Banner 1

Thursday, 20 October 2016

Lembaran Alquran Jadi Bungkus Nasi, Kapolres Cirebon Bilang Tidak Sengaja, tapi…


Kapolsek Gebang AKP Suwondo menerima kunjungan perwakilan Kemenag Kabupaten Cirebon, kemarin, membahas penanganan lembaran-lembaran Alquran yang sempat dijadikan bungkus nasi di Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang. FOTO: JAMAL SUTEJA/RADAR CIREBON
POJOKJABAR.id, CIREBON – Kapolres Cirebon AKBP Sugeng Hariyanto melalui Kapolsek Gebang AKP Suwondo mengatakan, tidak ada unsur kesengajaan oleh pihak penggelar pesta pernikahan dalam menggunakan lembaran mushaf Alquran menjadi bungkus nasi.

Akan tetapi, polisi tetap menelusuri penyuplai lembaran Alquran tersebut.

Suwondo menuturkan, kasus mushaf Alquran jadi bungkus nasi itu akan terus diselidiki hingga mengarah ke pelaku yang menjadi penyebar, termasuk percetakannya.

Dari barang bukti yang ada, lembaran mushaf Alquran itu merupakan lembaran yang gagal cetak, kemudian tidak diamankan hingga akhirnya menyebar ke masyarakat.
“Kita akan terus kembangkan dari mana kertas itu berasal. Kemungkinan dari luar kota, tapi kita masih belum memastikan.

Karena dari hasil pemeriksaan saksi, yang punya hajat itu kan membeli kertas itu di warung.

Dari warung itu ke agen di Pasar Gebang, kemudian ditelusuri dia membelinya di Mundu. Nah ini sedang ditelusuri terus,” katanya, Selasa (18/10/2016).

Suwondo mengatakan, pihaknya butuh penyelidikan lebih lanjut. Terakit informasi percetakan yang mencetak mushaf itu ada di Semarang dan Surabaya, pihaknya enggan berspekulasi.

“Kita masih belum tahu, tidak boleh berdasarkan katanya, tapi harus faktanya,” jelasya.

Bila ada unsur kesengajaan, tambah dia, maka hal ini bisa masuk ke ranah pidana. Pihaknya pun sudah melakukan koordinasi dengan Kemenag Kabupaten Cirebon untuk melakukan penelusuran.

Sementara Kuwu Gebang Kulon, Muh Toyib mengatakan pihak desa kaget dengan peristiwa itu.

Diakuinya, saat kejadian dia sudah melakukan cek lokasi ke warung. Di sana ternyata terdapat beberapa lembaran mushaf yang terselip dengan tumpukan kertas koran dengan dijual Rp5 ribu.

Kejadian itu baru terungkap ketika ada warga yang baru menyadari bahwa kertas itu ada lembaran mushaf Alquran.

Menurutnya, tidak ada unsur untuk menistakan agama. “Ini menjadi pelajaran, jangan sampai terulang lagi,” jelasnya.

Dia juga meminta masyarakat agar berhati-hati apabila ada kejadian serupa. Supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman. “Kita pesan ke masyarakat agar hati-hati jangan langsung latah.

Ini perlu dikroscek dulu supaya tidak terlalu ramai. Warga di sini hanya mengamankan,” ucapnya.

Kejadian ini mencuat pada Sabtu (15/10/2016) setelah sejumlah warga Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, menemukan lembaran Alquran jadi bungkus nasi di hajatan pernikahan salah seorang warga setempat.

Kemudian warga menelusuri lagi hingga sampai di sebuah toko yang menjual koran bekas.

Di sana warga menemukan sekitar 2 kg lembaran Alquran. Warga pun membelinya agar lembaran Alquran tak tersebar secara luas.

sumber : pojok jabar

Uploader : Ariesta.S.S 

0 komentar:

Post a Comment