Banner 1

Thursday, 12 April 2018

Bangun Akses Jembatan Sementara


Pasca ambruknya jembatan yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Cisarua yang berlokasi di Kampung Tonjong RT 02/03, Desa Tugu Utara, dan Kampung Sampai, Desa Batu Layang, mobilitas warga menjadi terganggu.

Afli Ahdi (39), warga setempat menjelaskan, sejak jembatan ambruk beberapa hari lalu, lalu lintas di sekitaran kampung menjadi sedikit semrawut. Sebab, banyak warga yang belum mengetahui ambruknya jembatan tersebut.

”Kadang ada warga yang lewat dari luar mau cari jalan alternatif, tahunya gak bisa lewat karena jembatannya hancur. Jadi sering macet juga,” bebernya.

Diketahui, ada tiga jembatan di Kecamatan Cisarua yang ambruk. Waktunya bahkan hampir bersamaan, yaitu pukul 21.00 WIB, Sabtu (7/4) malam lalu saat aliran Sungai Ciliwung sedang deras-derasnya. Tak ayal, warga pun harus mencari jalan lain dengan memutar jika hendak menuju jalan raya atau sebaliknya.

Dikatakan warga lainnya, Ujang (45), ambruknya jembatan ini merupakan yang terparah selama dirinya bermukim.

”Sekarang kalau mau ke depan atau jalan raya harus memutar lagi lewat Wisma Tugu. Itu pun jalan motor saja, mobil tidak bisa lewat,” akunya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Cisarua Bayu Rahmawanto menyatakan bahwa pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Wilayah II Ciawi sedang bekerja untuk membangun jembatan sementara terlebih dahulu sebelum jembatan kembali dibangun baru.

”Jadi sementara menggunakan jembatan bailey dulu. Tujuannya untuk mengantisipasi mobilitas dan akses warga sehari-hari,” kata Bayu.


Sumber : radarbogor.id

0 komentar:

Post a Comment