Friday, 13 April 2018
Home »
Berita Utama
» Bangkit setelah Gagal di Dolly
Bangkit setelah Gagal di Dolly
Saya sudah terkesan sejak mengenalnya. Tiga tahun lalu. Sejak dia menjabat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya.Namanya agak sulit dieja: Dalu Nuzulul Kirom. Fakultasnya sulit dipelajari: Teknik Elektro. Aktivitas sosialnya sulit dimengerti: merehabilitasi bekas kompleks pelacuran terbesar: Gang Doly. Surabaya.
Terutama membenahi aspek ekonominya. Agar para pelacur tidak kembali ke profesi tertuanya.Saya sudah membayangkan betapa sulit melaksanakannya. Masih mahasiswa tapi berani masuk ke persoalan yang begitu rumit.
Tapi saya menangkap ada api di dadanya: anak ini militan. Penuh ide.
Badannya memang kurus dan kulitnya agak gelap. Tapi jalan pikirannya terang penderang.Mungkin karena dia dilahirkan di malam 17 bulan puasa. Malam peringatan turunnya kitab suci Alquran. Nama Dalu Nuzulul Kirom berarti malam turunnya kemuliaan.
Dalu pun menguraikan rencana-rencana mulianya. Penuh gejolak. Sesak idealisme. Seperti mau meledak.
Dia lantas minta saran saya. Saya merenung sejenak. Perlukah anak muda penuh ide seperti Dalu diberi saran? Tidakkah nasihat hanya akan merusak idealismenya?
“Lakukan saja apa yang ada di pikiran Anda. Saran terbaik akan datang dari lapangan,” kata saya.
“Tapi saya ingin ketemu Anda lagi. Enam bulan lagi. Ingin mendengar hasilnya,” sambung saya. Saat itu.
Enam bulan kemudian saya kena perkara. Tidak bisa menemui Dalu. Juga tidak bisa menemui aktivis mahasiswa lain sekelas Dalu. Di bidang lain.
Bulan lalu Dalu menghubungi saya. Ingin bertemu. Saya pikir dia akan menceritakan perkembangan Gang Doly. Setelah dua tahun tidak ketemu.Tapi rasanya tidak. Tahun lalu saya muter Gang Doly. Mengunjungi taman-taman baca Alquran di komplek pelacuran itu. Yang dibuka oleh aktivis pemuda di sana.
Tapi bukan Dalu. Nama Dalu tidak berkibar lagi di Doly.
Kami pun sepakat bertemu di rumah saya. Senin kemarin. Pukul 07.00. Kebetulan hari Senin pagi adalah satu-satunya hari libur bagi saya: libur senam.
Saya kaget. Dalu membawa rombongan enam orang. Salah satunya wanita berjilbab. Mereka adalah para junior Dalu di ITS, Unair dan UIN Sunan Ampel.
Status mereka baru lulus kuliah. Ada akutansi, dokter hewan, teknik kimia dan fakultas dakwah. Umur mereka antara 22 dan 23 tahun. Hanya Dalu yang 28 tahun.Dalu dan kawan-kawannya saat berkunjung ke rumah Dahlan Iskan di Surabaya, Senin pagi (9/4)
Dua tahun saya tidak ketemu Dalu. Tampilannya tidak berubah. Kurus, gelap, menggebu-gebu dan penuh idealisme.
“Apa kabar Doly?” tanya saya.
“Itulah Pak, mengapa saya ingin ketemu,” jawabnya.
Dalu lantas menceritakan ruwetnya birokrasi di Doly. Kehadiran orang seperti Dalu bisa saja dianggap pesaing.Bukan partner.
Saya sudah menyangka. Tapi biarlah aktivis-idealis seperti Dalu mengalaminya sendiri. Mumpung masih belia. Benturan itu akan memperkaya jiwanya. Sekalian ujian. Apakah idealismenya karbitan.
Dalu ternyata segera bangkit. Itulah baiknya kejatuhan terjadi di saat anak masih muda. Mudah bangkit. Gampang “move on”.
Setelah dua tahun tidak bertemu ternyata Dalu bukan karbit. Dalu, dan teman-teman mudanya itu sudah banting stir. Membuat start-up company.
Bidang garapnya masih sarat idealisme. Tapi sudah lebih memiliki roh. Sudah memiliki fondasi. Untuk kelak bisa berkembang. Ke samping maupun ke atas. Inilah jenis start-up yang berpijak ke bumi lokal tapi siap menjunjung langit nasional.
sumber: radarbogor.id
Related Posts:
Cekoki Bocah Video Porno, Pelaku Dijerat 15 Tahun Penjara BOGOR-RADAR BOGOR,Peringatan bagi para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan agar anak terhindar dari kejahatan seksual. Sebab, korban bisa berubah menjadi pelaku. Hal tersebut terungkap saat Polres Bogor meringkus M (… Read More
Pesan Keselamatan di Jalur Puncak Bikin Heboh, Ini Isinya BOGOR–RADAR BOGOR,Ada yang berbeda dari papan pengumuman pesan keselamatan yang terpasang di Jalan Raya Puncak, dekat kawasan Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.Ya, sebuah papan imbauan bertuliskan: “Ayah Janga… Read More
Kuota Haji Resmi 221 Ribu JAKARTA–RADAR BOGOR,Kuota haji pada tahun ini dipastikan tidak bertambah. Sama seperti musim haji tahun lalu, yakni berjumlah 221 ribu jamaah. Kuota haji tersebut dibagi 204 ribu untuk jamaah haji reguler dan 17 ribu kuota… Read More
Rupiah Melemah, Pengusaha di Bogor Menjerit BOGOR-RADAR BOGOR,Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) belum menunjukkan sinyal positif. Anjloknya kurs rupiah beberapa hari terakhir ini pun berdampak pada sejumlah usaha. Salah satunya usaha travel di … Read More
Sadis! Sopir Taksi Daring Dibunuh BOGOR–RADAR BOGOR,Sopir angkutan daring (online) harus lebih berhati-hati dalam menerima pesanan penumpang. Sebab, kasus kejahatan dengan berpura-pura menjadi penumpang kembali marak. Seperti kemarin (5/3), seorang sopir a… Read More
0 komentar:
Post a Comment