Tuesday, 4 October 2016
Nah Loh, Pejabat di Kota Bekais Was-was, Ini Penyebabnya
POJOKJABAR.com, BEKASI – Rencana Perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) pada tahun 2017 mendatang, membuat sejumlah pejabat di Kota Bekasi waswas. Pasalnya, ada beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Bekasi yang dileburkan. Namun, ada juga SKPD yang ditambah.
Ya, kebijakan PP nomor 18 tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ini membuat sejumlah pejabat kasak-kusuk mencari dukungan. Mereka khawatir akan indah jabatannya dilahan ‘kering’.
Kondisi ini juga diakui oleh Pemerhati Kebijakan Publik Kota Bekasi, Didit Susilo. Menurutnya, istilah di masyarakat SKPD dengan sebutan lahan ‘basah’ dan lahan ‘kering’ sangat kental. Sudah menjadi rahasia umum, jika ingin mendapat lahan basah berarti harus dekat dengan pimpinan.
“Ya, pasti sekarang para pejabat sedang menyusun strategi agar posisi jabatannya tidak digeser. Karena, mulai tahun depan susunan SOTK di Kota Bekasi sudah berubah. Ada SKPD yang dihapus, namun ada juga yang ditambah,” katanya.
Menurutnya, untuk menghindari adanya isu-isu yang ada, Pemerintah Kota Bekasi bisa membuat uji kompetensi terbuka. Para pejabat yang dipilih harus berdasarkan keahlian, profesionalisme, dan kompetensinya masing-masing.
”Jadi uji kompetensi ini sangat penting untuk menguji kemampuan eselon dua yang lebih berkualitas,” tegasnya.
Dia juga meminta, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersikap objektif dalam menempatkan pejabat terkait rencana perubahan SOTK. Menurutnya, Walikota jangan menempatkan seorang pejabat atau kepala dinas baru atas dasar suka dan tidak suka atau kedekatan.
Sementara itu Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, menepis anggapan adanya bagi-bagi jabatan untuk eselon II. ”Yang saya pakai dari pejabatan esello II dan eselon III. Tentunya mereka yang mempunyai kualitas yang baik dalam bertanggung jawab dan menjalankan tugas,” katanya.
Sementara itu Kepala bagian Organisasi Setda Kota Bekasi Agus Priyatna mengatakan, pihaknya sudah mengurusi administrasi terkait adanya SOTK. Untuk saat ini, pihaknya sedang mengajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pengajuan peleburan SKPD.
”Saya masih mengurusi dari segi administrasi dan kelembagaan. Dari catatan kita SKPD sebelumnya ada 26 namun setelah SOTK ada 32. Jadi di Kota Bekasi bukanya berkurang melainkan bertambah,” ujarnya.
sumber : pojok jabar
Related Posts:
Pemkot Bekasi Ditantang Realisasikan Target PAD POJOKJABAR.com, BEKASI – Komisi C DPRD Kota Bekasi menyoroti Pendapatan Asli Daerah (PAD) di APBD Perubahan 2016. Karena Pemerintah Kota Bekasi menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 5,77 persen, atau sekitar Rp92 m… Read More
NSC yang Dihelat SMAN 9 Kota Bekasi Sedot Puluhan Tim dari Luar Daerah POJOKJABAR.com, MUSTIKAJAYA – Niners Sport Competition 2016 kembali dihelat SMAN 9 Kota Bekasi. Puluhan sekolah dari Bekasi dan Jakarta bersaing menjadi yang pertama di tiga cabang olahraga yang dipertandingkan seja… Read More
Atlet Muay Thai Kota Bekasi Ini Harapkan Reward Usai Eksebisi POJOKJABAR.com, BEKASI – Meski medali tidak masuk dalam hitungan resmi di laga eksebisi PON XIX 2016, namun atlet Muay Thai Kota Bekasi berharap bentuk apresiasi bisa tetap diberikan untuk memacu semangat mereka. Muay… Read More
Pencairan KIP di Kabupaten Bekasi Terkendala Data Virtual POJOKJABAR.com, TARUMAJAYA – Bagi sekolah yang ingin mencairkan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP), harus memastikan data virtualnya benar. Jika tidak, maka dana bantuan pendidikan dari pemerintah pusat tidak bisa … Read More
Aktivitas Atlet Bekasi Usai PON, Kembali ke Bangku Sekolah, Tekad Lanjutkan Prestasi POJOKJABAR.com, BEKASI – Tiga atlet peraih medali di PON Jabar berasal dari sekolah SMAN 8 Kota Bekasi. Kini, mereka sudah kembali mengenakan seragam putih abu-abu, setelah beragam medali di koleksi. Tiga atlet … Read More
0 komentar:
Post a Comment