POJOKJABAR.com, BOGOR – Banyaknya usaha tambang Galian dan banyaknya angkutan tambang tersebut, berakibat nyata pada rusaknya sarana infrastruktur.
Salah satu korban dan saksi beratnya angkutan tambang tersebut yakni Jembatan Leuwiranji yang merupakan jalur penghubung Kecamatan Gunungsindur dengan Rumpin.
Namun nyatanya, justru mayoritas kendaraan yang melintas beratnya 30 sampai 40 ton.
Tampak pula lempengan baja tanpa aspal dan ditambah kondisi baut-baut pengikatnya sudah aus, kendur bahkan copot. Lempengan itu pun tampak licin saat hujan karena lumpur sisa tambang.
Sementara saat kering tampak licin akibat banyaknya pasir dan tanah yang bertaburan dari sisa tambang dan aspal yang telah hancur.
“Sayangnya justru Jembatan Leuwiranji kurang diperhatikan,” ujar Ahdori (48), warga Desa Jampang, Kecamatan Gunungsindur.
Hal senada diungkapkan tokoh masyarakat Desa Sukamulya, Jefri.Menurutnya perawatan dan perbaikan jembatan tersebut harus dikerjakan lebih baik lagi.
sumber : pojok jabar
Uploader ; Ariesta.S.S






0 komentar:
Post a Comment