Banner 1

Tuesday, 18 October 2016

Katanya Pemerintah Kota Bandung Keliru!



POJOKJABAR.com, BANDUNG– Nawacita Pemerintah Kota Bandung untuk mempercantik Bandung dengan memperbaiki trotoar dan gorong-gorong menuai problem baru. Bukan diacungi jempolan, proyek besutan Ridwan Kamil itu justeru dituding bakal memperparah banjir yang kerap di Kota Bandung.

Tudingan itu diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat, Anang Sudharna. Menurutnya, banyak kekeliruan pembangunan di Kota Bandung. Kawasan-kawasan serapan air menurutnya semakin sempit, padahal di sisi lain pembangunan berjalan massif di sejumlah tempat.

“Saya yakin, setelah pembangunan trotoar di Jalan Dago selesai, banjir cileuncang di Kota Bandung akan makin parah karena ada kekeliruan dalam pembangunan trotoar ini,” kata Anang.

Ini terjadi karena semakin habisnya lahan resapan air hujan. Tak hanya itu, pembangunan gorong-gorong pun menurutnya keliru. Seharusnya, kata dia, di bawahnya dibiarkan tanah jangan ditutup beton.

“Pembangunan di Kota Bandung hanya tampak bagus di permukaan namun tidak ramah lingkungan,” tandasnya.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jabar, Dadan Ramdan juga mengkritik program pembangunan Pemkot Bandung yang dianggapnya belum pro lingkungan.

“Sejauh ini pembangunan yang dilakukan oleh Pemkot dan DPRD Kota Bandung belum terlihat memberikan perhatian kepada lingkungan,” katanya.

Dia menyontohkan, pembangunan trotoar yang kini tengah dikerjakan Pemkot Bandung tidak seimbang karena kurang didukung drainase yang baik. ”

Pembangunan di Kota Bandung ini belum tertata dengan baik, drainase luput dari penataan,” ujarnya.

Dia menilai, ketika hujan turun, volume air meluap dan mengakibatkan banjir cileuncang.

“Seharusnya Pemkot Bandung tidak membangun trotoar dan gorong-gorong di saat musim hujan seperti sekarang, nanti saja di saat musiim kemarau. Kita lihat sekarang, galian tanah di pinggir jalan menambah kotor Kota Bandung,” pungkasnya. (agp/nda)

sumber: pojok jabar

Related Posts:

0 komentar:

Post a Comment