dilakukan pemeriksaan. Untuk perkembangan lebih lanjut akan dilaporkan pada kesempatan pertama,” pungkasnya. (ica/JPC/ysp)





Sumber : Radar Bogor

Penetapan Formasi Akhir CPNS 2018 Mendekati Final, Seleksi Diperkirakan September



JAKARTA-RADAR BOGOR, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menginformasikan, proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 yang kini tengah digodok tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) semakin mendekati tahap akhir untuk dapat diinformasikan kepada masyarakat.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, penetapan formasi akhir di masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L) kini sudah mendekati final. Dia memperkirakan, tiap institusi negara dalam pekan ini sudah dapat menerima formasi akhir CPNS 2018 yang ditetapkan tim Panselnas.

“Kalau diibaratkan Piala Dunia, sudah masuk semifinal. Panselnas semakin giat membereskannya. Mungkin dalam minggu ini formasi akhir CPNS sudah bisa diberikan kepada masing-masing K/L,” ucap dia, Rabu (29/8/2018).

Selanjutnya, ia menambahkan, setiap K/L diberi mandat untuk input data formasi akhir di masing-masing lembaga ke portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) untuk kemudian bisa diumumkan kepada masyarakat luas.

“Jadi rentang waktu setelah data formasi diberikan, tiap Kementerian/Lembaga bisa menampilkan formasi akhir di SSCN antara 10-15 hari,” jelasnya.

Saat ditanya kemungkinan apakah seleksi CPNS 2018 dapat digelar pada September mendatang, Ridwan belum bisa menjawab banyak. Menurutnya, keputusan akhir terkait itu berada di tangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Dihubungi di waktu terpisah, Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Mudzakir mengutarakan, pihaknya baru bisa menginformasikan kapan proses seleksi akan dilaksanakan bila proses validasi sudah rampung sepenuhnya.

“Terus finalisasi. Kalau proses sudah selesai akan diumumkan,” ujar dia singkat. (ysp)




Sumber : Radar Bogor

Lagi! Tawuran Pelajar Pecah di Bantargebang, Satu Tewas Mengenaskan



BEKASI-RADAR BOGOR, Indra Permana pelajar SMK Karya Bahana Mandiri (KBM) Kota Bekasi tewas usai menerima sejumlah hujaman celurit di bagian kepala, punggung dan dada.

Perlakuan itu dia terima saat terlibat tawuran antar pelajar dari SMK KBM dan SMK Pijar Alam, Kamis (16/8/2018) lalu di Jalan Raya Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang.

Selain Indra, dua pelajar lainnya, yang juga ikut terlibat dalam aksi tawuran tersebut, yakni Aliansyah dan Maulana Dwi Putra kini terkapar di rumah sakit karena mengalami luka berat.

Dari hasil penyidikan, Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Wijonarko menjelaskan, tawuran itu terjadi atas kesepakatan dua belah pihak yang dibicarakan melalui pesan WhatsApp.

“Mereka sepakat bertemu di Jalan Raya Sumur Batu. Hanya saja, sebelum tawuran terjadi, pelajar dari SMK Pijar Alam sudah menyiapkan strategi untuk mengalahkan lawannya,” kata Wijonarko, Selasa (28/8/2018).

Polisi juga telah mengamankan lima pelaku aksi tawuran tersebut, mereka adalah A (18), MS (15), DAR (15), RP (17) dan (16). Serta menyita barang bukti berupa tiga buah celurit, satu buah stik golf, lima buah handphone, satu jaket.

Sementara itu, Kapolsek Bantargebang Siswo mengungkapkan pihaknya akan terus menelusuri kasus ini hingga tuntas.

“Kami akan dalami lagi, karena masih ada beberapa yang terlibat, khususnya para alumni disebut ikut dalam aksi itu,” tandasnya.

Atas tindakannya tersebut, kini para pelaku tengah mendekam di dalam sel penjara, dan terancam hukuman 12 tahun penjara sebagaimana yang tertera pada pasal 17 ayat 3 KUHPidana. (kub/pojokbekasi)





Sumber : Radar Bogor

Tabrak Driver Ojol, Pria ini Malah Pukuli Wanita yang Hendak Menolong Korban



JAKARTA-RADAR BOGOR, Beredar video seorang pria menabrak driver ojol di kawasan Taman Anggrek, Jakarta Barat, Senin (27/8/2018) malam.

Diduga si pelaku menabrak driver dengan cukup keras. Hal ini terbukti karena korban tidak bisa berdiri serta bagian depan mobil pelaku penyok.

Tragisnya, ada seorang wanita yang juga merupakan drive ojol hendak membantu korban namun justru dipukuli oleh pelaku. Nama korban yang ditabrak Johan, sedangkan korban yang ditonjok Nia Kurniasih.

Video tersebut pertama kali dinaikan oleh akun Facebook @Eris Riswandi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Informasinya korban dibawa ke RS Royal Trauma, Jakarta Barat.

Selain video, diposting juga surat laporan penganiayaan atas nama Nia Kurniasih ke Polsek Tanjung Duren Jakarta Barat.

Dalam laporan tersebut, diketahui pelaku bernama Felix Jens Chandra warga Penjaringan Jakarta Utara.

Dari kronologi penganiayaan dalam surat laporan tersebut, pelaku memukul korban hingga menyebabkan luka memar di rahang sebelah kanan.

Sontak, aksi penganiayaan pelaku terhadap seorang wanita yang berusaha membantu korban tabrakan mendapat kecaman dari warganet.

“Kalo proses hukum pasti dia sewa pengacara, knp gak di gebukin aja, kalo aku yg kena tonjok aku bales lg lebih dari itu,” kata akun Maya Sari.

“Kalu emang salh di urusin aja ke pk polisi kan ada hukum di kita,” tulis akun Yan Yan. (ysp)



Sumber : Radar Bogor

ABG Diculik Diperkosa Hingga Pingsan di Dalam Mobil, Dibuang di Balikpapan



SAMARINDA-RADAR BOGOR, Nasib naas menimpa seorang anak baru gede (ABG) warga Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur berinisial YAP (16). Ia diduga menjadi korban penculikan dan pemerkosaan.

Informasi yang beredar di media sosial, kejadian bermula pada Jumat (24/8/2018) sekitar pukul 19.00 Wita. Korban diminta ayahnya untuk membelikan es batu di daerah Sempaja. Setelah beli es dan hendak pulang ke rumahnya, tiba-tiba korban ditangkap seseorang tak dikenal dan dimasukkan ke dalam mobil.

Korban lantas diberi obat untuk diminum hingga linglung. Selama di mobil, tangan dan kaki korban dalam keadaan terikat. Saat itu korban merasa disetubuhi oleh sejumlah oknum yang belum diketahui identitasnya hingga pingsan.

Pada Sabtu (25/8) sekitar pukul 01.00 Wita, YAP akhirnya sadar dan baru mengetahui berada di dalam sebuah gudang di kawasan Sumber Rejo, Kota Balikpapan.

Korban lantas melarikan diri dari tempat itu tanpa mengetahui seluk beluk Kota Balikpapan.

Ia kemudian ditemukan tergeletak oleh petugas Satpol PP di Terminal Batu Ampar (Batam), Selasa (28/8/2018) sekitar pukul 02.00 Wita. Oleh petugas ia langsung dirujuk ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo.

Kasat Reskrim Polres Balikpapan, AKP Makhfud Hidayat saat dikonfirmasi mengatakan, informasi yang beredar dengan yang diselidikinya justru berbeda.

Saat pihaknya mendatangi korban di rumah sakit, tidak ada pengakuan darinya bahwa dia habis diperkosa.

“Ya, ini informasinya berbeda. Kami datangi langsung korban dan kami interogasi. Dari pengakuannya malah dia bilang tidak diperkosa. Makanya ini kami minta korban divisum dan di-USG, apakah korban hamil atau tidak,” katanya saat dihubungi.

Makhfud menambahkan, informasi terkait adanya penculikan dan kekerasan seksual dengan meminumkan obat bius kepada korban juga masih simpang siur.

Sebab, pengakuan dari korban, dia hendak bertolak ke Samboja. Namun, karena tidak mempunyai biaya yang lebih, dia pun memutuskan pergi ke Balikpapan terlebih dahulu dengan mengharapkan belas kasih dari seseorang.

“Dia mampir ke Balikpapan. Dia nggak ada biaya mau ke Samboja, jadinya dia di sini mampir cari biaya. Nah, dari informasi yang kami dapatkan itu, korban punya sakit mag. Jadi pas dia ke sini, kemungkinan dia jatuh sakit dan tidak sadarkan diri,” ungkapnya.

Selama ditanyai petugas, YAP menjawabnya dengan normal dan tidak ada tanda-tanda mengalami keterbelakangan mental. Hanya, identitas korban masih belum diketahui sepenuhnya lantaran korban masih sedikit tertutup saat diajak berkomunikasi.

“Dia normal aja kok. Dia ke sini itu mau dibilang gelandangan, tapi penampilannya bukan gelandangan. Saat kita tanya-tanya juga masih sedikit tertutup. Entah apakah ada trauma atau tidak, makanya kita mau dalami lagi,” terangnya.

Perbedaan informasi yang beredar dengan pengakuan tersangka ini membuat pihaknya kebingungan dan pihaknya sedang menelusuri penyebar dari informasi tersebut. Sebab, ada kemungkinan kasus ini hanyalah akal-akalan saja untuk mendapatkan sesuatu. Pihaknya pun terus mendalami kasus ini sembari mencari tahu keluarga korban.

“Ya, ini kita masih coba hubungi keluarganya. Tapi masih belum dapatkan jawaban. Kita tunggu saja. Yang jelas, kita masih melakukan penyelidikan,” pungkas dia. (ysp)

Edarkan Gorila ke Anak Sekolah di Cibinong, Dua Remaja Ini Dicokok Polisi



BOGOR-RADAR BOGOR, Dua remaja ditangkap jajaran Kepolisian Sektor Cibinong lantaran menjual tembakau Gorila yang memabukkan kepada para pelajar di kawasan Cibinong.

Dua anak baru gede itu itulah HA (22) dan DA (20). Mereka sempat lari dari kejaran jajaran kepolisian, namun berhasil ditangkap.

“Barang bukti berada di tangan HA saat kami tangkap, sedangkan DA menunggu di motor. Mereka mengaku patungan membeli tembakau Gorila untuk diedarkan kembali. Aksinya itu terlah berlangsung selama dua bulan kebelakang,” kata AKP Sarjiman, Kanit Reskrim Polsek Cibinong kepada radarbogor.id, Selasa (28/08/2018).

HA saat memberikan keterangan dalam pengaruh tembakau asal negeri Paman Sam itu, mengaku, mendapatkan barang haram tersebut  berawal dari perkenalannya dengan salah seorang melalui media sosial.

“Pelaku mengaku membeli dari seseorang dari jaringan line, sebesar Rp250 ribu. Keduanya patungan lalu membeli dijual kembali dengan harga tinggi, jika untuk dikonsumsi dan dihisap dapat jadi enam batang rokok,” ujarnya.

Kanit polsek Cibinong AKP Sarjiman menjelaskan, barang haram tersebut telah dibawa ke laboratorium BNN di Lido.

“Barang bukti sudah kami serahkan ke lab di Lido, tinggal menunggu hasilnya saja,” tandasnya. (bil/rta)




Sumber : Radar Bogor

Wednesday, 29 August 2018

Diancam Kemenhub soal Bus Bantuan, Ini Kata Kabid Angkutan Dishub Kota Bogor



BOGOR-RADAR BOGOR,Rencana kementrian perhubungan menarik kembali bus bantuan, mendapat respon dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor. Kabid Angkutan Dishub Kota Bogor, Jimmy Hutapea berujar jika belum mengetahui rencana kemenhub tersebut.

“Baru tahu dari media,” ujarnya kepada radarbogor.id

Lebih lanjujt pihaknya menegaskan Kota Bogor mendapatkan bantuan dari Kemenhub pada 2016 sebanyak 10 unit. Sedangkan, yang baru digunakan hanya dua unit.

“Sisanya, delapan bus masih ada di kantor Dishub,” ujarnya.

Duh! Tak Kunjung Beroperasi, Kemenhub Bakal Tarik Bus Bantuan
Ia menambahkan, semua bus tersebut diperuntukkan untuk Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT). Sementara, kondisi perusahaan masih belum stabil dan bermasalah soal keuangan.

“Diperlukan biaya administrasi untuk mengoperasikan semua bus,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Bogor, Rakhmawati mengatakan, proses hibah untuk Bogor sudah selesai.

”Mungkin maksudnya kepada yang tidak jalan seperti di Sulawesi yang susah pengopra­sian­nya,” tegas mantan Plt Dirut PDJT itu.(gal/don/ysp)

Sumber : RADAR BOGOR