BOGOR–RADAR BOGOR,AR (52), MM
(62), dan AF (18), rupanya bukanlah teroris
kacangan. Dengan bom jenis triaceton triporexide (TATP) berdaya ledak
tinggi, mereka berencana meluluhlantakkan
Bogor.
Mako Brimob di Kedunghalang Bogor, Polres Bogor dan Pos
Polantas Gadog, dijadikan sasaran utama.Fakta tersebut diungkap Kepala Divisi Humas (Kadivhumas) Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan koran ini, kemarin. Dalam operasi penangkapan yang digeber Densus 88, akhir pekan lalu (5/5), di kawasan Puncak, Setyo membeberkan, anggotanya berhasil mengamankan sejumlah zat kimia, di antaranya Aseton (CH3), H2O2, air raksa, lampu LED, satu kabel hitam, satu solder, timah, kabel putih, panci, serutan kayu dan satu kabel sakelar.
”Barang bukti ini diduga untuk membuat bom,” tuturnya.
Aseton dan H2O2 merupakan zat kimia yang dibutuhkan untuk membuat bahan peledak TATP. Lampu LED itu bisa digunakan sebagai komponen inisiator atau bahan pemicu.
”Air raksa ini biasanya untuk katalisator atau melakukan perubahan pada zat kimia,” terangnya.
Keberadaan serutan kayu juga semakin menguatkan ketiganya akan membuat bom. Sebab, serutan kayu juga biasa menjadi pemicu pembakaran dalam bom.
”Kami temukan semuanya di rumah yang sama,” terangnya. Baca selengkapnya di Epaper Radar Bogor hari ini
(fik/cr3/don/c)
Sumber :Radar Bogor
0 komentar:
Post a Comment