POJOKJABAR.com, CAINJUR – Keberadaan Situs Batu Kasur seolah menjadi legenda yang terkubur. Pasalnya, walau pun sudah ditetapkan menjadi cagar budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten, belum pernah dikaji secara ilmiah.
Juru Pelihara Situs Batu Kasur dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten Dedi Irawan menjelaskan, berdasarkan sejarah dan riwayat para ahli sejarah, di lokasi Situs Purbakala Batu Kasur merupakan peninggalan Eyang Jaga Paksi, Intan Ratna Sari, Syekh Makhrom, Eyang Jaga Raksa, Mansur, hingga Patilasaan Eyang Gajah Panambur.
“Mengenai usia batu besar yang terpapar di areal Gunung Kasur hingga kini belum jelas asal usulnya. Apakah di dalam Gunung Kasur ada punden berundak layaknya Gunung Padang? Ini masih menjadi pertanyaan besar,” tuturnya.
Namun yang jelas, lanjut Dedi, areal Gunung Kasur memiliki panorama alam yang sangat menawan. Bahkan saat ini lokasi Batu Kasur ditetapkan menjadi Cagar Budaya. Namun amat disesalkan setelah 15 tahun mengelola kawasan bersejarah ini, ternyata status areal Gunung Kasur dibeberapa titik sudah menjadi hak milik pribadi dan perusahaan. Padahal situs merupakan warisan leluhur yang amat berharga.
“Situs Batu Kasur hingga saat ini masih menjadi legenda yang
terkubur, dan kami harapkan ada berbagai penelitian dari berbagai pihak
guna menjaga kelestarian Situs Purbakala Batu Kasur,” harapnya.
“Beliau-beliau itu merupakan leluhur dari berbagai kerajaan tanah
Sunda, yang usianya sudah lebih dari 300 tahun silam,” jelasnya.Menurutnya, sejarah pasti mengenai Situs Purbakala Batu Kasur masih menjadi teka-teki besar, sehingga sangat perlu dilakukan kajian ilmiah untuk membuktikan dan menyibak berbagai pertanyaan besar.
Sumber:pojok jabar
Uploader:M Iikhsan Ramdani






0 komentar:
Post a Comment