Banner 1

Thursday, 8 February 2018

Pemulihan Tergantung Cuaca, Warga Masih Keluhkan Air PDAM Keruh


BOGOR–RADAR BOGOR,Hujan yang terus mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya berdampak pada keruhnya air PDAM Tirta Pakuan yang mengalir ke sejumlah permukiman warga. Tak hanya keruh, warga juga masih merasakan air yang tak mengalir.

Seperti di Kampung Cimanggu, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah. Ahmad Jarkasih (27) warga RT 05/12, mengaku mendapati air dalam keadaan keruh. Selain itu, ketertundaan pasokan air juga sering terjadi.

“Sekarang lagi banyak. Biasanya airnya kecil dan keruh,” kata pria yang akrab disapa Mamad itu kepada Radar Bogor.

Mamad dan warga lainnya pun sudah mengadukan kepada PDAM Tirta Pakuan. “Sudah tiga kali bertemu dengan pihak PDAM, tapi hanya dikasih janji,” katanya.
Bahkan, warga juga pernah mengutarakan keluhannya pada wali kota Bogor. Saat itu kondisi air sempat membaik, tapi setelah beberapa hari air kembali kecil dan keruh.

Alhasil, warga tidak dapat meng­gu­nakan air secara langsung untuk kebutuhan dapurnya. Air harus didiamkan terlebih dahulu hingga kotoran mengendap. “Air harus seharian didiam­kan dulu baru bisa digunakan untuk masak,” akunya.

Warga lainnya, Neneng (33) juga mengaku kesulitan mendapat air bersih lantaran kualitas air memburuk. “Kalau pagi airnya kecil dan keruh. Saat malam sedikit lumayan. Jadi tidak bisa langsung buat masak,” kata Neneng.

Tak hanya itu, karena air tak jernih, Neneng juga harus berhati-hati menggunakannya untuk mencuci. Sebab, air yang keruh mengakibatkan pakaian berwarna putih menjadi kusam. “Untuk nyuci saya harus stok air dulu. Didiam­kan sampai benar-benar bening,” tuturnya.

Ia berharap, PDAM dapat semak­in meningkatkan pelaya­nannya. Dengan mengupayakan kua­litas air yang layak digunakan.

Ketua RW 12 Nur Ahmad meng­ata­kan, kondisi air keruh terjadi bukan hanya di wila­yahnya melainkan juga beberapa RW lainnya. Namun, informasi yang ia dapat, kondisi air yang keruh itu akibat cuaca. “Yang saya tahu, itu (keruh, red) karena faktor cuaca. Karena itu, kami maklumi,” tuturnya.

Meski demikian, dia mengaku terus berkomunikasi dengan pihak PDAM untuk menyam­paikan keluhan warga. Hingga pihak PDAM melakukan perbai­kan pelayanannya. “Kami terus berkomunikasi dan beberapa kali musyawarah. Terpenting pasokan air tetap lancar,” tuturnya.

Sementara itu, PDAM Tirta Pakuan saat ini melakukan pemulihan pengaliran di jari­ngan pipa distribusi pascaga­ngguan pelayanan akibat peningkatan kadar kekeruhan air baku sejak Minggu malam (4/2) lalu. Namun, recovery untuk zona layanan 3 dan 4 serta sebagian zona 1 itu sangat tergantung pada curah hujan di daerah hulu Sungai Cisadane.

“Kalau kita lihat sejak Senin malam, kadar kekeruhan air baku di IPA Dekeng sudah menurun. Rata-rata di bawah 500 NTU. Saya kira ini sudah bagus, tinggal pemulihan pengaliran saja,” ujar Direktur Teknik PDAM Kota Bogor, Syaban Maulana, kemarin (6/2).

Sebab saat ada gangguan, menurut Syaban, pipa-pipa PDAM banyak yang kosong. “Jadi saat terisi, harus buang udara (yang terjebak di dalam pipa) dulu,” jelasnya.

Sejak Senin malam, petugas dari Bagian Transmisi dan Distribusi (Trandis) berupaya menjaga level Reservoir Pajajaran dan Merdeka agar sesuai dengan semestinya.

Dua tandon raksasa ini menjadi parameter pelayanan di wilayah zona 3 dan 4. “Level (reservoir) Pajajaran dan Merdeka masih belum stabil. Masih turun naik. Memang pemulihan jaringan itu perlu waktu,” paparnya.

Begitu pula di SPAM Ranca­maya. Intake di aliran Sungai Cikereteg, diakuinya, terhambat oleh lumpur dan sampah pada Senin malam pukul 21.00 WIB sehingga pasokan air baku ke rumah pompa terganggu. Pembersihan sampah dan lumpur pada malam itu terken­dala aliran sungai yang cukup deras sehingga pompa dimatikan.

“Selasa pagi kami lanjutkan pembersihan intake, selesai pukul 07.15. IPA Rancamaya start produksi 07.30. Namun karena level reservoir (Ranca­maya) rendah, kami stop dulu penga­liran ke Dekeng, menung­gu reservoir terisi dulu,” jelasnya.

Akibat penutupan pengaliran ini, layanan ke wilayah Dekeng, Gen­ten­g, Kertamaya Peruma­han Babakan Baru, Cipaku Haji dan sekitarnya terganggu hingga pemulihan usai.

Dia pun berharap curah hujan segera turun agar kekeruhan air baku kembali normal. “Pelayanan air bersih PDAM sangat bergantung pada curah hujan. Mudah-mudahan segera mereda agar pelayanan kembali normal,” harapnya.

Sebelumnya diberitakan, hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Cisadane menyebabkan kadar kekeruhan air baku PDAM meningkat dari kondisi normal 50-100 NTU menjadi 1.600 NTU.

Warga di RT 04/04 Kelurahan Panaragan Kecamatan Bogor Tengah merasakan air keruh. Salah seorang warga, Syaeful (27) mengaku mendapati air PDAM air di rumahnya keruh sejak pagi saat hendak mandi. “Airnya keruh lumayan kecoke­latan,” katanya.(azi/c)

sumber :Radar Bogor

Related Posts:

0 komentar:

Post a Comment