Monday, 17 October 2016
Duhh… 70% Limbah Domestik Cemari Sungai Citarum Wilayah Kabupaten Bandung
POJOKJABAR.com, KABUPATEN BANDUNG – Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kabupaten Bandung Atih Witartih mengatakan pencemaran yang terjadi di Sungai Citarum wilayah Kabupaten Bandung lebih didominasi sampah domestik selain limbah industri.
“Ada sampai 70 persen pencemaran di Citarum justru dari sampah domestik. Limbah industri malah tidak sebesar itu kontribusinya,” ungkap Atih belum lama ini.
Atih menuturkan, penyebab kondisi tersebut karena masih banyak warga yang dirumahnya tidak terdapat septictank. Akibatnya, kotoran tersebut langsung dibuang ke Sungai Citarum. Selain limbah domestik, pencemaran juga berasal dari kotoran hewan ternak yang dipelihara di sekitaran hulu Sungai Citarum.
“Kan di hulu Citarum itu memang banyak yang punya hewan ternak. Warga suka pelihara hewan ternak di rumahnya, kotorannya dibuang ke sungai,” ungkapnya.
Atih mengaku langkah BPLHD Kab Bandung mengatasi pencemaran Sungai Citarum memang sering terhambat beberapa kendala. Misalnya terkait kewenangan di mana terdapat beberapa instansi yang tersangkut dalam persoalan di Citarum, seperti dinas yang membidangi peternakan, dinas yang membidangi kebersihan, dan dinas perindustrian. Sehingga, dibutuhkan koordinasi yang matang dalam pembenahan Sungai Citarum.
“Tapi kita akan terus koordinasi dengan dinas-dinas terkait,” kata dia.
Selain itu, batas kewenangan BPLHD Kabupaten Bandung pun terbatas sebab hanya memegang kewenangan anak-anak sungai Citarum. Karena itu, terang Atih, kegiatan yang jadi prioritas selama ini yaitu menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai cara melestarikan alam dan mendorong agar masyarakat di hulu membuat septictank di rumahnya atau di permukimannya.
“Kita tetap ekstra dalam sosialisasi tentang lingkungan kepada masyarakat. Saya harap masyarakat bisa ikut menjaga Sungai Citarum, masyarakat juga harus terlibat,” ucapnya.
Lebih dari itu upaya pihaknya dalam memantau Sungai Citarum dan anak-anak sungainya selama ini memang terbatas karena personil BPLHD sendiri sedikit. Tak hanya itu, anggaran di BPLHD juga tergolong terbatas sehingga pihaknya sulit memaksimalkan kinerja pemantauan terhadap pencemaran di sungai.(azm)
sumber: pojok jabar
Related Posts:
CUACA BANDUNG : Inilah Prakiraan Cuaca Kota Bandung Hari Ini POJOKJABAR.com, BANDUNG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Hari Ini, Selasa (25/10/2016), di Kota Bandung Akan Hujan Sedang. Sedangkan suhu udara di Kota Bandung diperkirakan 21 … Read More
Kota Bandung Merugi Rp 16,8 Miliar Akibat Banjir Besar POJOKJABAR.id, BANDUNG – Banjir besar yang melanda Kota Bandung, Jawa Barat, pada Senin (24/10/2016) mengakibatkan kerugian yang cukup besar diderita masyarakat setempat. Sebab, terjadi kerusakan pada rumah atau t… Read More
Ridwan Kamil Pecat 10 Kepala Sekolah di Kota Bandung, Ini Penyebabnya… POJOKJABAR.com, BANDUNG – Budaya pungutan liar di berbagai sendi layanan masyarakat perlahan luntur. Meski belum tersentuh secara menyeluruh, Pemerintah Kota Bandung juga tak ingin ketinggalan untuk membasmi kebias… Read More
Ridwan Kamil Pecat 10 Kepala Sekolah di Kota Bandung, Ini Penyebabnya… POJOKJABAR.com, BANDUNG – Budaya pungutan liar di berbagai sendi layanan masyarakat perlahan luntur. Meski belum tersentuh secara menyeluruh, Pemerintah Kota Bandung juga tak ingin ketinggalan untuk membasmi kebias… Read More
Duh… Jawa Barat Rawan Sekali Potensi Bencana POJOKJABAR.com, BANDUNG – Badan Geologi menyebut terdapat empat wilayah di Jawa Barat yang masuk dalam daerah rawan potensi bencana yakni Garut, Sukabumi, Sumedang, dan Tasikmalaya. Kepala Badan Geologi, Ego Syahrial me… Read More
0 komentar:
Post a Comment