Banner 1

Thursday, 25 July 2019

Berkas Belum Diterima, DPRD Jabar Ingin Percepat DOB Botim


CIBINONG – RADAR BOGOR, Meski berkas rencana Daerah Otonom Baru (DOB) Bogor Timur belum mendarat di tingkat provinsi, nampaknya pembahasan di tanah Pasundan tak akan berlangsung lama. Apalagi jika tidak ada masalah yang terlalu substansif.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Asep Wahyu Wijaya menegaskan hal itu. Secara proses, DOB Bogor Timur sekarang ini sudah tuntas di tingkat daerah. “Ngapain lama-lama. Kalau tidak ada masalah substansif, kita ketok palu saja,” kata Asep saat dihubungi Radar Bogor kemarin (23/7).
Meski begitu, pemisahan Bogor Timur ini bukan tanpa catatan. Tujuan utamanya, adalah untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada publik. Memang, secara karakteristik, Bogor Timur tidak bisa top down melainkan harus bottom up.


Dengan kata lain, pemerintah daerah harus mampu merepresentasikan masyarakat memahami secara objektif kondisinya. Kabupaten Bogor dinilai sangat layak untuk dimekarkan karena sudah jauh melampaui batas ideal pemerintahan melakukan upaya pelayanan.
“Satu juta, satu setengah, dua juta (penduduk) itu baru wajar. Kalau sudah enam juta penduduknya kan berarti emang sudah harus menjadi tiga wilayah,” terangnya.
Soal potensi di Bogor Timur, secara objektif dari perspektif Jawa Barat, Kabupaten Bogor itu adalah salah satu penyumbang PAD terbesar di Jawa Barat dan jantungnya itu adalah Bogor Timur.
Masyarakatnya juga harus bersiap. Dari kekayaan industri, pertanian, maupun pusat industrinya. Sehingga Bogor Timur itu memiliki potensi alam yang luar biasa, punya potensi tata letak kota yang sangat luar biasa karena dekat dengan tol dan Ibukota.
Hal itu pula harus ditopang oleh orang-orang profesional karena memiliki begitu banyak sumber daya. “Jangan sampai nanti dinikmati oleh orang lain, itu sangat fatal,” tegasnya.
Hanya saja, tingkat kemiskinan di Bogor Timur lebih jomplang. Tak seperti di Bogor Barat misalnya yang lebih merata. Seperti contoh di wilayah Sukamakmur dan sekitarnya.
“Ini sebenarnya yang menjadi tantangan bagaimana menghadirkan kemajuan. Kemakmuran di Cileungsi, atau Jonggol wilayah yang mungkin kemarin agak terabaikan oleh Cibinong,” kata dia lagi. (dka/c)

Related Posts:

0 komentar:

Post a Comment