Banner 1

Thursday, 19 September 2019

Cubit Muridnya, Guru Olahraga SD di Kabupaten Bogor Dipolisikan Orang Tua


BABAKAN MADANG-RADAR BOGOR, Gara-gara mencubit siswanya hingga memar, salah seorang guru olahraga di Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Bogor, dilaporkan orang tua siswanya atas kasus dugaan penganiayaan kepada bocah laiki-laki berusia sembilan tahun.
Kasus itu dilaporkan oleh ayahanda korban, AC ke Polres Bogor. Kanit PPA Polres Bogor Ipda Silfi mengatakan pihaknya masih menyelidiki laporan tersebut. “Baru laporan semalam di keluarga korban. Iya berkas baru diterima,” kata Ipda Silfi.
Silfi mengatakan pihaknya masih menganalisis laporan orang tua korban. Selanjutnya polisi akan memeriksa saksi-saksi terlebih dahulu. “Akan dilakukan pemeriksaan dulu,” imbuh Silfi.
AC melaporkan kasus itu ke Polres Bogor pada Senin (16/9/2019 kemarin. Peristiwa penganiayaan itu baru diketahui oleh AC pada Sabtu (14/9/2019) malam.
“Anak saya dianiaya. Tubuhnya memar biru-biru. Aku lihat masih biru banget. Langsung aku ambil tindakan, aku telepon, WA (WhatsApp) wali kelas anak saya,” jelas AC.
AC diminta pihak wali kelas untuk mengklarifikasi hal itu pada Senin (16/9/2019). Namun, AC tidak merasa puas dengan tanggapan pihak sekolah.
“Begitu hari ini saat klarifikasi, pihak sekolah seperti mau hilang-halangi masalah,” imbuhnya.
Sementara, pihak kepala sekolah membantah dugaan penganiayaan guru olahraganya. Kepala sekolah menduga korban terluka karena jatuh saat bermain dengan teman-temannya.
“Kita perlu divisum kan, kemudian kronologinya gimana. Kalau dicubit, itu kan biru sedikit. Masak, itu kayak baret. Jangan-jangan anak jatuh, saat bercanda dengan temannya,” kata BM, kepala sekolah.
BM mengatakan olahraga dilaksanakan setiap hari Sabtu. Semua anak kelas III, IV, dan V berolahraga bersama.
“Kalau dicubit bekasnya nggak gitu. Bekasnya ini seperti bekas jatuh. Jangan nuduh gitu seperti penganiayaan,” kata BM.(*/ipe)

Related Posts:

  • Pelanggan PDAM Belum Nikmati Air 24 Jam BOGOR–Kapasitas produksi air 2.200 liter per detik yang dimiliki Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini, sebetulnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih 151.000 pelanggan PDAM. Kapas… Read More
  • LBH-PEKA Tuding Polisi Kurang BuktiBOGOR – Kinerja Polresta Bogor Kota tengah menjadi sorotan Lembaga Bantuan Hukum Peduli Kepada Sesama (LBH-PEKA). Koordinator LBH-PEKA yang juga penasihat hukum terdakwa kasus narkoba AS (29) dan AP (35), Andrasyah Perdana me… Read More
  • Sopir Ojek Online Nyambi Edarkan Sabu BOGOR–Pengedar narkoba memang tidak mengenal status. Seorang sopir ojek online juga bisa menjadi pengedar narkoba. Adalah RT (45) yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online. Untuk mendapatkan tambahan uang dia jadi penge… Read More
  • Waspada, Bencana Longsor Mengancam! CIOMAS–Bencana longsor kembali mengancam wilayah Kabupaten Bogor bagian barat. Hujan yang mengguyur dua hari lalu, menyebabkan banjir dan longsor di beberapa titik. Seperti di Desa Laladon dan Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciom… Read More
  • Nyawa Hila endangan maut ke arah wajah dan perut menjadi musabab kematian Hilarius. Sesuai dengan hasil autopsi, tendangan itu diduga merobek hulu hati korban tawuran ala gladiator tersebut.Fakta itu terungkap dalam rekonstruksi kasu… Read More

0 komentar:

Post a Comment