Banner 1

Tuesday, 20 February 2018

Impor Ponsel Turun


JAKARTA-RADAR BOGOR,Lima tahun terakhir, produksi telepon seluler (ponsel) dalam negeri terus mengalami pertumbuhan. Ke­menterian Perindustrian menyebutkan, ini karena penciptaan iklim usaha yang kondusif.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, berdasarkan data Kemenperin, pada 2013 impor ponsel mencapai 62 juta unit dengan nilai US$ 3 miliar. Sedangkan, produksi dalam negeri masih 105 ribu untuk dua merek lokal.

Pemerintah akhirnya mengeluarkan regulasi yang bertujuan mengurangi produk impor dan mendorong produktivitas di dalam negeri. Hasilnya, pada 2014, impor ponsel mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, menjadi 60 juta unit. Sementara itu, produksi ponsel dalam negeri tumbuh signifikan menjadi 5,7 juta unit.

Kemudian, pada 2015, produk impor merosot hingga 40 persen dari tahun sebelumnya, menjadi 37 juta unit dengan nilai US$ 2,3 miliar. Sedangkan, produksi ponsel di dalam negeri semakin meningkat sebesar 700% dari tahun 2014, menjadi 50 juta unit untuk 23 merek lokal dan internasional.

Pada 2016, produk impor ponsel menurun kembali sekitar 36 persen dari tahun sebelumnya, menjadi 18,5 juta unit dengan nilai US$ 775 juta. Untuk ponsel produksi dalam negeri meningkat sebesar 36 persen dari tahun 2015, menjadi 68 juta unit.

“Pada 2017, impor ponsel turun menjadi 11,4 juta unit, sedangkan produksi ponsel di dalam negeri 60,5 juta unit untuk 34 merek, sebelas di antaranya adalah merek lokal,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/2).(dc)

sumber :Radar Bogor

Related Posts:

0 komentar:

Post a Comment